
"Tidak, dia tidaklah lemah!"
Tiba-tiba terdengar suara perempuan dari balik pepohonan. Hayabusa langsung mengarahkan pandangannya ke sumber suara tersebut.
Tak butuh waktu lama, muncul sesosok wanita cantik berambut putih, serta memakai baju kimono tradisional berwarna biru dengan sedikit gradasi berwarna putih- keluar dari balik pepohonan.
Mata Hayabusa langsung terbelalak melihat wanita itu.
"Kagura! apa yang kau lakukan disini?!"seru Hayabusa penasaran. Alih-alih menjawab, Kagura justru berjalan mendekat kearah Hayabusa mengabaikan Hanzo yang berdiri di depannya. Setibanya di depan Hayabusa, Kagura langsung mengulurkan tangannya.
"Apa kau baik-baik saja?"
Sontak pertanyaan itu membuat Hayabusa geram. "Bodoh, apa yang kau lakukan disini? cepat pergilah!"
Hanzo langsung tertawa terbahak-bahak- menutup wajahnya menggunakan telapak tangan. "Hahaha, ini lucu, aku di abaikan begitu saja. Oh ya, siapa kau tadi, Kagura? sepertinya aku pernah mendengar nama itu."
Hayabusa langsung bangkit kemudian berdiri di depan Kagura, menatap tajam kearah Hanzo. Tangannya di bentangkan secara horizontal, untuk mencegah Kagura. "Cepat pergilah, Kagura."
"Tidak mau," jawab cepat Kagura "aku kesini untuk membantu mu, bo~doh."
Hayabusa berdecak kesal mendengarnya. "Cih, lakukan sesukamu." Kagura langsung melengkungkan bibirnya, tersenyum senang.
"Kalian memang pasangan yang serasi, oleh sebab itu aku membencinya. Dan malam ini, akan menjadi malam terakhir untuk kalian berdua, aku akan mengubur mayat kalian berdua disini." Menatap tajam kearah Hayabusa "Kau yang pertama."
Melihat tatapan Hanzo yang penuh arti, Hayabusa langsung memasang kuda-kuda. Hanzo langsung melesat cepat ke arah Hayabusa, lalu kemudian mengayunkan pedangnya secara diagonal. Hayabusa juga ikut mengayunkan pedangnya, menyambut serangan Hanzo.
__ADS_1
Tring!
Hayabusa berhasil menahan serangan Hanzo menggunakan pedangnya. Ia kemudian menghempaskan pedang Hanzo disusul tendangan kaki kanan. Dengan sigap Hanzo menggerakkan kakinya, alhasil serangan Hayabusa berhasil ditahan menggunakan kakinya. Tak berhenti sampai di situ, Hayabusa memutar tubuhnya dan kembali melesatkan tendangannya. Tapi sayang, Hanzo dapat menahannya hanya dengan satu tangan.
Hayabusa melompat kebelakang untuk mengambil jarak. Kemudian mengangkat pedangnya sejajar dengan kepala dengan ujung pedang di arahkan ke Hanzo. "[Ninjutsu: Dragon Slash.]"
Pedang Hayabusa langsung di selimuti aura berwarna hijau. Hayabusa kemudian menebaskan pedangnya secara horizontal- mengeluarkan aura naga berwarna hijau. Aura naga itu melesat cepat ke arah Hanzo.
Dengan sigap Hanzo melompat ke samping untuk menghindari serangan itu.
Bumm!
Serangan Hayabusa tidak mengenai Hanzo, melainkan pepohonan,dan pepohonan yang terkena pun langsung tumbang.
"Serangan yang bagus." Melirik ke pohon yang terkena dampak serangan tadi. Jurus apa itu? kenapa aku baru tau kalau ada jurus seperti itu.
Sial, dia sangat tanggap menghadapi seranganku, batin Hayabusa, dengan ekspresi serius. Dia bukan tandingan ku untuk sekarang.
"Hahaha, dasar pecundang. Kenapa kalian melarikan diri, keluar lah dasar penakut!"
.
.
.
"Stsssttt." Hayabusa menempelkan jari telunjuknya di bibir Kagura yang menggoda, mengisyaratkan untuk diam. "Diamlah, jika tidak ingin ketahuan," ucap Hayabusa pelan.
__ADS_1
Di posisi sekarang, wajah Hanabi dan Hayabusa sangatlah dekat, yang mungkin hanya berjarak beberapa centimeter saja. Hanya beberapa centimeter saja bibir mereka akan bersentuhan.
Kagura menatap kagum wajah Hayabusa, matanya tak henti-henti berbinar. Terpantul di iris matanya wajah Hayabusa yang tampan.
Tak kusangka ternyata Hayabusa sangat tampan. Dulu aku tidak bisa melihat wajahnya karena selalu ditutupi masker. Tapi sekarang..., batin Kagura. Entah kenapa jantungnya berdetak kencang. Ingin sekali kedua tangannya menyentuh kulit wajah Hayabusa yang terbilang sempurna.
Hayabusa terus celingak-celinguk memantau keadaan sekitar. Hayabusa sedang bersembunyi dari balik pohon yang besar, dan itu cukup jauh dari Hanzo.
"Kurasa ini cukup aman." Mengarahkan pandangannya ke Kagura. Kemudian tatapan mereka saling bertemu. "Kenapa kau menatapku seperti itu? apa ada yang aneh dengan wajah ku."
Seketika Kagura langsung tersadar. "Bu-bukan begitu, aku cuma..."
"Cuma apa?"
"..." Kagura menundukkan kepalanya.
"Ah lupakan, sekarang aku tanya lagi. Kenapa kau kesini?" Menatap intens mata Kagura.
Kagura langsung memalingkan wajahnya. "Aku tadinya ingin pergi jalan-jalan, terus kemudian aku melihatmu yang kelihatan sangat gelisah, jadi aku pun mengikuti mu. Emm.. bisa tolong lepaskan."
"Oh ya maaf." Hayabusa pun langsung melepaskan pelukannya. "Baiklah, kau bisa pergi sekarang. Di sini sangatlah berbahaya, apalagi orang tadi."
Kagura menggelengkan kepalanya cepat. "Sudah kubilang tidak!" menolak dengan tegas.
Hayabusa menghela nafas. "Hahh, kau ini."
Sring!
__ADS_1
Tiba-tiba muncul semacam monster di hadapan Hayabusa. Monster itu lebih mirip seperti boneka karena seperti ada tali di tubuhnya, mirip seperti Marionette (Boneka yang dimainkan menggunakan benang/tali.)
I-itukan, batin Hayabusa dengan ekspresi kaget sekaligus tak percaya.