Between Guns & Roses

Between Guns & Roses
Artefak Kuno


__ADS_3

Siang itu Pablo sedang duduk menikmati asap cerutu di atas kursi kebesarannya, kursi yang selalu setia menemaninya di ruang kerja. Tiba-tiba, terdengar ketukan pintu.


"Masuk!" ujar Pablo.


Saat pintu terbuka, tampaklah dua orang anak buahnya yang baru saja selesai menjalankan misi, yaitu Takagawa dan Marcello.


"Kalian sudah pulang rupanya," Pablo berkata santai.


"Duduklah!"


"Bagaimana misi pertamamu setelah latihan?" Tanya Pablo pada Marcello.


"Aman bos!" Marcello menjawab pendek.


"Hmm, bagus," ujar Pablo, kemudian menatap Takagawa.


"Bagaimana perkembangannya?"


"Sudah berkembang cukup baik Mr. Pablo, sepertinya dia tidak akan mengecewakan anda," jawab Takagawa.


Pablo hanya menghela nafas, kemudian mengotak-atik ponselnya untuk menelepon seseorang. Sementara Takagawa dan Marcello hanya diam tak berbicara, mereka berdua hanya mengamati Pablo yang tampak menelepon sambil berjalan mondar-mandir di hadapan mereka.


"Tunggu sebentar, mereka sebentar lagi tiba," ucap Pablo seraya mematikan sambungan telepon dan duduk kembali ke kursinya.


"Apa barang itu aman?" Tanyanya.


"Aman Mr. Pablo, kami membawanya kesini," sahut Takagawa sembari menepuk tas kecil di pinggang Marcello.


Marcello hanya mengangguk mengiyakan.


"Boleh ku lihat?" Pablo menjulurkan tangan.


Marcello tampak melirik ke arah Takagawa meminta persetujuan, namun Takagawa hanya mengangkat kedua bahunya.


Melihat ekspresi Takagawa seperti itu, Marcello lantas mengambil artefak yang berada di dalam tas pinggangnya, kemudian menyerahkannya pada Pablo.


"Hmm, jadi ini ya yang sedang mereka cari?" Gumam Pablo seraya memperhatikan benda di tangannya dengan seksama.


"Apa itu bos?" Marcello bertanya tak mengerti.


"Barang ini memang sekilas terlihat seperti batu biasa, namun perlu kalian ketahui. Jika artefak yang aku pegang saat ini adalah bagian dari sisa peninggalan sejarah zaman megalithikum," Pablo menjelaskan.


"Ini adalah bagian potongan atas dari Menhir, dan harganya sangat fantastis. Banyak kolektor yang mencarinya," tambahnya.

__ADS_1


"Menhir? Sepertinya saya baru mengenal nama itu," Takagawa bertanya penuh kebingungan.


"Hahahaha, wajar saja. Kau bukan asli dari Indonesia, mungkin di tempatmu ada, hanya namanya berbeda," Pablo berkata sambil tertawa.


Marcello dan Takagawa tampak mengangguk tanda paham, mereka tak ingin bertanya lebih lanjut. Karena selain bisa memancing emosi Pablo, hal itu juga melanggar privasi dan kode etik dari organisasi Black Shadow.


Organisasi Black Shadow memilik kode-kode dan peraturan yang harus ditaati. Salah satunya adalah jangan mencari tahu informasi yang tidak seharusnya diketahui. Seperti artefak hasil curian tadi, mereka tidak berhak bertanya apapun tentang artefak itu.


"Hanya ini saja?" Pablo bertanya menyelidik.


"Iya bos, di kertas itu hanya tergambar denah dan artefak itu. Saya mengambil sesuai dengan gambar," Marcello menjawab sambil sesekali matanya melirik Takagawa, berusaha mencari dukungan.


"Iya Mr. Pablo, hanya itu saja yang harus kami ambil. Sesuai permintaan," ujar Takagawa mengiyakan ucapan Marcello.


"Oke, aku simpan disini," ucap Pablo pendek, kemudian meletakan artefak itu di atas mejanya.


Tak berapa lama datanglah 3 orang pria berperawakan negeri tiongkok, berpakaian rapi, memakai jas, dan menggunakan topi khas pesulap, namun topi itu terlihat lebih kecil dari topi-topi para pesulap.


Pria yang berada di depan tampak membawa koper berwarna hitam dan berjalan ke arah Pablo.


"Hallo Mr. Pablo!" Sapa pria yang berada paling depan tersebut, seraya menyalami Pablo yang tengah berdiri menyambutnya.


"Hallo, Mr. Chen!" Ujar Pablo membalas sapaan Mr. Chen.


"Silahkan duduk dulu!" Ucapnya mempersilahkan duduk kepada ketiga tamunya.


Pablo yang sudah mengerti langsung saja mengambil artefak yang berada di atas meja, kemudian menyerahkannya kepada Chen. Sementara yang lain hanya diam menyaksikan transaksi ini.


"Luar biasa!" ujar Chen terkagum.


"Aku baru melihat Menhir sekecil ini. Walaupun hanya potongan, tetap saja banyak kolektor yang menawar dengan harga selangit," tambahnya.


Pablo hanya tersenyum mendengar ucapan Chen, ia tak berkata apa-apa hanya fokus menghitung uang pemberian Chen yang ada di dalam koper di atas mejanya.


"Deal!" Ucap Pablo sambil menutup koper tanda perhitungan selesai.


Kemudian mereka berjabat tangan tanda traksaksi telah mencapai kesepakatan. Sedangkan dua pengawal Chan tampak sesekali membenarkan letak kacamata mereka dengan penuh kewaspadaan.


"Terimakasih Mr. Pablo, saya merasa senang bekerja sama dengan anda," Chen berkata memuji dengan penuh kepuasan.


"Sudah menjadi tugasku melayani pelanggan," Pablo berkata singkat sambil menyunggingkan senyum.


"Terimakasih Mr. Pablo," Chen membungkukan badan memberi hormat.

__ADS_1


Takagawa tampak memperhatikan dua pria yang menjadi pengawal Chen, ia merasakan ada yang aneh dengan sikap mereka berdua. Namun karena tidak ingin merusak hubungan Chen dan Pablo, ia memilih diam saja.


Chen terlihat berjabat tangan berpamitan kepada Pablo, diikuti dua pengawalnya. Kemudian mereka bertiga berjalan keluar seraya membawa artefak yang baru saja ia dapatkan dari anggota Black Shadow.


"Ehem," Pablo berdehem saat melihat tatapan Takagawa pada ketiga kliennya.


"Jangan khawatir! Mereka semua klien yang sudah terpercaya, tidak ada yang perlu dicurigai," tambahnya mengingatkan.


"Aku merasakan ada sesuatu yang mencurigakan dengan dua orang tadi duduk di sebelah sana," Takagawa berkata seraya menunjuk ke dua buah kursi bekas tempat duduk 2 pengawal Chen.


"Tidak usah berlebihan, Takagawa-san. Mereka tidak ingin mengambil resiko dengan merusak hubungan dengan kami," Pablo membantah dengan santai.


Takagawa hanya mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan Pablo, ia juga tidak ingin terlalu jauh berurusan dengan masalah intern Black Shadow.


Kemudian Pablo membuka koper yang berada di depannya, mengambil beberapa gepok uang dan menyerahkannya k.epada Takagawa dan Marcello.


"Bonus untuk kalian, selamat!" Ujarnya singkat.


Takagawa tampak terkejut saat mendapat uang sebanyak itu, ia seolah tak percaya.


"Apakah anda serius Mr. Pablo? Uang ini untuk saya?" Ia bertanya keheranan.


"Iya, Ambilah!" Jawab Pablo singkat.


Sementara Marcello santai saja, ia menerima uang tersebut dan memasukannya ke dalam tas yang berada di pinggangnya. Baginya seorang Pablo memang terbiasa memberikan bonus tambahan jika misi diselesaikan dengan baik.


Namun lain halnya dengan Takagawa. Di organisasinya, ia tak mendapat bonus tambahan, gajinya pun tidak terlalu besar. Namun, kekeluargaan yang mengikat mereka. Hingga saat ada sebuah masalah, anggota lain ikut membantu menyelesaikan. Berbanding terbalik dengan Black Shadow yang terkesan masing-masing dan fokus pada satu misi.


"Pablo-san, Arigatou gozaimshita," ucap Takagawa.


"Doitashimashite," jawab Pablo singkat.


Kemudian Takagawa dan Marcello mengangguk memberi hormat pada Pablo, lalu mereka kembali ke tempat masing-masing.


"Ada apa sebenarnya dengan Chen?" Gumam Pablo perlahan.


"Setahuku dia bukanlah pembisnis barang kuno, dan untuk apa artefak itu?" Gumamnya seraya mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya.


Ia menghela nafas panjang, merasa khawatir jika apa yang dipikirkannya memang benar-benar terjadi. Dan apa yang dicurigai Takagawa adalah nyata.


***


Jangan lupa tinggalkan jejak Like dan Komen ya!!!

__ADS_1


Like itu gratis!


Bantu Vote juga agar Author semakin bersemangat!


__ADS_2