
Seharian Haya terus menerus berburu monster dan hal itupun membuahkan hasil yang baik.
" Status " ucap Haya
ding..
Keluar layar transparan berwarna biru di depan Haya.
.........
Nama : Hayabusa
Rank : Master 1 (Exp 10/500)
Hp : 4500/4500
Mp/mana : 250/250 ( level 3/10)
Role : Assassin
tittle : Shadow Master.
.........
Skill :
[ Ninjutsu: Phantom Shuriken ] ( Senjata yang di lemparkan akan kembali ke pemilik )
[ Ninjutsu : Quad Shadow ] ( Mengeluarkan bayangan hitam di segala arah dan dapat berpindah ketempat bayangan ) menguras 5 mana
[ Ougi : Shadow kill ] ( Memasuki mode bayangan selama 10 detik, immune terhadap segala serangan ) menguras 20 mana
[ Ninjutsu : Dragon Slash ] ( Mengeluarkan aura naga dari senjata yang dipegang ) Menguras mana 35
.........
Attack : 460
Speed : 135
Pshcyal Defense : 65
Magical Defense : 45
.........
Item : Potion : penglihatan super ( 4 hari )
Poin : 600
Coin : 991Gold.
.........
Haya terus memandangi layar transparan yang ada di depannya dengan wajah bahagia.
" Nampaknya aku sudah berkembang dengan pesat " sambil memasang senyuman manis.
Haya kini sedang menjalankan quest untuk berburu burung hantu, berbeda dengan burung hantu yang ada di kehidupan sebelumnya, burung hantu kali ini memiliki ukuran lebih besar dan lebih kuat.
Haya pergi kehutan yang katanya banyak terdapat banyak burung hantu berkeliaran dan benar saja, Haya melihat banyak burung hantu yang tengah bertengger di pepohonan.
Burung hantu itu memiliki cakar yang sangat tajam, paruhnya juga sangat runcing bahkan dapat mengoyak-ngoyak tubuh manusia dengan mudah.
Tanpa pikir panjang Haya langsung mencabut pedang dari punggungnya dan langsung memasang kuda-kuda.
__ADS_1
Burung hantu itu juga tau akan maksud Haya yang akan menyerangnya, mereka langsung berterbangan di langit dan langsung menukik ke arah Haya dengan sangat cepat, terlihat cakar tajamnya yang siap untuk mencabik-cabik tubuh Haya.
Haya mengambil nafas dalam-dalam sambil memejamkan matanya, ketika di rasa para burung hantu sudah dekat Haya langsung membuka matanya.
Slass..
Slass..
Slasss..
Haya menebas semua Burung Hantu yang menerjangnya, ada juga beberapa Burung Hantu yang terbang melarikan diri, tapi Haya tak membiarkannya semudah itu.
Haya langsung mencabut kunai yang ada di pinggangnya dan langsung melemparkannya ke arah Burung Hantu yang berterbangan.
Clep..
Clep..
Clep..
Dalam sekali lempar Haya langsung menumbangkan 3 Burung Hantu.
( Membunuh 6 Burung Hantu +60 Exp )
Haya langsung mengambil paruh dari burung-burung yang dibunuhnya untuk di jadikan sebagai bukti bahwa quest sudah selesai nantinya.
Kresek..
kresek..
kresek..
Tiba-tiba terdengar suara dari dalam semak-semak, Haya langsung bersiaga memasang kuda-kuda bersiap untuk menghadapi serangan yang akan datang, namun setelah di tunggu beberapa saat, tak muncul apapun dari dalam semak-semak.
Haya sedikit lega dengan hal itu, tapi dia tidak menurunkan kewaspadaannya, dia berjalan mendekati semak-semak yang tadinya Bergerak,sambil memegang erat pedangnya.
Haya mengucek-ngucek matanya untuk memastikan apa yang di depannya asli.
" Bagaimana dia bisa ada disini " Haya terus memelototi wanita itu dengan tatapan tajam.
" Miya, bagaimana bisa kau ada di sini, seharusnya kamu berada di Azrya Woodlands " masih dengan tatapan bingung.
Haya terus memikirkan bagaimana bisa Miya berada di sini. Bukankah letak Cadia Riverlands sangat jauh dengan Azrya Woodlands? bagaimana bisa dia ada disini? apa karena dia memasuki portal.
Berbagai pertanyaan muncul di benak Haya, namun tak tau pasti jawabannya.
" System, apa kau tau kenapa dia bisa ada di sini? "
Dengan cepat System menjawab.
( Tingkatan anda belum cukup untuk mengetahui informasi ini )
Haya menghela nafas panjang mendengarnya.
" Seperti biasa, tidak dapat di andalkan "
Haya pun memutuskan untuk membangunkan Miya untuk menanyakan lebih lanjut pasal dirinya yang bisa berada disini, Haya terus mengguncang tubuh Miya berharap agar dirinya berhasil.
Namun segala upaya yang dia lakukan tak membuahkan hasil sama sekali, Miya masih lelap dalam tidurnya.
" System, apa kau punya cara supaya dia bisa bangun "
( Anda dapat membeli potion di shop )
__ADS_1
" Hmm benar juga " sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Shop "
Keluar layar transparan yang mana terdapat banyak gambar di dalamnya, Haya terus mencari potion mana yang akan di belinya.
Setelah beberapa menit dia mencari, akhirnya Haya menemukan potion yang cocok untuk Miya.
" Baiklah System, aku membeli ini " sambil menekan gambar yang ada di layar transparan.
ding..
( Berhasil membeli potion kesadaran -30 poin )
Seketika keluar sebuah potion dari celah dimensi dan dengan segera Haya menggapainya. Setelah berhasil memegang potion, beberapa pertanyaan kembali melintas di benak Haya.
Bagaimana cara agar dia minum? apa harus aku yamg menyalurkannya ?
Tanpa pikir panjang, Haya Langsung membuka maskernya dan memasukan potion kedalam mulutnya, kemudian Haya langsung menyalurkannya kemulut Miya yang masih tak sadarkan diri.
Setelah di rasa semua potion di telan Miya, Haya mengelap sisa potion yang ada di mulutnya.
Sepersekian detik kemudian Miya pun langsung terbangun.
" Ugh...Dimana ini " sambil membuka kedua bola matanya dengan perlahan yang kemudian menyebarkan pandangannya di sekitar.
Betapa kagetnya dirinya saat melihat ada seseorang yang ada di depannya, dengan sigap Miya langsung berdiri kemudian memasang kuda-kuda nya.
" Siapa kau! " ucap Miya dengan keras.
Haya hanya menanggapinya dengan mengangkat bahunya.
" Entahlah "
Kemudian Haya berjalan mendekat kearah Miya, sontak Miya langsung meluncurkan tendangannya ke arah Haya namun dengan mudah Haya menangkapnya.
" Si..sial lepaskan aku. " sambil meronta-ronta.
" Aku sudah menyelamatkan mu, namun ini balasan darimu "
Haya langsung melepaskan kaki Miya.
" Tenang saja aku tak akan menyakitimu, aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu "
" Siapa kau dan apa yang kau inginkan " Miya belum seratus persen percaya dengan Haya, tentu saja Miya mempunyai prasangka buruk kepada Haya, karena saat dirinya sadar dia mendapati Haya yang ada di depannya.
Dia berspekulasi bahwa Haya lah yang mencelakainya.
" Baiklah sebelum itu aku akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, namaku Hayabusa "
" Langsung ke intinya saja, bagaimana kau bisa berada disini MIYA "
Miya langsung kaget mendengar ucapan Haya.
" Ba-bagaimana kau tau namaku "
Setahunya,Miya belum pernah keluar dari wilayahnya dan juga belum pernah bertemu dengan orang-orang yang bukan se ras denganya, namun bagaimana bisa orang yang baru di jumpainya langsung tau namanya.
" Bukan hanya tau namamu, aku bahkan tau dimana tempat tinggal mu, oh ya bagaimana dengan Estes sang raja Moon Elf "
Sekali lagi Miya terkaget mendengar ucapan Haya, bagaimana tidak, yang tau tentang keberadaan Estes hanyalah sukunya saja.Estes merupakan Moon Elf ras pendahulu yang telah ada sejak lama dan juga Estes merupakan raja terdahulu.
Miya mendapatkan titah untuk mencari Estes sang raja yang tertidur.
" Sebelum aku menjawab pertanyaan mu, kau sebaiknya jawab dulu pertanyaan ku, bagaimana bisa kamu ada disini."
__ADS_1
Miya masih belum 100 persen percaya dengan Haya , namun dia tak punya pilihan lain, dia mendapatkan perintah untuk mencari Estes sang raja yang tertidur dan kini orang yang di hadapannya mengetahui akan hal itu, dan siapa tau saja Haya bisa membantunya untuk mencari Estes, pikir Miya.
" Sebenarnya aku bisa ada disini karena...