Bereinkarnasi Kedunia Game

Bereinkarnasi Kedunia Game
Chapter 3: Lunar Temple, part 3


__ADS_3

Sudah 2 hari Haya berada di Lunar Temple tapi tak kunjung menemukan Moon Goddess Gavana, Haya kerap kali bertemu dengan musuh, nampaknya perintah untuk memburu Haya beserta yang lainnya telah dikerahkan oleh Thamuz.


Haya tidak bisa tenang sama sama sekali karena tiap harinya harus bertarung dengan musuh, namun ada juga segi positifnya, Haya dapat leveling dengan mudah tanpa perlu mencari monster.


Haya sekarang sedang bersembunyi bersama dengan Miya dan Hanabi di sebuah goa untuk menghindari kejaran musuh.


Hari sudah malam, bulan tidak terlihat karena ditutupi awan hitam, hujan turun dengan deras dibarengi dengan gelegar petir dan angin ribut, hawa dingin mulai menyelimuti goa, Haya membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh walaupun tak terlalu efektif.


Haya juga membakar kelinci hasil buruannya, kelinci di Lunar Temple berbeda dengan di kehidupan sebelumnya, kelinci disini memiliki ukuran 3x lebih besar. Dua hari ini Haya selalu memakan hewan hasil buruannya, walaupun tak terlalu enak karena tidak ada bumbu yang memadai.


Setelah makanannya matang, Haya membagikannya ke Miya dan juga Hanabi, mereka bertiga pun memakannya dengan lahap, Haya mendengus kesal karena kemalangannya ini dan berkata.


" Huh... Andaikan saja ada buah-buahan di tempat ini, aku bosan makan makanan seperti ini, tapi apalah daya, pepohonan di tempat ini sudah di bumi hanguskan "


Tiba-tiba wajah Haya mengeras, dia teringat akan sesuatu tapi dia memilih untuk menyembunyikannya, Hanabi yang melihat ekspresi aneh Haya akhirnya bertanya.


" Haya, apa ada sesuatu, kau terlihat menyembunyikannya "


Dengan segera Haya mengubah ekpresinya dan menjawab.


" Tidak, tidak ada sesuatu " dengan datar.


Hanabi merasa ada kejanggalan pada diri Haya, tapi Hanabi membuang jauh pikirannya itu.


" Miya, aku ingin tanya sesuatu padamu " ucap Haya.


" Apa itu? " tanya Miya penasaran.


" Bagaimana cara membangunkan raja yang tertidur "


Sontak Miya menjadi kaget dengan pertanyaan itu, pasalnya hal itu hanya boleh di ketahui oleh dirinya, namun Miya sudah sangat percaya dengan Haya mengingat dirinya yang mau membantunya mencari Moon Goddess Gavana, akhirnya Miya pun angkat bicara.


" Kau bisa membangunkannya menggunakan ini " sambil menunjukkan sebuah kristal berwarna hijau. Haya memperhatikan kristal itu dengan seksama, terlihat kristal itu memancarkan energi sihir yang pekat.


' System, apa kau tentang kristal itu ' batin Haya.


ding..


[ Kristal itu merupakan item yang sangat langka, item itu hanya ada 10 di benua ini ]


' System, apa kau tau kegunaan dari item itu '


[ Item itu memiliki banyak manfaat, salah satunya dapat menghidupkan orang yang sudah mati, untuk informasi selanjutnya system tidak dapat memberi tahu anda karena tingkatan anda belum mencukupi ]


' Dapat menghidupkan orang yang sudah mati, bukankah itu luar biasa '


...----------------...


Di sebuah singgasana terlihat monster yang tengah duduk,dan di depannya terdapat seorang pria yang tengah berlutut.

__ADS_1


" Bagaimana hasilnya " ucap Thamuz.


" Saya sudah menyampaikannya, dan katanya, beri waktu untuk memikirkannya "


" Baguslah, kalau dia menolaknya, kau tau kan harus berbuat apa Demon Prince "


" Baik tuan "


Dilain tempat, di sebuah kerajaan Moniyan.



Di sebuah kota yang bernama Lumina City.



Terlihat seorang wanita cantik berambut pirang tengah berdiri di hamparan rumput yang sangat luas, sembari memandangi bulan yang bersinar dengan terang, dan bintang yang berkelap-kelip.


Wanita cantik itu sedang merasakan kesedihan yang mendalam saat ini, dikarenakan hari ini adalah hari ulang tahun adiknya sekaligus terjadinya peristiwa penculikan adiknya yang sampai sekarang belum di temukan.


Walaupun peristiwa itu sudah berpuluh tahun yang lalu, akan tetapi kesedihan masih ada sampai sekarang ketika mengingat sosok adiknya.


" Adik, aku pasti akan menemukan mu, jadi tunggulah kaka "


...----------------...


Hari menjelang pagi, Haya bangun dari tidurnya, Haya sudah memasang jebakan di sekitar gua jadi dia dapat tidur nyenyak semalam.


" Hey kalian, bangunlah " Ucap Haya.


Sepersekian detik kemudian, kedua wanita itu pun terbangun dari tidurnya, saat terbangun wajah Miya dan Hanabi berhadapan membuat keduanya sama-sama kaget.


duk..


bunyi Dahi Hanabi dan Miya, Haya yang melihatnya hanya bisa tersenyum masam.


" Apa tidur kalian berdua nyenyak?" tanya Haya.


Seketika wajah keduanya memerah, mereka berdua tidur dengan nyenyak karena bersandar di bahu Haya, itulah yang membuat mereka berdua malu.


" Ya! " jawab mereka berdua serentak.


Haya tertawa kecil melihat tingkah laku mereka berdua yang kompak.


" Hahaha, kalian berdua sepertinya sudah akrab "


" Tidak! " jawab mereka berdua serentak.


" Lah itu " ucap Haya sambil tersenyum.

__ADS_1


Kemudian Haya membereskan goa itu, setelah itu keluar untuk mencari hewan buruan untuk di jadikan sarapan nantinya.


Setelah sekian lama mereka mencari, akhirnya mereka menemukan seekor Kelinci yang sangat besar, mereka pun mengejarnya, kelinci itu berlari dengan sangat cepat membuat mereka bertiga kewalahan.


Beberapa saat kemudian, akhirnya kelinci itu berhasil di tangkap dengan susah payah. Haya pun membakarnya seperti biasa, dan setelah matang, mereka bertiga pun memakannya.


Setelah dirasa perut kenyang, mereka bertiga kembali berjalan menyusuri Lunar Temple untuk mencari Moon Goddess Gavana.


Tiba-tiba mereka mendengar suara pertempuran dari balik pohon yang sangat besar, dengan segera mereka ke tempat sumber suara. Setelah sampai di lokasi pertempuran, mereka melihat seseorang pria yang tengah di keroyok Demon.


Tanpa pikir panjang, mereka pun membantu pria itu.


Srang..


Haya mencabut pedang dari punggungnya, kemudian menebaskannya ke arah para Demon.


slass


Slass


Slass


Beberapa lama kemudian pertempuran pun berakhir dengan hasil kemenangan tentunya. Haya, Miya dan Hanabi tidak memiliki luka sama sekali, berbanding terbalik dengan pria yang di keroyok tadi.


Setelah di perhatikan secara seksama, Haya langsung mengenali siapa pria itu yang ternyata adalah Alucard. Sesuai dengan ciri-cirinya, memiliki rampung pirang dan memiliki tangan iblis.



Ilustrasi wajah Alucard.


Alucard memiliki luka di punggungnya, bekas cakaran dari Demon tadi. Miya dengan sigap menyembuhkan luka itu, Haya menjadi terkejut karena melihat Miya yang mempunyai skill penyembuhan, berbeda dengan yang ada di game dulu.


" Sejak kapan kamu punya skill penyembuhan? " tanya Haya.


" Aku mempelajarinya saat masih kecil, tapi skill penyembuhan ku hanya bisa untuk luka kecil " jawab Miya.


Sepersekian menit kemudian, luka di punggung Alucard menutup.


" Terimakasih banyak bantuannya " ucap Alucard.


" Tidak masalah " ucap Miya.


" Bagaimana kamu bisa ada disini " tanya Haya.


" Aku kesini untuk membasmi iblis "


" Bukankah itu terlalu gegabah membasmi iblis sendirian " ucap Haya.


" Itu tidak masalah bagiku, aku bisa membasmi semua iblis dengan pedangku "

__ADS_1


Seketika Haya tersentak emosi mendengarnya, tapi tiba-tiba datang lagi pasukan Abyss, namun kali ini mereka bersama dengan Demon yang berbeda dari sebelumnya, yang memiliki julukan ' Demon Prince '


__ADS_2