
"Hahaha, ketemu kalian," ujar Monster itu.
Hayabusa mengerutkan keningnya memasang ekspresi serius. "Bagaimana bisa dia menemukanku!?" Mengepalkan kedua tangannya. "Dan tidak salah lagi itu adalah, Demon peuma wujud dari skill ultimate milik, Hanzo." Demon peuma sangatlah berbahaya, selain kecepatan serangannya juga patut dihindari, aku tak yakin bisa mengalahkannya. Akan tetapi skill ini juga mempunyai kelemahan besar. Kesadaran Hanzo sepenuhnya akan berpindah ke wujudnya yang sekarang dan tubuh aslinya tidak akan bisa bergerak, dengan kata lain aku harus menemukan tubuh aslinya lalu membunuhnya, otomatis Demon peuma juga akan mati.
Demon peuma memiliki tampilan yang cukup menyeramkan. Tubuhnya hanya sebagian saja dari kepala hingga perut, dan di bagian perutnya terdapat semacam asap tebal yang menggumpal. Kedua matanya menyorotkan warna merah darah dan kedua tangannya terdapat sebuah pedang yang juga sama seperti matanya, berwarna merah darah.
Tiba-tiba Demon peuma itu melesat ke arah Hayabusa, lalu kemudian mengayunkan kedua pedangnya membentuk "X". Spontan Hayabusa langsung melompat ke samping untuk menghindarinya, alhasil Demon peuma itu tidak mengenai Hayabusa melainkan sebuah pohon, dan pohon itu langsung tertebas dengan mudahnya. Tak terbayang jika kalau serangan tadi mengenai Hayabusa, lihat saja tadi monster itu menebas pohon besar hanya dengan sekali tebasan seolah sedang memotong keju.
Keringat dingin mengucur deras dari pelipis Hayabusa, ia masih membayangkan apa jadinya jika tadi tidak sempat menghindar, apakah akan bernasib sama seperti pohon tadi.
Hayabusa menelan ludah mengingat kembali kejadian barusan. Jantungnya berdetak kencang, tatapan masih setia melihat pohon yang tertebas tadi.
"Woah, tak kusangka kamu bisa menghindari serangan ku, Hayabusa," ujar Demon peuma.
Tangan Hayabusa gemetaran karena saking takutnya. "Sial, aku harus menemukan tubuh aslinya, tapi kurasa itu tidaklah mudah."
"[Seimei umbrella.]" Kagura melemparkan payungnya ke arah Demon peuma.
Bumm!
Payungnya berhasil mengenai Demon peuma dan itu membuatnya terhempas puluhan meter.
"Ka-kagura!" Hayabusa terkejut atas apa yang terjadi barusan.
Kagura berlari mendekat ke arah Hayabusa, lalu setibanya di sana ia langsung menggenggam tangan Hayabusa yang gemetaran lalu menatap wajahnya dengan senyuman. "Kan, Kagura sudah bilang akan membantu, jadi jangan takut, ok." Tersenyum manis.
Hayabusa terdiam, lalu kemudian menatap wajah Kagura. "Te-terima kasih." Kagura pun senang mendengarnya. "Tapi tidak semudah itu."
"Aku tau itu." Seketika ekpresinya berubah menjadi serius.
__ADS_1
Hayabusa dan Kagura mengarahkan pandangannya ke Demon peuma yang sudah berdiri kembali. Serangan Kagura tadi memang berhasil menghasilkan kerusakan yang cukup parah kepada Demon peuma, itu terlihat jelas dari kepalanya yang hancur sebagian. Akan tetapi luka itu langsung sembuh dengan cepat.
"Tidak salah lagi, kau orang itu yang dijuluki sebagai murid terhebat dari klan, Onymyouji. Siapa tadi namamu, Kagura!?"
"Kagura, kau berdiri di belakang ku dan lindungi aku menggunakan payung mu saat waktunya tiba."
Kagura mengangguk. "Baik!"
Aku tak punya pilihan lain selain bertarung dengan Hanzo dalam wujud itu, aku harus mengulur waktu selama mungkin berharap dia mencapai batasnya dalam wujud itu, batin Hayabusa.
Hayabusa memejamkan matanya, lalu kemudian mengambil nafas panjang dan mengeluarkannya lewat mulut. "[Ougi: Shadow Kill.]" Seketika tubuh diselimuti oleh bayangan hitam. Hayabusa kembali membuka matanya terlihat kedua matanya yang sudah berubah menjadi merah pekat.
Hayabusa langsung berlari ke arah Demon peuma, begitu juga sebaliknya. Keduanya saling beradu pedang, dan di setiap benturannya menghasilkan bunyi "Tring". Bunyi benturan pedang mulai mendominasi sekitar. Pertarungan keduanya sangatlah sengit dan jika dilihat dengan mata seperti bukan pertarungan, melainkan siluet-siluet hitam yang saling bertabrakan.
Meskipun Hayabusa sudah bergerak dengan cepat, kecepatannya masih kalah dengan Hanzo dalam wujud Demon peuma. Kerap kali Hayabusa terkena tebasan, tapi untungnya itu tidak berpengaruh, karena dalam wujud bayangan Hayabusa akan kebal dari segala macam serangan. Namun wujud itu hanya bertahan kurang dari 10 menit.
Tring!
Tring!
Tring!
Bomm!
Demon peuma tersebut terhempas setelah terkena tabrakan energi pedang Hayabusa. Nafas Hayabusa mulai tersengal-sengal, keringat mulai membasahi wajahnya, energi dan mana nya mulai menipis.
Tatapan Hayabusa masih terpaku ke arah Demon peuma "Sial, wujud bayangan ku telah berakhir." Menyeka keringat di dahinya, tatapannya masih terpaku ke arah Demon peuma. Meskipun serangannya barusan berhasil mengenainya, akan tetapi luka Demon peuma berhasil sembuh dengan cepat, berapa kali pun dia terkena serangan fatal lukanya akan ter regenerasi dengan cepat.
"Aku hargai perjuanganmu, Hayabusa. Tapi itu cukup sampai di sini, kan ku akhiri pertarungan ini. [Ultimate ninjutsu: Demon thorn.]" Kedua pedang yang berada di kedua tangan Demon peuma bersinar memancarkan energi kegelapan yang sangat pekat. Ia kemudian menancapkan kedua pedangnya ke dalam tanah, alhasil muncul duri-duri tajam dan besar dan duri-duri tersebut mengarah ke Hayabusa dengan cepat.
__ADS_1
"Takkan kubiarkan begitu saja," ujar Kagura "[Yin yang gathering.]" Seketika muncul barier biru transparan yang menyelimuti tubuh Hayabusa.
Bomm!
Duri-duri itu berhasil tertahan oleh barier yang di ciptakan oleh Kagura. Namun sayangnya, tidak semua duri berhasil terhalau. Ada satu duri yang berhasil mengenai Hayabusa dan itu menembus perutnya.
"Hayabusa!!" Kagura berteriak dengan histeris, lalu berlari ke arah Hayabusa.
"Ha~ sayang sekali, kurasa tak lama lagi dia akan mati."
.
.
.
"Hayabusa, aku mohon bertahanlah, aku akan segera mencarikan, Healer jadi aku mohon bertahanlah." Kagura mulai menitihkan air matanya.
"Bodoh, kenapa kamu menangis. Aku baik-baik saja jadi berhentilah menangis." Lagi-lagi seperti ini, kenapa, kenapa aku sangat lemah. Jika terus seperti ini aku akan terus kehilangan orang yang ku sayangi.
"Bagaimana kau bisa mengatakan itu, lihat kondisi mu sekarang."
"Maaf, ini semua karena aku lemah, aku sangat tak berguna, aku sangat menye-"
"Cukup..hiks.. berhenti bicara seperti itu."
Haa.. kenapa aku sangat mengantuk, apa ini akhir bagiku?. Ya kurasa ini memang akhir bagiku, andaikan saja aku kuat pasti tidak akan berakhir seperti ini... perlahan Hayabusa mulai menutup kelopak matanya. Hal itupun membuat Kagura semakin histeris. "Tidak!! Hayabusa bangunlah, aku mohon bangunlah." Kagura memegang wajah Hayabusa lalu mengguncang-guncangkanya. Namun hal itu tak berarti apa-apa, Hayabusa sudah sepenuhnya tertidur dalam mimpi abadinya. "Tidakkkk!!" Kagura berteriak dengan keras karena mendapati Hayabusa yang sudah tak sadarkan diri.
"Apa ninja jenius itu sudah mati?"
__ADS_1
Seketika Kagura langsung meluap emosi mendengar ucapan tersebut. Kagura langsung berdiri lalu menghadap ke arah Hanzo, air matanya masih mencucur deras dari kedua matanya. "Ini semua salahmu." Aura sihir yang pekat mulai menyelimuti tubuh Kagura, pupil matanya berubah menjadi putih. "Ku bunuh kau!"