Bereinkarnasi Kedunia Game

Bereinkarnasi Kedunia Game
Chapter 1: New world, part 2


__ADS_3

Sesampainya di depan perumahan Klan Scarlet Shadow Hayabusa menurunkan Hanabi dari gendongannya.


"Kita sudah sampai," ujar Hayabusa," Maaf jika tadi aku memukulmu dengan keras." Kata Haya dengan lirih.


Hanabi yang melihat Hayabusa meminta maaf dengan tulus pun membuatnya tersipu. "Y-ya aku memaafkan mu, lagian itu juga bukan salah mu, akulah yang tadi mengajak mu berduel." Membuang muka kesamping dibarengi dengan wajahnya yang memerah.


Hayabusa tersenyum melihat tingkah Hanabi. "Haha lucu," ucap Hayabusa dengan pelan akan tetapi masih dapat didengar oleh Hanabi.


Hanabi terkenal dengan sifatnya yang dingin. Namun dilain sisi, dia juga akan menunjukkan sifat yang bertolak belakang dengan sifat dingin jika kalau bersama orang yang di sukainya, dan itu ialah Hayabusa.


Hanabi yang mendengar ucapan Hayabusa wajahnya tambah memerah. "A-apa maksudmu lucu?!" memelototi Hayabusa.


Hayabusa kembali tersenyum. "Tidak ada," Jawab Hayabusa dengan nada lembut.


Hanabi langsung menggembungkan pipinya mendengar jawaban yang sama sekali tak memuaskan dari Hayabusa. Hanabi langsung berbalik membelakangi Hayabusa. "Aku mau ke kamar!"


"Perlu aku antar," goda Hayabusa yang membuat wajah Hanabi semakin merah. "Ti-tidak usah," jawabnya dengan ketus seraya mempercepat langkahnya, "Aku pasti akan mengalahkan mu suatu saat, camkan itu."


"Akan kutunggu." Jawab Hayabusa dengan lembut.


Hanabi berjalan dengan cepat sambil menghentak- takkan langkahnya. Hayabusa juga tak tinggal diam, ia kemudian memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


.


.


.


Sesampainya dikamar, Hanabi langsung menjatuhkan dirinya di atas kasur, lalu kemudian ia menggulingkan-gulingkan badannya dan juga menghentak-takkan kakinya. "Hayabusa bodoh!" sambil menenggelamkan wajahnya di bantal.


Hanabi mencoba mengingat kembali kejadian tadi saat dia digendong Hayabusa. Wajahnya langsung memerah seperti tomat karena mengingatnya. "...Kenapa hatiku berdebar begitu cepat ya? sadarlah, Hanabi, dia itu saingan mu." Sambil memukul-mukulkan pipinya menggunakan telapak tangan.


Sebenarnya Hanabi sudah menyukai Hayabusa sejak lama semenjak dia jadi Rivalnya,cuman ia enggan untuk mengakuinya. Hanabi akan selalu menepis pernyataan itu setiap kali teringat dan akan menganggap bahwa hubungannya dengan Hayabusa hanya sekedar saingan.


.


.


.


Hayabusa juga sudah sampai di depan kamarnya. Tanpa pikir panjang ia langsung memasuki kamarnya untuk beristirahat.


"Hah... sungguh melelahkan," gumam Hayabusa seraya berjalan menuju kursi. ia pun duduk di kursi itu sambil menyenderkan punggungnya di punggung kursi. "Sangat pengap, aku heran kenapa, Hayabusa selalu memakai masker ini." Hayabusa pun membuka maskernya agar supaya nafasnya lebih nyaman, dan kemudian ia berjalan menuju ke cermin untuk melihat wajah aslinya. Dalam benaknya, ia berangan-angan jika kalau wajahnya jelek. Akan tetapi pemikiran itu terbantahkan setelah ia menatap wajahnya sendiri di pantulan cermin.


Kedua mata Hayabusa terbelalak lebar " Apa sungguh ini wajah asli, Hayabusa. Tak kusangka kalau dia sangat tampan."



ilustrasi wajah Hayabusa.


"Kukira, Gusion lah karakter yang paling tampan di game Mobile legend, ternyata itu kalah jauh dibandingkan dengan, Hayabusa." Sambil memegangi wajah tampannya. "Tapi kenapa dia selalu memakai masker? Apa mungkin dia punya alasannya tersendiri?"


Setelah di rasa puas melihat-lihat wajahnya. Hayabusa pergi ke kamar mandi untuk membersihkan keringatnya yang lengket. Setibanya dikamar mandi Hayabusa mulai melepas semua pakaian yang menyelimuti tubuhnya. Satu persatu ia lepaskan, dari mulai baju sampai tak ada lagi sehelai kain yang menutupi tubuhnya.Tampak badannya yang atletis ditambah perutnya yang sixpack, yang mungkin dapat membuat wanita tergila-gila, terutama wajah tampannya saat tidak mengenakan masker.


Setelah selesai membersihkan badannya, Hayabusa kembali memakai pakaiannya tak luput juga dengan syal merahnya. Setelah itu ia duduk di kursi dengan meja sederhana sebagai temannya. Ia juga menyajikan teh sederhana untuk memuaskan rasa dahaganya.


"System, apakah kau tahu dimana aku dapat berburu monster dengan mudah? "

__ADS_1


Ding!


[Anda dapat pergi ke Forest of death.]


Menurut ingatan dari Hayabusa, itu merupakan sebuah hutan yang di mana di dalamnya terdapat banyak sekali monster yang memiliki tingkat "Epic".


Hayabusa menghela nafas panjang mendengarnya. "Huh... kurasa tak mudah untuk naik level," keluh Hayabusa


Ditengah keluh kesah, tiba-tiba muncul sebuah layar merah transparan di hadapan Hayabusa yang bertuliskan sebuah misi.


[Jadilah seorang Pemburu dan buru apapun jenis monster.


Hadiah menyelesaikan misi :


10 Poin Atribut.


100 Poin Shop


Kotak harta karun Bronze


Batas waktu : -]


Hayabusa langsung tersenyum tak kuasa menahan rasa senangnya. "System, ternyata kau bisa berbuat baik juga." Namun itu sama sekali tidak ditanggapi oleh System.


Hayabusa pun langsung keluar dari kamarnya untuk segera menuju ke pusat kota dan mendaftar sebagai "pemburu". Hayabusa keluar dari kamarnya langsung di sambut dengan udara sejuk khas pagi hari dibarengi juga angin sepoi-sepoi yang mengibas-ibas rambut hitamnya yang cukup panjang. Hayabusa berjalan menuju ke pusat kota dengan pelan sembari menikmati pemandangan yang tak pernah ia saksikan di kehidupan sebelumnya. Kurasa hal-hal aneh di sini sudah menjadi hal yang biasa mengingat sekarang ia hidup di Land of Dawn. Ditengah-tengah perjalanan tiba-tiba ada suara seorang wanita yang memanggil-manggil Hayabusa dari kejauhan. Hayabusa pun mengedarkan pandangannya ke sumber suara tersebut, yang kemudian ia melihat seorang perempuan tengah melambai-lambaikan tangan kepadanya. Perempuan itu terlihat sangat cantik dengan rambut putih saljunya, iris matanya yaang berwarna biru sebiru langit, serta postur tubuhnya yang terkesan imut. Perempuan itu mengenakan baju kimono tradisional berwarna merah muda dengan sedikit gradasi berwarna biru muda serta dihiasi oleh motif-motif bunga. Perempuan itu juga membawa sebuah payung yang di sanggakan di bahunya, dan perempuan itu juga seorang murid jenius dari klan Onymyouji bernama Kagura.



ilustrasi wajah Kagura.


Kagura langsung berlari mendekati Hayabusa lalu kemudian berdiri di depannya. "Hayabusa, kau mau kemana? " tanya Kagura seraya memiringkan kepalanya.


"Bolehkah aku ikut?" memasang ekspresi memelas.


Hayabusa tidak punya pilihan lain selain menurutinya, karena ditolak pun dia akan tetap mengikuti. "Itu terserah padamu."


Kagura melompat kegirangan mendengarnya karena ia dapat pergi bersama Hayabusa. Mereka pun bersama-sama berjalan menuju kepusat kota. Ditengah-tengah perjalanan, Hayabusa kembali dihadang oleh seorang wanita cantik, dan juga wanita itu sangat di kenalnya dan tak lain ialah Hanabi.


Kagura tersenyum ramah melihat Hanabi "Haii." sapa Kagura seraya melambaikan tangan. Namun itu hanya dibalas dengan tatapan sinis.


Kenapa denganya,batin Kagura.


"Tumben kamu disini? biasanya kamu sibuk berlatih," tanya Haya penasaran.


" Bu-bukanya aku mengikuti mu ya, aku hanya bosan dan ingin jalan-jalan dan kebetulan bertemu denganmu dan juga," menatap tajam kearah Kagura "KAGURA," dengan penekanan kalimat.


Kagura menjadi bingung dengan sikap Hanabi yang seperti tidak menyukainya.


"Kalian mau kemana?" tanya Hanabi.


"Aku mau kepusat kota untuk menjadi Pemburu, mau ikut?" ujar Hayabusa seraya menatap Hanabi dengan tatapan menggoda.


"Hmpp.." Hanya itu yang keluar dari mulut Hanabi. "Bu-bukanya aku ingin bersamamu ya, aku hanya ingin jalan-jalan saja." sambungnya.


Mereka bertiga pun berjalan bersama menuju pusat kota. Orang-orang yang melihat Hayabusa diapit oleh 2 wanita cantik langsung iri melihatnya. Hanabi dan juga Kagura merupakan wanita yang cukup populer dikalangan orang-orang dikarenakan kecantikan dan kehebatan mereka.


Sesampainya disebuah bangunan yang cukup besar yang merupakan tempat berkumpulnya para pemburu mereka bertiga berjalan untuk masuk kedalamnya. Belum sampai masuk ke dalam, mereka bertiga sudah di sambut oleh seorang wanita paruh baya.

__ADS_1


Wanita itu menatap Hayabusa, lalu berganti menatap perempuan-perempuan yang melekat di sampingnya yang tidak. Wanita itu langsung tersenyum ramah. "Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?" ucap seorang wanita itu yang rupanya bertugas di tempat tersebut.


"Saya ingin mendaftar menjadi pemburu," jawab Hayabusa.


"Baiklah mari ikuti aku, tuan Hayabusa," seraya melirik kedua wanita yang berada disamping Haya yang tidak lain adalah Hanabi dan Kagura.


Hayabusa cukup terkenal karena dia merupakan ninja terkuat dan jenius diumurnya yang terbilang masih muda.


Hayabusa diarahkan ke Resepsionis untuk mendaftarkan diri.


"Orang ini ingin mendaftar sebagai pemburu." ucap wanita tadi yang menuntun Hayabusa kepada Resepsionis yang juga seorang wanita. "Baiklah saya pamit undur diri dulu." Berjalan meninggalkan Hayabusa.


"Jadi, siapa yang ingin menjadi pemburu?" Menatap ke arah mereka bertiga.


"Aku ingin mendaftar sebagai pemburu." ujar Haya dengan datar


"Baik," jawab Resepsionis dengan ramah.


"Aku juga." saut Kagura.


Hanabi Langsung kaget mendengarnya. Tak ingin kalah dari Kagura Hanabi pun juga ikut mendaftarkan diri.


"Aku juga." Mengarahkan pandangannya ke arah Kagura lalu menatapnya dengan tajam.


Hoo~ sepertinya saingan cinta, menarik, batin wanita Resepsionis, sambil tersenyum.


"Kenapa kalian berdua tiba-tiba ingin jadi Pemburu?" Tanya Hayabusa penasaran.


"Bukan apa-apa!" jawab keduanya serempak seraya saling beradu tatapan hingga terjadi percikan sebuah listrik.


"Baiklah, silahkan ikuti aku," ucap Resepsionis. Berjalan ke depan diikuti Hayabusa, Kagura, dan Hanabi.


Mereka diarahkan kesebuah ruangan khusus dan kemudian mereka bertiga disuruh untuk mengisi sebuah formulir.


"Biaya pendaftarannya 1 gold." ucap Resepsionis


Catatan.


1 Koin Gold setara dengan 100 Koin Silver.


1 Koin Silver setara dengan 100 Koin Bronze.


Mereka bertiga pun membayarnya masing-masing.


" Baiklah kalian bisa mengambil sebuah misi sesuai dengan level masing-masing dan semakin besar level semakin besar hadiahnya dan juga bahayanya. Jika kalian ingin mengambil misi kalian bisa mengambil kertas yang berada di papan misi dan bisa menyerahkannya kepada Resepsionis. Kalian harus menunjukkan suatu bukti untuk memberi tahu bahwa kalian sudah menyelesaikan misi." Resepsionis itu menjelaskan secara panjang lebar.


"Apakah kalian ingin mengambil misi sekarang? " tanya Resepsionis


"Iya." jawab Hayabusa


"Jika demikian saya menyarankan untuk Anda melakukan misi memburu Serigala bertaring merah yang sering meresahkan masyarakat." ucap Resepsionis sambil menyerahkan sebuah kertas.


Tanpa pikir panjang Hayabusa Langsung menerimanya. "Baik, saya akan menerima misi ini."


"Apakah anda ingin berburu Solo atau dengan sebuah Team?" tanya Resepsionis.


"Kalau demikian bagaimana jika kita buat Team saja , Hayabusa, agar memudahkan kita menjalankan misi," ujar Kagura dengan wajah berbinar.

__ADS_1


"Iya benar." Dukung Hanabi.


Hayabusa hanya bisa pasrah menerimanya karena mereka berdua merupakan orang yang penting baginya. Padahal ia sangat ingin menjadi Pemburu Solo.


__ADS_2