Bereinkarnasi Kedunia Game

Bereinkarnasi Kedunia Game
Chapter 7: Revenge, part 13


__ADS_3

Hajime membuka kedua matanya ketika boneka yang dikendalikannya hancur. Ia bangkit dari kursi singgasana lalu mendekat kearah Hanzo yang berdiri tak jauh darinya.


Ruang bawah tanah. Itulah tempat Hajime bersembunyi sekarang.


"Kita harus pergi. Sekarang!" cetus Hajime kepada Hanzo.


Kenapa tiba-tiba, batin Hanzo.


"Baiklah, tuan." Hanzo menundukkan kepalanya lalu mempersilahkan Hajime berjalan mendahului.


Hajime berjalan keluar dari ruang bawah tanah. Namun berhenti ketika tiga orang asing berjalan mendekat dari kejauhan.


Siapa mereka! bagaimana mereka bisa tau lokasi persembunyianku, batin Hajime getir.


Tiga orang itu mendekat. Lalu terlihatlah seorang kakek tua yang di temani dua gadis cantik yang salah satunya berasal dari ras elf.


"Ah, maaf kami berkunjung tanpa memberi tahumu," ujar kakek tua itu.


Hajime mengetatkan rahangnya melihat kakek tua itu. "Bagaimana bisa kau masih hidup, Myuji!" pekiknya.


"Karena belum waktunya aku mati," balas Myuji. "Kagura, Miya, sekarang!"


Kedua gadis itu langsung menerjang menyerang kearah Hajime.


Ternyata benar apa kata Hayabusa. Mereka bersembunyi di pedalaman Forest of death. Bagaimana bisa anak itu mengetahuinya, kata tetua Myuji dalam hati.


Kagura dan Miya terus menyerang Hajime dari dua arah yang berbeda. Namun sampai sekarang serangan mereka belum berhasil menyentuhnya.


"Hanzo, bantu aku," seru Hajime.


Lalu Hanzo langsung menerjang ke arah Miya. Dan sekarang pertarungan menjadi satu lawan satu. Namun mereka melupakan kehadiran si kakek tua.


Tetua Myuji menarik katana yang terselip di pinggangnya. Katanya sangatlah panjang. Ia mengangkatnya tepat di depan wajahnya dengan jarak beberapa centimeter saja. Ia kemudian memejamkan matanya.


Aku akan membalaskan dendam kalian semua saudara-saudaraku.


Sebenarnya Tetua Myuji adalah salah satu ninja yang paling kuat di klan Scarlet shadow hanya saja kondisi tubuhnya yang rentan dikarenakan umurnya membuat ia tak bisa mengerahkan seluruh kemampuannya.


Namun sekarang lain. Tubuhnya kembali bugar begitu memakan pil yang di berikan Hayabusa.


Setelah membatin cukup lama Tetua Myuji kembali membuka kedua matanya.


"Kagura, Miya, mundurlah. Serahkan semuanya kepadaku."


Dengan segera Kagura dan Miya melompat mundur kebelakang Tetua Myuji. Sebenarnya mereka berdua tadi hanyalah mengulur waktu.


"Sekarang terimalah ajalmu." Tetua Myuji mengayunkan pedangnya secara diagonal. Tebasan sangat cepat nan rapih dan juga mengeluarkan energi tebasan berwarna perak.


Hajime menghindar dari serangan yang sedang menuju kearahnya.


Hajime mengangkat tongkatnya lalu menancapkannya ke tanah. Setelahnya keluar asap pekat berwarna hijau.


"Majulah kakek tua!" sergah Hajime.


Tetua Myuji tersenyum tipis. Lalu berjalan perlahan ke arah Hajime.


"Racun, yah. Untuk sekarang tubuhku kebal dengan racun," kata Tetua Myuji lalu menebaskan katanya dengan sangat lembut namun cepat. Mengibas habis asap racun.


Sial, aku tidak bisa menggunakan seni boneka ku sekarang karena itu sangat beresiko. Tubuh asliku bisa saja di serang ketika kesadaranku berpindah ke boneka, kata Hajime dalam hati.


Aku harus melarikan diri sekarang karena tak mungkin bagiku mengalahkannya.


"Hanzo, tahan dia!" perintah Hajime.


Namun Hanzo diam.


"Hanzo, apa yang kau pikirkan!" sergah Hajime dengan nada tinggi.


Hanzo menghela nafas berat. "Kenapa aku harus melakukannya?" kata Hanzo dengan nada yang tak kalah tinggi.

__ADS_1


"Apa maksudmu! kau ingin mati!"


Hanzo mendengus sebal mendengarnya. Lalu berjalan mendekat kearah Hajime kemudian mendekatkan wajahnya di depan wajah Hajime.


"Asal kau tau kau itu hanya 'batu pijakanku'." bisik Hanzo di dekat telinga Hajime. "Aku sudah muak bekerja denganmu, aku muak harus berpura-pura bodoh di depanmu."


Hajime geram dan langsung menusuk tubuh Hanzo dengan tongkatnya dan alhasil itu menembus perut Hanzo.


Seteguk darah keluar dari mulut Hanzo namun justru ia malah tersenyum.


"Kau bahkan tak cukup kuat untuk mengalahkan keroco-keroco itu dan kau berpikir untuk membunuhku." Setelah mengatakan itu tiba-tiba tubuh Hanzo berubah menjadi darah dan langsung menggenangi kaki Hajime.


"Bagaimana bisa," gumam Hajime tak percaya.


"Sepertinya kau dikhianati oleh bawahnmu sendiri," kata Tetua Myuji sembari berjalan mendekat kearah Hajime.


Hajime terdesak.


"Baiklah aku mengakui kekalahanku kakek tua. Oleh sebab itu aku akan menguburku bersama dengan kalian di tempat ini."


Sebuah lingkaran sihir muncul di bawah kaki Hajime dengan ukuran yang sangat besar. Hajime menatap kearah Tetua Myuji lalu menyeringai.


"matilah bersamaku [Death explosion]"


Lingkaran yang berada di bawah kaki Hajime bersinar terang.


"Gawat, kita harus segera keluar dari sini." Tetua Myuji bersama dengan yang lainya segera berlari keluar.


"Kalian terlambat."


Bomm!


Lingkaran sihir yang berada di bawah kaki Hajime meledak meluluh lantakkan ruang bawah tanah tersebut. Bahkan ledakan tersebut terdengar sampai di kejauhan.


Hayabusa terperangah begitu melihat asap hitam yang muncul dari pedalaman Forest of death.


"Ledakan apa itu. Apa jangan-jangan ...." Sekonyong-konyong Hayabusa langsung berlari mendekati arah ledakan.


Namun peringatan itu tidak di gubris oleh Hayabusa.


"Ah, laki-laki yang keras kepala." Hanabi segera menyusul Hayabusa dari belakang.


Beruntungnya Hayabusa dan Hanabi berhasil sampai di lokasi ledakan tanpa perlu melawan monster yang sangat kuat.


Hayabusa terperangah begitu melihat sebuah cekungan tanah yang sangat besar sedalam beberapa meter dengan bebatuan yang menghimpun di atasnya.


"Sial, bagaimana ini bisa terjadi." Hayabusa menyalahkan dirinya sendiri karena telah melibatkan orang tersayangnya di dalam rencananya.


System, bisakah kau mencari mereka di bawah sana, batin Hayabusa.


Ding


[Memulai pencarian.. 10% ... 25% ... 50% ... 99% ... Tidak di temukan adanya tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan itu.]


Pemberitahuan tersebut membuat Hayabusa terpuruk.


"Hayabusa, kenapa tiba-tiba kau kesini dan sebenarnya tempat apa ini?" Hanabi bertanya. Namun Hayabusa terdiam.


Hanabi mendekat kearah Hayabusa.


"Hayabusa?"


"Hanabi." Tiba-tiba ada yang memanggil Hanabi dari arah belakang. Spontan Hanabi langsung melayangkan pandangannya ke belakang.


"Apa yang kau lakukan disini." Suara itu kembali memanggil.


"Kagura, Miya, Tetua Myuji. Apa yang sedang kalian lakukan disini?" respon Hanabi.


Hayabusa tersentak mendengar itu dan langsung berbalik.

__ADS_1


"Miya, Kagura, Tetua Myuji. Kalian ... kalian baik-baik saja," ungkap Hayabusa tak percaya.


Kakek tua itu tersenyum. "Apa kau mengharapkan kakek tua ini mati."


...


Di atas tebing. Hanzo memandang jauh kearah bawah dimana disana terdapat Hayabusa dan yang lainnya.


"Hayabusa, tunggu saja. Aku pasti akan membunuhmu." Setelah itu tubuh Hanzo berubah menjadi asap hitam dan menghilang begitu di terpa angin.


.


.


.


Di sebuah rumah mewah berwarna putih seorang gadis cantik tengah berkeliling di sebuah kamar yang dulunya di gunakan oleh kakaknya.


Ia menelusuri setiap tempat di kamar tersebut dengan wajah keruh. Mengingat kembali kejadian dulu waktu bersama kakaknya.


"Ini sudah lewat beberapa tahun setelah kaka menghilang. Aku merindukanmu, Kak Arka."


Setelah di rasa cukup gadis itu keluar dari kamar tersebut.


Mata gadis itu terbelalak begitu melihat pusaran hitam yang tiba-tiba muncul di depannya dan seolah pusaran itu menariknya masuk kedalam.


"Apa itu?" Gadis itu berjalan mendekat kearah pusaran itu dengan hati-hati. Namun tiba-tiba ia tertarik masuk kedalamnya.


Ia meronta-ronta berusaha agar tubuhnya tidak di telan oleh pusaran itu.


"Tida--"


Akhirnya gadis itu tertelan masuk kedalam pusaran. Dan pusaran tersebut mulai memudar.


.


.


.


Di sebuah rumah pohon di dalamnya terdapat seorang gadis bertelinga kucing yang sedang terlelap dalam tidurnya. Tiba-tiba gadis itu membuka kedua matanya.



"Dimana aku? kenapa tiba-tiba aku berada disini? sebelumnya aku berada di kamar kakaku. Ah, aku ingat, aku di telan oleh sebuah pusaran hitam."


Ding.


[Selamat datang di benua Land of dawn.]


"Siapa itu."


[Saya adalah 'system' yang akan menuntun anda.


Misi telah di temukan.


Menampilkan misi utama:


Bunuh ninja bernama Hayabusa.


Gagal melaksanakan misi: Kehancuran benua Land of Dawn.


Berhasil menyelesaikan misi: 5 Permintaan akan terkabul apapun itu.]


Gadis bertelinga kucing itu terbelalak melihat layar transparan di depannya.


"Apa ini?"


-----

__ADS_1


SEASON 1 END


__ADS_2