
Keadaan Bintang sudah membaik. Ia sudah diperbolehkan pulang. Rumah lamanya menjadi tujuan. Tidak ada kemewahan, tapi penuh dengan kenangan.
Dokter bilang, Bintang tidak boleh stress. Demi kesehatan bayi di kandungannya. Meli meminta secara khusus kepada Delia untuk mengizinkan Jayden mengunjungi putrinya itu.
Delia menjadi tidak enak hati. Di satu sisi ia cemburu jika Jayden terus dekat-dekat dengan Bintang. Apalagi Bintang pernah berkata agar ia mengembalikan Jayden padanya. Tapi di sisi lain, ia juga tidak tega pada ibunya. Meli, ibu kandung Bintang adalah seorang ibu penyayang. Akhirnya, dengan berat hati, Delia mengabulkan pinta itu.
Di sisi lain, Bintang yang beberapa hari terakhir tidak pernah membuka ponselnya akhirnya memberanikan diri untuk melakukannya. Ia menguatkan hati agar bisa menerima cibiran, hinaan, atau apa pun itu di akun sosial medianya.
Tapi yang terjadi tidak sesuai dugaan. Alih-alih cibiran, ia justru mendapatkan dukungan dari para fansnya.
[Yang sabar yah kak]
[Tetap semangat kak]
[Kami menunggumu kembali B]
Seulas senyum terbit di bibir Bintang.
Ada yang pro, tentu juga ada yang kontra. Beberapa akun memang mendukungnya, tapi ada juga yang menghinanya. Tapi, para fansnya menyerang akun tersebut dengan komentar-komentar pembelaan kepada Bintang.
“Ada apa, kok senyum-senyum?” tanya Meli seraya membawa sebuah nampan berisi makanan.
Bintang menggeleng tanpa memudarkan senyum di bibirnya.
“Makanlah Nak, ada Jay di depan.”
Bintang mematikan layar ponselnya, kemudian segera beranjak untuk menemui pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu.
“Bi, gimana keadaan kamu?” tanya Jayden saat melihat Bintang.
Bintang tersenyum, kemudian duduk di hadapan Jayden. “Makasih masih mau datang Jay, itu sangat berarti untukku. Walaupun aku tahu, kamu datang karena Delia.”
“Bi, aku—“
“Tidak apa-apa Jay, aku mengerti. Dan mulai besok, kamu tidak perlu datang lagi.”
Jayden diam memandangi wanita di depannya.
“Aku sadar, aku telah egois. Aku meminta Delia menyerahkan sesuatu yang tidak pernah menjadi milikku. Kamu bukan barang yang bisa diminta dan diberikan. Maaf Jay. Maaf kalau aku selama ini selalu menyulitkanmu.” Bintang menjeda kalimatnya sejenak. “Dan ya, aku sudah siap bercerai dari kamu Jay. Tidak ada lagi yang mengharuskan kita bersama.”
“Lalu bagaimana dengan kamu? Dan kandungan kamu?” tanya Jayden.
__ADS_1
“Aku akan mempertahankan bayi ini Jay, kamu tenang saja.” Bintang mengusap pelan perutnya. “Dan lagi, aku sudah mendapat banyak support.” Bintang menunjukkan komentar-komentar positif di akun sosial medianya.
Jayden mengangguk, kemudian tersenyum. “Semoga kamu bahagia Bi. Semoga kamu bisa menemukan cinta sejati kamu. Seorang laki-laki tulus yang akan menerima kamu dan segala masa lalu kamu.”
Bintang mengusap air mata yang mulai membasahi pipinya. “Ayolah Jay, kamu membuat suasana jadi melow gini. Padahal tadi aku sudah bahagia.”
Jayden tertawa.
“Udah gih sana pergi. Lama-lama melihat kamu, aku jadi gak bisa move on tau!”
“Oke ... Oke ... Tapi, sebelum pergi, aku mau menanyakan sesuatu Bi.”
“Apa?”
“Em ... Bagaimana dengan Dave?”
“Aku akan melaporkannya ke polisi Jay.”
“Kamu yakin?”
Bintang mengangguk. “Dia telah mencemari profesi seperti kita Jay. Orang seperti dia harus dimusnahkan.”
“Aku akan datang jika kamu membutuhkan saksi.”
“Aku pergi Bi.”
“Iya Jay.”
Dan begitulah pertemuan mereka berakhir. Cinta yang bertepuk sebelah tangan. Hati yang tidak pernah ia miliki. Ia harus melepasnya. Ya! Bintang sudah memutuskannya.
***
Beberapa hari setelah itu, dunia entertainment dihebohkan dengan ditangkapnya pemilik Chan Management, Dave. Tentu saja dengan bantuan desakan netizen. Polisi bergerak lebih cepat.
Dalam persidangan, Dave dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan denda satu miliar rupiah atas kasusnya. Memang tidak sesuai dengan tuntutan Bintang. Baginya, hukuman itu terlalu ringan.
Imbas dari semua itu, Miranda menggugat cerai kepada Dave. Ia membawa kedua putrinya pergi. Ia tidak mau kasus yang menimpa ayahnya membuat kedua putrinya dibully dalam lingkungannya.
Tidak hanya kehilangan keluarga, Dave juga telah kehilangan perusahaannya. Atas desakan berbagai pihak, Chan Management resmi di tutup, meninggalkan banyak hutang padanya. Banyak kontrak yang tidak terselesaikan, membuat ia harus mengeluarkan banyak uang untuk mengganti kerugiannya.
“Bintang, tunggu pembalasanku!” Dave tidak menyangka, karena gadis bodoh seperti Bintang, ia telah kehilangan segalanya.
__ADS_1
Tanpa mereka ketahui, Argalah di balik hancurnya Dave. Dengan bantuan Yudi, ia membantu Bintang menjebloskan Dave ke penjara. Tidak ada yang tahu mengenai keterlibatan Arga selain Yudi. Ya, Arga menyembunyikan semuanya begitu rapat.
Setelah kejadian kecelakaan yang Delia alami, Arga berjanji pada dirinya sendiri kalau ia akan melakukan apa pun untuk putrinya itu. Termasuk membantu Bintang. Ia pikir, dengan membantu Bintang itu akan memudahkan Jayden keluar dari masalahnya. Dengan begitu, Delia akan bahagia. Itulah tujuannya.
“Jadi bagaimana rencana kamu selanjutnya Jay?” tanya Delia. Ia dan suaminya itu tengah bersantai di ruang keluarga rumah orang tua Delia.
“Apalagi? Setelah perceraianku dan Bintang diresmikan, Kita akan merencanakan pesta pernikahan kita,” jawab Jayden seraya mencubit hidung Delia.
“Ehem!” Sebuah suara berat datang di antara perbincangan mereka.
Jayden sedikit menggeser posisi duduknya ketika Arga datang dan duduk bersama mereka.
“Sebagai seorang pria, sudah selayaknya kamu mencari jati diri kamu sendiri Jay. Jangan sampai orang mengenalmu sebagai menantu Arga Wijaya. Orang harus mengenali kamu sebagai diri kamu sendiri.”
Delia menatap Jayden dan Arga bergantian. “Maksud Papa apa?”
“Papa kamu benar Del,” potong Jayden, “Saya berjanji Pak, saya akan melamar Delia secara resmi. Setelah saya bisa berdiri di atas kaki saya sendiri.”
“Jay ....”
“Kamu jangan khawatir Del, sebentar lagi, kita akan bisa bersama. Kamu sabar ya sayang.”
“Tapi Jay ....”
“Del, kamu percaya kan sama aku?”
Delia mengangguk.
“Besok kita pergi ke London untuk menghadiri wisuda adik kamu. Mungkin kita akan stay di sana beberapa hari kalau kamu mau.”
Delia menatap Jayden. Ia ingin selalu berada di sisi suaminya itu, tapi Papanya benar. Jayden harus datang padanya dengan menegakkan kepala, dengan penuh kebanggaan. Jangan sampai orang mengenal Jayden yang menantu seorang Arga Wijaya. Tapi ia harus dikenal sebagai dirinya sendiri.
Hari perpisahan pun datang. Delia memegang erat tangan Jayden ketika mereka tengah berada di bandara. Walau hanya sebentar, tapi entah mengapa hal itu sangat menyesakkan. Ia ingin terus berada di samping Jayden.
“Sayang, sudah waktunya, Nak.” Farida mengingatkan Putrinya kalau sudah waktunya mereka berangkat.
Delia mengangguk. Ia mendaratkan satu kecupan di pipi Jayden sebelum pergi. Jayden menarik tubuh Delia mendekat. Ia memeluknya begitu erat. Entah mengapa ia merasa mereka akan terpisah lama.
***
Dua hari tanpa kabar, Jayden begitu resah. Ia ingin tahu kabar dari Delia. Tapi, pada hari ke tiga, sebuah pesan masuk ke ponselnya. Dari nomor Delia. Membacanya, hati Jayden terasa sesak. Tubuhnya luruh di atas tempat tidurnya.
__ADS_1
“Delia ....”