Bereinkarnasi Kedunia Game

Bereinkarnasi Kedunia Game
Chapter 2: A journey full of obstacles, part 6


__ADS_3

" Haya, aku punya misi untukmu " dengan wajah serius.


" Apa itu ayah?! "


Kemudian Shin melemparkan beberapa kertas kepada Haya yang berisi foto seseorang.


" Bunuh penghianat itu malam ini juga "


" Baik ayah "


Haya langsung beranjak pergi dari ruangan, tetapi sebelum Haya menjalankan misinya, Haya pergi ke kamarnya terlebih dahulu. Sesampainya di kamar Haya langsung melepaskan syal merah yang melilit di lehernya, dan kemudian dia taruh di sebuah kotak khusus dan Haya simpan di lemari.


Menurut ingatan tubuh ini, Syal merah tadi adalah pemberian dari ibu Haya saat dia masih kecil, jadi barang itu amat sangat berharga baginya, ibu Haya saat ini sudah hidup bahagia di atas sana. Dia meninggal di karenakan penyakitnya yang tidak dapat di obati.


Haya mengganti pakaiannya, dia mengenakan pakaian serba hitam ala-ala ninja pada umumnya, tak lupa Haya juga mengenakan sebuah topeng untuk menyembunyikan wajahnya. Haya juga membawa sebilah pedang dan dia meletakkannya di punggung.


Setelah berganti pakaian, Haya keluar dari kamar lewat jendela, alasannya karena tak ingin ada orang yang melihatnya.


" Kau ingin kemana "


Tiba-tiba terdengar wanita, Haya pun langsung mencari sumber suara itu, kemudian dia mendapati Hanabi yang tengah duduk di genteng.Hanabi memandangi Haya dengan raut wajah penuh dengan kecemasan.


" Menjalankan misi " Ucap Haya dan langsung menghilang dari pandangan Hanabi. Hanabi tau bahwa Hayabusa akan menjalankan misi yang berbahaya, dirinya cemas jika terjadi sesuatu kepada Hayabusa orang yang sangat di cintainya.


Masih dengan raut muka penuh kecemasan, Hanabi memandangi bulan yang tengah bersinar terang dan juga bintang-bintang yang berkelap-kelip.


" Berhati-hatilah " gumam Hanabi.


Hayabusa bergerak dengan sangat cepat, melompat dari atap rumah ke atap rumah lainnya, dia bergerak bagaikan hembusan angin, cepat dan tenang.


Target yang akan dibunuh berjumlah 4 orang, mereka adalah orang-orang yang telah mengkhianati klan Sect Shadow, dari mulai menjual teknik-teknik rahasia milik Sect Shadow dan masih banyak hal buruk lainnya.


Sampai di sebuah rumah tempat tinggal target pertama, Haya memantaunya terlebih dahulu dari atap rumah sebelum membunuhnya.


Orang itu nampak tengah mabuk-mabukan.


Hayabusa mulai bergerak, dia turun dari atap dan memasuki rumah itu lewat jendela, tanpa suara sedikitpun Haya berhasil memasuki rumah tersebut.


Tanpa pikir panjang Hayabusa langsung melancarkan aksinya, dia berjalan pelana ke arah target dan sesampainya di depannya, Hayabusa langsung menebas lehernya.


Slass...


Seketika kepala orang itu langsung terpisah dengan tubuhnya, darah segar menciprat ke pakaian Hayabusa, Hayabusa menyimbahkan darah yang ada di pedangnya sebelum memasukannya kembali ke sarung pedangnya.


Setelah itu Hayabusa keluar dari rumah ini, dan kembali melanjutkan misinya. Sampailah di rumah target kedua, Hayabusa masuk seperti biasanya, lewat jendela dan tanpa suara. Hayabusa juga dapat membunuhnya dengan mudah.


Entah mengapa Hayabusa tidak mual-mual melihat darah dimana-mana, seolah-olah dia terbiasa dengan pembunuhan.


.


Kini tinggal tersisa 1 target lagi yang harus Haya bunuh, karena adanya system Haya dapat mengetahui lokasi target yang akan di bunuhnya. Target terakhir nampaknya sedang berada di kedai makanan, Hayabusa menunggunya sampai dia keluar kedai.


Beberapa saat kemudian target tersebut keluar dari kedai, dia berjalan menuju sebuah gang yang sepi seolah-olah tau dirinya sedang di ikuti oleh seseorang.


.


" Keluarlah "

__ADS_1


Kemudian Hayabusa keluar dari persembunyiannya sambil memegang pedang.


Hayabusa menatap tajam ke arah target karena dia sedikit merasakan aura yang mengerikan.


" Jadi hanya ada kau sendiri, nampaknya Klan Sect Shadow meremehkan ku, apa kau tak tau siapa aku dulu, aku dulu dijuluki sebagai ' pedang kematian ' "


" Diamlah penghianat " ucap Haya dengan tegas.


" Hahaha, baiklah "


srang....


Orang itu mencabut pedang katananya yang memang sedari tadi ada di pinggangnya, dia memasang kuda-kuda dan mengarahkan pedangnya ke arah Hayabusa.


" Majulah "


woss...


Hayabusa langsung bergerak maju menuju ke musuh yang menganggap dirinya sebagai pedang kematian.


Suara benturan pedang terdengar beberapa kali.


" Hahaha, kamu tidak buruk anak muda "


Trang..


woss...


Hayabusa langsung melompat kebelakang untuk mengambil jarak, kemudian Hayabusa melemparkan beberapa kunai ke arah musuh.


Tentu saja dapat dengan mudah dia tepis, namun itu bukan tujuan asli dari Hayabusa, kunai yang di lemparkanya hanya untuk pengalihan. Hayabusa langsung bergerak kebelakang musuh.


slas..


Namun sayang , serangannya dapat dengan mudah musuh tepis.


" Hahaha, trik lawas "


Hayabusa kembali melompat kebelakang untuk mengambil jarak.


" Baiklah aku akan mulai serius " ucap Musuh.


" [ Death sword ] "


Seketika pedangnya nya di selimuti oleh Aura hitam pekat. Kemudian orang itu menebaskan pedangnya secara horizontal ke arah Hayabusa.


Slas..


Muncul lintasan pedang berwarna hitam keunguan mengarah ke Hayabusa. Dengan sigap Hayabusa langsung melompat ke atas.


braak...


Lintasan pedang itu membelah dua tembok yang mengenainya. Keringat dingin keluar dari pelipis Hayabusa Setelah melihat betapa ngeri jurus tadi.


gluk..


Hayabusa menelan ludahnya.

__ADS_1


' Bisa mati aku tadi jika kena, aku harus lebih berhati-hati ' batin Hayabusa.


Kemudian Hayabusa mengangkat pedangnya ke atas dengan ujung pedang mengarah ke musuh tapi dengan posisi terbalik, Hayabusa mulai mengambil nafas dalam-dalam.


" [ Dragon Slash ] " Muncullah aura naga dari pedang Hayabusa.



Musuh tadi yang melihatnya pun kegirangan.


" Hahaha, ini pertama kali aku melihat jurus seperti itu, sepertinya Klan Sect Shadow menyembunyikan sesuatu dariku,baiklah aku juga akan mengeluarkan jurus pamungkas ku "


" [ Hell slash ] " Seketika keluar seluing-seluing berwarna merah pekat yang menyelimuti pedangnya.


Hayabusa beserta pria tadi sama-sama menebaskan pedangnya.


Hayabusa menciptakan aura naga yang menerjang ke arah musuh, sedangkan untuk musuhnya tersendiri mengeluarkan lintasan pedang berwarna merah pekat.


Woss...


woss...


Duar...


Kedua jurus itupun saling beradu dan terjadilah ledakan. Keduanya sama-sama terpental kebelakang. Hayabusa mengalami luka yang cukup parah di dadanya, sedangkan untuk musuhnya, dia tewas seketika setelah menerima jurus Hayabusa tadi.


" Uhuk...


Keluar seteguk darah segar dari sela bibir Hayabusa.


" Serangannya sangat mengerikan " gumam Hayabusa.


Ding...


[ Berhasil menyelesaikan misi tersembunyi :


Mendapat 300 poin


+ 100 exp


Mendapat kotak silver


Mendapat 10 poin atribut ]


Hayabusa mengangkat sudut bibirnya setelah mendengar notifikasi dari system.


" Tak kusangka mendapatkan hadiah yang besar, ini sepadan dengan resiko yang ku hadapi tadi "


Hayabusa langsung pergi pulang kerumahnya, dia berlari dengan badan yang agak sempoyongan. Sesampainya rumah Hayabusa langsung masuk ke kamarnya. lewat jendela tanpa ada yang melihat.


Hayabusa langsung mengambil pil pereda rasa sakit dan langsung memakannya. Nafasnya masih terengah-engah, nampaknya goresan di dadanya cukup dalam.


" Ugh ... ini sangat sakit "


Rasa sakit dari serangan tadi masih membekas di dada Hayabusa.


Tiba-tiba ada yang memasuki kamar Hayabusa, siapakah itu?

__ADS_1


__ADS_2