
Mentari mulai menampakkan wajahnya siap menyambut dunia dengan kehangatan. Hayabusa, seorang pemuda berambut hitam legam berusia sekitar 19 tahun, tengah terbaring di atas kasurnya masih terlelap dalam mimpi indahnya. Tiba-tiba terdengar suara "Ding!" di dalam kepala Hayabusa dengan keras seolah itu alarm untuk membangunkannya, di barengi dengan kemunculan layar biru transparan di depan wajah Hayabusa.
Hayabusa langsung membuka kedua matanya karena merasa risih dengan kemunculan suara yang tiba-tiba.
"Ada apa ini?" ucap Hayabusa pelan, menatap layar biru transparan di depannya.
[Misi harian :
Lari 100km.
Push up 100 kali.
Pull up 100 kali.
Batas waktu 1 jam dimulai dari sekarang.
Hadiah menyelesaikan misi :
Mendapatkan 100 poin Shop.
Mendapatkan 10 poin Atribut.
Mendapatkan 50 Exp.
Gagal Menyelesaikan misi :
Poin Atribut akan dikurangi sebesar 50% ]
Mata Hayabusa langsung terbelalak kaget melihat layar transparan tersebut. "Misi harian! dan batas waktunya 1 jam dari sekarang." Menghela nafas. "Kurasa kehidupan ku akan sulit mulai sekarang."
Hayabusa langsung beranjak dari kasurnya bersiap-bersiap akan melakukan "Misi harian".
Hayabusa keluar dari kamarnya dan segera menuju ke halaman luas, yang terletak di belakang perumahan. Tak jauh dari halaman, terdapat juga hutan yang cukup lebat, pepohonan yang berderet-deret serta banyaknya tanaman liar yang ikut menemani.
Didalam benua Land Of Dawn terdapat 7 Negara besar yaitu: Cadia Riverlands, Azrya Woodlands, Vonethis Islands, Northern Vale, Moniyan, Barrend Lands, dan Angelta drylands
Hayabusa berada di wilayah Cadia Riverlands dan berada di Mystery Valley (lembah misteri). Di Mystery Valley terdapat dua klan besar yang sangat berpengaruh yaitu; klan Scarlet Shadow dan Onmyouji. Kedua klan itu saling hidup berdampingan dan sangat cinta akan kedamaian. Klan Scarlet shadow dipimpin oleh seorang Akage generasi ke 10, yang bernama Aira ayah dari Hayabusa. Klan Onmyouji dipimpin oleh seorang Onymouji master, yang bernama Siesta dan klan Onymyouji memiliki murid yang sangat berbakat dalam seni bela dirinya yang bernama Kagura yang juga merupakan teman masa kecil Hayabusa.
Hayabusa memiliki julukan sebagai ninja jenius walaupun ia tidak sehebat kedua saudaranya yang bernama Aiko dan Akira. Namun mereka berdua telah lama meninggal akibat gugur dalam menyelesaikan misi.
Hayabusa sekarang tengah berlari di pedalaman hutan, yang terletak cukup dekat dari perumahan untuk menyelesaikan misinya yang diberikan oleh sistem. Ia sudah berlari lumayan lama keringat sudah membasahi wajahnya, nafasnya pun agak tersengal-sengal sampai kemudian terdengar suara pemberitahuan.
Ding!
[Berlari 100Km telah selesai,tersisa 100 kali Push up dan 100 kali Pull up. Waktu tersisa 30 menit.]
Bibir Hayabusa Langsung melengkung, tersenyum senang. "Tinggal dua misi lagi," gumam Hayabusa, "baiklah ayo lanjutkan."
Hayabusa pun melakukan Push up dan Pull up sebanyak 100 kali. keringat terus berjatuhan dari wajahnya menghujani rerumputan sampai kemudian system kembali berbunyi.
[Selamat karena telah menyelesaikan misi, hadiah sudah dikirimkan kepada anda.]
Hayabusa langsung menghela nafas lega. "Akhirnya selesai," sembari mengelap keringat yang mendominasi wajahnya. Hayabusa mengedarkan pandangannya untuk mencari tempat untuk dirinya rehat, ia kemudian melihat pohon yang rindang dan tampak nyaman. Tanpa pikir panjang Hayabusa langsung berjalan ke pohon itu, dan kemudian duduk di bawahnya.
Burung-burung terus berkicauan, angin sepoi-sepoi pun berhembus secara perlahan mengibas-ibas Hayabusa yang sedang duduk di bawah pohon rindang seolah ingin menghilangkan rasa penatnya.
Hayabusa mengadahkan kepalanya ke atas menatap kagum birunya langit. "Langit yang indah... dunia baru ya, baiklah sistem aku ingin menggunakan semua poin atribut ku untuk meningkatkan Speed."
[Permintaan diterima ... berhasil meningkatkan.]
"Status."
Ding!
Seketika Keluar layar transparan berwarna biru tepat didepan wajah Hayabusa.
__ADS_1
[Nama : Hayabusa
Rank : Master 3 (Exp 50/100)
Hp : 3000/3000
Mp/mana : 100/100 ( level 1/10)
Role : Assassin
tittle : Shadow Ninja
°
Skill :
[ Ninjutsu: Phantom Shuriken ] ( Senjata yang di lemparkan akan kembali ke pemilik )
[ Ninjutsu : Quad Shadow ] ( Mengeluarkan bayangan hitam di segala arah dan dapat berpindah ketempat bayangan ) menguras 5 mana
[ Ougi : Shadow kill ] ( Memasuki mode bayangan selama 10 detik, immune terhadap segala serangan ) menguras 20 mana
°
Attack : 350
Speed : 85
Pshcyal Defense : 25
Magical Defense : 15
°
Item:-
Coin: 1000G]
Hayabusa yang melihat poin Atributnya naik dan juga Poin Shopnya naik yang sebelumnya 0 menjadi 100 Poin langsung memasang wajah senang. Hayabusa langsung bangkit dari duduknya kemudian ia berlari dan melompat dari pohon ke pohon untuk mencoba kecepatannya yang sudah ditingkatkan sebesar 10 poin.
"Hanya 10 poin sangat terasa perbedaanya." Tersenyum menyeringai.
Hayabusa berlari menuju perumahan untuk mandi pagi karena kebiasaannya saat di kehidupan sebelumnya. Di tengah perjalanan, Hayabusa di hadang oleh sesosok perempuan. Perempuan itu memiliki rambut hitam panjang yang dibiarkan terurai, wajah cantiknya yang terkesan cantik, dan di pinggulnya terikat sebuah tali besar dan di tangannya ia memegang sebuah Shuriken yang sangat besar.
ilustrasi wajah Hanabi.
"Hayabusa, aku menantang mu berduel lagi denganku," seru wanita itu alias Hanabi.
"Maaf aku ada urusan penting." Kembali berjalan melewati Hanabi.
"Apa kau takut?" Sambil tersenyum.
Hayabusa langsung berhenti. "Bukan takut, aku hanya sedang malas untuk meladeni mu." Sial jika aku bertarung dengannya aku pasti kalah, karena aku belum pernah berkelahi di duniaku sebelumnya, batin Hayabusa.
[Tenang saja System akan mengirimkan teknik beladiri kedalam otakmu.]
Baguslah System cepat kirimkan itu.
[Memulai Proses 1%..25%...70%...100%. Proses telah selesai.]
Proses itu cukup menyakitkan untuk pertama kalinya sehingga membuat Hayabusa tersungkur ketanah.System sialan! kenapa tidak bilang jika ini sangat sakit, batin Hayabusa.
[Karena anda tidak bertanya.]
Sontak jawaban itu membuat Hayabusa emosi. Kenapa kau selalu saja membuat ku emosi.
__ADS_1
[Maaf,itu karena System tidak memiliki perasaan.]
Hanabi yang melihat Haya tersungkur ketanah langsung kebingungan. "Hayabusa, apa kau baik-baik saja?" tanya Hanabi.
Haya yang tau dirinya sedang diperhatikan oleh Hanabi langsung segera berdiri.
"Aku lupa kalau ada Hanabi," gumam Hayabusa. "Baiklah aku akan menerima duelnya " ucap Haya. Sekalian aku ingin mencoba teknik yang dikirimkan System.Tapi sebelum itu, aku harus mengecek status Hanabi terlebih dahulu. Menatap Hanabi dengan intens. ******Status******.
Ding!
Keluar layar transparan didepan Haya layar itu berisi status Hanabi.
[Nama : Hanabi.
Level : Elite 1.
Hp : 2500
Mana : 250
Role : Marksman.
Tittle : -
°
Skill : ???
°
Attack : 450
Speed : 55
Defense : 45.]
Kenapa aku tidak bisa melihat skill nya?! batin Hayabusa.
[Karena Anda belum memenuhi syarat.]
Sialan.
Hanabi tersenyum senang tantangannya diterima. "Baiklah, sekarang ayo mulai," ujar Hanabi dengan keras.
Hayabusa langsung berlari dengan cepat kearah Hanabi seraya melontarkan pukulan. Namun dengan mudah Hanabi hindari. Hayabusa langsung melompat kebelakang untuk membuat jarak 3 meter dari Hanabi.
"[ Ninjutsu : Phantom Shuriken ]." Hayabusa melemparkan 3 Shurikennya kearah Hanabi.
Hanabi yang melihat shuriken melesat ke arahnya langsung melompat ke samping, dan shuriken itupun berhasil ia hindari. Namun tiba-tiba Shuriken itu berbalik arah kembali menuju Hanabi. Hanabi berhasil menghindar, akan tetapi shuriken tadi berhasil menggores lengannya, darah segar pun mengalir keluar.
"Sial!!" ujar Hanabi, "Giliranku [ Ninjutsu : Petal Barrage ]." Hanabi melemparkan Higanbana nya kearah Hayabusa. Hayabusa sudah sangat paham betul dengan skill itu. Higanbana itu akan memantul jika mengenai sesuatu. Hayabusa dengan sigap mengeluarkan kembali skill nya.
"[ Ninjutsu : Quad Shadow ]." Hayabusa mengeluarkan 4 bayangan dan salah satu dari bayangan itu mengenai tubuh Hanabi. Dengan segera Hayabusa langsung berpindah ke bayangannya.
Hanabi sontak langsung kaget karena tiba-tiba Hayabusa didepan matanya. Hayabusa melancarkan pukulannya kearah perut Hanabi dengan keras.
Bukk!
Hanabi langsung terpental kebelakang kemudian menabrak salah satu pohon. Hayabusa berjalan mendekati Hanabi sambil menyeret pedangnya ke tanah. Hanabi ketakutan, ia pun langsung menutup matanya, tubuhnya pun gemetaran.
"Sudah dulu untuk hari ini, ayo kita pulang." ucap Hayabusa.
Hanabi kembali membuka kedua bola matanya, lalu kemudian menatap Hayabusa. "Apa maksudmu?!"
Tiba-tiba Hayabusa menggendong tubuh Hanabi, dan sontak hal itu kembali membuat Hanabi kaget. "A-apa yang kau lakukan, cepat turunkan aku." Meronta-ronta.
"Sudah diamlah." Hayabusa langsung berlari kembali menuju perumahan tanpa menyadari wajah Hanabi yang sudah memerah.
__ADS_1