Bereinkarnasi Kedunia Game

Bereinkarnasi Kedunia Game
Chapter 5: Fighting the Abyss, part 3


__ADS_3

Barier yang mengelilingi rumah pohon itu menghilang secara perlahan. Dengan segera Hayabusa berlari menuju rumah pohon itu, dan setibanya di sana ia langsung memasukinya. Setelah ia memasuki rumah, Hayabusa mendapati sesosok pria berambut putih panjang dengan ujung telinganya yang runcing, sedang berbaring di atas ranjang yang terbuat dari akar-akar tumbuhan dalam posisi terlentang dan kedua tangan bersedekap di atas dada.


Mata Hayabusa terus terkunci memandangi sesosok pria itu, dan tak peduli apa yang ada disekitar.


"Diakah Estes?,"gumam Hayabusa.


Ding!


[Benar sekali, dia merupakan Raja elf terdahulu atau bisa juga disebut Moon Goddess Gavana.]


"Apa yang membuatnya terbaring begitu lama disini? setahuku dia terluka parah saat perang melawan Abyss dulu dan memutuskan untuk memulihkan diri, tapi...kenapa dia tidak terbangun saat kerajaannya diserang? ini berbeda dari cerita yang kubaca." Hayabusa berfikir keras.


"System, tampilkan statusnya."


Ding!


[Nama : Estes


Rank : Epic


Tittle : The former King


Role: Mage/Healer.


...


Skil:???


...


Sedang dalam kondisi tidur abadi.]


Seketika mata Hayabusa terbelalak.


"Tidur abadi?!" Berbagai pertanyaan muncul di benak Hayabusa, dan pertanyaan itu akan segera terjawab kan setelah membangunkan sesosok pria yang tengah berbaring itu. Tiba-tiba hawa suasana berubah, yang tadinya hangat sekarang menjadi dingin mencekam, Hayabusa merasakan adanya aura membunuh yang sangat kuat berasal dari luar rumah.


"Manusia, keluarlah, aku tau kau bersembunyi didalam, jika kau tidak keluar maka aku akan menghancurkan tubuhmu beserta rumah itu!"


Seketika Hayabusa menjadi panik dan ketakutan. "Gawat, Thamuz sudah menemukan ku, aku harus segera membangunkannya," keluar keringat dingin di wajah Hayabusa. "System, bagaimana cara membangunkannya."


Ding!


[Itu mudah, anda tinggal menaruh kristal yang ada digenggaman tangan anda di atas tubuhnya, biarkan dia menyerap energi dari kristal hijau itu.]


Dengan segera Hayabusa melakukan apa yang system katakan dan benar saja, energi dari kristal hijau mulai memasuki tubuh sesosok pria elf itu. Serpihan cahaya hijau terus keluar dari kristal hijau dan memasuki tubuh Estes.


"System, mengapa dia tidak bangun-bangun."


Ding!


[Dibutuhkan setidaknya 15 menit agar energi dari kristal hijau terserap sepenuhnya.]


"15 menit! sialan itu sangat lama disaat keadaan genting seperti ini."

__ADS_1


"Hei manusia, apa kau tidak mendengar ku, dalam hitungan ketiga kau tidak kunjung keluar, aku akun menghancurkan mu," seru Thamuz.


"Satu...


"Aku tidak punya pilihan lain, aku harus mengulur waktu sebisa mungkin."


"Dua...


Hayabusa langsung keluar dari dalam.


"Ti-


"Bisakah kau menunggu sebentar, dasar iblis sialan."


Thamuz yang mendengarnya langsung meluap emosi. "Apa katamu, dasar kau manusia rendahan, tadinya aku ingin memberi mu kesempatan, tapi justru kau malah menghancurkannya."


"Diamlah iblis jelek!"


"Hahaha, sepertinya kamu mencari kematian, baiklah akan aku kabulkan." Thamuz mengangkat kedua tangannya ke atas, lalu kemudian muncul 2 sabit dari kehampaan. Thamuz langsung meraih kedua sabit itu.


Grepp!


"Apa kau siap," ujar Thamuz.


°°°°


"[Ninjutsu: Petal Barrage.]" Hanabi melemparkan Higanbananya dan melesat dengan cepat ke arah Dyrroth. Dengan mudah Dyrroth mengindari serangan itu, namun tak berhenti sampai di situ, Higanbana yang dilempar Hanabi mengenai tembok yang kemudian memantul, dan kembali ke arah Dyrroth.


Srakk!


"Kalian bertiga memang menjengkelkan, ku bunuh, pasti akan ku bunuh kalian! [Wrath of the Abyss.]" Aura merah kehitaman mulai menyelimuti tubuh Dyrroth, kedua matanya mulai berubah menjadi merah darah. "[Specter step.]


Woss!


Dyrroth langsung melesat dengan sangat cepat ke arah Hanabi, dan langsung meluncurkan pukulan.


Bukk!


Hanabi yang tidak bisa mengikuti pergerakan Dyrroth terkena pukulan telak dan terhempas jauh kebelakang dan menabrak tembok.


Bruak!


"Uhuk...


"Pu-pukulan macam apa tadi, sangat berat," sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibir.


"Hanabi! sialan kau [magic arrow: hundred shot.]" Miya langsung menembakkan ratusan panah ke arah Dyrroth.


"[Specter step]"


Dyrroth bergerak dengan sangat cepat menghindari tembakan Miya, kemudian langsung melesat ke arah Miya dan langsung meluncurkan pukulan.


Bukk!

__ADS_1


Seperti Hanabi, Miya juga terhempas dan menabrak tembok.


"Sekarang giliran mu," ujar Dyrroth sambil menatap ke arah Alucard.


Dyrroth bergerak dengan cepat ke arah Alucard dan kemudian meluncurkan pukulan, namun Alucard berhasil menangkis menggunakan pedangnya.


"Layak di sebut Demon Hunter," sambil tersenyum menyeringai.


Alucard langsung melompat kebelakang untuk mengambil jarak.


'Seranganya lebih kuat dari sebelumnya, apa karena aura yang menyelimutinya. Baiklah kalau begitu.'


"[Suction Sword]"


Alucard mengangkat pedangnya, kemudian menyerap aura yang menyelimuti tubuh Dyrroth ke dalam pedangnya. Perlahan aura yang menyelimuti tubuh Dyrroth menipis. Seketika pedang Alucard diselimuti aura berwarna merah darah. Alucard langsung melesat ke arah Dyrroth kemudian menebaskan pedangnya secara horizontal dari kiri ke kanan.


Tring!!


Dyrroth berhasil menangkisnya menggunakan cincin yang melingkar di kedua tangannya. Kemudian Dyrroth langsung menghempaskan pedang Alucard kemudian meluncurkan pukulan.


Bukk!


Alucard berhasil menahan pukulannya hanya dengan tangan kosong.


°°


'Kenapa, kenapa aku sangat lemah!, jika seperti ini aku tidak akan bisa berdiri di samping Haya, kenapa aku sangat lemah,' batin Hanabi. Hanabi berusaha berdiri kembali dengan tertatih-tatih. Hanabi mengarahkan pandangannya kearah Alucard yang tengah bertarung sengit melawan Dyrroth.


'Aku tidak boleh seperti ini!" Hanabi menggenggam erat Higanbananya sambil memejamkan matanya. Tiba-tiba simbol bunga yan terukir di Higanbana bersinar, semakin lama semakin terang pula sinarnya.


"Alucard, menjauhlah!" seru Hanabi.


"Baik!" balasnya.


Alucard langsung menjauh dari Dyrroth sesuai dengan perintah Hanabi.


"[Forbidden jutsu: Higanbana]"


Hanabi langsung melemparkan Higanbananya ke arah Dyrroth, Dyrroth yang sudah mengerti pola serangannya mengindar seperti biasanya. Namun, Higanbana itu tiba-tiba meledak membentuk kuncupan bunga. Dyrroth pun terkena ledakan, dan kemudian terjerat oleh 'Penjara bunga'. Itu adalah; jutsu terlarang milik Hanabi, kenapa di sebut terlarang? karena jurus tersebut akan menghabiskan 99% energi dan mana penggunanya.


Pandangan Hanabi menjadi buyar, tubuhnya mulai melemah dan akhirnya Hanabi pun pingsan. Dengan segera Miya langsung menangkap tubuh Hanabi yang akan jatuh.


Senyuman lembut terukir di wajahnya. "Kerja bagus, Hanabi." lalu kembali mengarahkan pandangannya ke arah Alucard. "Sekarang, selesaikan ini!" seru Miya.


"Baik! [Fission Wave]" Alucard menebaskan pedangnya secara horizontal, mengeluarkan lintasan pedang berwarna merah dan melesat ke arah Dyrroth yang masih terjerat.


Bomm!


Seketika asap tebal menutupi lorong.


Tak lama, asap pun menghilang, lalu terlihatlah sesosok iblis wanita yang tengah berdiri di hadapan Dyrroth. Tampaknya serangan tadi berhasil dengan mudah wanita itu hentikan.


"Apa, bagaimana mungkin?!" ucap Alucard dengan tatapan tak percaya.

__ADS_1


"Maaf menganggu pertarungan kalian, aku hanya tidak ingin pangeran ku terluka."


__ADS_2