Bereinkarnasi Kedunia Game

Bereinkarnasi Kedunia Game
Chapter 2: A journey full of obstacles, part 3


__ADS_3

" Sebenarnya aku bisa berada di sini karena...."


Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, perut Miya tiba-tiba berbunyi dengan keras dan hal itu membuatnya malu, seketika wajahnya pun langsung memerah.



Ilustrasi Miya.


Hal itupun membuat Haya menghela nafas.


" Sekarang ikut aku, jelaskanya nanti saja " ucap Haya lalu dia menarik tangan Miya dan Miya langsung kaget karena tanganya tiba-tiba di pegang.


" Hei apa yang kau lakukan, cepat lepaskan, dan kau mau membawaku kemana " ucap Miya sambil berusaha melepaskan genggaman Haya yang sangat erat.


" Sudah ikut saja " jawab Haya singkat.


Ding...


( System menyarankan untuk menyembunyikan identitas Miya )


' Hmm..., benar juga, Miya itu seorang Elf, bagaimana kalau orang-orang melihatnya ' batin Haya.


Lalu Haya melepaskan Syal yang melilit di lehernya dan memakainya di kepala Miya untuk menutupi telinga runcingnya.


Miya sontak kaget dan langsung risih melihat tingkah Haya yang sembrono.


" Apa-apaan kau ini, pertama kamu tadi menarik lengan ku dan sekarang kamu memakaikan kain aneh ini di kepalaku " ucap Miya dengan marah.


" Hah... Baiklah aku jelaskan, tadi kamu laparkan, jadi aku mengajakmu ke kedai makan, dan aku memakaikan syal itu untuk menutupi identitas mu yang seorang Elf " ucap Haya.


Haya pun membawa Miya pergi, tapi sebelum pergi ke kedai makan, Haya pergi ke toko pakaian terlebih dahulu, membeli jubah hitam untuk di berikan kepada Miya.


" Pakailah jubah ini " ucap Haya seraya menyodorkan jubah hitam panjang kepada Miya, namun Miya menjawabnya dengan respon negatif.


" Buat apa aku memakai jubah ini "


Haya pun menghela nafas kembali mendengarnya.


" Bukankah sudah kujelaskan tadi, ini untuk menyembunyikan identitas mu, dan lagi ini untuk menutupi tubuhmu " sambil menatap tubuh indah Miya yang memang mengenakan pakaian terbuka, karena itu memang ciri khasnya.


Sontak Miya langsung menutupi tubuhnya karena di tatap oleh Haya, dan tamparan pun meluncur di wajah Haya.


Plakk...


" Mesum " ucap Miya dan langsung meraih jubah yang ada di tangan Haya dan langsung memakainya. Haya berdiri membisu saat setelah di tampar Miya dengan keras.


' Bukankah dia dari tadi tidak masalah dengan hal itu, tapi kenapa dia tiba-tiba menamparku. Dugaan ku benar wanita itu aneh ' batin Haya.


Setelah itu Miya dan Haya pun melanjutkan perjalanannya menuju kedai makan yang tidak jauh dari sini, di sepanjang perjalanan Miya selalu acuh dengan Haya dan hal itu membuat Haya menggelengkan kepalanya.


Sesampainya di kedai makan yang terkesan minim dan memiliki tampilan ala-ala jepang, Haya dan Miya pun langsung memasukinya.



Ilustrasi kedai makan.


Haya dan Miya pun memasukinya dan duduk di kursi secara berdampingan.


" Selamat datang, ehh ternyata Haya " ucap penjual kedai.

__ADS_1


Haya memang terkenal dimana-mana karena kejeniusannya.


" 2 porsi mie ramen spesial paman " ucap Haya.


" Siapp " jawab penjual kedai dengan semangat.


Penjual kedai langsung menyiapkan pesanan Haya karena memang hanya ada mereka di kedai ini, dalam hitungan detik Mie ramen pun sampai di meja Haya.


" Ini dia pesanannya " ucap penjual kedai.


" Terimakasih paman " ucap Haya.


" Iya sama-sama, baiklah aku pamit dulu " ucap penjual kedai.


Miya masih bingung dengan makanan yang dihidangkan, pasalnya di wilayahnya dulu tidak ada makanan seperti ini. Haya juga bingung melihat Miya yang nampaknya kebingungan juga.


" Makanlah " ucap Haya.


" Makanan apa ini?" tanya Miya penasaran.


" Ini namanya Ramen "


" Ramen? " sambil memiringkan kepala.


" Yaa itu makanan khas wilayah ini, makanlah selagi hangat "


" Baiklah "


Miya pun mencari-cari sendok di sekitar meja namun dia tidak menemukan sendok sama sekali. Dan lagi Haya di buat kebingungan dengan tingkah Miya yang terlihat sedang mencari sesuatu.


" Sedang mencari apa?" tanya Haya.


" Hahaha,kalau makan ramen tidak menggunakan sendok " sambil tertawa kecil.


" Terus aku makan pake apa? " dengan wajah kebingungan.


Haya pun menunjukkan jarinya ke arah sumpit yang berada di samping mangkok Miya. " Pakai itu " ucap Haya.


Miya pun mengambil benda yang di tunjukkan Haya dan kembali bertanya karena masih bingung.


" Benda apa ini? " tanya Miya.


" Huh.. Itu namanya sumpit "


" Sumpit? apa itu? di wilayah tidak ada benda seperti ini "


" Sumpit memang hanya ada di wilayah ku " ucap Haya bohong karena sudah muak dengan semua pertanyaan Miya. " Sekarang makanlah " sambungnya.


" Bagaimana cara menggunakannya?" tanya Miya lagi.


Haya yang mendengar itu meluap emosi, dia kembali mengambil nafas panjang untuk mengontrol emosinya.


" Perhatikan aku " ucap Haya.


Haya pun melepaskan maskernya dan kemudian mengambil sumpitnya, Haya mengambil ramen di mangkoknya secara perlahan dan memasukannya ke dalam mulutnya.


Tanpa ia sadari, Miya sedang menatapnya dengan tatapan tajam.


' Ternyata dia tampan ' batin Miya.

__ADS_1


" Hei..Hei..Dengar tidak " Haya terus melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Miya, Miya pun langsung tersadar dari lamunannya.


" Em-em baiklah, aku akan mencobanya " Miya mengambil sumpit yang terletak di samping mangkoknya, dia menggunakan sesuai dengan apa yang ia lihat tadi.


Tapi itu tak berjalan terlalu mulus, Miya masih kesulitan dalam penggunaan sumpitnya, wajar saja ini merupakan pengalaman pertamanya.


" Ini susah " Miya menatap Haya dengan wajah memelasnya.


' Astaga, cuma tampannya saja yang cantik, tapi dia to...sabar Haya, sabar, ingat tujuanmu ' batin Haya.


tiba-tiba terdengar suara di kepala Haya.


Ding!..


( Masukan Miya kedalam harem.


Batas waktu : 30 hari


Berhasil menyelesaikan misi : Mendapatkan 10.000 pin


Gagal menyelesaikan misi : Mati )


' Apaaa Harem ' batin Haya terkaget-kaget.


( Iyap anda benar )


' System, apakah di dunia ini poligami di perbolehkan ' batin Haya.


( Boleh )


' Hmmm, hadiahnya bagus, tapi resikonya juga mengerikan, tapi bagaimana caranya ' batin Haya.


( Itu mudah, tinggal sering-sering saja berinteraksi dengannya )


" Hei..hei dengar tidak " kali ini giliran Miya yang melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Haya.


Sontak Haya pun tersadar dari lamunannya.


" Maaf-maaf, apa yang kau katakan " ucap Haya.


" Kubilang, bagaimana cara menggunakan sumpit ini " ucap Hanabi.


" Itu mudah " Tangan Haya langsung memegang tangan Miya.


Miya pun langsung kaget karena tanganya tiba-tiba di sentuh.


" Apa yang kau lakukan " Miya langsung menarik tangannya.


" Maaf-maaf atas sikap lancang ku, aku hanya ingin menunjukkan cara menggunakan sumpit " keringat dingin keluar dari pelipis Haya, dia takut misinya akan gagal.


" Setidaknya izin dulu " ucap Miya kesal.


" Maaf-maaf " sambil menggaruk kepala belakangnya.


Haya kembali membenahi posisi tangan Miya untuk memegang sumpit dengan benar.


" Sudah, sekarang kamu tinggal menjepitkannya seperti ini " Haya mempraktekkan kepada Miya cara menjepitkan sumpitnya


Miya pun melakukan apa yang Haya suruh, dan benar saja dia berhasil memegang sumpit dengan benar, dan Miya pun melahap ramen itu dengan lahap.

__ADS_1


__ADS_2