Between Guns & Roses

Between Guns & Roses
Memulai Misi


__ADS_3

Keesokan harinya...


Natasha telah kembali ke Rusia karena misinya telah dibatalkan, sehingga Antonio kembali menjalankan misi bersama Anna. Misi utama mereka adalah membunuh Pablo yang merupakan target utama yang merupakan seorang pengkhianat asosiasi.


Pablo mengkhianati asosiasi karena menginginkan formula ciptaan Robertino. Ia bekerja sama dengan Kenjiro untuk menyekap dan menyandera Robertino, hal itu ia lakukan agar Robertino mau memberikan rumus formula ciptaannya.


Selain Pablo, sebenarnya pihak asosiasi juga mengincar rumus formula itu. Menurut para petinggi asosiasi, formula ciptaan Robertino mampu meningkatkan kemampuan seluruh anggota. Sehingga apabila semua anggota asosiasi mendapat suplai formula, mereka akan mudah menjalankan case dan peluang keberhasilannya menjadi sangat besar.


Asosiasi Bulan Darah atau Blood Moon Association adalah sebuah organisasi yang dibentuk oleh mantan-mantan anggota elite militer, yang saat ini diketuai oleh Mr. M.


Mr. M dan rekan-rekannya sengaja membentuk organisasi ini sebagai bentuk ketidakpuasannya pada peraturan pemerintah. Seperti penjahat kelas kakap yang bisa bebas begitu saja tanpa dijatuhi hukuman secara pasti. Berbeda dengan penjahat kecil-kecilan, atau penjahat kelas teri yang hanya mencuri ayam atau sengaja menukar sandal di tempat umum. Penjahat kelas teri malah dijatuhi hukuman lebih mengerikan dibanding penjahat yang kelas tinggi. Ketidakadilan itulah yang membuat Mr. M dan rekan-rekannya bergabung dan membuat asosiasi.


Asosiasi sendiri memiliki sebuah pusat pelatihan yang berfungsi untuk melatih calon-calon assasin muda agar bakat mereka semakin berkembang. Selain pelatihan fisik dan strategi, para assasin muda juga diajari berbagai macam ilmu pengetahuan, seperti sekolah pada umumnya.


Seperti halnya Antonio, ia merupakan murid yang paling berbakat sewaktu berada di sekolah milik asosiasi. Sehingga sekarang ia bisa menduduki rank 1 anggota tipe strategi. Selain bakat yang dimilikinya, Pedro juga berhasil melatihnya dengan baik.


Pedro Hernandez adalah rekan Robertino Fernando, mereka berdua sangat dekat dan akrab. Hubungan mereka bahkan lebih dari sekedar rekan kerja, mereka menjalin hubungan sudah seperti saudara sendiri. Hal itulah yang membuat Robertino memercayai Pedro sebagai pengasuh Antonio.


***


Setelah mengantar kepulangan Natasha, Anna lalu pulang bersama Antonio, sedangkan Pedro kembali ke cafe.


Kali ini mereka lebih bersemangat menjalankan misi, selain karena kondisi yang bugar, pil yang berisi formula hasil racikan Antonio pun telah berhasil membuat mood mereka menjadi baik.


"Aku akan memilih senjata yang akan kugunakan nanti," ucap Antonio seraya turun dari mobil.


"Aku ikut," sahut Anna.


Mereka berdua lantas masuk ke rumah dam bergegas ke ruangan senjata.


"Apa kauakan membawa pedang itu?" tanya Antonio pada Anna seraya matanya melirik ke arah bilang pedang yang tergeletak di atas meja.


"Ide bagus, aku akan mencoba membawanya. Walaupun agak risih, namun bisa kugunakan untuk pertarungan dekat," jawab Anna.


"Bagaimana denganmu?" wanita itu balik bertanya pada Antonio.


"Aku akan membawanya, kudengar kabar dari Pedro bahwa orang Asia yang ada di markas Black Shadow adalah seorang ahli bela diri. Maka aku akan mencoba untuk menguji kemampuannya," jawab Antonio seraya memperhatikan bilah pedang di tangannya.

__ADS_1


Kemudian mereka berdua memilih dan memisahkan peralatan-peralatan yang akan mereka bawa untuk menjalankan misi. Anna tampak mengisi amunisi pada kedua pistol kebangaannya, sedangkan Antonio terlihat sedang membersihkan teropong yang telah dilengkapi oleh night vision.


Mereka berdua berencana untuk memulai misi di malam hari, karena selain kurangnya aktifitas anggota, penjagaan di markas Black Shadow juga akan sedikit longgar, sehingga memudahkan mereka untuk menyusup dan bergerak secara aman.


"Lawan kita adalah Pablo, kita tidak boleh menggunakan senjata yang sembarangan," ucap Antonio saat melihat Anna memegang nunchaku.


"Iya aku mengerti, mungkin alat ini kurang begitu efektif jika berhadapan dengan lawan yang tak sedikit," sahut Anna seraya melakukan beberapa gerakan menggunakan nunchaku.


"Tangkap ini!" ucap Antonio tiba-tiba seraya melemparkan benda kecil berwarna hitam yang baru saja ia ambil dari laci di hadapannya.


Dengan cepat Anna pun menangkap benda tersebut.


"Apa ini?!" tanya Anna seraya memperhatikan benda yang kini ada di genggaman tangannya.


"Gunakan itu saat keadaan genting dan terdesak," jawab Antonio.


"Baiklah," sahut Anna singkat.


Antonio lalu melirik ke arah Anna.


"Itu sama seperti bom asap, namun memiliki efek racun. Sama seperti bom milikmu yang kaugunakan untuk membunuh Nicholas, namun perbedaannya bom milikku tak dapat menghisap kembali asapnya," ujar Antonio menjelaskan.


"Bagaimana jika aku tak sengaja menghirupnya?" tanya Anna.


Antonio yang seolah paham dan mengerti jalan pikiran Anna, langsung meninggalkan ruang senjata setelah memberi kode agar Anna menunggunya.


Tak berapa lama pria itu kembali seraya membawa plastik kecil berisi pil berwarna kuning.


"Jika kau tak sengaja menghirupnya, telanlah pil ini!" ucapnya seraya menyerahkan plastik berisi pil itu pada Anna.


"Formula baru?!" Anna bertanya saat plastik berisi pil itu ada di telapak tangannya, namun dari raut wajahnya terlihat ekspresi kegirangan.


"Iya, itu adalah formula anti racun yang telah ku sempurnakan dan kupadatkan ke dalam bentuk pil, sama seperti yang lainnya," jawab Antonio.


"Terimakasih," sahut Anna seraya memasukan plastik itu ke dalam saku celananya.


Antonio tak menjawab, ia hanya fokus memilih senjata yang berada di dalam peti besar yang tergeletak di sudut ruangan.

__ADS_1


***


Malam pun tiba...


Antonio terlihat mengendarai mobil ditemani Anna di sampingnya, mereka berdua menembus keramaian lalu lintas menuju ke markas Black Shadow.


Markas Black Shadow berada di atas bukit, tak ada bangunan lain selain bangunan itu. Bangunan dengan halaman yang cukup luas, baik halaman depan atau halaman belakang itu dikelilingi oleh pagar besi yang terlihat kokoh dan tinggi.


Antonio dan Anna tampak berjalan menaiki bukit di tengah gelap malam. Berbekal kacamata yang dilengkapi night vision membuat perjalan mereka tidak memiliki hambatan berarti.


"Aku rasa ini tempatnya," ucap Antonio saat melihat pagar besi yang menjulang tinggi tak jauh dari tempat ia berdiri.


"Tiarap!" sahut Anna tiba-tiba seraya menjatuhkan diri ke tanah.


Antonio yang paham langsung saja mengikuti gerakan Anna, sehingga mereka berdua tampak sedang telungkup di atas tanah.


"Diam!" ucap Anna perlahan saat melihat Antonio akan mengangkat kepalanya.


Rupanya Anna telah menyadari bahwa rumah besar nan megah itu dilengkapi dengan lampu pengawas, layaknya mercusuar yang selalu menyinari gelapnya lautan.


"Jangan sampai kita terlihat!" Anna berkata mengingatkan.


"Tunggu sampai lampu itu melewati kita!" perintahnya pada Antonio.


Antonio hanya mengacungkan jempol seraya tetap dalam posisi bertelungkup. Ia menyadari kecerobohannya dalam membaca situasi. Jika saja Anna tidak cepat tanggap, mungkin saat ini mereka telah tertangkap.


Lampu pengawas yang bergerak perlahan, semakin mendekati mereka. Membuat suasana semakin tegang dan mendebarkan. Anna dan Antonio berharap sorotan lampu itu segera melewati mereka berdua.


Tiba-tiba terdengar suara tembakan memecah kesunyian malam.


***


Jangan lupa tinggalkan jejak Like dan Komen ya!!


Maaf jika Author jarang up, hal ini dikarenakan kesibukan pekerjaan.


Tapi jangan khawatir, Author akan tetap up sampai tamat. Insya Allah!

__ADS_1


Terimakasih telah setia membaca dan mohon bersabar untuk menunggu up selanjutnya!


Terimakasih


__ADS_2