
Aku terlahir di sebuah kota yang menjadi wilayah peperangan. Ayah dan Ibuku adalah seorang prajurit di kota ini yang memiliki tugas untuk menjaga kota dari serangan luar, terutama serangan iblis. Sudah bertahun-tahun kota ini berperang dengan iblis bertahun-tahun juga orangtuaku menjaga kota ini.
Suatu hari ketika aku masih remaja, kedua orangtuaku pergi ke perbatasan kota untuk menjalankan tugasnya dan meninggalkan aku seorang di rumah. Aku sudah terbiasa dengan kepergian orangtuaku, lagipula mereka akan kembali dengan keadaan sehat.
Hari demi hari dilewati, sudah lama orang tuaku pergi dan tak kunjung kembali, biasanya mereka tidak akan pergi selama ini. Aku pun mulai merasa cemas dan juga merasa ada yang aneh. Namun yang bisa kulakukan hanyalah menunggu dan berdoa supaya tidak ada hal buruk yang menimpa kedua orang tuaku.
Ketika malam hari, para prajurit pulang, aku pun senang karena kedua orang tuaku juga akan ikut pulang. Aku menghampiri segerombolan prajurit untuk mencari kedua orang tuaku. Aku terus berteriak memanggil orang tuaku, namun mereka tak kunjung terlihat. Pikiranku mulai panik dan bingung, aku mencoba bertanya kepada Tigreal yang saat ini adalah pemimpin prajurit kota.
Aku mendapati kabar bahwasanya kedua orang tuaku telah gugur dalam misi, mereka tewas di tangan iblis. Lantas aku pun pulang dengan keadaan menangis, aku tidak bisa menerima kenyataan pahit bahwa orang tuaku sudah meninggal.
Berhari-hari diriku mengunci di dalam rumah, aku tak tau harus berbuat apa, aku masih merasa kesal dan sedih, yang kupikirkan hanyalah kedua orang tuaku yang telah meninggal. Stress, marah, kesal, dan rasa ingin balas dendam lah yang kurasakan saat ini. Sampai suatu titik dimana emosiku memuncak dan aku memutuskan untuk balas dendam.
Aku pergi sendirian ke markas para iblis saat tengah malam tanpa membawa senjata apapun. Setibanya di sana aku melihat banyak iblis yang berkumpul. Seketika emosiku meluap setelah melihat para iblis yang masih bisa bersenang-senang setelah membunuh kedua orang tuaku.
Aku langsung menghampiri mereka sambil berteriak dengan keras. Sungguh tindakan yang sangat bodoh. Orang tuaku saja tidak bisa mengalahkan mereka apalagi diriku. Aku pun ditangkap dan dimasukkan kedalam penjara.
Dalam penjara aku diberi perlakuan yang tidak wajar. Setiap hari aku Selalu disiksa, setiap malam perut dan wajah ku dipukul bergantian oleh para iblis hingga beberapa kali, dan hampir membuat ku mati. Luka dan darah berbekas Dimana-mana, aku juga cuma dikasih makanan sisa yang sangat tidak layak dimakan.
__ADS_1
Berbulan-bulan aku disiksa oleh para iblis. Pada malam hari ketika aku mau tidur, tiba-tiba terdengar suara ribut di lorong penjara. Para iblis yang menjagaku tiba-tiba berlarian ke sumber suara ribut tersebut. Setelah beberapa lama, tiba-tiba ada suara ledakan yang yang sangat keras, setelahnya muncul asap yang sangat tebal.
Aku melihat para iblis tergeletak mati di lantai. Lalu muncullah segerombolan orang yang di duga telah membunuh para iblis dan mereka adalah Devil Hunter ( Pemburu Iblis. )
Dengan keadaan berantakan, aku memohon sambil menangis untuk di selamatkan. Aku pun dikeluarkan dari penjara, tidak hanya itu saja, aku juga dibawa ketempat tinggal mereka untuk di obati dan dirawat.
Aku juga diberi ilmu dari mereka. Dari mulai cara bertahan hidup, dan cara menghadapi Iblis dengan benar. Aku berlatih dengan sangat keras, aku sangat ingin membalas dendam untuk kedua orang tuaku dan juga untuk diriku karena sudah disiksa berbulan-bulan.
Setelah beranjak dewasa aku ikut dengan para Devil Hunter memburu iblis satu persatu. Aku tumbuh jadi sangat kuat, tidak ada lagi iblis yang mampu melawanku.
Pada suatu hari aku mendengar bahwa pasukan Abyss menyerang wilayah Lunar Temple. Abyss adalah suatu organisasi yang memiliki ambisi untuk menguasai benua Land of Down dan banyak sekali iblis yang bergabung di organisasi itu.
Tiba-tiba muncul 3 orang dan mereka langsung membantuku melawan para iblis. Aku melihat 1 pria dengan penampilan seperti ninja dan 2 wanita cantik yang satunya seorang Elf. Mereka bertarung dengan sangat hebat terutama pria itu. Aku juga tidak ingin kalah dari mereka, aku pun ikut bertarung melawan para iblis.
Beberapa saat kemudian, para iblis berhasil dikalahkan. Aku memiliki sedikit luka sedangkan 3 orang itu tidak. Tiba-tiba wanita elf itu datang dan menyembuhkanku menggunakan Sihirnya.
Tapi tak lama lagi datang lagi pasukan iblis. Namun ada satu iblis yang berpenampilan berbeda dari yang lainnya. Iblis itu datang hanya untuk mengajak pria tadi yang membantu ku untuk bergabung dengan Abyss, dan dia pun menerimanya. Sementara 2 wanita cantik tadi hanya diam saja, mereka sudah berusaha menghentikan pria itu namun dia membantah dengan kasar. Sepertinya pria itu menghianati 2 wanita itu.
__ADS_1
Setelah pria itu pergi bersama pasukan Abyss. 2 wanita itu melanjutkan kembali perjalanannya, dan entah kenapa aku justru ikut dengan mereka. Katanya tujuan mereka untuk pergi menuju Foggy Forest untuk mencari Moon Goddess Gavana.
Kami bertiga pun melakukan perjalanan yang cukup panjang, sangat bagus berpetualang dengan 2 wanita cantik, akan tetapi mereka sangat dingin terutama wanita elf itu. Seharian kami melakukan perjalanan, akhirnya sampai di Foggy Forest.
Hutan itu sangat menyeramkan, dan aku merasakan ada kekuatan yang besar di dalamnya. Kami mulai berjalan memasuki hutan dengan wanita elf itu sebagai pemandu. Setelah cukup lama berjalan, kami sampai di sebuah danau yang sangat indah. Kami bertiga pun memutuskan untuk beristirahat disini.
Aku merasakan kekuatan yang besar ditempat ini, aku pun mencari sumber kekuatan itu. Lalu aku melihat sebuah pintu yang sangat misterius, dan firasat ku mengatakan, di dalam pintu itu terdapat sesuatu yang menyeramkan. Aku pun memanggil kedua wanita itu untuk memperlihatkan pintu itu. Setibanya mereka disini, tiba-tiba wanita elf itu berarti menuju pintu itu. Tanpa pikir panjang aku pun mengikuti dari belakang.
Tiba-tiba tanah berguncang hebat, lalu kemudian muncul sesosok monster tumbuhan dari dalam tanah. Monster itu menanyakan sebuah pertanyaan namun aku menjawabnya dengan senonoh, alhasil monster itu menyerang.
Kami bertiga pun bertarung dengan monster itu. Namun setiap kali aku memotong tubuhnya akan kembali tersambung seperti semula. Tiba-tiba monster meraung dengan sangat keras, kemudian mengeluarkan akar dari dalam tanah. Akar itu mengejar aku dan kedua wanita itu.
Aku terus menghindari akar-akar itu, namun pada akhirnya aku tertangkap bersama dengan kedua wanita itu, akar itu mengikat ditubuh dengan kencang. Monster itu kembali menanyakan pertanyaan yang sama seperti sebelumnya, dan lagi aku menjawabnya dengan senonoh yang membuat ikatannya tambah mengencang.
Karena kesalahanku, kedua wanita itu ikut dalam bahaya. Namun tiba-tiba wanita elf itu mengucapkan sesuatu menggunakan bahasa yang tidak kumengerti.
"Oh Wächter des nebligen Waldes, wir sind nicht eure Bedrohung! "
__ADS_1
Tiba-tiba monster itu melepaskan ikatan yang menjerat kami bertiga.