
Wanita cantik yang sedang duduk di kursi itu kini berdiri menyapa Pedro dan Antonio yang baru saja datang.
"Halo Natasha, lama tak jumpa!" ucap Pedro membalas sapaan wanita yang ternyata bernama Natasha.
Wanita itu hanya tersenyum mendengar sapaan Pedro, kemudian ia menyalami kedua pria itu dan duduk kembali di kursinya diiringi Pedro dan Antonio.
"Natasha?! Apa kau rekannya Anna?!" tanya Antonio menyelidik.
"Ya, benar. Aku datang ke sini untuk membantu Anna," jawab Natasha.
"Membantu?!"
Pedro dan Antonio bertanya serentak.
"Iya, asosiasi mengirimku sebagai pengganti Antonio yang sedang diistirahatkan," jawab Natasha menjelaskan.
"Aku?! Aku baik-baik saja," sahut Antonio.
"Mungkin karena kau belum melapor ke klinik, jadi mereka masih mengira bahwa kau masih belum pulih," ujar Pedro mencoba menenangkan Antonio.
Natasha yang menyaksikan, hanya diam saja seraya menikmati hisapan rokok yang sedang ia jepit oleh jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya.
Tiba-tiba terdengar bunyi panggilan masuk di ponsel Natasha. Wanita itu lantas berdiri dan pergi ke ruangan belakang untuk menjawab panggilan telepon.
"Maaf, ada panggilan," ujarnya pada Pedro seraya berjalan cepat ke pintu keluar.
Pedro hanya mengangguk saja ketika melihat tingkah Natasha yang seperti tergesa-gesa, ia hanya menganggap bahwa wanita itu sedang menerima panggilan penting yang mengharuskannya berbicara di tempat hening.
"Pedro, sebaiknya kita bergegas ke klinik sebelum wanita itu menggantikan peranku," sahut Antonio.
"Sabarlah sebentar, aku akan berbicara padanya. Jika memang ini perintah dari asosiasi, aku akan berbicara pada salah satu petinggi di sana," jawab Pedro berusaha menenangkan Antonio.
Bagi seorang Antonio, pergantian misi adalah aib. Selama ini ia tidak pernah menggantikan atau pun digantikan saat di pertengahan misi. Karena apabila hal itu terjadi, berarti ia dianggap telah gagal dalam menjalankan case dan bisa menurunkan reputasi juga ranking.
Tak lama kemudian, Natasha kembali ke ruangan Pedro.
"Maaf, aku kira telepon darurat, ternyata dari Anna," ucap Natasha santai seraya duduk kembali ke kursinya.
"Anna?!" tanya Pedro memastikan seraya mengernyitkan dahi.
"Iya, sepertinya ia sedang di perjalanan menuju ke sini," jawab Natasha.
"Aku juga mengatakan bahwa Antonio ada di sini bersamamu dan ia terdengar sangat antusias," tambahnya.
Antonio hanya menghela napas panjang saat mendengar namanya disebut oleh wanita di hadapannya.
"Syukurlah jika ia cepat menyelesaikan misi," ujar Pedro.
"Berarti Anna langsung menuju ke sini?!" tanya Antonio heran.
__ADS_1
"Iya, dia tak mungkin ke rumah Rosalinda jika ia mengetahui kau ada di sini," sahut Pedro menjawab pertanyaan Antonio.
Natasha hanya mengangguk perlahan mengiyakan ucapan Pedro pada Antonio.
***
Sementara itu terlihat Anna yang baru saja turun dari mobil dan berjalan memasuki Acquolina Cafè.
"Hai Ferguso! Di mana temanku?" ia bertanya pada Ferguso yang terlihat sedang mengotak-atik ponselnya.
"Hai Nona! Iya, temanmu ada di dalam, silakan masuk saja," jawab Ferguso dengan dihiasi senyuman khasnya.
"Oke, terimakasih," sahut Anna singkat.
Kemudian wanita itu berjalan menuju ruangan Pedro.
"Hai, Natasha!" sapa Anna seraya bergegas dan langsung memeluk temannya itu.
"Halo, lama tak jumpa, aku sangat merindukanmu," jawab Natasha hangat seraya memeluk tubuh Anna.
Mereka yang saat ini sama-sama mengenakan pakaian serba hitam terlihat seperti dua sahabat yang sangat kompak.
"Ehem ...." Antonio berdehem kecil.
Anna yang menyadari langsung saja melepaskan pelukannya pada Natasha, kemudian beralih ke Antonio.
"Oh sayang, sudahlah. Pelukanmu membuatku sulit bernapas," jawab Antonio seraya berusaha melepaskan pelukan Anna.
Sebenarnya bukan hal sulit bagi Antonio untuk melepaskan diri dari pelukan Anna. Namun, karena dia tak ingin menyakiti wanitanya, jadi ia meminta dengan perlahan.
"Oops ... maaf sayang, aku terlalu bersemangat," ucap Anna seraya tertawa kecil.
Natasha hanya menggelengkan kepala kecil melihat tingkah temannya itu.
"Ternyata dugaanku benar, pria itu memiliki hubungan spesial dengamu. Pantas saja kau terdengar senang saat aku memberitahumu di telepon tadi," ucap Natasha meledek Anna.
Tiba-tiba Pedro bangkit dari kursinya.
"Karena semua telah berkumpul, maka aku akan mengantar Antonio ke klinik untuk memberi laporan. Sedangkan kau, Anna, kau temani Natasha!" ucap Pedro seraya memberi perintah.
Anna hanya mengangguk setuju kemudian melirik pada Antonio.
"Bolehkah aku membawa Natasha ke rumahmu?" tanya Anna pada pria yang kini ia anggap sebagai kekasihnya.
"Tak masalah," jawab Antonio singkat.
"Oke, ayo Nat, kita beristirahat di sana!" ajak Anna pada Natasha.
Tanpa berbasa-basi, kedua wanita itu pun bergegas keluar ruangan meninggalkan Pedro dan Antonio yang menatap heran tingkah Anna.
__ADS_1
"Hmm ...." Antonio hanya bergumam pelan diikuti Pedro yang hanya menggelengkan kepala.
"Kita bergegas sekarang!" ajak Pedro seraya berjalan keluar ruangan diikuti Antonio di belakangnya.
***
Tak butuh waktu lama bagi Pedro dan Antonio untuk segera sampai di klinik milik asosiasi. Setelah sampai di sana, mereka berdua lantas berjalan ke lobby dan mengisi data di tempat pendaftaran.
Setelah melakukan pendaftaran, mereka lantas menuju ruang pemeriksaan sesuai intruksi yang tertulis di kertas pemberian petugas yang berjaga di ruang pendaftaran.
"Kau masuklah! Aku akan menunggu di sini," perintah Pedro saat mereka berada di depan pintu ruang pemeriksaan.
Antonio tak menjawab, ia lalu bergegas memasuki ruangan itu seraya membawa kertas yang nanti akan diberikan kepada dokter jaga.
"Selamat siang Dok!" sapa Antonio.
"Selamat siang Mr. Antonio!" balas dokter itu.
Antonio lalu menyerahkan secarik kertas itu pada sang dokter.
"Oh, ini ya?" tanya sang dokter memastikan, saat ia membaca tulisan di kertas itu.
Kemudian sang dokter mengecek tubuh Antonio mulai dari mengecek tekanan darah hingga mengecek bagian-bagian lain sesuai prosedur medis.
"Sepertinya kondisimu baik-baik saja, aku dengar kau ditolong dan dirawat oleh seorang dokter. Beruntung sekali dirimu," ujar sang dokter memuji.
"Entahlah, mungkin jalan hidupku harus seperti ini," balas Antonio pendek.
Dokter itu hanya tersenyum kecil mendengar jawaban Antonio, selain ia merasa segan pada pria terbaik di asosiasi, ia juga mengetahui karakter Antonio yang tak banyak bicara.
"Ini, serahkan pada Pedro! Selanjutnya biar ia yang mengurus," sahut Dokter itu seraya memberikan secarik kertas pada Antonio.
"Terimakasih," balas Antonio pendek seraya menerima kertas itu dan melipatnya, kemudian ia bawa keluar ruangan.
Pedro yang melihat Antonio telah selesai dan keluar dari ruang pemeriksaan, langsung saja berdiri dari duduknya.
"Bagaimana?" tanyanya.
Antonio tak menjawab, ia hanya menyerahkan secarik kertas pemberian dokter itu pada Pedro.
"Oke, selamat menjalankan misi!" ucap Pedro setelah membaca tulisan di kertas itu.
"Bagaima dengan wanita itu?" tanya Antonio.
"Tenanglah, biar aku yang mengurusnya," jawab Pedro seraya menyeringai kecil.
***
Jangan lupa tinggalkan jejak Like dan Komen ya!!!
__ADS_1