Between Guns & Roses

Between Guns & Roses
Ending


__ADS_3

Setelah mendapat informasi bahwa misi yang baru saja ia jalani ternyata selesai, Anna memutuskan untuk kembali ke tempat asalnya. Sebagai anggota asosiasi cabang Rusia, sudah seharusnya ia kembali dan menjalani misi di negara asalnya itu.


"Antonio, aku akan kembali ke tempat asalku. Kuharap kau tak merindukanku," ucap Anna lirih seraya merebahkan kepalanya ke atas dada bidang milik Antonio.


"Bagaimana jika aku merindukanmu?" tanya Antonio pelan seraya mencolek batang hidung Anna.


"Bodoh! Temui aku!" jawab Anna tegas.


"Awww ...." pekik Antonio saat torpedonya digenggam dengan erat oleh wanita itu.


"Pertanyaan konyol," dengus Anna.


"Sudahlah ... aku akan mengemasi barang-barangku," ucapnya seraya bangkit dari pelukan Antonio.


Namun dengan cepat tangan pria itu menarik lengan Anna agar kembali ke pelukannya.


"Tak usah terburu-buru, mana tanggung jawabmu? Kauakan pergi setelah membuat adik kecilku terbangun, hah?" tanya Antonio seraya mengeratkan pelukannya pada wanita itu.


"Aw ...." Anna terpekik kaget saat merasakan sebuah benda tumpul mulai menyelip masuk ke dalam tubuhnya.


Dengan kelincahan dan ketangkasan mereka berdua, akhirnya terjadi lagi pertempuran yang maha dahsyat di atas ranjang yang mulai berdecit.


***


Beberapa jam kemudian...


Antonio tampak melambaikan tangan ke arah Anna yang telah berada di dalam helikopter milik asosiasi. Helikopter yang bertugas mengantar-jemput semua anggota asosiasi ke mana pun.


Helikopter itu perlahan naik ke udara dan terbang meninggalkan Antonio yang sedang berdiri di samping mobilnya.


"Huft ...." ia mengepulkan asap rokok yang baru saja ia hisap.


"Sepertinya aku harus mengakhiri semua ini, aku sudah muak dengan kekerasan dan kebiadaban," ucapnya seraya mengepalkan tangan.


Kemudian ia memasuki mobilnya dan melajukannya ke suatu tempat bersejarah di hidupnya. Sebuah tempat yang menjadi saksi bisu perjuangannya melawan maut, sebuah tempat yang merubah karakter dirinya yang semula dingin dan kasar menjadi lemah-lembut.

__ADS_1


"Semoga saja ia sedang berada di rumah," gumamnya seraya menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah yang tampak tak asing baginya.


Kemudian ia keluar dan berjalan ke arah pintu rumah itu.


Tok! Tok! Tok!


Diketuknya pintu rumah itu sebagai salam untuk bertamu.


"Permisi!" ucapnya lantang.


"Iya," terdengar suara seorang wanita dari dalam rumah menjawab salam Antonio.


Cklek!


Pintu rumah pun terbuka dan terlihat seorang wanita cantik yang sedang tersenyum ke arah Antonio.


"Antonio!!!" teriak wanita itu seraya melompat ke tubuh pria yang berada di ambang pintu.


"Aku kira kautelah melupakanku," ucap wanita itu sembari sesenggukan.


"Aku telah berjanji akan menemuimu setelah menyelesaikan tugasku, kini tugasku telah selesai dan aku kembali," ucap Antonio seraya memeluk erat wanita cantik itu.


"Kau adalah mawarku, bunga mawar yang selalu tumbuh dan menghiasi taman hatiku," ucap Antonio perlahan tepat di daun telinga Rosalinda.


Mendengar ucapan seperti itu, tanpa sadar air mata Rosalinda menetes hingga membasahi pipi. Ia tak menyangka jika pria yang selama ini ia cintai telah kembali, seperti setetes air yang menyentuh dahaga dalam dirinya.


"Sebentar ...." ucap Antonio seraya berusaha melepaskan pelukannya.


"Ada apa?!" tanya Rosalinda setengah terkejut dan melepaskan pelukannya walau hanya setengah hati.


Kemudian pria yang bernama Antonio itu mengeluarkan kotak kecil dari balik jaketnya, lalu ia berlutut di hadapan Rosalinda seraya membuka kotak kecil itu.


"Will you marry me?" ucap Antonio seraya tersenyum manis.


Rosalinda yang mendapat kejutan itu hanya bisa menutup mulutnya yang menganga, perasaannya menjadi tidak karuan antara gembira, senang, bahagia, dan terharu.

__ADS_1


Tanpa banyak bicara, ia lalu mengangguk dan meraih cincin yang berada di dalam kotak itu, kemudian memakaikannya ke jari manis tangan kirinya.


"Terimakasih My Rose," ucap Antonio lirih.


Lalu kedua insan itu saling mendekat dan merayakan hari paling bersejarah itu dengan bertukar ludah bersama di ambang pintu rumah milik Rosalinda.


***


Beberapa bulan kemudian...


Setelah resmi menikah dengan Rosalinda, Antonio memutuskan untuk keluar dari asosiasi dan menjalani hidup seperti masyarakat pada umumnya.


Tidak ada lagi pertumpahan darah, tidak ada lagi strategi, tidak ada lagi misi, tidak ada lagi tekanan, yang ada hanya kebahagiaan dan kasih sayang, juga cinta yang selalu berkembang setiap hari.


"Sayang, aku telah menanam bunga mawar yang banyak di halaman belakang rumah kita," ucap Antonio seraya memeluk Rosalinda yang kini telah menjadi istrinya.


"Bunga mawar?!?" tanya Rosalinda seraya mengernyitkan dahi.


"Ya, karena kau adalah mawarku, dan kisah hidupku selalu tak lepas dari senjata dan air mata, sehingga kisah kita pantas diberi nama 'Between Guns & Roses'," jawab Antonio.


"Aku terharu ... terimakasih sayang," ucap Rosalinda seraya mengeratkan pelukannya.


"Semoga kita selalu bahagia selamanya, sampai maut memisahkan kita berdua," lirih Antonio.


"Aamiin!!!"


THE END


***


Demikianlah kisah akhir dari novel "Between Guns & Roses", semoga kita semua dapat mengambil nilai positif dari setiap kejadian atau peristiwa yang ada.


Terimakasih telah menjadi pembaca setia dari karyaku yang receh ini, mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan penulisan atau pun kejanggalan alur cerita. Itu semua semata-mata karena kebodohan saya sebagai Author.


Terimakasih juga yang telah mendukung saya secara pribadi baik melalui Like, Komen, Vote, atau Dukungan langsung. Dukungan anda sangat saya terima, walaupun saya belum bisa memuaskan rasa dahaga anda dengan cerita yang mengagumkan.

__ADS_1


Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada semuanya.


Saya Pengembara Elite mengucapkan SAMPAI JUMPA!!!


__ADS_2