
Tiba-tiba ada yang masuk kedalam kamar Hayabusa, dengan sigap Haya langsung mengarahkan pandangannya ke orang yang masuk ke dalam kamarnya, ternyata yang masuk kedalam kamar adalah Ayah Hayabusa.
Shin berjalan mendekat ke arah Haya sambil membawa sebuah obat di tangannya, sesampainya di hadapan Hayabusa, Shin pun menyerahkan obat yang di bawanya.
" Oleskan ini ke lukamu " sambil menatap tajam kearah dada Hayabusa.
Hayabusa pun langsung mengambil obat itu dan sesuai dengan arahan, dia mengoleskan ke dadanya Secara merata, sekilas obat itu mirip seperti minyak, namun sedikit berbau harum dan sedikit dingin.
" Oh ya aku lupa, mungkin kamu akan merasakan sakit setelah mengoleskan obat itu " Ucap Shin.
Haya menatap Shin dengan wajah bingung, dan benar saja, tiba-tiba Hayabusa merasakan sakit yang teramat sakit di dadanya, tubuhnya mulai kehilangan kendali, dirinya mulai meronta-ronta karena kesakitan, Shin yang melihatnya sedikit iba, tapi memang itulah efek samping dari penggunaan obat itu.
" Duduklah dengan benar, dan aturlah nafas mu " ucap Shin yang kemudian duduk di belakang Hayabusa.
Haya menuruti ucapan Shin, dia duduk sila dan mulai mengatur nafasnya, walaupun rasa sakit mulai menjalar di tubuh Hayabusa tapi dia berusaha untuk tenang. Tiba-tiba Shin meletakkan telapak tangannya di punggung Haya, Shin mulai mengalirkan energi ke tubuh Hayabusa.
Hayabusa merasa ada energi hangat yang mulai masuk ke dalam tubuhnya, Haya mulai menyerap energi itu.
Beberapa menit kemudian rasa sakit ditubuh Haya mulai menghilang di barengi dengan menghilangnya goresan di dadanya, nafasnya pun mulai kembali normal.
" Terimakasih Ayah " ucap Haya.
Shin hanya menanggapinya dengan senyuman dan berkata.
" Maaf kalau Ayah memberikan misi yang berat kepadamu "
" Tidak masalah Ayah, lagi pula itu sudah tugasku sebagai Shadow Master "
Dengan senyum pahit Shin berkata " Baiklah Ayah kembali dulu "
" Istirahatlah " sambil mengacak-acak rambut Haya.
Shin pun mulai berjalan ke luar dari kamar Haya, sesudah sampai di luar, Shin menyandarkan tubuhnya di dinding, dia sangat kelelahan tadi setelah mentransferkan energinya kedalam tubuh Haya, Shin kembali berjalan menuju kamarnya dengan tubuh sempoyongan.
.
Haya merasa senang karena ayahnya sangat peduli kepadanya, dibanding dengan kehidupan sebelumnya yang hanya fokus ke pekerjaan ketimbang anaknya, senyuman lebar terukir jelas di wajahnya.
Ini pertama kali baginya merasakan kasih sayang dari sosok Ayah. Haya mulai merebahkan tubuhnya di ranjang sembari menatap langit-langit, kemudian Haya teringat akan sesuatu.
" System, buka kotak silver " dan dengan cepat System merespon.
ding..
[ Permintaan di terima, membuka kotak Silver.. Selamat anda mendapatkan skill Stealth ]
Hayabusa melebarkan matanya mendengar notifikasi system.
" Stealth, bukankah ini skill yang sangat berguna, system jelaskan lebih rinci mengenai skill ini "
ding..
[ Permintaan diterima.
__ADS_1
Stealth merupakan sebuah skill yang dapat membuat pengguna menghilang, bahkan aroma dan keberadaannya pun ikut menghilang selama 10 detik ( meningkat seiring bertambahnya level ). menguras 75 mana dan memiliki Cooldwon selama 100 detik ]
Haya mengangkat sudut bibirnya dan berkata " Bukankah ini mirip skill ultimate Miya, tak kusangka aku juga Mendapatkannya, hah.. ini waktunya istirahat " Haya mulai memejamkan, mencoba untuk tidur, namun belum 10 detik Haya kembali membuka matanya, dia terbangun karena kepikiran akan sesuatu.
" Besok aku harus membantu Miya mencari Moon Goddess Gavana, tapi.. bagaimana caranya "
" System, apakah kau punya saran agar aku bisa dengan cepat pergi ke Lunar Temple "
ding..
[ System menyarankan anda untuk menggunakan Arvival ]
" Arvival? apa itu "
[ Sebuah skill yang memungkinkan pengguna dapat berpindah tempat ( Hanya berlaku ketempat yang pernah dikunjungi, dan batas maksimal 5 orang) ]
" Mmm, saran yang bagus, kenapa tidak bilang dari tadi "
[ Karena anda tidak bertanya ]
Haya menghela nafas mendengarnya.
" Seperti biasa, menjengkelkan "
[ ....?....]
" Tapi bagaimana caraku mendapatkannya? "
ding..
" Hah baiklah [ Shop ] "
ding..
Seketika keluar layar transparan di hadapan Haya.
Haya mencari-cari dimana skill arvival, setelah beberapa lama mencari akhirnya Haya menemukannya. Akan tetapi harganya membuat mata Haya melotot.
Arvival : 1000 ( sekali pakai )
" se...seribu poin, jika aku membeli ini semua poin ku akan habis.."
Haya berfikir keras, bagaimana caranya agar dia dapat membeli skill ini dan yang di temukannya hanyalah jalan buntu, akhirnya Haya pun membeli skill dengan sangat enggan.
ding..
[ Berhasil membeli Arvival - 1000 poin ]
Saat Haya mendengar " -1000 " hatinya sangat hancur, poin yang dikumpulkannya selama ini terpakai hanya untuk ini.
" Hah...mau bagaimana lagi "
Haya pun memilih untuk tidur ketimbang memikirkan hal yang tidak guna tadi.
__ADS_1
.
Keesokan harinya, Haya bangun pagi seperti biasa, dia bangun setelah itu langsung mandi dan sehabis mandi dia langsung sarapan. Karena tidak ada kegiatan Haya memutuskan untuk berkeliling rumah, Haya berjalan dengan pelan sembari menikmati udara segar. ditengah perjalanan Haya mendengar sesuatu dari halaman belakang.
cleb..
cleb..
cleb..
Haya pun mencari sumber suara itu, dan hal yang dia dapati adalah, dia melihat Miya yang sedang berlatih memanah. Haya pun memutuskan untuk melihatnya dari kejauhan.
.
Miya mulai mengambil nafas dalam-dalam, dia melihat target yang berada jauh didepannya dengan tatapan yang tajam, tangan indahnya mulai mengangkat busur ke atas, menarik tali busur dengan penuh tenaga, matanya terpejam sebelah untuk memudahkan dirinya melihat target.
Tangannya mulai gemetaran menahan tali busur dengan lama, hembusan angin sepoi-sepoi menerjal tangan indahnya, Miya membayangkan bahwa target yang akan di tembaknya adalah musuh yang sangat di bencinya.
.
*Kau cepat pergi dari sini, kami akan menahan pasukan Abyss di luar "
" Tidak mau, bagaimana dengan kalian "
" Kami semua akan baik-baik saja, cepatlah pergi dan carilah sang Moon Goddess Gavana "
tanpa pikir panjang Miya pun langsung berlari keluar dari dalam goa menggunakan skill Stealthnya, setelah sampai di bibir goa Miya mendengar jeritan dari dalam goa.
Arkhh ..
Arkh..
Arkh..
Miya berhasil kabur dari Lunar temple Karena memasuki Sebuah portal, Miya memantapkan hatinya untuk membalaskan semua perbuatan dari Abyss....
Huahahahahaha....
Miya masih mengingat dengan jelas wajah orang yang menghancurkan negerinya*.
Miya akhirnya melepaskan tali busur itu dan menghunuskan anak panah ke target latihan
woss....
cleb...
Anak panah Miya berhasil mengenai target latihan dengan sangat akurat, nafas Miya menjadi terengah-engah setelah mengingat kembali kejadian dulu. Miya memutuskan untuk beristirahat sejenak.
Tiba-tiba Miya mendengar langkah kaki mengarah ke dirinya.
" Ini aku "
Miya menjadi lega karena orang itu adalah Haya, Haya berjalan mendekat ke arah Miya, sesampainya dihadapan Miya Haya berkata.
__ADS_1
" Aku punya cara supaya kita bisa ke Lunar Temple " Ucap Haya.
Sontak Miya menjadi senang mendengar ucapan Haya.