
Cadia Riverland sebuah wilayah yang terletak paling timur dari benua Land of Dawn. Banyak sekali tempat-tempat di Cadia Riverland yang sama sekali belum pernah di pijak oleh kaki manusia, entah itu karena minimnya pengetahuan atau memang karena adanya pantangan tersendiri. Di suatu tempat di mana wilayah ini di kenal sebagai tempatnya Akage yang agung berada, baru-baru ini terjadi suatu peristiwa di wilayah itu yang menggemparkan seluruh masyarakat, dimana peristiwa itu adalah peristiwa pembantaian suatu klan besar oleh orang yang tidak di kenal dan klan itu bukan sembarang klan, klan itu kerap kali melahirkan ninja-ninja yang berbakat, dan klan itu bernama Scarlett Shadow.
...
"Aku harus memberikan ini padanya," mengarahkan pandangannya ke langit "ini sudah beberapa minggu semenjak kalian menghilang, dimana kalian sekarang. Aku mohon kembalilah, Hayabusa, Hanabi," ucap Kagura.
...
Di pagi yang cerah ini, aku memutuskan untuk jalan-jalan pagi, menikmati udara segar dan suasana kota yang indah,ya walaupun ada peristiwa buruk yang terjadi baru-baru ini.
Pagi ini aku mengenakan kimono berwarna putih dengan sedikit gradasi warna biru dan dengan sedikit motif bunga-bunga. Tak luput aku juga membawa payung kesayanganku, payung ini bukan sembarang payung, Seimei umbrella merupakan pusaka sakti milik klan ku, klan Onymyouji. Kabarnya payung ini memiliki ratusan roh yang hidup di dalamnya dan payung ini hanya bisa digunakan oleh orang yang telah dipilihnya saja dan itu adalah aku. Aku juga tidak tau mengapa payung ini memilih ku, payung ini memilih ku semasa aku masih kecil sewaktu aku bermain bersama Hayabusa.
Ngomong-ngomong tentang Hayabusa, dia telah menghilang bersama Hanabi beberapa minggu yang lalu, dan belum dikabarkan kemana mereka berdua pergi, padahal klannya baru mengalami kejadian yang tragis. Aku yakin Hayabusa dan Hanabi akan syok kalau tau klannya dibantai, terutama Hayabusa jika tau kalau...
"Hei, apa kau tau, Hayabusa, tiba-tiba muncul pagi ini bersama satu anak lagi yang dikabarkan menghilang bersamanya."
Apa, Hayabusa?! batin Kagura.
"Hayabusa? maksudmu ninja jenius dari Scarlett Shadow itu?"
"Haa, iya itu."
"Tak habis pikir deh, bocah songong itu baru muncul setelah klannya di bantai habis-habisan."
Tidak salah lagi itu, Hayabusa, aku harus menanyakan dimana dia sekarang, batin Kagura.
"Permisi, tadi aku tidak sengaja mendengar perbincangan kalian, tapi kalau boleh tau dimana Hayabusa sekarang?"
"Eh, Nona Kagura. Em i-itu sekarang Hayabusa berada di ...."
__ADS_1
...°•°...
"Hayabusa, bersabarlah, aku tau ini berat untukmu," ucap Hanabi sambil memandang dalam Hayabusa.
"Itu benar apa kata kak Hanabi, masih ada aku dan Kak Hanabi yang akan selalu menemani mu, jadi jangan lagi bersedih," timpal Miya.
Namun semua itu sama sekali tidak di gubris Hayabusa, ia masih berdiri membisu, tatapannya tetap tak teralihkan dari makam yang ada di depannya. Tatapannya kosong, kedua tangannya mengepal dengan erat, rasa kemarahan, kesedihan, penyesalan berkecamuk di dalam hatinya.
Flashback.
"A-apa yang terjadi?!" ujar Hayabusa kaget, Hanabi dan Miya juga tak kalah kagetnya.
Hayabusa menyaksikan banyak rumah-rumah di depannya berantakan serta banyak sekali darah yang berceceran. Tiba-tiba ada seseorang yang melintas di hadapan Hayabusa, tanpa pikir panjang ia langsung menghentikannya untuk menanyai apa yang baru saja terjadi.
"Hei, tunggu dulu!"
Orang yang dipanggil langsung menoleh ke arah Hayabusa. "Ada apa, eh Ha-hayabusa, kemana saja kau selama ini dan juga kau Hanabi, lalu siapa wanita itu?!"
Seketika orang itu langsung terdiam, tubuhnya tiba-tiba gemetaran, kedua tangannya tiba-tiba menjambak rambutnya sendiri, dalam sekejap ekspresinya berubah menjadi ekspresi penuh ketakutan. "Sosok itu, aku melihat dengan mata kepala sendiri sosok itu menghancurkan tempat dan membunuh orang-orang di perumahan ini. Tanpa pandang bulu mau itu anak-anak atau bukan, sosok itu akan langsung membunuhnya."
Hayabusa langsung memegangi kedua bahu orang itu. "Hei, tenanglah dan jawab dengan perlahan apa yang barusan terjadi di sini."
Orang itu kembali terdiam, ia mulai mengambil nafas panjang dan kini ia mulai kembali tenang.
"Baiklah terimakasih, aku akan menjelaskannya. Waktu malam itu saat aku sedang jalan-jalan di sekitar perumahan, aku mendengar suara jeritan, karena penasaran aku pun memutuskan untuk melihat apa yang barusan terjadi. Saat aku tiba aku melihat banyak mayat berserakan di lantai, di situ aku langsung ketakutan dan langsung bersembunyi. Saat aku bersembunyi, aku melihat seluing hitam yang bergerak sangat cepat menghabisi ninja-ninja yang mulai berdatangan."
"Ninja yang terus berdatangan terus di habisi oleh sosok itu, di situ aku sangat ketakutan, aku tak berani keluar,aku menutup mata dan telinga ku, aku sangat takut sampai-sampai aku menangis. Aku memang pecundang, aku tak berani keluar untuk ikut membantu saudara-saudara yang lainnya, aku sangat takut, aku takut akan bernasib sama dengan ninja-ninja yang lainnya..hiks ...."
"Jangan bersedih, aku tau perasaanmu pada saat itu, jadi jangan menyalahkan diri sendiri," ucap Hayabusa.
__ADS_1
"Hiks..Hiks ... pembantaian itu berlangsung selama satu jam, saat sudah tidak ada bunyi pertarungan lagi aku keluar dari persembunyian dan di saat itu aku melihat banyak mayat yang berserakan di banding sebelumnya. Namun pada saat itu aku masih melihat satu orang yang selamat, akan tetapi tubuhnya di penuhi dengan banyak luka, dan orang itu adalah, ayahmu."
Hayabusa langsung kaget mendengar kalimat terakhir itu, dirinya kembali merasakan firasat buruk. "Se-sekarang dimana, ayahku?"
Orang itu langsung mengerutkan wajahnya, wajahnya langsung menunduk tak berani menatap Hayabusa. Hayabusa langsung geram akan hal itu dan langsung mencengkeram kerah orang itu.
"Apa maksudmu dengan reaksi itu, cepat katakan dimana, ayahku, sialan!" dengan penuh emosi. Orang itu memegang tangan Hayabusa lalu menggelengkan kepalanya. "Ayahmu, Shin, dia meninggal keesokan harinya tepat saat sore hari. Sudah banyak dokter yang berusaha menanganinya akan tetapi mereka memilih untuk angkat tangan, ayahmu terkena racun yang sama seperti ibumu."
Sontak Hayabusa langsung melepaskan cengkeramannya.
Ini aneh, dia bukanlah ayah asliku, dia hanyalah ayah dari pemilik tubuh ini tapi kenapa aku merasakan kehilangan yang mendalam. Andai saja saat itu aku berada disini pasti dia tidak akan meninggal, andai saja saat itu aku tidak pergi pasti dia akan selamat. Tunggu, kenapa aku sangat menyesallinya, dia bukanlah ayah asliku, aku baru mengenalnya beberapa bulan saja.
"Haya, apa kau baik-baik saja," ujar Hanabi pelan.
Hayabusa langsung menoleh ke arah Hanabi. "Tentu saja, aku baik-baik saja."
"Tapi sepertinya wajahmu mengatakan sebaliknya."
"Apa maksudmu," tiba-tiba air matanya bercucuran "eh, kenapa aku menangis, ke-kenapa aku menangis. Dia hanyalah ayah yang bodoh yang tak peduli dengan putranya, yang hanya hanya mementingkan pekerjaan ketimbang putranya, yang hanya memberikan obat pereda rasa sakit dan langsung pergi tanpa menghibur putranya, kenapa, kenapa aku menangisinya."
Hanabi dan Miya ikut merasa sedih dan langsung memeluk Hayabusa untuk menenangkannya.
Flashback end.
"Ayah, aku janji aku akan membalaskan dendam mu, siapapun itu aku pasti akan membalasnya, jadi, ayah, tenanglah disana."
Itu bukanlah apa yang ingin aku katakan, ucapan itu keluar dengan sendirinya dari mulut ku. Itu seperti pemilik dari tubuh ini yang mengatakannya.
"Hayabusaaa!"
__ADS_1
Tiba-tiba ada yang memanggil Hayabusa dari kejauhan, spontan Hayabusa pun langsung menoleh. Mata Hayabusa langsung melebar karena orang yang memanggilnya adalah...