Benang Merah (Oshi No Ko > Aqua X Kana)

Benang Merah (Oshi No Ko > Aqua X Kana)
Syuting Drama


__ADS_3

Musim dingin akhirnya datang. Suhu terasa semakin rendah, dingin menyelimuti Tokyo. Aqua sudah bersiap untuk syuting dramanya. Ia datang bersama asistennya dengan mobil pergi ke desa. Desa yang tidak jauh berbeda dengan desa tempat Kana tinggal. Bedanya di sini, jauh lebih banyak penduduknya dan lebih banyak bangunan yang dibangun.


Selama syuting, Aqua akan menginap di desa. Ia akan diberikan libur akhir pekan saja. Karena drama mingguan dan akan tayang bulan depan, jadi untuk mengejar deadline, selama satu bulan akan terus dilakukan syuting.


Lawan mainnya adalah Frill Shiranui. Frill merupakan aktris yang pandai berakting. Namanya semakin bersinar setiap tahunnya, kepribadiannya juga baik meskipun ia terkenal.


Di dalam drama yang akan dimainkan bersama Aqua, Frill akan menjadi gadis desa yang membuat suasana hati Nanami Ohiru semakin bahagia. Eriri Katou.


Di hari pertama syuting, Aqua meminta tim make up artist untuk mewarnai rambutnya dengan hitam. Sutradara Haru tidak meminta itu pada Aqua, tapi Aqua mengatakan agar terlihat natural. Bahkan Aqua memakai make up tipis saja.


Scene pertama, Aqua memerankan Nanami Ohiru yang sedang masuk ke kandang sapi dengan wajah bangga dan penuh semangat. Semua seolah tersihir dengan kemampuan dan kecakapan Aqua dalam berakting. Ia bisa dengan luwes memerankan Nanami Ohiru.


Bersikap ceria dan penuh semangat. Ia bahkan melakukan adlib dengan bersenandung kecil yang tidak ada di dalam naskah. Ia juga dengan sangat mudah, mengatakan kata yang menjadi icon untuk Nanami Ohiru yaitu kata "boge!".


Frill, sutradara, staf dan semua yang berada dalam lokasi syuting berkali-kali takjub dengan kemampuan Aqua yang menurut mereka sangat hebat. Mengingat kepribadian asli Aqua yang dingin, cuek dan terlihat tidak bisa bereaksi lebih, tapi ternyata di luar dugaan. Bongkahan es itu bisa mencair dengan sangat natural.


Akting yang dilakukan Aqua juga terlihat berbeda sekali dengan aktingnya yang dulu. Sekarang ia terlihat lebih natural dan sangat bersinar. Tidak terlihat keraguan, bahkan satu scene tidak banyak memakan pengulangan.


"Oke!" teriak Sutradara Haru seraya bertepuk tangan.


Mereka sudah menyelesaikan semua scene untuk hari ini. Syuting sejak matahari terbit, hingga matahari menghilang bahkan hampir tengah malam. Udara semakin dingin, semua sudah berselimut dengan mantel mereka dan bergegas masuk ke pengjnapan.


"Kerja bagus Aqua!" Haru tersenyum lebar menatap Aqua. "Awalnya aku khawatir ini akan buruk, mengingat kau tidak pernah mendapat peran seperti ini. Tapi ternyata kau menghancurkan kekhawatiran itu." Haru menepuk punggung Aqua pelan dengan bangga. "Pertahankan!"


Aqua tersenyum dan membungkuk. Hari ini ia sudah sangat lelah. Ia melangkah ke penginapan setelah mengambil kotak nasi untuk makan malamnya, entah masih bisa disebut makan malam atau tidak karena jadwal makan malam sudah lewat berjam-jam.


Sambil menikmati makanannya, Aqua duduk di kursi teras makan. Frill duduk di hadapan Aqua setelah mendapat izin dari pemilik meja. Mereka pun memakan makan malam mereka. Nasi dengan lauk ayam teriaki, jeruk dan puding susu strawberry. Aqua hanya memakan tanpa ingin membuka percakapan dengan Frill.

__ADS_1


Mereka pernah berada dalam satu film, tapi Aqua tidak dekat dengan Frill. Mengingat Frill merupakan teman akrab Ruby, jadi Aqua tidak terlalu mengambil pusing untuk keheningan yang terjadi malam ini di meja makannya bersama Frill.


"Apa kau berlatih acting sebelum syuting drama?" tanya Frill membuka perbincangan di antara keduanya.


Aqua mengangguk. "Ya, tentu saja. Aku mendapat guru terbaik untuk drama kali ini."


"Oh ya? Pantas saja, kau sedikit berbeda kali ini." Frill mengomentari. "Tapi, berbeda jauh sekali loh. Kau lebih terlihat bersinar dan semua kru sampai terpukau seolah kau mengatakan pada kami untuk terus melihatmu tanpa mengalihkan pandangan kami!"


Aqua tersenyum, cara yang Kana ajarkan padanya sungguh luar biasa. Bahkan Aqua mendapat pujian dari aktris seterkenal Frill. Tapi, memang selain Kana yang mengajari, Aqua juga melakukan analisa tentang itu. Membuat semakin hebat aktingnya.


"Ya, aku harus berterima kasih pada guruku nanti." Aqua menjawab dan kembali memakan makanannya.


"Iya itu sudah pasti. Aku rasa drama kali ini akan dapat rating tinggi!" seru Frill semangat. "Jika kau bisa sebagus ini, aku yakin rating kita akan tinggi."


"Itu memang tujuanku…" Aqua menanggapi singkat.


"Kau punya pacar kah?" tanya Frill tanpa basa basi lagi.


Aqua mengerutkan keningnya, menatap Frill heran. Ia tidak berpikir Frill akan bertanya hal itu padanya. Mengingat Frill dan Aqua tidaklah akrab.


"Apa Ruby yang menyuruhmu bertanya padaku?" tanya Aqua seraya merapihkan bekas makannya.


Frill tertawa pelan. "Ketahuan ya? Sebenarnya bukan disuruh bertanya sih, hanya disuruh melihatmu saja."


"Katakan pada Ruby, aku tidak punya pacar." Aqua berdiri membawa bekas makannya. "Aku hanya ingin fokus mengejar karirku saja. Jadi, kau tidak perlu mengikuti perintah Ruby."


Aqua meninggalkan Frill di teras. Ia tidak menyangka Ruby masih mengejarnya sebagai senseinya dulu. Padahal sudah dijawab Aqua bahwa dirinya dan Gorou sudah memiliki batasan yang sangat besar. Jadi, rasa dan ingatan Aqua tentang masa lalu sebelum reinkarnasi hampir hilang.

__ADS_1


Sampai di kamar penginapan, Aqua merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ponselnya terus berbunyi, dan ia tahu itu dari siapa. Sifat Frill yang tidak pandai menyembunyikan sesuatu, membuat Ruby harus meminta maaf pada Aqua karena tindakannya. Aqua memilih untuk mandi dibanding menjawab panggilan dari Ruby. Jika boleh memilih, Aqua ingin menghubungi Kana dan bercerita tentang hari ini pada gadis itu.


...****************...


Ruby menatap ponselnya berkali-kali, Aqua tidak juga mengangkat panggilan darinya. Ruby tahu ia sudah salah karena terlalu curiga pada Aqua. Tapi, itu dia lakukan hanya karena penasaran kenapa kakaknya bisa sangat berubah sifatnya dalam waktu 10 hari.


Anehnya lagi, Aqua selalu tertawa dan mengobrol panjang saat malam melalui ponselnya. Ruby ingin percaya bahwa temannya di desa itu merupakan laki-laki, tapi Ruby lebih percaya jika satu diantara mereka adalah perempuan.


Sudah ditolak berkali-kali oleh kakaknya sendiri, Ruby sadar apa yang ia lakukan merupakan sesuatu yang sangat menjijikan. Ia sadar, tidak mungkin dirinya dan Aqua menikah. Jika pun bisa, mereka harus mati lagi dulu baru di kehidupan selanjutnya menikah. Tapi, Ruby tetap mencintai Aqua bukan sebagai Aqua tapi sebagai Goro-sensei. Apa pun yang terjadi, meski terlihat seperti obsesi, tapi Ruby ingin terus Aqua berada di sisinya dan tetap hanya ada untuknya.


Menyerah, hampir sepuluh kali Ruby menghubungi Aqua, namun tidak juga diangkat. Tanda bahwa Aqua marah dan perlu waktu untuk memaafkannya. Perasaan bersalah kini menyelimuti Ruby, mendengar jawaban Aqua yang ia berikan pada Frill, membuat Ruby semakin tidak enak hati pada saudara kembarnya itu.


Onii-chan, maaf aku tidak akan melakukan hal seperti itu lagi.


Ruby mengirim pesan pada Aqua. Ia hanya berharap kakaknya membalasnya dan tidak mendiamkan pesan darinya.


Ya, aku maafkan. 


Singkat, padat dan jelas. Itulah Aquamarine Hoshino.


Jawaban yang tidak diinginkan oleh Ruby. Ia tidak percaya hanya akan mendapatkan kalimat pendek seperti itu. Padahal Ruby berharap Aqua memarahi dan menceramahinya panjang lebar seperti biasa.


"Hhh… Siapa pun temanmu, aku sangat penasaran." Ruby menatap ponselnya. "Dulu, saat bersama senpai, Aqua juga hampir seperti itu. Lalu ketika kepergian senpai dia seperti zombie. Lebih dingin dari biasanya. Dan sekarang dia benar-benar kembali menjadi dirinya yang murah senyum dan mampu mengekspresikan dirinya." Ruby  menatap langit malam itu.


"Tapi, aku tidak ingin onii-chan memiliki orang spesial selain diriku. Aku tidak peduli jika aku egois, karena onii-chan milikku!"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2