
Haya dan Miya sekarang sedang berjalan kerumah Haya, lebih tepatnya perumahan Sect Shadow, tanpa Haya sadari ada yang mengintainya dari dalam kerumunan orang-orang, orang itu memakai gaun kimono berwarna biru langit serta dengan payung yang selalu ia pegang, ya tidak salah lagi, orang itu adalah Kagura.
Flashback.
Kagura tengah berjalan-jalan di kota untuk menghilangkan kejenuhannya, tanpa tau arah Kagura terus menyusuri jalanan kota yang ramai dengan orang-orang.
Di tengah kota memang selalu ramai dengan orang-orang, apalagi saat malam hari, pemandangan di kota juga sangat indah, berbagi toko berderet di sepanjang bahu jalan.
Namun di tengah-tengah perjalanannya tiba-tiba perut Kagura berbunyi, menandakan ingin diisi makanan. Kagura pun mencari kedai makan terdekat untuk dirinya makan.
Kemudian Kagura melihat sebuah kedai ramen yang tidak terlalu ramai dan hanya ada 2 orang saja disitu, Kagura pun memutuskan untuk makan di kedai makan itu, tetapi tiba-tiba Kagura menghentikan langkahnya saat setelah melihat 2 orang itu salah satunya adalah orang yang sangat dikenalnya, tentu saja orang itu adalah Hayabusa, sedangkan yang satunya lagi seorang yang memakai jubah hitam dan tanpa Kagura tau, dia adalah Miya.
Kagura memutuskan untuk mengintai Hayabusa dari kejauhan, karena sepengetahuannya, Hayabusa tidak terlalu sering berinteraksi dengan orang-orang, jadi dia penasaran siapa orang yang berada di sebelahnya yang nampak sangat Akrab dengannya.
Walaupun rasa lapar melanda dirinya, Kagura tetap terus memperhatikan Hayabusa dari kejauhan, tiba-tiba Hayabusa menyekakkan air mata orang itu yang nampaknya tengah menangis setelah perbincangan yang cukup lama tadi, hal itu semakin menambah rasa penasaran Kagura, ingin sekali dia membuka jubah hitam orang itu, akan tetapi ada Hayabusa di sampingnya.
Beberapa saat kemudian, Hayabusa beserta orang berjubah hitam itu keluar dari kedai, mereka berdua berjalan menuju tengah kota dan tentu saja Kagura mengikutinya dari kejauhan, rupanya mereka berdua hanya berjalan-jalan saja di kota.
Cemburu? tentu saja Kagura merasakannya, pasalnya dia tak pernah sekalipun di ajak jalan-jalan oleh Hayabusa.
" Siapa orang itu, aku sangat penasaran " gumam Kagura sambil mengepalkan tangannya dengan erat.
Flashback end.
.
Tiba-tiba Haya merasakan bahwa dirinya sedang di ikuti oleh seseorang, jadi dia memutuskan untuk pergi ke suatu tempat sebelum pulang kerumah.
Haya dan Miya berjalan menuju gang sempit dan gelap, sontak hal itu membuat Miya gelisah dan akhirnya dia pun angkat suara.
" Hei, kenapa kita kesini?! " dengan nada tinggi.
" Sss, diamlah, sepertinya kita sedang di ikuti oleh seseorang " sambil menempelkan jarinya di bibirnya. Miya pun hanya mengangguk-angguk saja.
Dan benar saja apa yang dikatakan oleh Haya, ada seseorang yang mengikutinya dari belakang.
" Kemana mereka pergi, perasaan aku melihat mereka masuk kedalam gang ini "
Haya terkejut mendengar suara itu, pasalnya suara itu sangat tidak asing baginya.
__ADS_1
' Kagura?! kenapa dia mengikuti ku ' batin Haya.
Miya semakin kebingungan melihat Haya yang tiba-tiba berdiri membisu, akhirnya Miya pun angkat suara.
" Hei, kenapa kamu bengong, kau benar ada yang mengikuti kita " dengan suara pelan.
Haya langsung tersadar dari lamunannya, setelah mendengar Miya. Haya kembali mengarahkan pandangannya ke Kagura, karena gang ini sangat gelap jadi Kagura masih kebingungan mencari-carinya, tapi tidak dengan Haya, item penglihatan supernya masih ada jadi dia dapat melihat dengan jelas.
Akhirnya Haya memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya dan langsung bergerak dengan cepat kebelakang Kagura.
" Kenapa kau mengikuti ku "
" kya..."
Kagura langsung kaget karena dirinya berhasil kepergok.
" I..ini bukan seperti yang kau pikirkan, a..aku hanya sedang mencari kucing ku yang tadi tiba-tiba kesini " kata Kagura dengan tergagap-gagap.
" Bukankah kau alergi bulu kucing "
" ee.... i.. itu a..aku kesi..."
belum menyelesaikan kalimatnya Haya langsung memotong ucapan Kagura.
" Ma.. maafkan aku, aku memang mengikuti " sambil menundukkan kepalanya kebawah.
" Kenapa?!" masih dengan nada tinggi.
" Aku hanya penasaran, kamu tadi sedang jalan dengan siapa " dengan suara pelan.
Haya yang mendengarnya langsung menghela nafas lega, kemudian dia langsung memanggil Miya untuk segera kemari, Miya pun langsung menghampiri karena dirinya dipanggil.
" Maksudmu dia " ucap Haya sambil menunjuk kearah Miya dan Kagura menjawabnya dengan anggukan cepat.
" Kau bisa melepaskan kerudung mu, tenang saja dia temanku " kata Haya.
Miya pun langsung melepaskan kerudungnya, sehingga menampakkan wajahnya yang sangat cantik seolah-olah ada cahaya yang bersinar-sinar di wajahnya. Kagura langsung melebarkan matanya karena melihat wajahnya yang cantik. Ada sedikit kekecewaan di hati Kagura, dia merasa wanita yang di depannya lebih cantik darinya.
Kagura kembali meneliti wanita cantik itu.
" ka..kamu seorang Elf?! " kata Kagura dengan tatapan tak percaya.
__ADS_1
" Iya " jawabnya singkat.
Sontak hal itu membuat Kagura kaget, pasalnya, Elf hanyalah mahluk yang hanya ada di legenda, tapi kali ini,dia justru berdiri di depannya. Kemudian Kagura mengarahkan pandangannya ke Haya dengan ekspresi penuh dengan tanda tanya.
" Aku akan menjelaskannya nanti " ucap Haya seakan menjawab semua pertanyaan yang tertulis di wajah Kagura.
...----------------...
" Kapan buahnya akan matang " ucap Thamuz dengan suara yang terdengar serak.
" Kemungkinan bulan depan tuan " jawab salah satu anak buahnya dengan penuh rasa takut.
Thamuz yang mendengar pernyataan itu seketika langsung meluap emosi, aura hitam pekat keluar dari tubuhnya membuat anak buah yang berada di sekitarnya ketakutan.
" Kau pikir aku akan menunggu selama itu " ucap Thamuz.
" Ma...maafkan hamba tuan, hamba salah perhitungan, hamba kira buahnya sudah ma....
craakk....
Thamuz langsung membunuhnya menggunakan tangannya.
" Keluar " ucap Thamuz dengan suara yang menggema, hal itu membuat semua anak buahnya bergidik ngeri, tanpa pikir panjang mereka langsung meninggalkan ruangan karena masih sayang dengan hidupnya.
Sekarang Thamuz sedang duduk di singgasana milik kerajaan Elf yang saat ini sudah hancur lebur, Lunar temple yang tadinya tempat dengan penuh tumbuh-tumbuhan, sekarang menjadi gersang dan tandus, hanya menyisakan Tree of life saja. Semua Elf sudah dia bantai habis pikirnya, namun tanpa ia sadari masih ada beberapa Elf yang berhasil melarikan diri.
...----------------...
Kini Haya sudah sampai di depan perumahan milik Sect Shadow bersama Miya, sedangkan Kagura, Haya sudah menyuruhnya pulang. Miya menjadi tercengang melihat perumahan mewah dan besar yang ada di depannya, seumur hidup Miya baru pertama kali melihat bangunan seperti ini.
" Ayo masuk " ucap Haya.
Miya pun mengikuti Haya dari belakang memasuki perumahan ini. Haya mencari ayahnya untuk menjelaskan situasinya saat ini, tentu saja Shin mengizinkan Miya untuk tinggal disini. Shin memerintahkan beberapa pelayan untuk mengantar Miya kekamar yang sudah di sediakan, sedangkan Haya masih berada disini.
" Haya, aku punya misi untukmu " dengan wajah serius.
" Apa itu ayah?! "
Kemudian Shin melemparkan beberapa kertas kepada Haya yang berisi foto seseorang.
" Bunuh penghianat itu malam ini juga "
__ADS_1
" Baik ayah "