Bereinkarnasi Kedunia Game

Bereinkarnasi Kedunia Game
Chapter 1: New world, part 3


__ADS_3

Hayabusa, Hanabi, dan Kagura tengah menjalankan sebuah misi yaitu memburu "Serigala bertaring merah" yang sering mengganggu para warga.


Sekarang mereka tengah berjalan menuju ke sebuah hutan lebih tepatnya pinggiran hutan, tentu saja dengan persiapan yang matang. Hutan itu adalah forest of death yang dimana didalam hutan tersebut terdapat banyak sekali monster dengan tingkat Epic berkeliaran. Sedangkan dipinggiran hutan hanya terdapat monster lemah dengan tingkat Elite dan terkadang ada juga Monster level Master.


Hayabusa dan yang lainnya kini mereka telah sampai di pinggiran Forest of death. Jika diperhatikan, Forest of death terlihat seperti hutan biasa dimana terdapat banyak pepohonan berbaris yang menjulang ke atas serta semak belukar yang tersebar di mana-mana. Yang membedakan Forest of death dengan hutan yang lain ialah "Mana". Forest of death terselimuti oleh mana yang pekat, oleh sebab itu monster yang hidup di dalamnya tumbuh dengan kuat karena menyerap mana yang terkandung di dalamnya.


Sampai sekarang belum pernah ada seseorang yang hidup di dalam Forest of death karena banyak sekali kehadiran monster yang kuat. Menurut sejarah klan Scarlet Shadow, didalam hutan yang paling dalam terdapat monster yang sangat mengerikan. Dulu pernah ada seorang ninja hebat yang ingin berburu monster di dalam Forest of death dan saat berada di dalam hutan ia melihat sesosok naga besar berwarna ungu dan memiliki monster kecil di dekatnya. Monster itu kurang lebih memiliki tingkat Epic 3. Ninja tersebut ingin memburunya namun jauh dari khayalan ninja itu, dia malah diburu balik oleh Monster naga itu. Dan pada akhirnya ninja itu mengurungkan niatnya untuk berburu di pedalaman hutan.


Hayabusa menatap hutan itu tercengang karena betapa tingginya pepohonan yang ada. Di duniaku belum pernah aku melihat pohon setinggi dan sebesar ini, batin Hayabusa. "Baiklah. Mari kita jalankan misinya," ucap Hayabusa sambil menatap kearah Hanabi dan Kagura dan hanya dibalas anggukan.


Mereka pun mulai berjalan memasuki hutan lebih tepatnya pinggiran hutan itu. Jika kalian berfikir asap yang ada di sekeliling hutan adalah kabut, maka kalian salah besar karena itu merupakan sebuah mana yang yang menggumpal. Pada umumnya mana tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, tapi itu lain jika berada di Forest of death. Karena saking banyaknya mana yang terkumpul hingga dapat menyerupai sebuah kabut tebal.


Tak berselang lama mereka bertiga menjumpai seekor serigala berukuran dua kali lipat dari serigala pada umumnya. Serigala itu memiliki taring yang sangat panjang, sesuai dengan namanya Serigala itu memiliki taring berwarna merah pekat. Serigala itu nampaknya sedang memakan hasil buruannya.


"Sesuai rencana, pancing serigala itu kearah kita dan kita sergap," ucap Hayabusa pelan memberi arahan, di balas anggukan oleh mereka berdua.


Hanabi pun keluar dari semak-semak kemudian berjalan menuju serigala itu. "Hei serigala jelek," Ejek Hanabi dan itupun berhasil memancing perhatian Serigala tersebut. Seakan-akan mengerti apa yang diucapkan Hanabi barusan, serigala itu langsung mengejar Hanabi.


"Kejar aku kalau bisa," ucap Hanabi seraya berlari kearah persembunyiannya tadi.


Hanabi berlari cukup cepat sampai dia didepan semak-semak. "Sekarang!! " Teriak Hanabi. Hayabusa dan Kagura pun keluar dari semak-semak dan kemudian mereka menyerang Serigala itu serentak.


Srakk!


Srakk


Jleb


Hayabusa berhasil menusuk serigala itu tepat di perutnya sedangkan Kagura menyerang menggunakan payungnya tepat dikepalanya, alhasil serigala itu pun mati.


[Membunuh Serigala taring merah +100poin]


[Misi berhasil✓


Hadiah misi :


10 Poin Atribut


100 poin Shop


Kotak harta karun Bronze.


Hadiah sudah dimasukkan kedalam Backpack anda.]


Hayabusa yang mendengarnya langsung tersenyum bahagia. "Kerja bagus, Hanabi," ucap Hayabusa sambil menatapnya dengan senyuman dari balik maskernya.


Hanabi yang mendengarnya langsung tersipu. "Bu-bukanya aku senang dengan pujian mu, ya." ucap Hanabi sambil membuang muka kesamping dengan pipi yang menggembung.


Kagura yang berdiri disamping Hayabusa langsung iri. "Hayabusa, bagaimana dengan ku?" ucap Kagura dengan wajah memelas.


"Kau juga, kerja bagus." Mengelus-elus kepala Kagura.


Kagura langsung senang mendapat pujian dan elusan di kepalanya. Sedangkan Hanabi yang melihatnya hanya berekspresi dingin walau dalam hatinya ingin juga di perlakukan seperti itu.


Hayabusa menatap ke arah Hanabi, kemudian beralih ke Kagura, berkata. "Baiklah. Ayo kita kembali ke pusat kota untuk menyerahkan ini." Hanabi dan Kagura langsung mengangguk.


Hayabusa memotong taring Serigala tadi untuk di jadikan sebagai bukti bahwa ia telah menyelesaikan misinya.


.


.


.


"Aku merasakan energi yang familiar." Sambil membuka kedua kelopak matanya.


Terlihat sesosok pria yang tengah duduk di atas batu. Pria itu mengenakan sebuah topeng, dan orang itu adalah Hanzo. Hanzo berada didalam Forest of death karena dirinya tengah bersembunyi dari klan Scarlet Shadow karena ia telah menghianatinya dan mengambil jurus terlarang dari klannya itu. Entah kenapa Hanzo dapat bertahan hidup di pedalaman hutan, padahal banyak sekali monster-monster yang kuat.


.


.

__ADS_1


.


Sesampainya di pusat kota.


"Saya ingin mengambil hadiah misi," ucap Hayabusa kepada Resepsionis seraya menyerahkan kertas misi dan taring serigala merah.


"Baiklah. Harap tunggu sebentar, saya akan mengambilnya terlebih dahulu," Jawab Resepsionis yang kemudian beranjak pergi


Tak berselang lama Resepsionis itu kembali.


"Ini Hadiahnya." Menyerahkan sebuah coin berwarna emas kepada Hayabusa. "Hadiah dari misi yang anda selesaikan tadi bernilai 3 coin gold


"Terimakasih," ujar Hayabusa.


Hayabusa pun berjalan menuju Hanabi dan Kagura yang sudah menunggu di luar.


Setibanya di luar.


Hayabusa melemparkan masing-masing 1 gold kepada Hanabi dan Kagura. "Tangkap ini." Dengan sigap Hanabi dan Kagura menangkapnya. "Itu hadiah kalian. Setelah ini aku mau kembali pulang." Hayabusa langsung berjalan tanpa menunggu jawaban dari mereka berdua.


.


.


.


Sesampainya di perumahan Klan Scarlet Shadow Hayabusa segera memasuki kamarnya dan segera merebahkan dirinya di kasurnya yang empuk. Hayabusa menghela nafas berat. "Hari yang melelahkan." Memandangi langit dengan tatapan kosong. Seketika Hayabusa terfikir akan sesuatu.


"System, bagaimana caraku mengambil hadiah ku?" ucap Hayabusa dengan tatapan tak sabar ingin membuka hadiahnya.


[Anda tinggal menyebutkan Backpack]


"Baiklah. Backpack." Seketika keluar layar transparan didepan wajah Hayabusa yang berbentuk sebuah tabel dan didalamnya terdapat gambar sebuah kotak kayu berwarna coklat. Tanpa pikir panjang Hayabusa langsung menyentuh gambar kotak itu.


Sring!


Muncul serpihan-serpihan cahaya di samping Hayabusa. Cahaya itu merajut mulai membentuk sebuah kotak persegi panjang berwarna coklat.


Hayabusa yang melihatnya sedikit kecewa karena dia sebenarnya menginginkan sebuah pedang atau benda yang bisa dipakainya.


"Ninjutsu : Dragon Slash, menarik."


Hayabusa segera membuka buku itu yang berisi cara penggunaan jurus Dragon Slash. Hayabusa segera beranjak dari kamarnya dan menuju hutan yang ada di belakang perumahan tempat biasa dia berlatih.


.


.


.


Sesampainya disana Hayabusa segera memperagakan apa yang terisi didalam itu. Dalam sekali coba Hayabusa langsung berhasil menguasainya walau tidak sempurna. Hayabusa dikehidupan sebelumnya yang masih berprofil sebagai Arka juga termasuk seorang jenius sehingga dia menguasai jurus itu dengan cukup mudah.


"[Ninjutsu : Dragon slash]" ujar Hayabusa dan segera pedangnya diselimuti energi pedang berwarna hijau, yang kemudian membentuk seekor Naga.



Hayabusa menebaskan pedangnya kearah pohon yang berada cukup jauh didepannya secara horizontal dari kiri ke kanan dan segera energi pedangnya melesat ke arah pohon tersebut dan Langsung-


Bom!


terjadi ledakan kecil dan pohon itu langsung tumbang. Jurus ini cukup sulit dan membuat Hayabusa kelelahan karenanya.


"Hah ... hah ... Jurus ini sedikit banyak menguras manaku," ucapnya sambil mengusap keringat di wajahnya. "Aku harus meningkatkan kapasitas manaku."


"System, bagaimana caraku agar bisa meningkatkan kapasitas mana?"


Ding!


[Anda dapat membeli item di Shop.]


Hayabusa menghela nafas. "Hah ... poinku masih sedikit, apa yang bisa aku beli," keluh Haya, "oh, iya aku kan punya poin atribut, baiklah System gunakan poin atribut ku untuk meningkatkan Speed."

__ADS_1


Ding!


[Berhasil meningkatkan✓]


"Baiklah. Status." Seketika keluar Layar transparan didepan wajahnya.


[Nama : Hayabusa


Rank : Master 3 (Exp 55/100)


Hp : 3000/3000


Mp/mana : 100/100 ( level 1/10)


Role : Assassin


tittle : Shadow Ninja


°


Skill :


[ Ninjutsu: Phantom Shuriken ] ( Senjata yang di lemparkan akan kembali ke pemilik )


[ Ninjutsu : Quad Shadow ] ( Mengeluarkan bayangan hitam di segala arah dan dapat berpindah ketempat bayangan ) menguras 5 mana


[ Ougi : Shadow kill ] ( Memasuki mode bayangan selama 10 detik, immune terhadap segala serangan ) menguras 20 mana


°


Attack : 350


Speed : 95


Pshcyal Defense : 25


Magical Defense : 15


°


Item:-


Poin: 100


Coin: 901G]


Kesekian kalinya Hayabusa menghela nafas kembali "Huh ... membunuh Serigala bertaring merah hanya meningkatkan 5 Exp ku." Hayabusa mendongakkan kepalanya ke atas menatap langit yang mulai menampakkan senja. "Ini sudah sore, aku harus pulang sebelum dimarahi ayahku." Ucapnya dan segera berlari dengan cepat.


Hayabusa melompat dari pohon ke pohon lainnya dengan cepat dan hanya membutuhkan 10 menit dia sudah sampai di perumahan Klan Scarlet Shadow dan juga dia sudah dihadang oleh seorang pria yang merupakan ayahnya.



Ilustrasi wajah Shin ayah Hayabusa


"Darimana saja kau!?" ucap Shin dengan tegas.


Haya yang mendengarnya langsung tertunduk.


"Aku dari hutan, Ayah." jawabanya dengan pelan. Dia bukan ayahku tpi kenapa aku merasa takut, batin Hayabusa


"Kenapa kau malah keluyuran dan bukan berlatih!" Ucap Shin dengan tegas


"Maaf, Ayah."


Shin yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas. "Baiklah. Untuk hari ini aku beri keringanan, tapi untuk selanjutnya kau harus berlatih dengan giat," Ucap Shin lemah lembut.


"Baik, Ayah," Ucap Hayabusa.


"Ini sudah sore, cepat mandi dan bersiap untuk makan malam." Ucap Shin dengan lembut.


Hayabusa tersenyum. "Baik, Ayah."

__ADS_1


__ADS_2