Bereinkarnasi Kedunia Game

Bereinkarnasi Kedunia Game
Chapter 3: Lunar Temple, part 5


__ADS_3

Sampailah Haya di depan pintu kamar yang sangat mewah dengan berbagai ukiran-ukiran, dan tempat itulah yang akan jadi kamar Haya.


" Ini kamar mu " ucap Dyrroth


" Kalau begitu aku pergi dulu, aku punya urusan penting yang harus di kerjakan sekarang " Dyrroth pun langsung pergi meninggalkan Haya.


Haya masih menatapi pintu itu dengan penuh kekaguman, pasalnya desain pintu itu sangatlah indah, Kemudian Haya pun membuka pintu kamar itu dan langsung memasukinya, betapa terkejutnya Haya karena melihat kamarnya yang sangat luas dan juga sangat indah.


" Benarkah kamarku, rasanya sangat aneh "


" Biarlah, itu urusan nanti, sekarang aku mau istirahat "


Haya langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


" Tak kusangka, istana kerajaan Elf akan seindah ini, tapi sayang, kerajaan Ini sudah dikuasai Abyss "


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, dengan segera Haya membukakan pintunya, setelah Haya membuka pintu, terlihat seorang pelayan yang tengah membawakan beberapa makanan.


" Maaf mengganggu tuan, saya kesini hanya ingin mengantarkan makanan untuk tuan " ucap Pelayan.


" Tidak masalah "


Pelayan itupun langsung ke dalam kamar Haya, kemudian menghidangkan berbagai makanan di meja. setelah dirasa tugasnya sudah selesai, pelayan itupun meminta pamit.


" Kalau begitu saya pamit undur diri dulu tuan " Pelayan pun langsung berjalan keluar dari kamar Haya.


" Bukankah ini sangat aneh, aku diperlakukan layaknya penguasa disini " Haya terus memikirkan tentang keanehan ini, Haya merasa bahwa ini adalah jebakan yang sudah disiapkan oleh Thamuz.


" System, apa makanan ini mengandung racun " ucap Haya.


Ding..


[ Sama sekali tidak ditemukan racun ]


Haya pun lega mendengarnya, setelah itu Haya langsung memakan makanan yang sudah disediakan, beberapa menit kemudian makanan yang tersaji di atas meja, semuanya ludes habis.


" Mm.. ini sangat enak, sudah lama tidak merasakan makanan enak, tak kusangka koki di Abyss sangat handal, tapi.. " tiba-tiba Haya mengerutkan wajahnya dan kemudian berjalan ke arah jendela, melihat bangunan-bangunan berdiri megah.


" Bagaimana dengan mereka " ucap Haya.


...----------------...


Miya dan yang lainnya dalam perjalanan menuju Foggy Forest ( Hutan berkabut ) yang diyakini sebagai tempat beristirahatnya sang Moon Goddess Gavana, Alucard juga ikut dengannya karena tujuannya adalah membasmi iblis.


Tidak mudah untuk sampai di Foggy Forest, banyak rintangan yang harus dilalui, jaraknya juga jauh dari Tree of life.


" Hei kita mau kemana " tanya Alucard karena memang Miya belum memberitahunya.


" Foggy Forest " ucap Miya dengan datar.

__ADS_1


Setelah kejadian Haya yang berkhianat, Miya menjadi lebih tertutup.


" Apakah itu masih jauh, kita sudah berjalan sangat lama, sebaiknya kita istirahat terlebih dahulu " ucap Alucard.


" Jika kau mau beristirahat, lakukan lah sendiri " ucap Miya dengan datar.


Tiba-tiba Hanabi menepuk bahu Miya dan berkata.


" Benar apa katanya, lebih baik kita beristirahat terlebih dahulu, aku tau perasaan mu, tapi kau tak harus memaksanya diri, aku yakin Haya melakukan itu ada alasannya "


Setelah Miya mendengar bujukan Hanabi, dirinya pun memutuskan untuk beristirahat.


" Kalian pasti lapar bukan, aku akan membakar daging dari hasil buruan ku tadi " ucap Alucard.


Alucard pun mengumpulkan kayu dan setelah itu dia membuat api, setelah api jadi, Alucard pun membakar dagingnya.


Beberapa jam kemudian Daging pun matang " Daging bakarnya sudah matang, silahkan di makan " ucap Alucard.


Miya dan Hanabi pun mengambil daging bakar itu dan langsung memakainya, terlihat ketidakpuasan dari wajah Miya terhadap daging bakarnya.


' Ini berbeda dengan yang dia buat ' batin Miya.


...----------------...


Siang sudah tergantikan malam yang gelap, seharian ini Haya hanya berjalan-jalan mengelilingi istana, untuk mengetahui struktur istana lebih teliti.


Karena merasa sudah cukup dan juga sudah malam Haya pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya, dipertengahan jalan Haya selalu terfokus dengan suatu ruangan yang selalu di jaga ketat oleh para Demon.


' Tapi kenapa aku merasa aneh dengan ruangan itu " batin Haya.


Tanpa Haya sadari, dirinya sudah sampai di depan pintu kamarnya.


" Hei, kau sedang memikirkan apa "


Tiba-tiba terdengar suara seorang laki-laki dari belakang, Haya langsung tersadar dari lamunannya kemudian menoleh ke arah orang yang memanggilnya tadi.


" Dyrroth, apa yang kau lakukan di sini " ucap Haya.


" Hahah, tidak ada, aku hanya ingin menyapamu, tampaknya kamu sedang memikirkan sesuatu tadi, terlihat jelas di wajah mu "


" Oh itu, aku tadi memikirkan betapa beruntungnya aku bergabung di Abyss " ucap Haya dengan setetes keringat yang keluar dari pelipis.


" Hahaha, sudah kubilang kamu tidak akan menyesali menerima tawaran ku "


" Kalau begitu aku kembali ke kamarku terlebih dahulu, oh ya, jika kamu ada masalah kamu bisa mendatangi ku, kebetulan kamar ku berada di depan mu. "


" Terimakasih tawaran nya "


Dyrroth pun berjalan masuk ke dalam kamarnya, begitu juga dengan Haya, namun anehnya, saat Haya membuka pintu kamar, seisi ruangan sangat lah gelap tanpa ada secercah cahaya apapun.

__ADS_1


Haya pun memasuki kamar untuk mencari alat seperti lampu untuk penerangan.


Jbret...


Tiba-tiba pintu tertutup dengan kencang, dan kemudian cahaya bersinar dengan terang dari sudut ruangan, menerangi seisi ruangan.


Mata Haya melebar karena melihat wanita cantik sedang tiduran di ranjang tanpa sehelai kain apapun, sehingga menampakkan bagian intimnya.


Wanita cantik itu menatapi Haya dengan senyuman penuh makna.


" Alice, apa yang kau lakukan di kamarku " ucap Haya dengan sorot mata tajam.


Alice beranjak dari ranjang dan kemudian mulai mendekati Haya, tiba-tiba Haya tidak bisa bergerak sama sekali, tubuhnya seperti dikekang oleh sebuah sihir.


" Apa yang kau lakukan padaku! " ucap Haya dengan suara keras.


Namun Alice hanya menanggapinya dengan senyuman jahat.


' Sial tubuhku tidak bisa bergerak sama sekali '


Haya terus berusaha menggerakkan tubuhnya, namun semua usahanya sia-sia, kini Alice sudah berdiri didepan Haya, Alice mengulurkan kedua tangannya ke arah wajah Haya dan mengelus-elus wajahnya. Kemudian Alice membuka masker yang dikenakan Haya.


Sreett


" Sudah kuduga, kau itu sangat tampan " ucap Alice sambil tersenyum penuh makna.


" Apa yang kau mau dariku!"


" Tenang saja, aku takkan menyakitimu, justru sebaliknya, aku akan membuatmu keenakan malam ini "


" Apa mak..."


Belum menyelesaikan kalimatnya Alice tiba-tiba mencium bibir Haya dengan agresif, Haya tidak bisa mengelak karena tubuhnya tidak bisa digerakkan.


Haya merasakan ada yang masuk kedalam tenggorokannya, ternyata Alice memasukan obat kedalam mulutnya.


Alice terus mencium Haya dengan agresif, kini lidahnya mulai bekerja. beberapa saat kemudian Alice melepaskan ciumannya.


" Uhuk..


Haya sudah dapat menggerakkan tubuhnya seperti semula, kemudian dia menatap Alice dengan tatapan tajam dan berkata.


" Apa yang kau masukan ke dalam mulut ku "


Alice tidak menjawabnya, justru ia berjalan menuju ke ranjang dan duduk di atasnya.


Tiba-tiba Kepala Haya terasa sakit...


...----------------...

__ADS_1


Author bingung mau bikin cerita kaya apa, pusing lagi ulangan soalnya.


__ADS_2