
Di sebuah balkon kamar, terlihat 2 iblis yang sama-sama tengah memandangi birunya langit. 1 Pria dan 1 Wanita. Wanita itu berdiri paling depan sambil membentangkan kedua sayapnya, sedangkan pria itu yang memiliki tanduk di kepalanya, berdiri di belakang wanita iblis itu.
"Apa anda yakin dia akan berhasil melewati ujian itu," ujar Dyrroth.
"Tentu saja, karena dia adalah pria ku," jawab Alice.
"Bagaimana anda bisa tertarik kepada manusia itu, setahuku anda tidak terlalu suka kepada lawan jenis."
Alice tetap setia menatap langit yang berwarna cerah ,sembari mendengarkan ucapan Dyrroth tadi. Terukir jelas senyuman manis di wajahnya yang dingin. "Entahlah," hanya itu sepenggal kalimat yang keluar dari bibir merahnya yang menggoda.
°°°
Di suatu ruangan dimana terdapat singgasana yang berdiri megah. Terdengar berkali-kali suara benturan pedang yang mendominasi seisi ruangan. Benturan pedang itu dihasilkan dari sesosok manusia yang tengah bertarung dengan para iblis, sosok manusia itu tidak lain adalah Hayabusa. Haya bertarung dengan para iblis untuk menunjukkan bahwa dirinya pantas untuk bergabung di Abyss. Berkali-kali Haya menghindar dan menyerang, akan tetapi jumlah iblis-iblis itu tak kunjung berkurang.
Slass! slass! slass!
"Sial, jumlah mereka terlalu banyak," gumam Haya "Baiklah kalau begitu," Haya langsung mengambil kuda-kuda "[Ninjutsu: Dragon Slash.]" Seketika keluar aura Naga hijau dari balik tubuh Haya. Haya langsung menebaskan pedangnya secara horizontal dari kiri ke kanan kearah para iblis itu.
Bruakkk!
Puluhan iblis terpental kebelakang dengan sangat keras akibat terjangan aura naga hijau tadi. Lalu Haya memposisikan pedangnya di depan dadanya seperti sedang berdoa, sambil memejamkan kedua bola matanya.
"[Ougi: Shadow Kill]" yang lalu membuka kedua matanya.
Seketika seluruh tubuh Haya berubah menjadi hitam legam layaknya bayangan, serta kedua matanya berubah menjadi merah darah. Tanpa pikir panjang Haya langsung melesat ke arah para iblis itu, dan mengabaikan semua serangan yang mengarah padanya. Karena dalam mode ini dia akan immune terhadap segala serangan fisik maupun magis.
Haya terus menerus menebaskan pedangnya kepara iblis yang ada dihadapannya.
Slass! slass! slass! slass!
Darah terus bertebaran dimana-mana, mayat-mayat iblis mulai berjatuhan. Tanpa belas kasih Haya terus membunuh iblis-iblis. Mode ini hanya bertahan selama 10 detik jadi Haya memanfaatkannya sebaik mungkin. Sepuluh detik berlalu, bayangan hitam yang menyelimuti tubuh Haya kian memudar, matanya juga mulai kembali seperti semula. Haya tersenyum senang, karena semasa tadi dirinya berhasil membunuh banyak sekali iblis, dan sekarang hanya menyisakan beberapa saja yang masih dapat dihitung dengan jari. Namun dibalik itu, Haya sudah kehilangan banyak tenaga dan juga mana, sedangkan masih ada beberapa iblis lagi yang harus dilawan, dan mereka tampak lebih kuat dari iblis sebelumnya.
"1,2,3,4,5,6,7...hah...hah, tinggal tersisa sedikit lagi, aku harus menyelesaikannya dengan cepat," dengan nafas tersengal-sengal.
Haya mulai memasang kuda-kuda kembali, kaki kanannya menekan ke lantai yang kemudian di hentakan dengan untuk sangat keras sehingga tubuhnya terdorong dengan sangat cepat. Dalam sekejap mata Haya sudah sampai dihadapan dari salah satu iblis itu. Kedua tangannya memegang erat pedang dan bersiap untuk menebaskanya.
"Matilah!!"
Bukk!
Duarr!
"Uhuk...
__ADS_1
"Apa-apaan itu tadi," sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibir. Saat Haya mau menebaskan pedangnya tadi, iblis itu sudah terlebih dahulu menyerang Haya, sehingga ia terpental dan menabrak dinding dengan keras.
"Hahahaha," terdengar tawa kepuasan dari sesosok raja yang duduk di atas singgasana "Kau jangan mengira mereka sama dengan iblis-iblis sebelumnya, karena mereka bertujuh adalah prajurit iblis kebanggaan ku," ujar Thamuz. Karena suaranya yang sangat besar, jadi Haya dapat mendengarnya dengan sangat jelas.
"Cih, kukira ini akan berakhir dengan cepat," gumam Haya.
Haya mengedarkan kembali pandangannya kearah 7 iblis itu, lalu tangan kanannya mulai mencetak segel tangan. "[Ninjutsu: Quad Shadow]" seketika keluar 4 bayangan hitam dari dalam tubuh Haya, dengan rupa yang sama seperti dirinya. Keempat bayangan itu menyebar ke berbagai tempat sesuai instruksi darinya.
Haya langsung melesat dengan sangat cepat ke arah iblis yang jaraknya cukup dekat dengannya, sembari bersiap untuk menebaskan pedangnya. Setibanya dihadapan iblis itu, dengan cepat Haya langsung menebaskan pedangnya, akan tetapi iblis itu memiliki refleks yang sangat tajam sesuai perkiraan Haya.
Iblis itu terlebih dahulu meluncurkan pukulannya ke arah Haya yang sudah ada di depannya. Tiba-tiba muncul bayangan hitam dari balik tubuh iblis itu.
"[Exchange]"
Seketika Haya berpindah tempat ke bayangan hitam itu.
Slass!
Haya berhasil menebaskan pedangnya. Namun dikarenakan kulit iblis itu yang sangat tebal dan keras, tebasan Haya hanya sedikit menggoresnya. Iblis yang lain mulai ikut menyerang Haya, dengan sigap dia langsung berpindah tempat dengan bayangan yang berada jauh dari para iblis.
"[Exchange]"
Sing..
Haya mengedarkan pandangannya ke sekitar untuk mencari sesuatu, lalu pupil matanya terfokus kesebuah obor yang berada di dinding.
'Api?!' batinnya.
Haya kembali mengedarkan pandangannya. Tak butuh waktu lama, Haya menemukan sesuatu yang menurutnya berguna. Haya langsung berlari untuk mengitari ruangan, sesuai prediksi, iblis-iblis juga mengikutinya dari belakang.
"Hahahaha, kau ingin lari kemana," ujar Thamuz melihat Haya yang sudah tersudut si pojok tembok. Hayabusa justru tersenyum mendengarnya. Ketujuh iblis itu langsung menerjang ke arah Haya secara bersamaan.
Bruak!!
Tembok yang mereka terjangan seketika hancur lebur, namun anehnya Hayabusa sudah tidak ada lagi di sana. Para iblis itupun bertanya-tanya, dimanakah dia? namun tiba-tiba terdengar teriakan dari belakang. Sontak mereka pun menoleh untuk melihat siapa itu.
"Surprise!"
Mereka pun kaget karena melihat Hayabusa yang sedang memegang kapak yang sangat besar, dan sedang menebaskannya ke arah mereka. Karena serangan tiba-tiba, dan juga karena tersudut,mereka pun tidak bisa mengelak. Hantaman keraslah yang mereka dapati.
Duarrr!
Seketika, ketujuh iblis itupun terbunuh.
__ADS_1
"Hah..hah..hah.. akhirnya."
Bruak!
Haya melepaskan kapak yang dipegangnya, sehingga jatuh dan membentur lantai dengan keras.
"Tak kusangka benda ini akan berguna, walaupun sangat sulit menggunakannya."
FLASHBACK.
Saat Hayabusa sedang mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, dia melihat sebuah kapak dan perisai besar yang terpajang di dinding, muncul sebuah ide di kepalanya; untuk menggunakan kapak itu sebagai senjatanya, karena kemungkinan memiliki daya hancur yang besar, ketimbang pedang kecilnya.
'Tersisa 2 bayangan lagi, aku harus memanfaatkan dengan baik," batin Hayabusa.
Haya menginstruksikan 1 bayangan hitamnya untuk berada di sekitar kapak besar itu, sedangkan yang satunya, dia tempatkan di tubuh Iblis itu. Haya berlari menuju sudut ruangan, berpura-pura bahwa dirinya tersudut, padahal itu akan jadi serangan balik.
"Hahahaha, kau ingin lari kemana!" seru Thamuz.
Haya sudah berada di sudut tembok, dia melihat ketujuh iblis sudah dekat dengannya. Mereka langsung menerjang ke arah Haya, dengan segera Haya berpindah ke bayangan yang berada di kapak tadi.
"[Exchange]"
Setibanya di depan kapak itu, Haya langsung mengambilnya dengan sekuat tenaga. Berat? tentu saja berat, ukurannya saja lebih besar dari tubuhnya. Haya pun berhasil kapak itu dengan sekuat tenaga. Haya mengedarkan kembali pandangannya ke arah para iblis yang masih terpaku menatap kekosongan.
"Inilah saatnya,[Exchange]"
Haya langsung berpindah ke bayangan yang berada di belakang para iblis dan langsung berteriak. "Surprise!," sambil menebaskan kapak itu ke arah para iblis.
FLASHBACK END.
Prok..prok..prok..prok
Thamuz bertepuk tangan atas keberhasilan Haya mengalahkan bawahnya. "Hebat, hebat, tak kusangka kau sangat hebat, dan juga cerdik. Baik, aku menerimamu bergabung di Abyss"
Haya yang mendengarnya langsung berlutut satu kaki."Terimakasih tuan"
Thamuz tersenyum menyeringai mendengarnya.
MAAF KALAU PERTARUNGANNYA KURANG EPIK, AUTHOR BENER-BENER KEHABISAN IDE.
__ADS_1