Bereinkarnasi Kedunia Game

Bereinkarnasi Kedunia Game
Chapter 4: Big plan


__ADS_3

" Hiyaaa... "


Slass


Slass


slass


"Huft ... huft ... Percuma saja, dia beregenerasi dengan sangat cepat. " ujar Alucard dengan keringat dingin di wajahnya.


FLASHBACK.


Miya dan yang lainnya, sekarang sudah sampai di bibir Foggy Forest( Hutan berkabut ) Sesuai dengan namanya, hutan itu di selimuti oleh kabut yang sangat tebal, yang bisa menghalangi pandangan seseorang yang ada di dalamnya.



Ilustrasi Foggy Forest.


Foggy Forest terlihat menyeramkan, semua pepohonan tidak ada dedaunan sama sekali, hanya ada ranting yang menjalar panjang, suasana di sini tampak mati seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan. Tiba-tiba hembusan angin dingin keluar dari dalam hutan, menerpa Miya dan yang lainnya, yang seolah-olah mengisyaratkan untuk tidak masuk kedalamnya.


" Miya, benarkah ini tempatnya?" ucap Hanabi dengan wajah penuh kecemasan.


Dengan tegas Miya menjawab "Ya, aku yakin sekali ini tempatnya. "


"Bukankah tempat ini sangat menyeramkan, lihat ... kabutnya saja sangat tebal, kalau kita masuk kedalam, sudah pasti akan tersesat " ucap Alucard dengan wajah ketakutan.


Miya mengerutkan alisnya "Jika kau takut, kembalilah, aku tak memaksamu untuk ikut. "


"Ta-takut, siapa bilang aku takut, aku ini Pemburu Iblis, buat apa takut sama beginian. " dalih Alucard.


"Tapi Miya, apa kau tau jalanya. " ujar Hanabi.


Miya tersenyum kecil mendengarnya "Tenang saja, serahkan kepada ku. "


Mereka bertiga pun mulai berjalan memasuki hutan, baru masuk kedalam, mereka sudah disambut dengan udara yang lembab, tanah yang becek, sehingga menyulitkan langkah kaki. Sesekali ranting-ranting pohon menggores kulit yang sensitif.


Walaupun di siang hari, suasana di dalam hutan sangatlah gelap, hanya ada secercah cahaya matahari yang berhasil menembus ke dalam hutan, kadang juga terdengar lolongan serigala dari dalam hutan.


Setelah cukup lama berjalan, suasana mulai agak terang, kabut juga sudah mulai berkurang, sinar matahari juga mulai terasa di kulit, berbeda dengan sebelumnya, ketiganya terus melanjutkan perjalanannya lalu sampailah pada suatu Danau yang sangat luas dengan rerumputan hijau di sekitarnya, pepohonan juga memiliki daun-daun yang sangat lebat, kicauan burung terdengar di mana-mana, dan angin sepoi-sepoi yang terus berhembus. Pemandangan di sini tampak lebih hidup daripada sebelumnya.


Ketiga orang itu tercengang dengan pemandangan di tempat ini.


"Tak kusangka, ada tempat seperti ini di dalam hutan yang menyeramkan, ibarat surga di dalam neraka. " ujar Alucard dengan tatapan takjub.


" Kita istirahat dulu disini, " ucap Miya


'Tak kusangka ada tempat seperti ini di dalam Foggy Forest, ini menambah keyakinan ku, jika Moon Goddess Gavana ada disini. ' batin Miya.


Ketiganya mulai istirahat di tepi danau, dimanjakan dengan pemandangan yang indah ini. Alucard memutuskan untuk berkeliling menelusuri sekitaran Danau, berharap menemukan sesuatu, dan benar saja, Alucard melihat sebuah pintu tua dari kejauhan yang tertutupi pepohonan.

__ADS_1


"Hei kalian, lihat ini. " seru Alucard.


Miya dan Hanabi pun langsung menghampiri Alucard, sesampainya disana.


"Ada apa? " tanya Miya.


"Coba lihat itu. " sambil menunjuk ke arah pintu tadi yang di temukanya.


Pintu itu berada di sebuah pohon yang besar, dan tampaknya pintu itu sudah lama berada disana, itu terlihat jelas dari kayu pintunya yang mulai melapuk.



'Jangan-jangan tempat itu ... ' batin Miya.


Miya langsung berlari ke arah pintu itu, Alucard dan Hanabi juga mengikuti dari belakang. Namun belum sampai di depan pintu, tiba-tiba tanahnya bergetar dengan hebat.


Lalu muncullah dari dalam tanah sesosok monster yang tubuhnya terbuat dari tumbuhan, Monster itu memiliki tubuh yang sangat besar, dan di kedua tangan dan kakinya terdapat semacam formasi sihir. Monster itu kemudian menatap ke arah tiga orang yang berdiri di hadapannya.



Ilustrasi Monster.


"Siapa kalian?! " ujar Monster itu.


"Kami adalah sekelompok petualangan yang akan membasmi Monster seperti mu. "ujar Alucard sambil memasang kuda-kuda.


"Aku menganggap itu sebagai ancaman. " ujar Monster itu.


Monster itu mulai mengangkat kedua tangannya dan kemudian meluncurkannya ke arah mereka bertiga.


Bruaak..


Mereka bertiga berhasil menghindari serangan itu, tanah yang dikenainya pun langsung hancur.


"Jika kita terkena serangan itu tadi, tubuh kita pasti akan hancur. " ucap Hanabi dengan keringat dingin diwajahnya.


"Karena tubuhnya terbuat dari tumbuhan, pasti itu akan mudah. " ucap Alucard dengan penuh keyakinan.


Alucard langsung menerjang ke arah Monster itu dan langsung menebaskan pedangnya berkali-kali, alhasil tubuh Monster itu terpotong-potong. Namun dalam hitungan detik, potongan tubuhnya menyatu kembali.


"Apa-apaan itu. " gumam Alucard.


"Hei kalian jangan diam saja, cepat bantu aku. " seru Alucard.


"Baik! " ucap serentak.


Miya langsung menembakkan anak panah yang terbuat dari sihir ke arah Monster itu, sedangkan untuk Hanabi, dia melemparkan Higanbana nya, senjata pusaka sektenya.


slass..slass..slaass

__ADS_1


cleb..cleb..clebb


Kombinasi serangan mereka berdua berhasil mencabik-cabik tubuh Monster itu, namun semuanya percuma, karena tubuh Monster itu akan menyatu kembali.


"Hiyaaa.."


Slass.. Slass.. Slass..


"Percuma saja, dia beregenerasi dengan sangat cepat. " ujar Alucard.


FLASHBACK END.


" Roarrr...


Tiba-tiba Monster itu meraung dengan sangat keras, sampai membuat para burung beterbangan karena ketakutan. Kemudian Monster itu memasukkan tangannya ke dalam tanah, lalu muncullah akar-akar yang menjalar ke arah mereka bertiga.


Mereka bertiga terus menghindarinya, tapi akar-akarnya terus mengejar, dan walaupun akar itu di tebas, nanti akan menyatu kembali, dengan kata lain mereka tidak bisa menghindari serangan itu.


grep..grep..grep..


Akhirnya akar itu berhasil menjerat mereka bertiga.


"Apa-apaan akar ini, ini sangat kencang aku tidak bisa melepaskannya. " ujar Alucard.


'Sial, aku tidak boleh kalah disini, aku punya tugas yang harus di lakukan, ' batin Miya.


'Akar ini mengikat tubuh ku dengan sangat erat, bagaimana caraku melepaskan ini. '


"Sekali lagi aku akan bertanya, siapa kalian. " dengan lantang.


"Su-sudah kubilang, kami ini sekelompok petualangan yang akan membasmi Monster seperti mu. " ucap Alucard dengan senyum menyeringai.


"Arkh...


Ikatan akar itu semakin mengencang saat setelah ucapan Alucard tadi.


"Bo-bodoh, kau jangan memperkeruh keadaan. " ujar Miya.


"Hahaha, maafkan aku, aku hanya sangat membenci Monster dan juga iblis. "


'Sialan, bagaimana ini, aku tidak ingin mati disini sebelum membalaskan dendam ku. ' batin Miya.


Tiba-tiba Miya teringat akan sesuatu, dia ingat apa kata ayahnya dulu,bahwa ada Monster di ciptakan oleh Raja Moon Elf terdahulu untuk menjaga Foggy Forest dari marabahaya, dan Monster itu bukanlah Monster yang jahat, dia hanya akan bertindak agresif jika merasakan adanya Ancaman.


Monster itu juga bisa menjadi teman jika kita tidak punya niatan jahat terhadap hutan ini. Kita bisa menjadikan dia teman jika mengucapkan kode yang dibuat oleh Raja Elf terdahulu, dan kode itu berbunyi...


" .....! "


Seketika jeratan yang mengikat mereka bertiga terlepas.

__ADS_1


__ADS_2