
Di pedalaman Forest of Death, terlihat seseorang yang tengah bertarung dengan monster, orang itu sangatlah lincah apalagi dibekali dengan pedangnya yang bernama Blood demon, ya orang itu tidak lain adalah Hanzo sang penghianat klan Sect Shadow.
Ilustrasi Hanzo
( mungkin ilustrasi semua karakter akan berbeda dengan yang ada di game, karena apa.. karena author suka )
Hanzo tengah bertarung dengan sesosok monster yang memiliki ukuran 3x lipat lebih besar dari tubuh Hanzo. Monster itu memiliki tubuh yang sama seperti manusia, hanya saja kulitnya berwarna hijau kecoklatan, monster itu biasa disebut dengan Orc
Orc berkali-kali menyerang Hanzo menggunakan pedang besar, namun semua serangannya dapat dengan mudah Hanzo hindari, Hanzo juga mulai meluncurkan serangannya, dia menyerang Orc itu menggunakan pedang Blood Demon nya, serangannya berhasil menggores tubuh Orc itu. Orc menjadi marah karena tubuhnya di cabik-cabik.
Roarrkh.....
Orc mengeluarkan raungan yang sangat keras sampai-sampai dapat mendorong tubuh Hanzo kebelakang, bukannya takut Hanzo justru sangat kegirangan, menurutnya pertarungan ini sangat menyenangkan.
Kemudian Hanzo menempelkan tangannya ke tanah.
" [ Ninjutsu : Demon Feast ] "
Seketika keluar lingkaran hitam di bawah kaki Orc itu, lalu muncullah sebuah mulut dari lingkaran hitam itu dan..
Kraukk...
Kraukk...
Mulut itu memakan dan menelan habis-habisan Orc tadi dan kembali masuk kedalam tanah, setelah itu memunculkan energi gelap yang kemudian Hanzo serap menggunakan pedang Blood Demonnya.
" Hahahahahaha " Hanzo tertawa terbahak-bahak seperti sedang kerasukan iblis.
...----------------...
" Benarkah?! " tanya Miya untuk memastikan kembali ucapan Haya, dan Haya pun menanggapinya dengan anggukan.
" Kalau begitu cepatlah " ucap Miya yang sudah tidak sabar.
" Baiklah [ Arvival ] "
Muncullah sebuah lingkaran cahaya berwarna biru di bawah kaki Haya selebar 5 meter, Miya menjadi tercengang melihat lingkaran cahaya itu, karena itu merupakan hal baru menurutnya.
" cepat masuk ke lingkaran ini " ucap Haya, dengan segera Miya berjalan kedalam lingkaran.
" Sekarang pikirkan Lunar Temple "
Miya menatap wajah Haya dengan penuh tanda tanya, dia masih belum paham dengan ucapan Haya, Haya menghela nafas melihat Miya yang sepertinya tidak paham dengan ucapannya.
" Jadi begini, lingkaran cahaya ini dapat mengirimkan kita ketempat yang ingin di kunjungi dengan catatan kita sudah pernah ketempat itu, hanya kau saja yang pernah tinggal di Lunar temple, jadi pikirkanlah tempat itu agar kita dikirim kesana "
Akhirnya Miya pun paham, dia mulai memejamkan matanya dan mulai memikirkan Lunar Temple.
__ADS_1
Zring...
Seketika lingkaran cahaya itu bersinar dengan terang dan lingkaran cahaya itu mulai berputar-putar.
.
Hanabi sedang jalan-jalan disekitaran perumahan karena memang itu kebiasaannya saat masih pagi, tiba-tiba Hanabi mendengar sesuatu dari halaman belakang, tanpa pikir Hanabi langsung berlari ke arah sumber suara.
Sampailah Hanabi di halaman belakang, betapa terkejutnya dia karena melihat Haya yang sedang berdiri di sebuah lingkaran cahaya bersama dengan wanita cantik yang tidak dikenalnya.
Dengan buru-buru Hanabi berlari ke arah Haya.
' Kali ini aku takkan membiarkanmu meninggalkanku ' batin Hanabi.
.
Haya melihat Hanabi yang sedang berlari ke arahnya, dia berusaha menghentikannya namun lingkaran cahaya itu sudah mengirimkannya ke tempat tujuan, Hanabi berhasil memasuki lingkaran cahaya itu dan sekarang dia sedang dalam pelukan Hayabusa.
...---------...
Lunar Temple tempat dimana para Moon Elf tinggal, dimana lingkungan di sana sangatlah hijau, namun setelah pasukan Abyss menyerang, Lunar Temple menjadi tempat yang sangat tandus, hanya menyisakan Tree of life.
Langit menjadi gelap, awan mulai menggumpal menyerupai pusaran, tiba-tiba muncul sebuah lintasan cahaya yang kemudian menghantam tanah.
duar...
hantaman cahaya itu menyebabkan kubangan tanah sedalam 2 meter, lalu keluarlah 3 sosok dari dalam kubangan tanah itu, dan mereka adalah Hayabusa, Hanabi,dan Miya.
.
.
" Hanabi, Kenapa kamu ikut kesini, disini bukanlah tempat yang aman " ucap Haya.
Hanabi langsung tersadar dari lamunannya, dia langsung melepaskan pelukannya dan menatap ke wajah Haya sambil berkata.
" Kali ini aku takkan membiarkanmu meninggalkanku lagi " dengan sorot mata tajam.
Dengan pasrah Haya menjawab " Huh... terserahlah "
Haya kemudian mengedarkan pandangannya ke sekitar.
' Tak kusangka Lunar Temple akan jadi seperti ini ' batin Haya.
Haya melihat sebuah pohon yang sangat besar, yang berjarak sangat jauh darinya.
' Jadi itukah Tree of life '
Haya kemudian mengarahkan pandangannya ke arah Miya, Haya melihat Miya yang sedang berdiri dengan tatapan kosong.
Tiba-tiba Miya berlari ke dalam hutan yang sudah tidak ada dedaunan lagi, Haya pun mengikuti dari belakang begitu juga Hanabi.
__ADS_1
.
Sampailah di depan sebuah goa, Miya kembali melangkahkan kakinya menuju kedalam goa, begitu juga Haya dan Hanabi. Sesampainya di dalam goa, Haya mendapati pemandangan yang tak mengenakan, dia melihat puluhan mayat Elf yang berserakan di tanah.
" Aaaaa...
Miya menjerit dengan sangat keras setelah melihat puluhan mayat itu.
" Abyss!!, aku janji, aku akan membasmi kalian semua!! " ucap Miya dengan aura membunuh yang sangat pekat.
Tiba-tiba Haya memeluk Miya dan berkata " Tenanglah, ingat tujuanmu kesini " Miya pun menjadi sedikit tenang, aura membunuhnya juga ikut pudar. kemudian Miya menitihkan air matanya.
Miya menangis dalam pelukan Haya, dia merasa sangat sedih karena kehilangan seluruh keluarganya.
" Sudah-sudah jangan menangis " Haya mengelus-elus rambut Miya dengan lembut, berusaha untuk menenangkannya. Beberapa saat kemudian Miya pun berhenti dari tangisannya, entah mengapa saat berada dalam pelukan Haya, Miya merasakan kehangatan darinya.
Mereka bertiga memutuskan untuk menguburkan seluruh mayat yang ada di dalam goa.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari luar goa dan semakin mendekat, lalu muncullah pasukan Abyss yang jumlahnya banyak.Rupanya kehadiran mereka bertiga telah diketahui oleh Thamuz, dan Thamuz mengutus beberapa anak buahnya untuk menangkap mereka.
.
" Sial, nampaknya mereka telah mengetahui kehadiran kita " ucap Haya.
" Miya, Hanabi, bersiaplah " ucap Haya.
" Baik " jawab mereka serentak.
Srang...
Haya mengambil pedang yang ada di punggungnya dan langsung menyerang ke arah musuh, Haya menebaskan pedangnya dengan sangat cepat membuat musuhnya tidak bisa berkutik. Hanabi dan Miya juga ikut membantu.
Setelah bertarung cukup lama, jumlah musuh menjadi semakin sedikit, musuh tidak terlalu kuat dan juga tidak terlalu lemah, mereka sangat cepat dalam pergerakan akan tetapi lemah dalam menyerang.
" [ Ougi : Shadow Kill ] "
Seketika tubuh Haya menjadi bayangan, Haya memanfaatkan kesempatan ini untuk membantai semua musuh karena dalam mode ini Haya tidak dapat di serang.
slass..
slass..
slass..
Akhirnya semua musuh berhasil dikalahkan, setelah pertarungan yang melelahkan, mereka bertiga memutuskan untuk beristirahat.
" Sebaiknya kita mulai bergerak, mereka telah mengetahui keberadaan kita " ucap Haya yang hanya di tanggapi dengan anggukan oleh mereka berdua.
Mereka bertiga pun keluar dari dalam goa.
.
__ADS_1