
Setelah Miya mengucapkan kalimat itu, Monster tumbuhan itu langsung melepaskan ikatan yang mengekang Alucard,Miya, dan Hanabi. Mereka bertiga pun bernafas lega setelah terlepas dari ikatan.
"Siapa kamu?!" tanya Monster tumbuhan kepada Miya.
Dengan suara lemah Miya menjawab.
"Aku Miya, seorang Elf Knight. "
"Jadi kau seorang elf, aku tak tau karena kamu terlalu kecil. "
Miya tersentak emosi mendengarnya dan berkata "Kalau begitu bisakah kau minggir, aku mau lewat! "
"Kamu mau kemana? " tanya Monster tumbuhan dengan wajah penasaran.
"Aku ingin ke sana. " menunjuk ke arah sebuah pintu yang berada jauh di depan.
Masih dengan wajah penasaran, monster itu kembali bertanya. "Ingin apa ke sana? "
"Sudah kau minggir saja, ini darurat. " ujar Miya.
Monster itupun langsung berpindah tempat sesuai dengan perkataan Miya.
Miya langsung berlari kencang menuju pintu itu bersama dengan Alucard dan Hanabi. Sesampainya di depan pintu Miya pun langsung membukanya, namun sayangnya pintunya terkunci. Tak ingin ambil pusing, Miya langsung mengangkat busurnya dan mengarahkannya ke pintu. Dengan perlahan Miya menarik tali busur, lalu muncullah anak panah sihir berelemen angin.
Miya memfokuskan mananya ke busur yang dia pegang. Semakin lama menarik tali busur, semakin kuat pula anak panah sihir itu. Setelah dirasa cukup, Miya langsung melepaskan tali busur, lalu anak panah sihir itu melesat ke arah pintu.
Duar..
Ledakan kecil terjadi, pintu itu langsung hancur terkena anak panah sihir tadi. Debu berterbangan dimana-mana menutupi pandangan di sekitar. Beberapa saat kemudian debu pun menghilang, mata Miya terbelalak melihat seisi ruangan yang hanya ada buku-buku tersusun rapi di rak dan sebuah meja belajar yang sudah usang.
Miya memasuki ruangan itu untuk memastikan kembali, dirinya mencari di seluruh tempat berharap menemukan Moon Goddess Gavana. Setelah cukup lama mencari, Miya tidak menemukan apa yang dia cari. Miya kembali keluar dari ruangan dengan tatapan kosong. Alucard dan Hanabi ikut merasa sedih, melihat Miya yang tampaknya sudah kehilangan harapan.
"Apa kau menemukan apa yang kau cari? " tanya Monster yang sudah menunggunya di luar. Miya menggelengkan kepalanya yang berarti tidak menemukannya.
Monster itu kembali bertanya. "Memang apa yang kau cari? "
Dengan wajah lesu Miya menjawab "Aku mencari Moon Goddess Gavana. ". sontak Monster itu menjadi kaget mendengarnya.
"Master?! kenapa kau mencarinya. "
"Lunar Temple telah di serang oleh pasukan Abyss, aku mencarinya ingin meminta bantuan kepadanya untuk mengalahkan Abyss. Apa kau tau dimana dia? "
Monster itupun hanya menggelengkan kepalanya."Sudah ribuan tahun master tidak mengunjunginya tempat ini. Tapi Kenapa kau mencarinya di sini? "
"Tempat ini tempat terakhir yang ku ketahui, semua tempat sudah ku datangi namun hasilnya sama. "
__ADS_1
Tiba-tiba Alucard datang dari belakang. "Semua buku di dalam hanya berisikan tentang tumbuh-tumbuhan. " ucap Alucard dengan wajah lesu.
"Hei Elf Knight,aku ingin menceritakan sesuatu padamu. Ribuan tahun yang lalu master mengunjungi tempat ini dan dia tinggal di tempat itu. " sambil menunjuk ketempat tadi yang Miya masuki.
"Keseharian dia ditempat ini hanyalah menulis tentang tumbuh-tumbuhan yang ada di hutan ini sampai aku bosan melihatnya. "
FLASHBACK.
Di pedalaman hutan, terlihat seorang pria rambut panjang berwarna putih dengan kedua telinganya yang runcing sedang duduk di bawah pohon sembari menulis, bersama sesosok monster kecil yang dimana tubuhnya terbuat dari tumbuhan.
Ilustrasi Moon Goddess Gavana.
"Master, Kenapa kau sangat suka menulis mengenai tumbuh-tumbuhan, bukankah itu sangat membosankan. " ujar Monster kecil itu.
Dengan senyuman lembut, pria elf itu menjawab " Entahlah, aku hanya menyukai tumbuhan, aku menulis hanya untuk menghilangkan kejenuhan ku, oh ya dan satu hal lagi, jangan panggil aku master, panggil saja Estes. "
Monster itu membantah "Tidak mau, aku memanggil Master karena Master lah yang menciptakan ku. " Pria elf itupun hanya bisa pasrah.
"Master aku penasaran kenapa Master sangat menyukai tumbuhan. "
Sekali lagi pria elf itu tersenyum lembut dan menjawab. "Apa kau tau, aku terlahir dari sebuah pohon, aku tidak tau kenapa aku bisa lahir dari pohon, aku menyukai tumbuhan mungkin karena aku lahir dari tumbuhan. "
"Sejak kecil aku selalu bergantung pada pohon itu, aku selalu merasa nyaman dan tentram ketika di dekat pohon itu, dan aku menamai pohon itu Tree of life yang berarti pohon kehidupan. "
"Ohhh ... Master bisakah aku melihat Tree of life. " dengan tatapan berbintang. Namun pria yang dipanggil master olehnya menolak dengan lembut.
"Tidak bisa, Waldherz harus menjaga hutan ini. "
Monster itupun menjadi kecewa sekaligus bingung.
"Master pelit. "
Pria elf itupun tertawa kecil mendengarnya.
"Master, apa itu Waldherz? "
"Itu nama yang kuberikan untukmu, nama itu memiliki arti 'jantung hutan' jadi aku ingin Waldherz menjaga hutan ini. "
"Waldherz, aku suka nama ini, Waldherz janji akan menjaga hutan ini. "
Pria elf itupun tersenyum mendengarnya, namun tak lama senyuman itu berubah menjadi ekspresi sedih. "Waldherz, aku akan meninggalkan hutan ini, jadi aku ingin kamu menjaga hutan ini dengan baik. "
Waldherz pun sedih mendengarnya dan bertanya. "kenapa Master? "
__ADS_1
"Aku memiliki luka yang cukup parah, jadi aku akan beristirahat untuk memulihkan luka ini, dan kemungkinan aku tidak akan bangun, kecuali ada seseorang yang bisa membangunkan ku, namun itu akan sangat sulit. "
"Master, dimana Master akan beristirahat. "
Dengan senyuman pahit ia menjawab. "Aku akan beristirahat di tempat kelahiran ku. "
"Yakinlah Master, aku akan selalu menunggumu. "
Sejak saat itu tidak ada yang mengetahui keberadaan Moon Goddess Gavana.
BACK TO STORY.
Ketiga orang itu tercengang mendengar cerita monster tumbuhan itu, terutama Miya.
"Jadi Moon Goddess Gavana lahir dari Tree of life. " ujar Miya yang masih tidak percaya, dan Waldherz hanya menganggukinya.
"Moon Goddess Gavana beristirahat di tempat kelahirannya, yang berarti dia berada di Tree of life. " ucap Miya
Alucard dan Hanabi pun mengangguk setuju.
"Tapi bukankah Tree of life sudah jadi kawasan Abyss. " ujar Hanabi.
"Percuma saja kalian mengetahui keberadaan Master, tapi kalian tidak akan bisa membangunkannya. " ucap Waldherz.
"Aku punya sebuah kristal yang dapat membangunkannya dan aku menyim- " seketika wajah Miya mengeras.
"Ada apa Miya?! " tanya Hanabi dengan wajah kebingungan.
"Kristal itu tidak ada padaku, padahal aku selalu menyimpannya di saku sihir ku yang akan sulit untuk diambil siapapun. " ucap Miya.
"Bagaimana bisa kau menghilangkan item sepenting itu. " ucap Alucard.
"Aku juga tidak tau, terakhir kali aku mengeluarkanya saat berada di goa, itupun karena permintaan Haya. "
"Jangan-jangan! " ucap serentak Miya dan Hanabi.
...----------------...
"Hacuh..
"Sepertinya ada yang sedang membicarakan ku, tidak-tidak, mungkin karena aku masuk angin. " ucap Haya
"Aku tidak bisa tidur semalam, wanita gila ini benar-benar memerasku sampai kering. " sambungnya.
"Sayang~ apa kau tidur dengan nyenyak. "
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara wanita dari samping Haya.