Between Guns & Roses

Between Guns & Roses
Misi Sulit


__ADS_3

Saat Pedro akan memulai cerita, tiba-tiba ponselnya berdering pertanda ada pesan masuk. Ia terlihat serius membaca pesan di layar ponselnya dan sesekali mengotak-atik membalas pesan itu.


"Sepertinya kita kedatangan tamu," ucap Pedro sambil tersenyum tipis.


Antonio sontak meraih pistol dari balik jaketnya.


"Eh ... tunggu dulu!!!" bentak Pedro.


Ia terhenti, lantas menatap heran Pedro sambil memegang pistol kebanggaannya.


"Kau ini terlalu sensitif, nalurimu sangat tajam, namun kau masih kaku. Sabarlah sedikit!" ucap Pedro menenangkan.


"Kita kedatangan tamu dari asosiasi," ujarnya perlahan.


Antonio semakin terkejut mendengar kabar itu.


"Apa?! Apa ada yang salah denganku hingga asosiasi datang kesini?!" tanya Antonio tegas.


Pedro tampak santai menanggapi sikap Antonio.


"Duduklah dulu, tenangkan dirimu!" tegasnya singkat.


"Sepertinya ada hal penting yang harus disampaikan oleh asosiasi sehingga mengirim langsung orang untuk berbicara," Pedro bergumam.


Hal ini sangatlah mungkin, mengingat asosiasi biasanya mengirim informasi via telepon atau kurir penyampai pesan. Bahkan case pun dikirim melalui paket atau kantor pos.


Beberapa saat kemudian...


Seorang wanita tampak berjalan memasuki Acquolina Cafè milik Pedro, wanita bertubuh seksi mengenakan pakaian serba hitam dengan dilapisi mantel kulit selaras dengan warna pakaiannya.


Wanita itu membuka kacamata hitamnya lalu tersenyum ke arah Ferguso yang sedang mengelap meja dan membersihkan gelas.


"Helo Ferguso!" sapanya dengan nada lembut dan perlahan.


"Hai! Lama kita tak berjumpa," jawab Ferguso sambil meletakan gelas yang baru saja ia lap.


"Bisakah aku menemui Pedro?" tanya wanita itu sambil mempertahankan senyum indahnya.


"Oh ... iya, sebentar," balas Ferguso seraya bergegas ke ruangan dalam.


Wanita itu lantas duduk di kursi depan bartender dan melihat keadaan sekeliling, tatapan matanya tajam seperti seekor burung elang yang hendak mencari mangsa. Namun para pelanggan tak menghiraukannya, mereka tetap asyik dengan aktifitas masing-masing.


"Maaf nona, silahkan masuk!" ujar Ferguso menunjuk ke sebuah pintu.


Ucapan Ferguso mengalihkan perhatian wanita itu.


"Oke, terimakasih!" Wanita itu menjawab sambil tersenyum.


Kemudian ia bergegas ke ruangan dalam sesuai intruksi Ferguso.


"Halo! Selamat siang!" sapa wanita itu pada Pedro yang sedang duduk santai bersama Antonio.


"Halo Anna!" ucap Pedro membalas sapaan wanita yang bernama Anna.

__ADS_1


Anna lalu berjalan menghampiri mereka dan duduk di kursi sebelah Antonio. Ia tampak menyunggingkan senyuman ke arah Antonio.


Antonio hanya tersenyum tipis, sambil berpikir tentang siapa wanita yang baru saja datang itu.


"Perkenalkan, Anna Ivanova. Member asosiasi cabang Rusia," ujar Pedro seolah mengetahui apa yang dipikirkan Antonio.


"Salam kenal dari Antonio!" sahut Antonio sambil menundukan kepala.


"Wow, aku tak menyangka kita bisa bertemu secepat ini Antonio," sahut Anna penuh antusias.


"Namamu cukup populer di asosiasi, namun aku tak menyangka jika bisa bertemu langsung dengan pemuncak rank tipe eksekusi," ujarnya sambil memuji.


"Terimakasih, tetapi kau memujiku terlalu berlebihan," ujar Antonio datar.


"Hahahaha," tawa Pedro memecah suasana.


Mereka berdua lalu menatap Pedro.


"Tak usah terkejut, naluri membunuhnya membuat ia menjadi kaku dan kurang hangat. Hehehe," Pedro berkata pada Anna diiringi tawa menyeringai.


"Well, no problem!" ujar Anna singkat.


"Oh iya, apa tujuanmu datang kemari?" tanya Pedro.


Mendengar pertanyaan Pedro, Anna lalu meraba bagian dalam mantelnya. Ia lalu mengeluarkan sebuah map yang tidak terlalu tebal dan menyerahkannya pada Pedro.


"Ini, silahkan!" ucapnya seraya menyerahkan map itu pada Pedro.


Pedro lalu menerima dan meletakan di meja hadapannya.


Antonio hanya menatap Pedro sekilas, seperti tak peduli dengan map itu. Sedangkan Anna diam-diam mencuri pandang ke arah Antonio yang menjadi buah bibir diantara anggota wanita di asosiasi.


Antonio sebagai seseorang dengan naluri tajam, ia mengetahui jika Anna memandangnya. Namun ia tidak peduli dan hanya menikmati hisapan rokoknya.


"Sepertinya case ini cukup sulit hingga harus menggunakan dua orang tipe eksekusi," ucap Pedro perlahan.


"Maksudnya?!" sahut Antonio bertanya.


"Ya, kau akan bergabung bersama Anna untuk membantu misinya. Sementara aku akan mengumpulkan informasi dan menentukan strategi untuk kalian berdua," balas Pedro menjelaskan.


Antonio tersentak kaget, selama ini ia belum pernah menjalani misi dengan orang selain Pedro. Walaupun asosiasi terkadang sering melakukan rotasi partner, namun sepertinya itu tidak berlaku bagi Antonio.


Kemudian ia menatap wanita di sebelahnya.


"Apa misimu hingga mengharuskan aku campur tangan?" tanya Antonio tajam.


"Black Shadow," sahut Pedro singkat, mendahului ucapan Anna.


"Iya, mereka telah bergerak dan kita harus menghentikannya," Anna menambahkan.


"Hmm ... apa yang telah mereka lakukan?" tanya Antonio santai.


"Disini hanya tertulis beberapa target yang harus kalian lenyapkan, dan semua itu berhubungan dengan rencana mereka," Pedro menyela perkataan mereka.

__ADS_1


"Rencana apa itu?" tanya Antonio lagi, sambil menghisap rokoknya.


"Black Shadow akan melakukan pengawalan terhadap beberapa orang yang akan melakukan transaksi, tugas kalian adalah melenyapkan orang-orang yang akan bertransaksi itu," Pedro menjelaskan.


"Baiklah," ucap Antonio santai sambil mematikan rokoknya ke dalam asbak.


"Anna, kau anggota tipe mana?" tanyanya pada Anna yang sedari tadi diam menyimak.


"Tipe eksekusi. Perlu kau ketahui, aku satu tingkat dibawahmu?" jawab Anna dengan penuh ketegasan.


"Benarkah? Aku tidak tahu kalau ranking dua diisi oleh seorang wanita," balas Antonio setengah kagum.


"Walaupun Anna seorang wanita, dia sering menyelesaikan banyak misi berbahaya. Asosiasi sudah memperhitungkan hal itu, hingga tidak sembarangan orang untuk bisa bekerjasama denganmu yang terkenal liar dan kejam," Pedro menjelaskan.


"Oke ... tak masalah," Antonio menjawab santai.


"Kapan kita mulai bergerak?" Ia bertanya pada Pedro.


"Hmm, seperti biasa. Kau selalu terburu-buru, ceroboh, dan tidak sabaran. Tenanglah dahulu! Aku belum selesai membaca semua berkasnya," jawab Pedro sambil membalik lembaran kertas di tangannya.


Anna yang sedari tadi menyaksikan hanya bisa menggelengkan kepala. Ia tak menyangka bahwa pria yang merupakan anggota terbaik di asosiasi merupakan seorang yang ceroboh dan tergesa-gesa. Selama ini semua anggota mengira jika Antonio seorang yang kejam tanpa belas kasihan dan semua pergerakannya penuh perhitungan.


"Oh iya, dimana aku harus tinggal?" tanya Anna tiba-tiba, seolah mengalihkan topik pembicaraan.


"Hmm ... kau baru saja tiba bukan?" Pedro bertanya sambil berpikir.


"Tinggallah bersamanya, agar dia tidak terlalu kaku dan ceroboh," ucapnya sambil melirik Antonio.


"Apa kau bilang?! Tidak! Tidak! Aku tidak terbiasa dengan wanita," Antonio menolak dengan kesal.


"Apa maksudmu?" Anna tiba-tiba menatap Antonio tajam.


"Sudahlah! Kalian harus bekerjasama agar menjadi terbiasa," Pedro mencoba menenangkan.


"Ingat di misi ini kalian akan selalu bersama, anggaplah mulai sekarang misi dimulai!" ujar Pedro tegas.


"Apa?!?" Antonio lalu meraih pistolnya dengan cepat, kemudian menodongkannya pada Pedro.


Anna hanya terdiam dan tak berkata sepatah kata pun.


"Kau ingin menjadi buronan asosiasi? Silakan!" Pedro berkata santai dengan tatapan tajam ke arah Antonio.


"Sialan!!!" dengus Antonio.


"Baiklah!" Ia berkata dengan terpaksa, sambil menyarungkan kembali pistolnya.


Anna hanya tersenyum sambil menatap Pedro yang dibalas dengan senyuman juga. Sementara Antonio hanya bersungut merasa kesal.


"Oke ... misi dimulai!" ucap Pedro singkat.


***


Jangan lupa tinggalkan jejak Like dan Komen ya!!!

__ADS_1


Bantu Vote juga agar Author semakin bersemangat!


__ADS_2