Between Guns & Roses

Between Guns & Roses
Peran Anna


__ADS_3

Di siang hari yang cukup terik, Antonio terlihat sedang mengamati Anna melalui scope senjatanya dari atas gedung. Ia sedang menunggu kode dari Anna yang saat ini berada di gedung sebelahnya, sedang menyamar menjadi wanita panggilan agar bisa dipesan oleh Rodriguez.


Rodriguez adalah target pertama dalam misi mereka. Ia merupakan salah seorang komplotan dari rencana Black Shadow, bisa dikatakan bahwa Rodriguez adalah seorang penjual senjata api ilegal. Sesuai strategi Pedro, Anna akan menyamar dan Antonio akan membantu dari jarak jauh.


Saat ini Anna sedang bersama Rodriguez di dalam sebuah kamar hotel di lantai 15, ia sengaja menggunakan parfum dengan kadar feromon yang sangat tinggi. Karena ia tahu jika Rodriguez senang mengoleksi hewan melata seperti ular.


"Ayo menarilah sayang!" ucap Rodriguez seraya menepuk pantat Anna.


Anna hanya tersenyum sambil melenggak-lenggokan tubuhnya yang seksi di hadapan Rodriguez.


"Kurang seksi sayang, percuma aku membayarmu mahal jika hanya ini yang kau sajikan," ujar Rodriguez setengah emosi.


Anna tidak banyak bicara, ia lalu naik ke pangkuan Rodriguez yang sedang duduk di kursi tak jauh dari akuarium yang berisi puluhan ular-ular berbisa sejenis kobra.


Ia menggosok-gosokan tubuhnya pada tubuh Rodriguez yang telah hanyut dalam luapan birahi. Namun pandangan Anna sesekali melirik ke arah jendela, ia sebenarnya khawatir jika Antonio tidak bersiap membantu misinya.


"Terus sayang!! Aku membayarmu untuk lebih dari ini," Rodriguez berkata sambil meremas-remas pantat sekal milik Anna.


Tiba-tiba Anna bangkit dan berkata,


"Maukah kau kubuatkan sebuah minuman?" ucap Anna sambil tersenyum manis.


"Apa?! Mengapa tidak nanti saja saat semuanya telah usai?!?" balas Rodriguez dengan perasaan setengah menyesal.


"Kau yakin akan membiarkanku mati kehausan? Bukankah kau ingin pelayanan yang maksimal?" tanya Anna memastikan.


"Hmm ...." Rodriguez hanya bergumam seraya menghela nafas pendek.


"Oke, buatkan minuman jus jeruk yang spesial sayang," ucapnya seraya mencium bibir Anna.


"Jeruk? Mengapa harus jeruk?" Anna bertanya menggoda dan mengerlingkan mata.


"Aku suka sekali buah jeruk, karena bentuknya bundar seperti ini," Rodriguez menjawab sambil memegang bulatan di dada Anna.


Anna tak menjawab, ia hanya tersenyum sambil melepaskan cengkeraman tangan pria itu. Kemudian bergegas ke dapur kamar hotel, membuatkan 2 gelas minuman jus jeruk untuk dirinya dan Rodriguez.


Saat ia menuangkan air ke dalam gelas milik Rodriguez, Anna tak lupa memasukan serbuk pemberian dari Pedro. Menurut Pedro, serbuk itu bisa membuat syaraf peminumnya menjadi lumpuh dan otot-ototnya pun menjadi tak bisa digerakan.


Setelah siap dengan 2 gelas jus di tangannya, Anna lalu membawa dan memberikannya kepada Rodriguez.

__ADS_1


"Ini minumannya sayang!" ucap Anna sambil memberikan segelas jus jeruk buatannya yang telah berisi serbuk pada Rodriguez.


"Terimakasih sayang," ujar Rodriguez dengan penuh semangat, tanpa basa-basi langsung ia minum sampai habis.


"Sungguh menyegarkan, seperti melihat wajahmu," goda Rodriguez.


Anna hanya menatap sejenak sambil tersenyum, kemudian ia pun meminum jus miliknya untuk menghindari kecurigaan. Sama halnya seperti pria itu, ia meminumnya sampai habis tak tersisa walau hanya setetes.


"Ayo lanjutkan sayang! Aku sudah tidak tahan!" pinta Rodriguez seraya memeluk tubuh Anna.


"Duduklah dulu disana, kita mulai dari awal," jawab Anna singkat sambil tetap berusaha tersenyum manis.


"Oh, kau ingin bermain-main rupanya. Sungguh binal sekali kau gadis manis," ucap Rodriguez.


Tanpa banyak bicara, Anna lalu menarik kerah baju pria itu menuju ke arah kursi tadi. Bagai kerbau dicucuk hidungnya, Rodriguez pun menuruti keinginan Anna.


"Ayo cepat!" Ia berkata sambil membuka ikat pinggangnya dengan tergesa-gesa.


Anna tak berkata apapun, ia hanya mempertahankan senyumannya sambil berjalan perlahan menjauh.


Ia menggoda dengan melengak-lenggokan tubuh seksinya, dan berjalan mendekati Rodriguez yang sedang duduk di dekat akuarium yang berisi puluhan ular kobra.


Saat Anna berjarak tak jauh dan hampir mendekat ke Rodriguez, tiba-tiba ia melihat pria itu seperti kejang-kejang. Tangan dan kakinya kemudian terlihat kaku, sementara mulutnya berbusa. Namun matanya terlihat bergerak-gerak.


"Obatnya sudah mulai bereaksi rupanya," gumam Anna perlahan.


Ia lalu merapikan pakaiannya yang sedari tadi terlihat acak-acakan hasil karya tangan Rodriguez. Setelah itu ia bergegas ke arah pintu keluar.


Di atas atap gedung yang bersebelahan dengan gedung tempat Rodriguez, Antonio sudah bersiap dengan senjata laras panjang andalannya, sejenis Sniper Rifle yang biasa menemaninya dalam setiap misi.


Saat ia melihat Rodriguez terjatuh dari kursinya, ia lalu menekan pelatuk senjatanya.


Dor!


Satu peluru yang dilepaskan Antonio dengan cepat melesat menembus kaca jendela.


Prang!


Peluru itu menghancurkan akuarium yang berisi puluhan ular-ular kobra ganas. Peluru yang dibuat khusus oleh asosiasi untuk menghancurkan. Walaupun kecil, namun daya rusaknya sangat fantastis. Peluru itu bisa meledak saat mengenai target.

__ADS_1


Parfum dengan kadar feromon yang sangat tinggi memancing ular-ular itu untuk mendekat. Aroma feromon membuat ular menjadi semakin ganas dan liar.


Rodriguez yang saat ini merasakan seluruh ototnya tidak dapat digerakan, hanya bisa pasrah melihat puluhan ular di depannya mendesis-desis seolah telah siap mematuk dan menyutikan bisa yang sangat mematikan.


Saat Anna mendengar suara seperti gelas pecah, ia lalu berlari keluar kamar hotel seolah ketakutan dan meminta bantuan kepada pihak keamanan hotel. Sementara Antonio masih tetap menyaksikan tubuh Rodriguez yang saat ini sedang disinggahi puluhan ekor ular kobra.


Ular kobra itu terlihat mematuk-matuk tubuh Rodriguez yang saat ini sudah terbujur kaku tak bernyawa. Bagai seekor singa lapar, puluhan ular kobra itu kini mencabik-cabik bagian tubuh Rodriguez. Ya, mereka memakannya!


Ular-ular koleksi Rodriguez merupakan ular langka dan hasil percobaan ilmiah di Afrika. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika perilaku ular-ular itu diluar kebiasaan mereka saat berada di habitatnya.


Setelah menyaksikan hal menjijikan itu, Antonio lantas merapikan kembali senjata dan mengenakan kembali pakaian samarannya yaitu petugas PLN, beserta atribut lengkap yang ia gunakan untuk menyelinap masuk ke atap gedung.


Saat Antonio menuju parkiran mobil terlihat Anna sudah menunggu di dekat mobil dengan pakaian rapi dan berkacamata hitam, sangat kontras dengan penampilan saat ia di dalam kamar hotel tadi.


Sementara itu situasi di luar hotel sudah di sterilkan dari kerumunan orang, dan dipasang garis polisi.


"Ayo!" ajak Anna pada Antonio yang berjalan membawa tas ke arah mobil van-nya.


Setelah meletakan barang ke bagasi belakang, mereka langsung bergegas pulang.


"Aku sungguh kagum dengan totalitasmu," ucap Antonio sambil menyetir mobil.


"Aku tak mengerti apa maksud Pedro, tapi sampai saat ini kita telah berhasil," jawab Anna datar seraya memperhatikan botol parfum pemberian Pedro yang sedang ia genggam.


"Sepertinya aku lapar," Antonio berkata pelan setelah merasakan lambungnya berteriak.


"Kau terlalu terburu-buru, aku belum sempat masak tadi pagi," Anna berkata sambil bersungut.


"Kau bisa memasak?!" Antonio bertanya dengan nada mengejek.


"Aku ini wanita," jawab Anna singkat.


"Baguslah, buatkan aku makanan yang enak saat di rumah nanti," ucap Antonio.


Kemudian ia mempercepat laju mobilnya karena tak sabar ingin menikmati masakan Anna.


***


Jangan lupa tinggalkan jejak Like dan Komen ya!!!

__ADS_1


Bantu Vote juga agar Author semakin bersemangat!


__ADS_2