
Moniyan Empire, sebuah kerajaan indah dan damai yang terletak di tengah-tengah benua Land of Dawn. Namun disisi lain, kerajaan itu juga menyimpan sisi kelam yang dipendam dalam-dalam.
..
"Hei, apa tempat itu menyeramkan?"
"Entahlah," jawabnya "kita sebagai penjaga tidak perlu takut akan hal itu."
Kedua orang itu yang menyebut dirinya sebagai penjaga, mereka tengah menyusuri tangga yang begitu gelap nan sempit untuk pergi kesebuah ruangan rahasia. Langkah demi langkah mereka tapaki menyusuri tangga yang tak kunjung menampakkan dasarnya, perasaan takut berkecamuk di hati mereka, takut nanti akan ada hal buruk yang menimpa.
Setelah berpuluh-puluh menit lamanya, akhirnya kedua penjaga itu sampai di dasar tangga, disitu memperlihatkan sebuah pintu yang besar berdiri dengan kokoh. Tampak ada beberapa goresan di pintu membuat kedua penjaga itu bertanya-tanya, keduanya saling bertatapan menebak-nebak apa yang ada di sebalik pintu. Apakah itu monster? harta Karun? tidak ada yang tau itu.
Kedua penjaga itu sama-sama membulatkan tekadnya untuk membuka pintu setelah cukup lama berdiri membisu. Dibutuhkan sedikit usaha supaya pintu dapat bergerak dan di setiap pergerakannya selalu menghasilkan bunyi "kriett"dengan cukup keras.
Setelah pintu terbuka, hembusan angin keluar dari dalam menerpa kedua penjaga, di susul dengan munculnya aroma darah yang menyengat membuat kedua penjaga itu memasang ekspresi ketakutan, takut akan hal buruk yang menimpa. Namun ketakutan itu seketika sirna karena, di sebalik pintu hanya terdapat ruangan kosong yang gelap.
Kedua penjaga itu kembali bertatapan, mereka salah menduga jika kalau di dalam ruangan terdapat monster atau hal lain. Keduanya memutuskan untuk mengeksplor seisi ruangan untuk menjawab kembali rasa penasaran. Terlihat banyak sekali bercak darah di mana-mana, seakan ruangan ini bekas tempat penyiksaan.
Mata mereka tiba-tiba terbelalak melebar karena melihat sebuah tulisan di dinding yang menggunakan darah, sepertinya tulisan itu ditulis oleh seseorang yang dulunya menghuni ruangan ini. Tulisan di dinding itu mengatakan:
"Patahkan KEPERCAYAAN sudah waktunya untuk membayar atas apa yang telah terjadi 10 tahun yang lalu. Dunia ini harus diselubungi kegelapan.
Pertanda: Terizla."
"A-apa ini?!"
..
__ADS_1
Dalam kurun waktu beberapa hari, kalimat yang tertulis tersebut menyebar dengan cepat ke seluruh Moniyan Empire.
Terizla yang berhasil melarikan diri, merasa terlahirkan kembali. Ia sekarang tengah bersembunyi di sebuah hutan yang jauh dari Moniyan Empire. Dirinya sekarang tengah beristirahat untuk memulihkan tenaganya, ia kini sedang duduk di bawah pohon yang rindang sembari memejamkan matanya dan menghirup udara bebas sedalam-dalamnya seakan menikmati kebebasannya.
Namun seketika Terizla merasakan sakit, seluruh tubuhnya terasa tertusuk ribuan jarum dan urat nadi di sekitar matanya menonjol. Terizla merasakan kesakitan dan kemarahan sehingga ia hampir kehilangan kontrol dirinya. Tak sengaja ia melihat pantulan wajahnya yang buruk rupa di kobangan air di depannya, dan secara langsung mengingatkannya kepada kekejaman Empire tehadap dirinya dan kelompoknya 10 tahun yang lalu.
"Moniyan Empire, aku akan mengingat penghinaan ini dan akan ku balas berkali-kali lipat!" Dipenuhi rasa sakit dan amarah, Terizla menyadari bahwa kepalanya bisa saja pecah kapan saja, namun sebelum itu terjadi ia dikelilingi oleh perasaan hangat dari wanita cantik yang tiba-tiba berdiri di depannya. Wanita itu menatap Terizla sambil tersenyum.
"Jangan melawannya. Biarkan kebencian menyebar dan meledak di negeri ini! Jika kamu membutuhkan bantuan ingatlah aku," ujar wanita itu.
Seketika itu Terizla tidak lagi merasakan kesakitan dan perlahan membuatnya tenang. Terizla tersenyum sambil menatap Moniyan Empire dari kejauhan sebab ia tahu bahwa bahaya sebenarnya bagi Empire akan datang.
...°•°...
Hayabusa tidak bisa tidur nyenyak semalam karena Hanabi dan Miya yang tiba-tiba masuk kedalam kamarnya. Hayabusa melakukan hubungan dewasa dengan Hanabi dan Miya sampai pagi menyapa. Hayabusa benar-benar tidak diberikan istirahat oleh mereka berdua.
"Apa kalian akan pergi pagi ini?" tanya Estes.
"Ya," jawabnya serentak.
Estes mengangguk-angguk. "...Tapi bagaimana cara kalian kembali?"
"Aku akan menggunakan Arvival, itu semacam sihir yang dapat mengirimkan kita ke suatu tempat yang diinginkan, dengan syarat kita harus pernah ketempat tersebut," ujar Hayabusa.
"Hmm, sihir yang menarik."
..
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, Hayabusa pun beserta yang lain pergi ke aula yang luas untuk memulai keberangkatan. Hayabusa, Miya, dan Hanabi berdiri berdempetan. Sedangkan Estes memperhatikan dari kejauhan.
"Apa kalian siap?"
"Emm," Hanabi dan Miya mengangguk.
"Baiklah, ayo mulai. [Arvival]"
Sring!
Seketika keluar lingkaran sihir yang cukup besar di bawah pijakan Hayabusa, Hanabi, dan Miya. Lingkaran Sihirnya mulai berputar-putar, semakin lama semakin cepat pula putarannya.
"Sampai bertemu kembali," ujar Hayabusa. Hanabi dan Miya juga ikut melambai-lambaikan tangannya.
Estes melambai-lambaikan tangannya pelan. "Ya, sekali lagi aku ucapkan, terima kasih. Miya, jaga dirimu baik-baik."
Miya mengangguk.
Sring!
Seketika Hayabusa dan yang lainnya menghilang dari aula menyisakan Estes seorang.
Estes mengadahkan kepalanya ke atas, menatap kosong kehampaan, lalu berkata "Manusia yang menarik, aku yakin tak lama lagi kita akan bertemu."
...
Baru tiba di tujuan, Hayabusa dan yang lainnya mendapati hal yang tidak mengenakan.
__ADS_1
"A-apa yang terjadi?!" ujar Hayabusa kaget.