Bereinkarnasi Kedunia Game

Bereinkarnasi Kedunia Game
Chapter 6: Peace after struggle, part 3


__ADS_3

"Apa kau melakukan ini karena terpaksa?" ujar Hayabusa. Sontak hal ini membuat Miya terdiam, ingin sekali ia menjawab bahwa itu murni dari isi hatinya, tapi apalah daya, mulutnya sama sekali tidak bisa bergeming, entah itu karena faktor gugup ataupun malu.


Hayabusa menghela nafas panjang didalam hati. "Aku tegaskan sekali lagi, aku tak memaksamu untuk memenuhi permintaanku. Kau bisa keluar jika merasa kebe-"


"Tidak!" ujar Miya pelan. Setelah cukup lama mengumpulkan keberanian akhirnya Miya memutuskan untuk angkat suara. "Aku tidak keberatan jika itu Haya, justru malahan aku senang. Karena memang aku menyukai Haya," ucapnya cepat sembari memejamkan kedua matanya.


Miya tak berani untuk menatap wajah Hayabusa dikarenakan dirinya sangat malu sekarang. Namun tiba-tiba Hayabusa mencium bibir Miya, dan sontak hal itupun membuat Miya kaget. Miya langsung membuka kedua matanya, lalu mengarahkan pandangannya ke wajah Hayabusa.


Hayabusa menatap wajah Miya dengan senyuman lembut. "Aku senang mendengar itu."


Hayabusa langsung mendorong tubuh Miya sehingga membuatnya terjatuh di kasur. Kemudian, Hayabusa memposisikan tubuhnya di atas tubuh Miya, lalu Hayabusa mendekatkan wajahnya di depan wajah Miya dan hanya berjarak beberapa centimeter saja. Iris hitamnya menatap intens wajah Miya.


"Sekarang kau jadi milikku, oke."


"Emm," desis Miya.


Hayabusa langsung menerjang bibir indah Miya, ia menciumnya dengan begitu agresif, sedangkan Miya hanya bisa menutup matanya, ia pasrah bibirnya di mainkan Hayabusa dengan begitu agresif. Ciuman itu berlangsung cukup lama dan sekarang giliran lidahnya untuk ikut bermain-main. Setelah cukup lama berciuman Hayabusa langsung menyudahinya.


Terlihat ludah Hayabusa yang tersambung dengan ludah Miya saat melepaskan ciuman.


Nafas Hayabusa mulai tak teratur, pandangannya mulai sayu, tubuhnya mulai panas, dan nafsunya mulai bergejolak ingin menyantap habis Miya.


"Miya, kau sangat cantik."


"Emm.."


"Bolehkah?"


"Tapi bisakah kau lakukan itu dengan lembut, ini pertama kali bagiku," dengan suara pelan.


Bibir Hayabusa melengkung. "Tentu saja."


Tangan nakal Hayabusa mulai menjalar memasuki baju dress tidur Miya, yang akhirnya sampai di tujuan di salah satu boba milik Miya. Hayabusa mulai meremas-remasnya dengan perlahan, erangan lembut mulai keluar dari mulut Miya.


Dan seterusnya sampai mereka memulai permainan panas. Hayabusa tidak memegang janji Miya dimana ia menginginkan untuk diperlakukan lembut. Hayabusa justru memperlakukan Miya dengan sangat liar, ia menggerakkan pinggulnya dengan sangat cepat membuat Miya yang pertama kali tidak bisa mengimbanginya.


Erangan yang tadinya pelan dan lembut berubah menjadi liar. Begitulah seterusnya, mereka terus bermain di dalam kenikmatan hingga berjam-jam telah mereka lalui. Erangan indah terus keluar berkali-kali dari bibir indah Miya takkala Hayabusa memainkannya dengan liar. Berbagai posisi telah di coba, dan permainan di akhiri dengan semburan hangat di dalam takkala mentari menyambut dunia.


Mereka berdua terbaring lemas di atas ranjang dengan posisi berpelukan. Terukir jelas senyuman kepuasan di wajahnya masing-masing. Hayabusa merasa sangat senang di pagi ini, pasalnya bukan hanya telah menaklukkan Miya, melainkan ia juga mendapatkan hadiah dari system atas keberhasilan menyelesaikan misinya. Dimana di dalam misi itu Hayabusa disuruh untuk membuat Miya masuk ke dalam haremnya, dan itu berjalan dengan sempurna.


Sampai hari menjelang siang, Hayabusa masih terbaring di atas ranjang bersama dengan Miya, Miya masih terlelap dalam tidurnya sedangkan Hayabusa ia sudah bangun belum lama ini. Tatapannya kosong menatap jauh langit-langit, pandangannya sayu, dan wajahnya terlihat lesu. Mungkin karena faktor baru bangun tidur.


Tiba-tiba terlintas akan sesuatu di benak Hayabusa, wajah lesunya kini berubah dengan wajah penuh semangat.


"System!"

__ADS_1


Ding!


[Iya, ada yang bisa saya bantu?]


"Cek tampilkan status ku."


Ding!


[Nama : Hayabusa


Rank : Grand Master 5 (Exp 10/1000)


Hp : 4500/6500


Mp/mana : 450/450 ( level 3/10)


Role : Assassin


tittle : Shadow Master.


...


Skill :


[ Ninjutsu : Quad Shadow ] ( Mengeluarkan bayangan hitam di segala arah dan dapat berpindah ketempat bayangan ) menguras 5 mana


[ Ougi : Shadow kill ] ( Memasuki mode bayangan selama 10 detik, immune terhadap segala serangan ) menguras 20 mana


[ Ninjutsu : Dragon Slash ] ( Mengeluarkan aura naga dari senjata yang dipegang ) Menguras mana 35


[Stealth] (Menyembunyikan hawa keberadaan selama 10 menit) menguras 50 mana.


...


Attack : 560


Speed : 235


Pshcyal Defense : 85


Magical Defense : 95


...


Item : -

__ADS_1


Poin : 11.600


Coin : 991Gold.]


"Ya.. status ku tidak banyak berubah, tapi bukan itu yang ingin kulihat, aku hanya ingin mengecek berapa poinku." Hayabusa mengarahkan pandangannya ke tulisan paling bawah dari layar system di hadapannya. Sudut bibir Hayabusa sedikit terangkat. "Poinku saat ini lumayan banyak, 11.600 dengan poin sebanyak ini aku bisa membeli banyak item dari shop."


Disaat Hayabusa sibuk memikirkan apa yang harus di beli, tanpa ia sadari Miya sudah membuka kedua matanya. Rasa lelah masih menyelimuti tubuh Miya, bagaimana tidak, semalam ia bermain liar dengan Hayabusa.


Keluar sedikit darah dari bagian bawah Miya yang menandakan bahwa keperawanannya telah hilang.


Miya mengarahkan pandangannya ke wajah Hayabusa, tampak wajah Hayabusa yang penuh semangat tengah memandangi langit-langit. Miya masih sedikit bingung mengapa Hayabusa begitu semangat, tapi ia tak terlalu memperdulikannya.


"Haya, se-selamat pagi."


Sontak Hayabusa langsung menolehkan wajahnya ke arah Miya, sehingga membuat wajahnya berdekatan dengan wajah Miya dan hanya berjarak beberapa centimeter saja. Hayabusa tersenyum lembut membuat wajah Miya langsung memerah.


"Ini sudah bukan pagi, ini sudah siang."


"Be-benarkah, aku tak itu." Wajar saja karena memang ia baru bangun dan juga karena suasana di dalam kamar masih gelap walaupun sudah siang.


Tok! tok! tok!


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar.


"Tuan dan nona, bangunlah ini sudah siang . Waktunya untuk makan , Raja Estes sudah menunggu kalian berdua," terdengar suara dari balik pintu.


Tok! tok! tok!


"Baik, kami akan segera ke sana," saut Hayabusa. Setelah itu Hayabusa balik menatap Miya. "Ayo, kita sudah tunggu." Miya mengangguk pelan.


Keduanya pun bangkit dari kasur.


"Tapi sebelum itu, makanlah pil ini terlebih dulu."


Tak ingin banyak tanya, Miya langsung mengambil pil itu dan langsung memakannya tanpa ada sedikit keraguan, dirinya percaya bahwa Hayabusa tak punya niatan jahat.


Pahit, tidak enak, itulah yang Miya rasakan saat setelah memakan pil yang diberikan oleh Hayabusa. Miya mengangkat alisnya memasang wajah terkejut, pasalnya setelah memakan pil yang diberikan oleh Hayabusa, rasa sakit yang ada di seluruh tubuhnya menghilang. Seketika muncul banyak pertanyaan di benak Miya, ia langsung menatap Hayabusa untuk melemparkan pertanyaan-pertanyaan itu.


Tapi belum sempat Miya bicara, Hayabusa sudah mendahuluinya. "Aku akan menjawab itu nanti, untuk sekarang mari kita ke sana terlebih dahulu."


Sontak Miya kembali terkejut, karena Hayabusa bisa membaca isi pikirannya.


"Ayo Miya," ajak kembali.


Miya langsung tersadar dari lamunannya dan langsung mengangguk untuk menanggapi ajakan Hayabusa.

__ADS_1


__ADS_2