
Sudah dua hari telah berlalu, kini Hayabusa telah berhasil mendapatkan empat bendera yang tersebar di bukit Shuri. Menandakan misinya sudah selesai. Semua ini bisa ia lalui dengan mudah berkat bantuan system yang selalu menolongnya, entah itu menjadi navigator ataupun sebagai penasehat.
Sekarang Hayabusa sedang dalam perjalanan menuju perumahan Sect Shadow. Selain itu, level Hayabusa juga sudah meningkat yang tadinya Master bintang 3 sekarang menjadi Master bintang 2.
Sampailah sudah Hayabusa di perumahan Sect Shadow, perumahan yang luas dan besar serta memiliki tampilan ala-ala perumahan Jepang.
Hayabusa mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah itu. Orang-orang yang ada disana melihat Hayabusa dengan tatapan kaget pasalnya dia berhasil menyelesaikan pelatihan yang sangat sult dengan cepat. Disepanjang langkah pandangan orang selalu tertuju kepada Hayabusa namun ia hanya mengacuhkannya tak peduli dengan semua itu.
Kini Hayabusa telah sampai di depan aula tanpa pikir panjang ia pun memasukinya. Di dalam aula sudah terdapat tetua-tetua dan petinggi lainnya dan juga ayah Hayabusa berada di sana. Semua pasang mata disana terbelalak menyaksikan kehadiran Hayabusa. Shin dan semua orang yang ada di dalam aula tak kalah kagetnya dengan orang-orang sebelumnya karena melihat Hayabusa yang sudah menyelesaikan pelatihan dalam kurun waktu yang sangat cepat di mana dalam sejarah klan Sect Shadow Belum pernah ada yang bisa. Kini tertulis sejarah baru mengenai kemunculan ninja yang sangat jenius bernama Hayabusa.
Hayabusa telah menyerahkan ke empat bendera kepada tetua dan sekarang Hayabusa sudah resmi menyandang gelar sebagai 'Shadow Master' di usianya yang terbilang muda.
Perumahan Sect Shadow sedang gempar mengenai isu keberhasilan Hayabusa dan gelar barunya itu. Ada banyak orang yang senang dan juga sebaliknya.
Berita itu terdengar sampai ke telinga Hanabi, dia juga ikut senang atas keberhasilannya itu. Terlukis jelas senyuman manis di wajahnya yang dingin. Hanabi memang orang yang dingin namun itu tak berlaku untuk Hayabusa.
"Aku tau kau pasti bisa," gumam Hanabi seraya memandangi langit yang cerah.
Langit yang cerah kini mulai tergantikan dengan malam yang gelap dan udara yang dingin. Sekarang Hayabusa tengah berada di kamarnya sembari merebahkan tubuhnya di atas kasur dan sesekali dia mengecek status nya.
Nama : Hayabusa
Rank : Master 2 (Exp 10/500)
Hp : 4000/4000
Mp/mana : 20/20 ( level 2/10)
Role : Assassin
tittle : Shadow Master.
...
Skill :
[ Ninjutsu: Phantom Shuriken ] ( Senjata yang di lemparkan akan kembali ke pemilik )
[ Ninjutsu : Quad Shadow ] ( Mengeluarkan bayangan hitam di segala arah dan dapat berpindah ketempat bayangan ) menguras 5 mana
[ Ougi : Shadow kill ] ( Memasuki mode bayangan selama 10 detik, immune terhadap segala serangan ) menguras 20 mana
[ Ninjutsu : Dragon Slash ] ( Mengeluarkan aura naga dari senjata yang dipegang ) Menguras mana 35
...
Attack : 400
Speed : 110
Pshcyal Defense : 45
__ADS_1
Magical Defense : 45
...
Item : Potion : penglihatan super ( 5 hari )
Poin : 300
Coin : 991Gold..
"Sepertinya tittle ku sudah berubah. Rankku juga sudah naik." Hayabusa tersenyum simpul karena melihat status nya yang mengalami peningkatan.
Tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar dan tanpa pikir panjang Hayabusa pun membukanya dan menyuruhnya untuk masuk. Ternyata orang itu adalah Hanabi dia mengenakan pakaian yang sangat seksi sampai-sampai memperlihatkan garis dadanya yang sangat besar. Hayabusa yang melihatnya menelan ludah terkagum dengan kecantikan Hanabi.
"Ada perlu sesuatu?" tanya Hayabusa.
"A-aku kesini untuk mengucapkan selamat untuk keberhasilanmu. Bu-bukan berarti aku peduli dengan mu," Hanabi tak berani memandangi wajah tampan milik Hayabusa yang sekarang tak mengenakan masker karena itu membuatnya berdebar-debar.
"Hanya itu?" Hayabusa mendekatkan wajahnya di depan wajah Hanabi. Menggodanya.
"A-aku juga bawakan anggur untukmu," ungkap Hanabi. Hanabi menyuguhkan sebotol guci berisi anggur kesukaan Hayabusa.
Hayabusa mengerutkan keningnya karena melihat hadiah yang di bawakan Hanabi. Sebenarnya Hayabusa tak menyukai anggur karena dalam kehidupan sebelumnya saat masih berstatus sebagai Azka dia tidak diperbolehkan untuk meminum minuman itu, namun sekarang dia berada di tubuh Hayabusa jadi mau tidak mau dia harus menerimanya supaya Hanabi tak kecewa.
"Kalau begitu aku pergi dulu," kata Hanabi setelah menyerahkan sebotol anggur.
Namun sebelum Hanabi berjalan pergi Hayabusa sudah menarik lengannya.
"Kamu harus menemaniku minum, aku tak bisa menghabiskan ini sendiri," pinta Hayabusa seraya tersenyum nakal.
Hayabusa menghela nafas berat. "Baiklah, sepertinya kamu tidak menyukainya," ucapnya seraya memasang wajah sedih dan juga melepaskan genggaman tangannya.
"Bukan seperti it--"
"Tak masalah, kau bisa pergi, aku akan menghabiskan anggur ini sendiri," sela Hayabusa.
Hanabi merasa tak tega mendengarnya jadi dia pun memutuskan untuk menemani Hayabusa minum.
Hanabi menghela nafas. "Baiklah aku akan menemanimu." Lalu menghambur masuk kedalam kamar Hayabusa.
Hayabusa yang mendengarnya tersenyum jahat karena rencana untuk berduaan dengannya berhasil.
...
Matahari mulai terbit dari timur menyambut pagi yang indah nan cerah. Burung-burung juga mulai berkicau, angin segar juga berhembus menjahili daun-daun pada pepohonan. Hayabusa mulai membuka kedua bola matanya, kepalanya masih sakit karena dia mabuk berat semalam. dia mulai membenahi posisinya.
Betapa terkejutnya Hayabusa karena melihat seorang wanita yang tertidur di sampingnya dengan tanpa sehelai kain apapun bahasa, kasarnya telanjang, dan orang itu adalah Hanabi. Hayabusa mulai mencubit-cubit Pipinya untuk memastikan ini mimpi atau bukan, dan ternyata ini nyata karena dia merasakan sakit saat mencubit pipinya.
Hayabusa berusaha untuk mengingat-ingat kejadian semalam.
Malam sebelumnya.
Hayabusa dan Hanabi tengah meminum anggur bersama-bersama.
__ADS_1
Ternyata seperti ini rasanya, sangat tidak enak, batin Hayabusa setelah meneguk secangkir anggur.
Yang tadinya sebotol guci penuh sekarang tinggal tersisa setengah. Nampaknya Hanabi sudah mulai mabuk dia juga sudah menjelaskan kalau dirinya tidak kuat minum begitu juga dengan Hayabusa.
Hanabi mulai mendekati Hayabusa dan sekarang dia sudah duduk disampingnya dengan kepala bersandar di pundak Hayabusa.
"Aku sangat iri kepadamu, kau sangatlah hebat sampai-sampai menyandang gelar Shadow Master," ucap Hanabi setengah sadar.
Hayabusa yang mendengarnya menolehkan wajahnya kearah Hanabi.
"Kamu juga hebat, aku yakin tak lama lagi kamu juga dapat gelar Shadow Master," ujar Hayabusa berusaha menenangkan Hanabi.
Hanabi sedikit tersentuh dengan ucapan Hayabusa, seketika wajahnya langsung memerah seperti tomat. "Hayabusa, aku punya hadiah lain untuk mu," ucapnya.
"Apa itu? " tanya Haya penasaran.
Tiba-tiba Hanabi mencium bibir Hayabusa, sontak itupun berhasil membuat Hayabusa terkejut bukan main. Entah kenapa Hanabi sangat berani melakukan ini. Mungkin karena dia sedang mabuk?
"Hehehe apakah kau menyukainya." Hanabi menyeringai puas atas tindakannya tadi.
"Hayabusa sebenarnya selama ini aku menyukaimu, tapi entah kenapa kamu begitu dingin kepadaku, itu membuatku sangat sedih."
Hayabusa balik mencium bibir Hanabi dan berkata "Aku juga menyukai mu." Mata Hayabusa menatap tajam wajah Hanabi yang sudah memerah.
"Benarkah?" Hanabi bertanya untuk memastikan kembali ucapan Hayabusa. Hayabusa menjawabnya bukan dengan ucapan melainkan dengan ciuman.
"Apa kau sudah percaya?" Tapi anehnya Hanabi justru menggelengkan kepalanya.
"Aku ingin lebih dari yang tadi," tandasnya dengan tatapan sayu.
Seketika nafsu Hayabusa melonjak naik mendengarnya. Tangan nakalnya mulai bekerja meraba buah surga milik Hanabi dan meremasnya secara perlahan.
"Ah~"
Suara keluar dari mulut Hanabi, dia kaget karena ini pertama kalinya ada seseorang yang menyentuhnya. Tubuhnya semakin panas nafsu mulai mengontrol dirinya. Hanabi memejamkan matanya seolah-olah ingin disentuh lagi dengan tangan nakalnya.
Tangan nakal Hayabusa kembali bekerja kali ini dia meremasnya dengan lebih kuat dari sebelumnya. Erangan kembali keluar dari mulut Hanabi, kini Hayabusa beralih mencium bibir manis Hanabi. Hanabi juga meresponnya tangannya melingkar di tengkuk Hayabusa, tak ingin untuk melepaskan ciuman ini. Kini ciuman menjadi semakin agresif lidah juga mulai ikut bekerja. Nafas berat keluar dari keduanya, hawa panas mulai menyelimuti tubuh keduanya.
Namun tiba-tiba Hayabusa menghentikan ciuman itu yang membuat Hanabi keheranan.
"Jika kamu ingin yang lebih memohonlah." senyuman jahat terukir di wajah tampan miliknya yang semakin membuat Hanabi berdebar-debar, pandangan keduanya mulai sayu.
"A-aku mohon," desis Hanabi.
Senyuman kembali terukir di wajah Hayabusa karena merasa rencananya berhasil. Hayabusa mulai melucuti pakaian Hanabi begitu juga dengan dirinya sampai tak ada lagi kain yang menutupi.
Hanabi menutupi wajahnya karena melihat pedang besar milik Hayabusa. Terlihat juga ceri pink milik Hanabi di kedua buah surganya dan juga goa nya yang pink halus tanpa ada sedikit bulu.
"Bisakah kamu pelan-pelan, ini pertama kalinya bagiku," tutur Hanabi.
"Tentu saja."
Pedang Hayabusa mulai masuk kedalam goa sempit milik Hanabi, dengan sedikit usaha akhirnya seluruh pedangnya berhasil masuk ke goa pink milik Hanabi, darah keluar dari sela-sela goa menandakan bahwa keperawanannya hilang. Hayabusa mulai menggerakkan pinggulnya dengan perlahan.
__ADS_1
Malam itupun dilalui dengan erangan yang panjang sampai pada pagi hari.