Bereinkarnasi Kedunia Game

Bereinkarnasi Kedunia Game
Chapter 3: Lunar Temple, part 4


__ADS_3

Kini Haya sedang berdiri di hadapan Demon Prince, Demon Prince itu menatap Haya dengan senyuman lebar, anehnya Haya tidak menyerang sama sekali, dia hanya diam membisu dihadapannya.


" Siapa kalian!" ucap Alucard sambil memasang kuda-kuda. Demon Prince itu langsung mengarahkan pandangannya ke arah Alucard.


" Ohh, aku lupa memperkenalkan diri, baiklah perkenalkan namaku Dyrroth sang Demon Prince ( pangeran iblis ) "


" Tenang saja, aku kesini bukan untuk bertarung " sambungnya, kemudian Dyrroth kembali menatap Haya dan bertanya. " Bagaimana dengan tawaran ku "


Haya mengambil nafas dalam-dalam dan menjawab " Aku terima tawaran mu "


FLASHBACK.


Saat Haya sedang tidur di dalam Haya, dia merasakan kekuatan yang besar dari luar goa, akhirnya Haya bangun dan langsung pergi keluar goa, meninggalkan Miya dan Hanabi yang masih tidur terlelap.


Sesampainya di luar goa, Haya melihat sesosok pria yang sedang berdiri di jauh di depannya dan nampaknya sedang menunggu Haya, karena suasana sangat gelap jadi Haya tidak bisa melihat sesosok pria itu dengan jelas.


Tiba-tiba petir menyambar bumi, menerangi langit malam yang gelap walaupun hanya sekilas, mata Haya terbelak saat melihat dengan jelas sesosok pria itu berkat kilatan petir tadi.


Sesosok pria itu memiliki tubuh seperti Haya, hanya saja dia memiliki rambut putih dan sepasang tanduk yang menghiasi kepalanya, di dadanya juga ada sebuah kristal berwarna merah, serta bola matanya berwarna hitam dan hanya ada setitik pupil mata berwarna putih.


Orang itu menatap Haya dengan senyuman lebar, menambah kesan seram padanya. Tentu saja Haya mengenal orang itu dengan baik.


" Dyrroth " ucap Haya dengan sorot mata tajam.



Tampilan Dyrroth.


" Hahahaha, kau mengenaliku, padahal kita baru pertama bertemu, benar apa kata tuanku, kau orang yang sangat menarik "


' Tuanku? apakah Thamuz memperhatikan ku selama ini 'batin Haya.


Haya tak merasakan niat membunuh pada diri Dyrroth, nampaknya dia kesini hanya untuk bicara bukan bertarung.


" Apa tujuan mu kesini " ucap Haya.


" Hahaha, sepertinya kau tipe orang yang tidak suka basa-basi, baiklah tujuanku kesini untuk mengajakmu bergabung dengan Abyss "


" Jika kau bergabung dengan Abyss, kau akan mendapatkan segalanya, kekuatan, kekuasaan, dan wanita. Bagaimana, bukankah itu pilihan yang menarik "


" Dengan bergabungnya dirimu di Abyss, kami akan memiliki kekuatan yang besar, dan setelah itu mari kita kuasai dunia ini bersama-sama "


Haya termenung mendengar tawaran yang menggiurkan itu.


" Berikan aku waktu untuk memikirkannya "


" Hmm baiklah "


jdarr...


Seketika Dyrroth menghilang dari pandangan Haya saat setelah Sambaran petir tadi.


BACK TO STORY.


" Aku akan menerima tawaran mu, sebagai gantinya lepaskan mereka " ucap Haya.


" Haya, apa maksudmu menerima tawarannya " ucap Miya dengan tegas.

__ADS_1


" Diamlah!!, kau pikir aku kesini untuk membantumu, kau sangat naif, tujuan ku kesini hanya untuk mendapatkan buah dari Tree of life "


Seketika hati Miya langsung hancur mendengarnya, dia tak menyangka bahwa selama ini orang yang sangat di percayai nya hanya memanfaatkannya.


" Haya, apa maksudmu " ucap Hanabi yang tak percaya dengan ucapan Haya.


" Kau juga Hanabi, kau menghancurkan rencanaku yang sudah aku susun dengan sempurna "


Dyrroth yang mendengarnya tertawa terbahak-bahak, dia tak menyangka bahwa Haya sangatlah licik, dan itu sesuai dengan kriterianya.


" Hahaha, tak kusangka kau sangat jahat, baiklah ayo ikut aku ke markas, tuanku pasti akan senang "


Haya pun berjalan menuju Dyrroth dan Dyrroth langsung merangkulnya.


' Maaf ' batin Haya


.


Miya masih berdiri membisu,menyaksikan kepergian Haya dengan tatapan kosong, Hanabi melihat Miya juga turut sedih, dirinya juga ikut syok dengan perubahan Haya yang tiba-tiba, sedangkan Alucard hanya diam kebingungan, pasalnya dia tak memahami situasinya sama sekali.


.


.


Haya sedan berjalan dengan Dyrroth menuju markas Abyss yang terletak di bawah Tree of life ( pohon kehidupan ) Haya melihat banyak sekali pasukan Demon yang sedang berjaga, Haya juga melihat Elf yang sepenuhnya sudah berubah menjadi Dark Elf, rupanya tidak semua Elf dibunuh, sebagian Elf yang memiliki kekuatan besar, Thamuz jadikan dia bawahnya.


Haya melihat sebuah istana yang berdiri dengan sangat kokoh dengan dipenuhi aura hijau.



Sampailah pada suatu ruangan yang sangat besar dan terdapat singgasana yang berdiri dengan megah, dan ada sesosok monster yang duduk di atasnya.


" Saya sudah membawanya tuan " ucap Dyrroth.


" Bagus, kau bisa pergi, aku ingin bicara empat mata dengannya "


" Baik tuan " Dyrroth pun berjalan meninggalkan ruangan.


.


" Selamat datang di Abyss "


' Jadi dia Thamuz ' batin Haya.


Haya menatap Thamuz dengan seksama, dia memiliki tubuh yang sangat besar, dan di sekujur tubuhnya dipenuhi dengan lava.



Ilustrasi Thamuz.


" Terimakasih sudah mengundangku untuk bergabung tuanku " ucap Haya sambil berlutut dengan satu kaki.


" Hahaha itu tidak masalah, namun kamu harus tau satu hal, aku sangat benci dengan penghianat " ucapnya dengan suara yang menggema, mengisi seisi ruangan, dan juga Thamuz mengeluarkan aura sihir yang sangat pekat sampai membuat Haya kesulitan bernafas, namun Haya tetap bersikap tenang walaupun dalam dirinya menjerit ketakutan.


" Hahaha, tak kusangka kau akan tetap tenang setelah merasakan aura sihir ku, kebanyakan dari bawahan ku pasti akan langsung pingsan. Aku menyukaimu "


" Terimakasih pujiannya ,tapi aku punya satu permintaan jika tuan mengijinkan " ucap Haya.

__ADS_1


" Apa itu "


" Aku menginginkan buah dari Tree of life " ucapnya dengan sorot mata tajam.


" Hahaha, tenang saja, semua bawahan ku pasti akan mendapatkannya, namun buah itu matang masih cukup lama, kemungkinan 23 hari lagi "


" Terimakasih atas kebaikannya tuan, kalau begitu aku pamit undur diri "


" Ya baiklah "


Haya pun berjalan keluar dari ruangan.


' Aura sihir macam apa itu tadi, sampai-sampai aku kesulitan bernafas, perbedaan ku dengannya terlalu besar, jadi 23 hari lagi ya, sebaiknya aku harus segera bertindak ' batin Haya.


.


.


" Bagaimana menurutmu Alice " ucap Thamuz.


Lalu keluarlah wanita cantik dari dalam kegelapan dengan sayap yang membentang lebar.



Ilustrasi Alice.


" Ya dia sangat menarik dan juga tampan, aku mengetahuinya walaupun wajahnya ditutupi masker " ucap Alice.


" Aku ingin dia jadi milikku " sambil menjilati bibirnya dengan lidah panjangnya.


" Ya itu terserah padamu "


Thamuz tidak berani membantah ucapan Alice karena dia sama kuatnya dengan dirinya.


.


.


Setelah keluar dari ruangan, Haya melihat Dyrroth yang tengah berdiri disudut tempat, kemudian Dyrroth berjalan mendekat ke arah Haya setelah melihatnya keluar dari ruangan.


" Bagaimana tadi " tanya Dyrroth "


" Berjalan dengan lancar "


" Hahaha, sudah kuduga. Ikuti aku, akan ku tunjukan dimana letak kamarmu, kau sekarang tamu terhormat di Abyss "


Dyrroth pun berjalan dengan Haya dibelakangnya, dipertengahan jalan Haya terpaku dengan suatu ruangan yang sedang dijaga dengan ketat oleh banyak Demon.


" Tempat apa itu?" tanya Haya.


" Oh itu, entahlah aku juga tidak tau, tuanku tidak memperbolehkan aku masuk kedalam ruangan itu, tapi katanya ruangan itu menyimpan sesuatu yang berharga " Ucap Dyrroth.


" Terimakasih infonya "


" Tidak masalah "


' Tapi kenapa aku merasa aneh dengan ruangan itu ' batin Haya.

__ADS_1


__ADS_2