
"Bersiap-siaplah kalian, aku kesini untuk membalas apa yang kalian lakukan kepadaku dulu," meminggul pedangnya di punggung. "Aku, Hanzo, dan aku kembali hahahahaha." Ia kini sedang berdiri di atas ketinggian,sorot matanya menatap tajam ke arah perumahan yang sangat luas. jari-jemarinya meremas dengan erat, hasrat untuk membunuh keluar darinya.
Ekspresi murni terlukis jelas dari balik topengnya, senyuman yang tampak menyeramkan apabila topeng yang menutupi wajahnya di lepas. Gelap nan dinginnya malam hari juga ikut menambah kesan jahatnya, bulan beserta bintang bersinar dengan terang seakan ingin menyaksikan aksinya nanti.
...°•°...
Jauh di pedalaman Azrya Woodlands, terdapat sebuah istana yang berdiri megah nan kokoh, serta elok untuk dipandang, dimana istana itu dihimpit oleh banyaknya pepohonan yang berbaris-baris. Istana itu merupakan milik kerajaan yang terkenal dengan negaranya yang tertutup dengan dunia luar, dan merupakan tempat tinggal bagi para ras Elf yang tidak lain adalah; Lunar Temple.
Baru-baru ini kerajaan Lunar Temple mengalami peristiwa yang tidak enak untuk di dengar maupun diceritakan. Lebih tepatnya kerajaan Lunar Temple telah di serang oleh pasukan yang bengis nan kejam yang bernama Abyss. Abyss berhasil menginvasi kerajaan Lunar Temple dan menyebabkan kerusakan dengan skala yang cukup besar, dan itu bukan pertama kalinya Abyss menyerang Lunar Temple. Abyss pernah melakukan penyerangan beribu-ribu tahun yang lalu, dan kejadian itu terulang kembali.
Saat penyerangan pertama Abyss, kerajaan Lunar Temple tidak mengalami kehancuran yang parah berbanding, terbalik dengan sekarang, mungkin itu karena faktor Abyss yang semakin kuat, atau mungkin karena kerajaan Lunar Temple yang semakin melemah.
Namun invasi Abyss tak berlangsung lama. Abyss berhasil dipukul mundur oleh pasukan kroco, disebut kroco karena pasukannya yang hanya berjumlah kurang dari sepuluh orang. Dengan kecerdikan dan kemampuan bertarung, mereka berhasil membangkitkan sumber kekuatan terbesar dari Lunar Temple dan itu yang menyebabkan mundurnya Abyss. Meskipun kerajaan Lunar Temple didominasi oleh ras Elf, akan tetapi yang berperan besar dalam memukul mundur Abyss adalah ras manusia yang terbilang tidak pernah ikut campur dalam urusan ras lain terutama ras Elf.
Tapi kalau dipikir-pikir kembali, ada sedikit keganjilan terhadap mundurnya Abyss, sebab pasukan Abyss memiliki pasukan kuat dengan jumlah yang lebih dari seribu, belum dengan tokoh kuat yang memimpin jalannya penyerangan. Mereka kalah melawan pasukan yang hanya berjumlah beberapa orang saja, seolah-olah kemunduran mereka dilakukan dengan sengaja. Mungkin itu karena tujuan mereka sudah tercapai atau memang itu murni karena kekalahan. Entahlah, pemikiran itu kita kubur dalam-dalam karena Lunar Temple sedang dalam masa kedamaian.
Terukir jelas senyuman kebahagiaan dari semua penduduk Lunar Temple karena telah mencapai titik kedamaian. Namun dibalik itu, banyak sekali korban yang berjatuhan akibat serangan dari Abyss, tidak sedikit orang yang meninggal, kurang lebih setengah dari populasi penduduk Lunar Temple telah tewas, dan yang berhasil selamat pun itu dulunya mereka berubah menjadi Dark Elf yang akhirnya dikembalikan lagi oleh Estes. Menangis? bersedih? itu hanyalah hal yang percuma, karena apa? karena hal itu takkan mengembalikan dan mengubah apapun.
Malam berganti pagi, pagi berganti siang.
Didalam istana di ruang makan, terdapat tokoh-tokoh yang memiliki peranan besar terhadap kedamaian Lunar Temple tengah duduk di meja makan. Banyak sekali makanan-makanan yang tersaji di atas meja, dan itu semuanya murni terbuat dari sayur-sayuran maupun buah-buahan. Kenapa? karena memang itu kebiasaan ras Elf, mereka tidak menghidangkan daging karena itu adalah hal yang tabu bagi ras elf, semua binatang-binatang hidup berdampingan dengan Elf, saling menjaga dan menyayangi.
__ADS_1
"Apa malam kalian berdua menyenangkan?" ujar Estes dengan senyuman penuh makna. Pertanyaan itu ia lemparkan ke kedua insan yang tengah duduk bersebelahan di depannya.
"Uhuk..uhuk ... itu pertanyaan yang cukup sulit," jawab Hayabusa.
"Sulit? apanya yang sulit, aku hanya menanyakan apakah malam kalian menyenangkan."
"Suara kalian bahkan sampai ke kamarku," Timpal Hanabi.
Seketika wajah Miya langsung memerah, sedangkan Hayabusa tetap bersikap tenang seolah tak terjadi apa-apa. Hayabusa mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, tampak ada sedikit kejanggalan, lalu kemudian muncul pertanyaan di benak Hayabusa.
"Dimana Alucard?"
"Bocah pemburu iblis itu sudah pergi pagi ini, katanya dia memiliki urusan penting," jawab Estes. Estes mengarahkan kembali pandangannya ke arah Hayabusa dan kemudian pandangan mereka saling bertautan.
Hayabusa mengernyitkan keningnya mendengar pertanyaan itu, ia meminum seteguk air putih terlebih dahulu sebelum menjawabnya.
"Ada banyak sekali simbol dan kosakata yang tidak aku mengerti, sedikit susah untuk mempelajarinya"
Estes mengangkat sudut bibirnya dan berkata. "Teruslah mencoba, aku yakin kamu pasti akan segera menguasainya, aku juga tidak terlalu mengerti isi dari buku itu, aku hanya bisa mempelajari seperempatnya saja. Aku tidak bisa mengajarimu karena memang itu peraturannya, kau harus mempelajari sendiri, dengan demikian kau akan paham apa yang terkandung didalamnya."
"...Ya, aku akan terus mempelajarinya."
__ADS_1
Hanabi dan Miya tidak mengerti isi percakapan diantara Hayabusa dan Estes, mereka berdua hanya menyimak sembari makan.
..
Setelah makan selesai, mereka kembali ke kesibukannya masing. Estes kembali mengurus kerajaannya, Hanabi dan Miya pergi entah kemana. Mungkin ingin membicarakan kejadian hot semalam. Sedangkan untuk Hayabusa tersendiri, ia tak memiliki kerjaan, jadi ia memilih untuk pergi ketempat yang tenang dan kembali mempelajari Note universe.
Hayabusa pergi ke hutan terdekat dari istana, ia bertengger di atas pohon sambil menikmati hembusan angin sepoi-sepoi. Matanya terus menatap dengan intens setiap kata dari Note universe, tak ingin segelintir informasi lepas dari cekatannya.
"Hmm ... ini masih sulit untuk dimengerti, terutama kalimat dengan cetak merah ini, 'Ketika cahaya bertarung dengan kegelapan, di situlah akan muncul kehancuran, dan untuk menghentikan kehancuran, dibutuhkan cahaya dan kegelapan' dan disampingnya ada simbol yang tidak jelas ... system, apa kau tau artinya?"
Ding!
[Tidak menemukan informasi terkait.]
Hayabusa menghela nafas panjang. "Sepertinya benar apa kata Estes, aku harus mempelajari isi buku ini sendiri."
Setelah berjam-jam duduk di atas pohon mempelajari Note universe, Hayabusa memutuskan untuk beristirahat, ia kemudian memilih berjalan-jalan untuk menyegarkan isi kepalanya. Hayabusa mengadahkan kepalanya ke atas, melihat dengan cermat langit yang mulai menampakkan senja. Matanya tak henti berbinar menyaksikan keindahannya.
"Tak kusangka ini sudah sore, hari ini berlalu begitu cepat."
Hayabusa memutuskan untuk kembali ke istana, namun dipertengahan jalan, Hayabusa melihat Miya yang sepertinya ingin pergi ke suatu tempat. Hayabusa pun memutuskan untuk mengikutinya untuk menjawab rasa penasarannya.
__ADS_1
Setelah cukup lama mengikuti, sampailah Hayabusa di sebuah tempat yang dulu pernah ia singgahi.
"Bukankah tempat ini ...."