
Sudah 10 hari lamanya Haya bergabung di dalam Abyss, dan itu berjalan dengan lancar. Thamuz sudah mengakui kemampuan Haya yang terbilang cerdik dan juga kuat. Meskipun begitu, Haya sering mendapat diskriminasi dari para demon yang lain akibat iri akan kemampuannya, akan tetapi Haya tidak memperdulikannya sama sekali,Karena dia memiliki tujuan lain bergabung kedalam Abyss.
Haya sekarang sedang berdiri di atap istana sambil memandangi dedaunan Tree of life yang sudah mulai melayu. Terlihat tangan kanannya tengah menggenggam erat sebuah kristal berwarna Hijau. Angin malam bersiul dengan lembut menerpa rambut hitam Haya yang sudah mulai memanjang. Rambut hitamnya dibiarkan terombang-ambing oleh jahilnya hembusan angin, bola matanya mulai menatap tajam kearah bulan yang bersinar dengan terang dan dihiasi oleh gemerlapnya bintang-bintang.
Warna gelap sudah sedari tadi menguasai ke segala penjuru langit, menandakan hari sudah malam-dimana seluruh makhluk hidup tengah bersenang-senang di dalam mimpi indahnya masing-masing, walaupun ada juga yang masih terjaga kesadarannya. Di malam yang gelap nan dingin ini, Haya tengah merencanakan suatu rencana yang dapat membahayakan nyawanya. Jantungnya berdetak dengan cepat karena membayangkan apa yang akan terjadi nantinya.
Kedua matanya mulai terpejam menikmati sunyinya malam, namun dibalik itu dirinya tengah mengumpulkan niat untuk bergerak. Sepersekian detik kemudian Haya kembali membuka kedua matanya. Haya memasukkan kembali kristal hijau itu kedalam sakunya. Hembusan nafas panjang dia lakukan untuk memulai langkahnya. Kedua tangannya mulai mencetak segel tangan dengan cepat.
"[Ninjutsu: Quad Shadow]" seketika keluar 2 bayangan hitam dari dalam tubuh Haya,yang kemudian menyebar ketempat yang sudah Haya instruksikan.
"Ini saatn-"
"Apa kau yakin?"
Tiba-tiba terdengar suara wanita dari belakang Haya, dengan segera Haya menoleh kebelakang untuk melihat siapa itu. Mata Haya terbelalak karena melihat iblis wanita dengan kedua sayap yang membentang di punggungnya.
"Alice?!" Ujar Haya kaget.
Tangan Haya mulai gemetaran, dirinya takut kalau akan bertarung dengan Alice, sedangkan kekuatannya berbanding jauh dengannya. Dengan tanpa ekspresi Alice menatap Haya.
"Tidak usah khawatir, aku kesini bukan untuk menyerang mu atau semacamnya," berusaha menyakinkan Haya.
Namun iming-imingan itu tak membuat Haya menurunkan kewaspadaannya. Tatapan tajam masih ia arahkan kepada Alice.
"Apa karena aku iblis jadi kau tidak percaya kepada ku." dengan wajah sedih.
Hayabusa terdiam sejenak.
Menimbang-nimbang kembali apakah harus percaya atau sebaliknya. Hayabusa seperti itu kepada Alice, mengingat bahwa dia merupakan karakter Antagonis di dalam game. Setelah berpikir sejenak, Hayabusa memutuskan kali ini saja untuk percaya kepada Alice.
Hayabusa menghela nafas panjang lalu berkata. "Maaf, jadi apa tujuanmu kesini?"
Alice tersenyum senang mendengarnya. "Tidak ada, aku hanya ingin bertanya kepadamu; apa kau yakin akan melakukannya malam ini?"
Haya kembali terdiam sejenak.
Benaknya dipenuhi dengan berbagai pertanyaan, terutama dengan pertanyaan; bagaimana dia bisa tau?
"Apa kau ingin menghalangi rencana ku?"
Alice mengibas-ngibaskan tangannya. "Aku tidak tertarik dengan hal seperti itu, aku hanya ingin kau tidak menyesali pilihan mu."
Hayabusa berbalik membelakangi Alice.
"Aku tidak pernah menyesali jalan yang kupilih. [Exchange]," seketika Hayabusa menghilang dari pandangan Alice.
Terukir jelas senyuman manis di wajahnya yang dingin , lalu Alice mengarahkan pandangannya ke bulan yang tengah bersinar terang dan berkata. "Malam yang indah."
°°°
__ADS_1
Hayabusa sudah menapakkan kakinya jauh di depan sebuah pintu yang dijaga ketat oleh 5 demon.Dirinya bersembunyi dari balik tembok. Tangannya menggenggam erat katanya lalu.
"[Ninjutsu: Dragon Slash]"
Hayabusa menebaskan pedangnya ke arah tembok di depannya.
Boomm!
Terjadi ledakan Yang cukup besar. Seketika muncul lobang kecil dengan retakan disampingnya.
"[Stealth]" Seketika tubuh Hayabusa langsung menghilang yang tak dapat dilihat oleh siapapun.
°°
Boomm!
"Apa itu?!" ujar Demon yang tengah menjaga pintu, lalu mengarahkan pandangannya ke teman di sampingnya.
"Entahlah, sepertinya ada penyusup!"
"Kalian bertiga, cepat periksa!"
"Baik boss," dengan serentak.
Ketiga Demon pun pergi menuju sumber ledakan tadi dengan sebuah tombak di tangannya masing-masing. Setelah sampai disana mereka tidak menemukan apapun, hanya melihat retakan yang ada di tembok.
"Aneh, kenapa tidak ad-"
Seketika kepala ketiga Demon itu terlepas dari tubuhnya. Lantai pun langsung bersimbah banyak darah.
°°
Beberapa menit berlalu saat setelah ketiga demon tadi mengecek suara ledakan itu namun,tak kunjung kembali-kembali.
"Hei, bukankah mereka terlalu lama."
"Benar, bos, mereka terlalu lama. Jangan-jang-"
"Sudah, sudah, lebih baik kita cek saja."
Demon itupun mengangguk.
Kedua demon itupun pergi untuk menyusul temanya. Setelah sampai di tempat, betapa kagetnya mereka berdua karena mendapati tubuh temannya yang tergeletak di tanah, dalam keadaan kepala terpisah dengan tubuh.
"Pe-penyus-"
Slass! Slass!
Belum menyelesaikan kalimatnya, kepala kedua demon itu sudah terlepas dari tubuh, sama seperti demon sebelumnya. Lalu muncullah sesosok orang di tumpukan mayat demon itu.
__ADS_1
"Efek Stealth ini hanya bertahan selama 10 menit dan memiliki Cooldwon yang lama, ini sungguh tidak menguntungkan," gumam Hayabusa.
Hayabusa kemudian mendongokkan kepalanya dari balik tembok untuk melihat apakah masih ada demon yang berjaga di pintu itu, dan hasilnya nihil. Dengan segera Hayabusa melesat menuju pintu itu. Setibanya disana, Hayabusa tidak langsung membukanya. Dia mengedarkan pandangannya ke sekitar untuk memastikan kembali tidak ada demon yang berkeliaran.
'Ini aneh? kenapa malam ini sangat sepi' batin Hayabusa.
Tidak ingin berlama-lama, Hayabusa langsung membuka pintu itu.
Krieett!
Hayabusa pun memasukinya, tidak lupa dia menutup kembali pintunya.
°°°°
"Hei, kita belum berpatroli di ruangan tengah!"
"Hah...lebih baik tidak usah, kita sudah berkeliling sekitar istana dan itu sangat melelahkan, lebih baik kita beristirahat saja."
"Apa kau sudah gila, ini merupakan tugas yang harus kita emban, apa kau mau mati di tangan Tuan Thamuz."
"Ya,ya, baiklah ayo cepat kita lakukan, aku sudah sangat lelah."
Sesampainya di ruangan tengah.
"Hei, lihat mayat itu, ada penyusup yang masuk kedalam istana, kita harus cepat melap-"
Slass! slas!
Seketika kedua Demon itu terbunuh.
"Apa dia sudah mati?!"
"Tentu saja, tidak ada iblis yang bisa lepas dari genggaman Demon Hunter."
"Bagus kalau begitu, ayo cepat, kita harus segera menemukan Haya."
"Tapi, bukankah kita harus mencari Moon Goddess Gavana?"
"Apa kau bodoh, kristal itu ada ditangan dia."
"Oh ya, aku lupa hehehe."
"Baiklah ayo kita bergerak, Hanabi, Alucard!"
"Baik!" jawab mereka berdua serentak.
°°°°
Mata Hayabusa melebar, karena ruangan yang ia masuki adalah; tempat penyimpanan senjata. Tiba-tiba muncul sesosok iblis yang sangat besar dari belakang Hayabusa, di sekujur tubuh iblis itu dipenuhi oleh lava, dan di kedua tangannya dia memegang sebuah sabit yang besar.
__ADS_1
"Tak kusangka kau tau rencana ku," lalu menolehkan kepalanya kebelakang."Thamuz!"
"Hahahaha, sejak awal aku tidak pernah mempercayai mu. Tak kusangka kutu sepertimu akan sangat licik," lalu mengeluarkan aura kekuatan yang sangat pekat. "Apa kau lupa, kalau aku sangat membenci PENGHIANAT!"