Bereinkarnasi Kedunia Game

Bereinkarnasi Kedunia Game
Chapter 7: Revenge, part 6


__ADS_3

Hakikat malam bukanlah hanya sekedar pergantian waktu saat tenggelamnya matahari. Namun, bila kita renungkan lebih dalam lagi. Malam memiliki arti tersendiri dimana Tuhan ingin memperlihatkan kuasa dan cintanya melalui paparan keindahan bintang dan rembulan ketika saling bersanding berpasangan, memantulkan cahaya pada langit kelabu. Jika kita beruntung, kita juga dapat menyaksikan bintang jatuh ke bumi meninggalkan lintasan yang sangat indah, dan konon katanya disaat dimana bintang jatuh kita bisa memohon suatu permintaan yang katanya akan terkabul.


Permintaan? jika bicara mengenai permintaan, pasti semua orang punya suatu permintaan yang baik ataupun yang buruk, tergantung dari keinginan setiap orang. Permintaan baik misalnya; ingin diberi harta ataupun jodoh, dan masih banyak yang lainnya. Untuk permintaan buruk itu juga beragam misalnya saja; ingin kekuatan untuk membunuh, balas dendam, dan masih banyak lagi. Tapi bagaimana kalau kalian di beri 1 permintaan, dan itu akan langsung terkabul. Permintaan apa yang akan kalian inginkan. Kekayaan? Kekuatan? atau ingin menguasai dunia?


Di sebuah hutan yang sangat lebat dimana semak-semak liar sudah sebagian besar menginvasi, dan pepohonan yang berbaris dan menjulang tinggi ke atas. Banyak juga monster-monster yang menghuni hutan ini dan masih banyak hal misterius lainnya. Di balik itu, di pedalaman hutan dimana terdapat hamparan rumput yang luas, terlihat dua individu yang tengah berhadapan dari jarak lima meter. Yang satu terlihat santai, sedangkan yang satunya lagi terlihat penuh kebencian, dan kedua individu tersebut ialah; Hayabusa dan Hanzo.


"Aku tanya sekali lagi, apa kau yang meracuni, ayahku!" seru Hayabusa geram.


Hanzo mengerutkan keningnya "Racun? apa maksudmu," jawab Hanzo. "Ngomongin soal ayahmu, dimana dia?"


Hayabusa menggertakan giginya. "Tidak usah pura-pura!"


"Apa sih maksudmu? memang benar, ayahmu terluka saat terakhir bertarung dengan ku. Makanya aku memanggil dia kesini untuk tarung ulang."


"Kau, kan? yang membantai klan Scarlet Shadow!"


"Ouhhh," Hanzo tersenyum menyeringai. "Ya, aku yang melakukannya. Lagian aku heran kenapa kalian begitu lemah? atau memang akunya yang tambah kuat, ya? hei, apa kau dengar!"


"Tidak hal yang harus kudengarkan dari mulut busuk'mu!"


Hayabusa langsung melesat ke arah Hanzo, lalu menebaskan pedangnya secara horizontal. Namun dengan mudah Hanzo hindari. Tak berhenti sampai di situ, Hayabusa terus menyerangnya secara bertubi-tubi. Namun lagi-lagi Hanzo dapar menghindarinya dengan mudah.


Hanzo langsung melompat kebelakang, untuk mengambil jarak dari Hayabusa. Hanzo tersenyum. "Memang benar, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Kurasa tak sia-sia aku datang kesini."


"[Ame no Haba kiri.]"

__ADS_1


Seketika muncul serpihan-serpihan cahaya ungu yang kemudian menyatu dan membentuk pedang "Ame no haba kiri." Hanzo langsung mengambil pedang itu menggunakan tangan kanannya.


Pandangan Hayabusa langsung terpaku pada pedang itu. Tidak salah lagi, itu adalah pedang suci Ame no haba kiri. sialan, ini akan lebih susah dari yang aku bayangkan. Lebih tepatnya hal yang ada di dalam pedang itu.


Wusss!


Hanzo melesat ke arah Hayabusa, begitu juga sebaliknya.


Tring!


Tring!


Tring!


Benturan pedang terdengar dimana-mana. Hamparan rumput yang luas ini seakan menjadi arena pertempuran mereka. Kecepatan mereka sangatlah cepat, sampai-sampai sulit untuk diikuti mata.


Hanzo berhasil menggores pipi kanan Hayabusa, darah segar pun keluar dari luka goresan tersebut. Hayabusa langsung mundur kebelakang.


Apa-apaan dia, gerakannya sangatlah cepat. Bahkan semua serangan ku Belum pernah mengenainya, batin Hayabusa.


Hayabusa menyeka darah yang keluar dari pipi kanannya, lalu kemudian membentuk segel tangan. "[Ninjutsu: Quad Shadow.]"


Keluar empat bayangan hitam dari dalam tubuh Hayabusa dan kemudian mereka berpencar di berbagai tempat.


"Trik apa lagi ini," ucap Hanzo meremehkan. Hanzo mengangkat tangan kanannya di depan dada, jari-jemarinya seperti akan mencengkeram sesuatu. "[Ninjutsu: Soul reap.]" Seketika muncul lingkaran di bawah pijakan Hayabusa, disusul dengan duri-duri besar.

__ADS_1


"[Change.]" Seketika Hayabusa berpindah ke tempat bayangan hitam yang sudah ia posisikan jauh dari Hanzo.


"


Ahh, sial.. bayangan hitam ku tersisa 3.


Hanzo langsung mengedarkan pandangannya di seluruh hamparan rumput, tapi tak melihat batang hidung Hayabusa sama sekali.


.


.


.


"Huh.. kurasa aku akan aman dari balik pohon ini, untuk sekarang aku harus pergi, aku bukanlah tandingannya untuk sekarang."


"Ketemu~" Tiba-tiba Hanzo muncul di hadapan Hayabusa, lalu kemudian meluncurkan pukulan ke arah Hayabusa.


Tubuh Hayabusa terlempar jauh, dan akhirnya menabrak pohon.


Brukk!


"Kuahhk.." keluar seteguk darah dari mulut Hayabusa. "Tak kusangka Hanzo akan sekuat ini?!"


Tiba-tiba Hanzo muncul kembali di hadapan Hayabusa. "Kenapa kau sangat lemah?! sepertinya kau akan mati hari ini juga."

__ADS_1


"Tidak, dia tidak lemah!"


Tiba-tiba terdengar suara wanita dari balik popohonan.


__ADS_2