Berbagi Cinta : Cinta Lokasi

Berbagi Cinta : Cinta Lokasi
Selamat Jalan


__ADS_3

Hari pernikahan pun tiba. Delia sudah berdandan cantik dengan makeup minimalis yang diaplikasikan di wajahnya. Gaun putih berbentuk A-line sudah membalut tubuhnya dengan sempurna. Simpel, namun tetap elegan.


Di sisi lain, Jayden pun sudah bersiap. Setelan jas berwarna putih sudah melekat di tubuhnya. Rambutnya ia sisir rapi ke belakang, seolah ingin memperlihatkan wajah bahagia itu.


Matahari bersinar cerah. Burung-burung bernyanyi menyambut pasangan suami yang akan menikah (lagi). Berbeda dengan pernikahan pertamanya, pernikahan kali ini sungguh bermakna. Kehadiran orang tua, sanak saudara, serta teman-teman yang memberikan restu menjadi doa bagi pasangan pengantin itu.


Taman itu disulap menjadi area keindahan dengan bunga-bunga menghiasi. Putih menjadi warna yang sangat dominan di sana. Suasana tampak lebih asri karena pepohonan dan daun-daun hijau dibiarkan ikut serta menjadi saksi bisu disatukannya dua insan yang saling mencintai itu.


Jayden dan Delia sudah duduk bersebelahan di atas kursi. Di depannya sudah duduk Arga berdampingan dengan seorang penghulu yang akan menikahkan mereka.


Sekali lagi, Jayden menarik nafas dalam. Bukan kali pertama, tapi tetap saja menegangkan. Dalam satu kali tarikan nafas, akhirnya kalimat itu terucap. Semua saksi berucap “sah” bersamaan. Detik berikutnya, doa pun dibacakan.


Jayden dan Delia kini sudah sah menjadi suami istri secara hukum dan agama. Mereka berdua menyalami kedua orang tua Delia, kemudian juga Lukman dan Sri.


“Semoga bahagia Nak,” ucap Farida seraya mengusap ujung matanya yang basah.


Usai melakukan setiap rincian acara sakral, mereka berdiri dipelaminan. Dan saatnya pada tamu undangan maju ke depan untuk memberikan selamat serta doa restu.


Di antara tamu yang hadir banyak dari kalangan pebisnis, rekan artis, dan para tetangga. Mereka semua tampak memberi selamat atas pernikahan itu. Jayden juga mengundang beberapa media yang turut andil dalam membesarkan namanya itu di hari bahagianya.


“Selamat ya Jay, Del.” Jayden dan Delia tersenyum ke arah seorang wanita di depan mereka.


“Makasih, Bi.” Delia yang menjawab.


“Hei boy, kamu sudah besar,” ucap Jayden mencubit gemas pipi gembul batita yang tengah Bintang gendong.


Bintang tersenyum.


“Julian, ucapin selamat sama Om dan Tante,” titah Bintang.


Anak itu malah menyembunyikan wajahnya di ceruk leher ibunya tersebut.


“Julian memang agak pemalu, Jay, Del.” Bintang menjelaskan.


Bintang turun dari podium. Ia kemudian duduk di salah satu kursi yang tersedia di sana.


“Makanlah Bi, biar Julian Ibu ajak keliling.” Meli mengambil cucunya dari gendongan Bintang, kemudian pergi membawanya melihat bunga. Tidak peduli cucunya itu suka atau tidak. Mungkin dalam hati Julian berkata 'nenek, aku ini cowok!’. Sementara Bintang hanya tersenyum samar. Matanya masih fokus melihat pasangan pengantin di depan sana.


Aku sudah mencoba untuk move on Jay, sungguh. Tapi melihat kalian bersama, ada sesuatu yang terasa sakit di sini. Batin Bintang. Ia memegangi dadanya sendiri.

__ADS_1


“Hai cewek, boleh duduk di sini.” Seorang pemuda datang menghampiri Bintang dan duduk di kursi kosong yang ada di mejanya.


Bintang melirik sejenak ke arah pemuda tersebut, kemudian memfokuskan pandangannya ke arah makanan di depannya lagi.


“Kenalin, nama aku Farel,” ucap pemuda itu seraya mengulurkan tangan.


“Bintang,” jawab Bintang tanpa membalas uluran tangan pemuda itu.


“Bintang?” ulang Farel. Seketika bayangan lebih dari satu tahun itu kembali dalam ingatannya. Seorang wanita yang tampak penuh bekas luka. Terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Ia tampak kesakitan dan depresi. Bintang yang itu kah?


“Kamu apa kabar Bi?” tanya Farel dengan nada lebih bersahabat.


Bintang menoleh dan menatap Farel, seolah berkata 'apa sebelumnya kita saling mengenal?’.


“Aku Farel, dulu kita bertemu di rumah sakit. Remember me?” Farel mencoba mengingatkan.


Bintang menggeleng. Momen rumah sakit sangat banyak dalam benaknya. Berkali-kali anak semata wayangnya masuk rumah sakit. Apakah pemuda di hadapannya saat ini adalah salah satu dokter di sana? Atau justru sama-sama pasien?


“Aku adiknya kak Delia, duluuuuu sekali kita pernah bertemu. Ah ya, itu tidak terlalu penting, pasti kamu juga tidak akan menyimpannya di memori kamu itu.”


“Ah, maaf Farel.” Dan ya, Bintang benar-benar tidak ingat akan sosok Farel itu.


“Gimana keadaan kamu? Dan di mana anak kamu?” tanya Farel.


“Boleh aku berkenalan dengannya?” tanya Farel lagi.


“Em, maaf Farel, Julian agak sedikit pemalu. Dia—“


“Tidak masalah,” potong Farel, “semua orang akan jatuh cinta padaku di pertemuan pertama. Lihatlah.” Farel berdiri dan berjalan ke arah ibunya Bintang. Ia kemudian terlihat berbincang dan pada detik berikutnya, Julian sudah berada dalam gendongan Farel.


Bintang cukup terkejut melihatnya. Tidak biasanya anaknya itu mudah akrab dengan orang asing. Tapi dengan Farel? Bagaimana bisa?


Meli berjalan ke arah Bintang dan duduk di sebelahnya. Ia melihat ke arah Bintang memandang.


“Julian kelihatannya suka pada anak itu. Siapa dia Bi?” tanya Meli.


“Farel, adiknya Delia,” jawab Bintang tanpa memindahkan pandangannya dari Farel dan Julian.


Meli tersenyum. Hanya melihatnya sekali, tapi ia sudah menyimpan banyak doa untuk itu. Tanpa sadar, ia tersenyum.

__ADS_1


“Ibu kenapa senyum-senyum?” tanya Bintang.


“Ibu hanya senang melihat Julian bersama dengan Farel, mereka—“


“Bu,” potong Bintang. Ia menggenggam tangan ibu kandungnya tersebut. “Apa pun yang ibu pikirkan, tolong hentikan. Dia adik kandung Delia Bu, adik ipar Jayden.”


“Apa salah seorang ibu mengharapkan kebahagiaan putrinya sendiri Bi?” tanya Meli kecewa karena Bintang selalu menghindar dari pembicaraan mengenai seorang pria.


“Apa aku terlihat tidak bahagia bu? Ada kalian juga Julian dalam hidup aku. Hidup aku sempurna Bu.”


Meli tersenyum, tapi hatinya sungguh miris. Tidakkah Bintang menyadari kalau ibunya itu menginginkan seorang pendamping untuk anaknya itu?


***


Kemeriahan pesta pernikahan Jayden dan Delia berlangsung hingga sore hari. Beberapa rekan artis menyumbangkan lagu untuk pasangan yang tengah berbahagia itu. Pun dengan Bintang.


Bisik-bisik mulai terdengar. Tentang hubungan masa lalu Bintang dan Jayden yang pernah menjadi trending pada masanya. Berita Cinta Lokasi yang berujung pada sebuah pernikahan. Sayang, hubungan itu hanya setingan dan berakhir begitu saja. Menyisakan rasa kecewa di hati sebagian fans. Tidak mengapa, life must go on kan? Jayden kini sudah bahagia dengan pilihan hatinya. Pun dengan Bintang yang tampak bahagia menjadi single parent untuk Julian.


Acara sudah selesai. Satu persatu tamu undangan meninggalkan tempat tersebut dengan membawa masing-masing satu kotak putih berukuran 40cm x 40cm, yang merupakan souvenir pernikahan Jayden dan Delia. Di dalamnya berisi satu buah CD album best seller Jayden, headphone, botol minum, tas dan T-shirt dari merek JD Star. Ya, Delia memutuskan nama brandnya yang semula JD menjadi JD Star.


Jayden sempat protes dengan isi souvenir yang Delia pilih, “kamu mau ngasih souvenir atau promosi?”


“Sekali menyelam minum air Jay,” jawab Delia dengan senyum lebarnya.


“Ck. Benar-benar anak Arga Wijaya.”


Keduanya pun lantas tertawa. Baik Jayden maupun Delia sama-sama tahu, kalau masing-masing dari mereka hanya sedang bergurau.


***


Kedua pasangan yang baru di sahkan menjadi suami istri itu segera bertolak ke bandara usai pesta pernikahan mereka. Arga dan Farida memberikan tiket keliling Inggris raya dan Eropa sebagai hadiah pernikahan. Satu bulan lamanya mereka akan pergi.


“Hati-hati sayang, nanti pulang bawa cucu,” seru Farida sebelum mereka pergi.


Jayden dan Delia saling pandang, lalu tersenyum. Keduanya kemudian berjalan bergandengan tangan menuju ke gerbang keberangkatan.


Selamat Jalan Jayden. Selamat Jalan Delia. Sampai berjumpa lagi.


End.

__ADS_1


Hai Readers tersayang ...


Akhirnya kita sampai di penghujung cerita. Terima kasih buat kalian yang mengikuti cerita receh ini sampai sejauh ini. Maaf kalau ada typo atau hal-hal tidak sesuai lainnya. Yang mau kritik atau saran, boleh banget ya. Sampai ketemu di karya aku selanjutnya ya. Love You All 😘


__ADS_2