
Teg..
Guntur tertegun tatkala melihat laki-laki yang keluar dari dalam mobil tersebut. Itu laki-laki tadi yang dia temui di warung makan. Laki-laki yang dia curi pulpen nya.
'Mampus'-batin
"Ada hajatan? Atau ada apaan nih? Rame banget"
"Ngga tau vin"
"Jangan dipikirin, pulpen ilang bisa beli baru"
"Eh ,eh ada orang al"
Guntur kini masih berdiri di ambang pintu bahkan kedua anak laki-laki yang baru datang tadipun -Irawan dan temannya- masih berdiri belum sempat dia suruh duduk.
"Permisi mas, kami mau bertanya bener ini kosan?" Tanya salah satu laki-laki itu, sambil berjalan menghampiri guntur.
"Iya ini kosan, kalian siapa lagi ya? " Jawab guntur.
"Perkenalkan saya kelvin dan itu teman saya Alkana kami berniat mencari kosan mas" Kata laki-laki bernama kelvin.
'Oh cari kosan, gua kira nyari pulpen' - batin guntur lega.
"Oh iya saya Rayga, saya pemilik kosan ini mari silahkan masuk kedalam" Jawab guntur ramah. Kemudian laki-laki tadi langsung menemui temannya mereka terlihat berbicara ntah apa kemudian keduanya memasuki rumah guntur.
Baru sampai ambang pintu, kembali guntur di kejutkan oleh laki-laki bernama irawan yang tiba-tiba saja berujar dengan lantang sambil menunjuk laki-laki yang berjalan di belakangnya.
"Loh lu kan, laki-laki yang gua tubruk?" Kata Irawan sambil menunjuk laki-laki yang memakai perban -yang baru saja masuk bersama guntur.
"Eh ka Alkana kan ya?" Tanya Javier memastikan penglihatannya tak salah, kalau laki-laki yang kini mulai memasuki rumah adalah laki-laki yang dulu sempat dirinya serempet menggunakan stang motor supranya.
'Jadi tempat gua bener-bener jadi ajang reunian?'-batin guntur lagi.
"Loh kalian--Irawan dan Javier kan?" Tanya laki-laki yang tadi dipanggil Alkana. Kedua laki-laki tadi mengangguk.
"Akhirnya nama gua ngga salah" Kata Javier sambil memberikan dua jempol kepada laki-laki bernama Alkana.
"Nyari kosan juga?" Tanya Alkana dengan ramah.
"Iya, ka Alkana juga?" jawab javier antusias sedang irawan laki-laki itu hanya mengangguk.
'Oh tuhan,apalagi ini' -batin guntur.
__ADS_1
"Jadi ini itu apa?" Perkataan ini keluar dari pak didi yang dari tadi terdiam memegang baki.
"Kalian saling kenal?" Tanya guntur. Ketiganya mengangguk.
"Iya tapi bisa dibilang juga tidak, perkenalkan saya Alkana gempa naraya. Ini teman saya Kelvin" Jawab Alkana sambil menunjuk sahabatnya -kelvin.
"Iya pak, eh mas. Karena sebuah kejadian kami saling kenal. Jadi ka Alkana ini orang yang saya serempet dan diseruduk sama ninjanya ka Irawan" Jelas Javier. Sedang irawan hanya mengangguk untuk kedua kalinya.
"Permisi, maaf sebelumnya kami belum memperkenalkan diri. Kenalkan nama saya Raden ini teman saya yang sudah kalian tau namanya dari tadi Irawan" Perkataan ini keluar dari laki-laki yang dari tadi hanya bisa diam menyimak tanpa tau arah pembicaraan. Bingung bercampur kaget, semenjak kapan irawan mengenal bocah.
"Topan irawan dirgantara" Kata Irawan dengan muka tanpa ekspresi. Flat.
"Baik saya ulangi lagi, nama saya Rayga guntur bagaskar saya pemilik kosan ini. Kalian bisa panggil saya mas aga" Kata guntur, ramah yang di balas anggukan oleh Alkana dan juga senyum ramah dari raden dan kelvin. Sedang javier Irawan dan sisanya hanya diam.
"Sebaiknya mari saya tunjukkan kosannya terlebih dahulu sebagai bahan pertimbangan untuk kalian akan memilih kos disini atau tidak" Tambah guntur.
"Mari ikut saya" Kata guntur sambil beranjak mengajak ketiga orang yang berniat ngekos di tempatnya.
irawan, Javier, dan Alkana pun mengikuti Guntur.
Guntur membawa ketiganya ke lantai dua, ditangga alkana terlihat sedikit kesusahan dengan cepat Javier membantunya sedang irawan berjalan di belakang Alkana dan Javier. Jaga-jaga takutnya Alkana jatuh kemudian menggelinding kebawah. Mungkin. Karena irawan dari tadi hanya diam, kerjaannya hanya mengangguk saja.
"Ini kamar pertama, kamar pertama dan kedua itu sama yang membedakan hanya cat dindingnya saja" Jelas Guntur, kemudian tangannya menekan kenop pintu untuk membuka kamar kosnya supaya ketiganya dapat melihat dengan jelas.
"Ka irawan ayo sekamar" Ajak Javier antusias sambil berbalik ke arah irawan, sedang irawan malah menggeleng. Laki-laki itu masih berdiri di ambang pintu kamar diantara niat atau tidak untuk masuk.
"Gua mending sekamar sama dia aja dari pada sama lu berisik tar kamar gua" Jawab irawan menunjuk dengan dagunya ke arah Alkana yang kebetulan berdiri tak jauh di depannya.
"Ish" Jawab Javier kesal sambil duduk di kursi tunggal di kamar itu kemudian memutarnya.
"Rusak nanti itu kursi lu dudukin" Kata Irawan sambil menghentikan Javier memutar kursi, sedang guntur dia hanya diam.
"Boleh ayo wan, kapan kami bisa menempati kamar kosannya mas?" Tanya Alkana.
"Secepatnya boleh, oh iya kalian boleh memakai dapur dan juga fasilitas di rumah ini" Jelas guntur.
"Wah benarkah?" Tanya Javier senang. Guntur mengangguk.
"Asal tidak berbuat onar" Jawab guntur.
Setelah lama berbincang mengenai kosan, guntur dan ketiga orang tadi kembali ke lantai satu.
"Bagaimana kosannya suka?" Tanya Kelvin dan juga raden secara bersamaan. Kok bisa? Mungkin sehati.
__ADS_1
"Suka vin" Jawab Alkana. Sedang irawan hanya mengangguk untuk kesekian kalinya.
"Kenapa lu?" Tanya Gilang teman Javier.
"Sendirian gua, ka irawan ngga mau sekamar sama gua" Jawab Javier kesal sambil menunjuk irawan. Sedang irawan hanya merotasikan matanya malas.
"Lu berisik kaya emak-emak" Jawab Irawan tanpa eksprt, sontak semuanya tertawa begitu juga guntur.
Baru juga bertemu mereka sudah tak akur. Pikir guntur.
"Oh iya kan katanya orang yang nolongin lu temennya butuh kosan, lu ajak aja sekamar sama lu" Kata Radika.
"Tuh ada yang mau lu jadiin tumbal ke berisikan lu" Jawab Irawan. Sedang Javier menatap kesal ke arah irawan. Rasanya Javier ingin menendang laki-laki yang lebih tua darinya itu.
"Sudah wan, lagian belum tentu Javier berisik" Jawab Alkana menengahi.
"Tapi bener si ka, Javier emang berisik" Kata yusril.
"Tahan aja kita berteman sama keberisikan ketua umum kita" Tambah Harsal. Membuat Javier semakin kesal.Apa-apaan kata teman-temannya itu.
"Yaudah, saya tunggu kalian di rumah ini. Kalian akan mulai pindah kapan?" Tanya guntur mengalihkan topik 'Javier yang berisik'
"Saya nunggu kakak saya pulang kerja mas paling" Jawab Javier.
"Saya juga nunggu libur kuliah sama bem" Jawab Irawan.
"Saya palingan habis selesai ngisi kelas" Jawab Alkana.
"Yaudah kapanpun itu terserah kalian saja, saya tunggu. Mulai senin depan saya mulai kerja, jadi paling selain hari minggu dan malam saya ngga di rumah. Jadi kalian akan bersama pak didi" Jelas guntur.
"Ini pak didi" Tambah guntur sambil membawa pak didi yang tengah memegang baki, kedepan ketiga laki-laki disana. Kemudian pak didi tersenyum ramah.
"Baik/oke/hm" Jawab ketiganya secara bersamaan.
...•••...
Malamnya karena bosan guntur memilih menonton TV sendirian, sedang pak didi sudah pergi kerumah utama setelah makan malam bersama guntur.
"Serial nya udah beda ya, dulu gua jam segini nontonin si entong sama kak Ceko,sekarang udah gede kali anaknya" Kata guntur sambil terus mengalihkan saluran dengan tak minat.
"Tadi siapa namanya? Topan irawan dirgantara?? Dirgantara?? Ntah kenapa serasa tak asing" Gumamnya sambil tangannya menekan remot TV kemudian mematikannya.
"Lebih baik tidur ajalah, besok gua kerja. Otw jadi robot orang tua gua" Tambahnya sambil beranjak kemudian berjalan kearah kamarnya.
__ADS_1