
Di kedalaman Azrya Woodlands, di sebuah tempat bernama Lunar temple yang terletak di tengah Moonlit Forest.
Tempat ini merupakan tempat suci untuk para Moon Elf tinggal, dimana Moon Goddes Gavana tertidur di tempat ini.
Lunar temple merupakan tempat yang indah dimana bangunan-bangunan dibangun dengan batu raksasa, tinggi dan megah.
Meskipun para Elf memiliki umur yang sangat panjang, mereka tidak memiliki tubuh yang abadi, sepanjang sejarah Land of Dawn ras yang lembut dan rentan ini telah mengalami kesakitan dan penderitaan sebelum akhirnya mereka mendirikan tempat tinggal di Azrya Woodlands.
Sepanjang sejarah Land of Dawn, ras Elf yang tinggal di Azrya Woodlands lebih tepatnya di Lunar temple, mereka memliki kehidupan yang bahagia dan damai, tanpa ada campur tangan dari ras lain.
Di Lunar temple terdapat sebuah pohon yang sangat besar dan pohon itu bernama Tree of life,dan para Elf tinggal di pohon itu.
Sesuai namanya, Tree of life yang berarti pohon kehidupan, pohon itu memiliki pengaruh yang sangat besar bagi para Elf yang tinggal di situ, selain tanah di sana yang terbilang sangat subur, buah dari Tree of life ini memiliki manfaat yang sangat besar.
Buah dari Tree of life memiliki manfaat, bisa menyembuhkan segala penyakit, dan yang paling bagus manfaatnya adalah bisa menambah umur seseorang yang memakannya, ini menjelaskan mengapa para Elf yamg tinggal di sana rata-rata penduduknya memiliki umur lebih dari seribu tahun.
Namun buah ini hanya berbuah 10 tahun sekali.
Baru-baru ini terjadi penyerangan di Tree of life oleh pasukan Abyss, yang dipimpin oleh raja iblis mereka yang terkenal dengan keganasan dan juga kekejamannya yang bernama Thamuz.
Siapa yang tidak kenal dengan Thamuz, seluruh Land of Dawn mengenal Thamuz dengan sangat baik, dirinya sering melakukan penyerangan di segala wilayah membuat dirinya disegani oleh banyak orang.
Thamuz dikisahkan berasal dari Abyss Crack . Gua dengan lava di dalamnya menjadi daerah kekuasaan Thamuz. Lava ini digunakan oleh Thamuz untuk membentuk senjata andalannya yaitu sabit kembar.
Super tangguh, Thamuz diangkat sebagai pemimpin bangsa Fire Demon dan mendapat julukan King of Fire Demon. Dengan kemampuan hebat, Thamuz diketahui sangat mampu menjaga Abyss dari serangan apapun.
Karakter Thamuz sendiri dikenal sebagai sosok temperamen yang bengis dan tidak punya rasa belas kasihan. Untuk beberapa orang, Thamuz dikenal sangat kejam dan besar kepala.
Bagi Thamuz, musuh-musuhnya adalah sampah yang tidak berharga dan tidak pantas untuk hidup. Karena hal ini, dirinya mampu melakukan hal apapun untuk menghabisi musuh.
Thamuz beserta pasukan Abyssnya datang ke Azrya Woodlands untuk menginvasi Lunar temple. Thamuz juga memiliki tujuan lain ke wilayah itu, Thamuz menginginkan buah dari Tree of Life yang memiliki manfaat yang sangat besar.
Bangsa Elf yang tinggal di sana tidak membiarkan para Abyss bertindak semaunya, mereka melakukan perlawanan walaupun itu berat sebelah, di karenakan pasukan Abyss yang sangat banyak.
__ADS_1
Penyerangan di pimpin oleh Miya seorang Elf Knight, akan tetapi perlawanan dari bangsa Elf tidak berlangsung lama, ribuan pasukan Abyss berhasil membasmi sebagian besar dari pasukan Elf.
Bangsa Elf yang tau bahwa mereka sudah tidak sanggup melawan pasukan Abyss, mereka memutuskan untuk melarikan diri dari Lunar Temple dan mencari Moon Goddess Gavana yang tengah tertidur.
Namun upaya melarikan diri mereka di ketahui oleh Thamuz, dan akhirnya Thamuz mengerahkan ribuan pasukan untuk mengejar Elf yang melarikan diri.
Mereka berhasil mengepung para Elf yang tengah bersembunyi di sebuah goa. Miya beserta para Elf lainnya pun panik karena upaya melarikan diri mereka diketahui oleh musuh.
Di tengah keadaan genting saat itu, para Elf lainnya memerintahkan Miya untuk melarikan diri dan melanjutkan pencarian sang raja yang tengah tertidur, sedangkan Elf lainnya menahan pasukan Abyss.
Namun Miya tidak bisa menerima hal itu, dia lebih memilih mati bersama dengan saudaranya ketimbang meninggalkannya, terjadi perseteruan pada saat itu yang akhirnya Miya mau mengemban tugas berat itu sendiri.
Pasukan Abyss mulai memasuki goa, para Elf lainnya berusaha menahannya, Miya memanfaatkan kesempatan itu untuk keluar dari goa menggunakan skill Stealthnya.
Miya berlari sekencang mungkin untuk keluar dari goa, sampailah Miya di bibir goa, lalu terdengarlah suara jeritan menggema dari dalam goa. Dengan penuh amarah dan dendam Miya terus melangkahkan kakinya.
Ada juga beberapa pasukan Abyss yang mengejar Miya dari belakang.
Rasa takut menyelimuti benak Miya saat itu, dengan segala upaya Miya terus berlari dan akhirnya Miya melihat sebuah portal, tanpa pikir panjang Miya langsung memasuki portal itu.
Dan ternyata portal yang di masuki Miya tadi terhubung dengan wilayah Cadia Riverlands, dan akhirnya Miya tergeletak pingsan di sebuah hutan yang kemudian di temukan oleh Hayabusa.
.
Sekarang Miya dan Haya tengah makan ramen di sebuah kedai. Miya menceritakan semua kejadian yang di alaminya kepada Haya, dan tanpa ia sadari air mata keluar dari kedua bola matanya.
" Jadi begitu " ucap Haya dengan raut muka sedih saat setelah mendengar cerita Miya. kemudian Haya menyeka air mata yang ada di wajah Miya sembari berusaha menenangkannya.
Setelah beberapa saat Miya pun berhenti dari tangisannya dan kembali menatap Haya dengan wajah penuh harapan.
" Aku mohon, bisakah kamu membantuku mencari Moon Goddess Gavana " ucap Miya dengan suara pelan.
Haya pun menganggukinya yang berarti dia setuju, walaupun sebenarnya dia tidak tahu pasti dimana Moon Goddess Gavana berada, karena didalam cerita gamenya dulu tidak menjelaskan secara detail dimana Moon Goddess Gavana berada.
Yang Haya tau, siapa Moon Goddess Gavana itu.
' Setahuku di dalam cerita, Alucard akan datang dan membantu Miya mengalahkan pasukan Abyss. Tapi kenapa ini melenceng jauh dari cerita, apa karena kehadiran ku di dunia ini? ' batin Haya.
__ADS_1
Jari-jari kecil menempel di bibir Haya, dia sedang berusaha mengingat kembali cerita yang ada di gamenya dulu. Walaupun gamenya yang dimainkannya dulu bertemakan Moba, akan tetapi setiap Hero akan memiliki ceritanya masing-masing.
" Baiklah ayo ikut aku " ucap Haya dan segera berdiri dari tempat duduknya.
" Kemana?" tanya Miya masih dengan suara pelan.
" Sudah ikut saja " ucap Haya dan Miya pun menganggukinya.
Haya mengajak Miya untuk berkeliling kota, agar Miya merasa lebih baikan. Bangunan-bangunan kota sangat megah dan indah, apalagi sorot lampu yang menyala di mana-mana karena memang hari sudah malam.
Meskipun Haya sedang berjalan-jalan, namun otaknya dia terus memikirkan bagaimana cara agar bisa ke Azrya Woodlands dan bagaimana cara menemukan Moon Goddess Gavana atau sang raja yang tertidur.
" Hei bagaimana kalau kita istirahat dulu malam ini, kita masih bisa mencarinya besok " ucap Haya.
Namun dengan tegas Miya menjawab.
" Tidak!! kita harus mencarinya sekarang, bagaimana dengan bangsa ku,apa kau ingin aku membiarkannya begitu saja, mereka mempercayakan tugas ini kepada ku, apa kau ingin aku tetap bersantai "
Haya menghela nafas dalam-dalam dan berkata.
" Apa kau tau ini di mana, apa kau tau bagaimana cara kembali ke Azrya Woodlands, apa pikiran mu menjadi sempit sekarang "
" Aku memang ingin membantumu, tapi jika kamu sangat gegabah seperti ini, aku akan menarik kembali ucapan ku. " sambungnya.
Miya tidak bisa menyangkal semua ucapan Haya karena memang semuanya benar, pikiran Miya menjadi sempit setelah kejadian saat itu, isi pikirannya hanya di penuhi dengan rasa kebencian terhadap Abyss.
Miya mengambil nafas panjang agar menenangkan isi pikirannya.
" maafkan aku karena telah berfikiran sempit, baiklah seperti katamu, aku akan beristirahatlah malam ini "
" hmm baguslah, kalau begitu kamu bisa beristirahat di rumah ku " ucap Haya.
.
Tanpa Haya sadari ada yang memperhatikan gerak-geriknya sedari tadi.
__ADS_1