Between Guns & Roses

Between Guns & Roses
Menyusup


__ADS_3

Marcello lalu memasuki kamar yang pintunya tampak terbuka sedikit, diikuti Takagawa di belakangnya. Namun mereka tak menemukan apapun, selain ruangan gelap dan pengap.


"Bisa kaunyalakan lampunya?" tanya Takagawa pada Marcello.


"Ini kamar bekas Fabio, kamar ini sudah lama tidak ditempati sehingga tidak diberi penerangan lagi," jawab Marcello.


"Seperti itu ya? Hmm ...." ucap Takagawa seraya mengangguk kecil saat mendengar jawaban Marcello.


Penciuman terlatih Takagawa menangkap bau amis darah, namun ia diam saja seolah tidak ada apa-apa di sana.


"Sepertinya ada tangan jahil yang sengaja membuka pintu kamar ini," ucap Marcello.


"Ayo kita lanjut berkeliling!" ajaknya pada Takagawa yang sedari tadi berdiri di ambang pintu.


Tanpa menunggu persetujuan Takagawa, Marcello lantas berjalan keluar dari ruangan itu. Sang Master Martial Arts pun hanya bisa mengikuti ajakannya, walau sebenarnya ia ingin menyelidiki tempat itu lebih dalam.


Cklek!


Pintu pun ditutup oleh Marcello, kemudian mereka berdua bergegas mengecek ruangan lain.


***


Flashback on


Sementara itu Antonio dan Anna yang baru saja membunuh salah satu anggota Black Shadow langsung menyembunyikan mayat korban mereka. Mayat itu mereka simpan ke dalam lemari dengan luka yang sebelumnya mereka tutup agar darah di dada mayat itu tidak mengalir dan meninggalkan jejak.


Tring! Tring! Tring!


Terdengar seperti bunyi logam yang dipukul perlahan, bunyi yang merupakan pertanda dari Marcello.


"Ayo cepat! Sepertinya akan ada yang datang," ucap Antonio perlahan saat melihat Anna sedang membersihkan sisa darah di lantai.


"Ke mana kita?" tanya wanita itu.


Antonio tak menjawab ia hanya menarik tangan Anna dengan cepat, lalu membawanya bersembunyi ke bawah tempat tidur.


Tak lama berselang, terdengar suara langkah kaki dan obrolan dua orang pria yang merupakan Takagawa dan Marcello.


Antonio dan Anna hanya mendengarkan ocehan kedua pria itu hingga akhirnya keluar dari persembunyian saat mendengar suara pintu tertutup.


Flashback off


Kedua anggota dari Blood Moon Association itu kini sedang berjalan menyusuri koridor kamar, mereka mengendap dengan cepat menuju tempat tujuan yang sebelumnya telah direncakan bersama Pedro.

__ADS_1


"Sepertinya ini asrama wanita," ucap Antonio secara perlahan kepada Anna.


"Ya, sepertinya begitu," sahut Anna pelan.


"Ayo cepat! Selagi mereka masih terlelap," ucap Antonio seraya bergegas kembali menuju bagian dalam asrama.


Asrama pria dan wanita tidak begitu jauh jaraknya, kedua tempat itu hanya dipisahkan dengan sebuah taman kecil yang berhiaskan air mancur.


Tring! Tring! Tring!


"Ssstt ...." ucap Antonio seraya menghentikan langkah dan memberi isyarat untuk berhenti kepada Anna yang berada di belakangnya.


Mereka berdua lalu menghentikan langkah sejenak, kemudian mencari sudut gelap ruangan untuk berkamuflase agar tidak tertangkap oleh penjaga yang sedang berpatroli.


Sama seperti di asrama pria, di sini yang merupakan asrama wanita pun selalu diadakan patroli setiap malam. Namun, jika di asrama pria hanya Marcello yang bertugas untuk berkeliling, berbeda dengan asrama wanita yang terlihat ada dua wanita yang sedang berjalan dan mengecek setiap pintu kamar sembari membunyikan kode.


"Aku tak tahu jika sekarang giliranku untuk berpatroli," ucap salah seorang wanita penjaga yang membawa triangle.


"Alasan, apa kau tak mengecek jadwal?" tanya wanita di sebelahnya dengan nada sedikit kesal.


"Hoaaammm ... entahlah, aku lupa," jawab wanita yang membawa triangle itu setelah menguap sebelumnya.


"Dona! Kauselalu seperti itu. Untung saja Nona Benita sedang menjalankan tugas, jika dia ada di sini, mungkin kauakan diberi sanksi olehnya," ucap temannya dengan nada tegas kepada Dona, yaitu wanita yang membawa triangle.


"Ada apa dengan Nona Benita?!?" Julia balik bertanya.


"Ia telah gugur dalam misi," jawab Dona lirih.


"Astaga!!!" Julia terkejut mendengar informasi dari Dona tentang Benita.


"Aku tak mendengar kabar itu, apa karena aku terlalu sibuk di dapur? Hmm ...." tambahnya seraya mengelengkan kepala.


"Bisa jadi, kau 'kan memang koki handal yang selalu fokus dalam bekerja," sahut Dona dengan nada sedikit mengejek.


"Huh ...." Julia hanya mendengus kesal mendengar ejekan temannya.


"Hehehe ...." Dona hanya tertawa menyeringai saat melihat kekesalan Julia.


Setelah itu mereka diam dan fokus mengecek ruangan-ruangan yang ada di asrama wanita.


Di keanggotaan Black Shadow, Benita merupakan anggota wanita yang sering mendapat misi. Hal itulah yang menyebabkan dia sangat disegani oleh anggota-anggota wanita lainnya. Namun, sayangnya Benita harus gugur dalam misi terakhir yang harus berhadapan langsung dengan Anna. (Mengenai Benita bisa dilihat di Novel "Kan Ku Kejar Cintamu" karya Din Din dari mulai Bab 194)


***

__ADS_1


Sementara itu Anna yang mendengar nama Benita disebut oleh dua penjaga yang sedang berpatroli, ia sedikit menyeringai.


"Sepertinya mereka tak lebih tangguh dari wanita yang bernama Benita itu," ia bergumam pelan.


"Kaumengenalnya?" tanya Antonio pelan.


"Aku yang membunuhnya," jawab Anna singkat.


"Hmm ... pantas saja kau seperti tertarik mendengar ocehan mereka," sahut Antonio dengan nada bicara pelan.


"Ssstt!" Anna lalu memberi isyarat untuk diam saat mengetahui kedua penjaga itu sudah cukup dekat dengan mereka berdua.


"Kita ke mana?" tanya Julia pada Dona yang terus berjalan ke arah koridor yang gelap.


"Kita langsung menuju ke dapur, bukankah kita harus memasak untuk sarapan para anggota?" jawab Dona santai.


"Ini masih tengah malam, bilang saja kalau kaulapar," sahut Julia dengan nada kesal.


"Hehehe, pintar sekali dirimu," puji Dona sambil tersenyum.


"Buatkan aku sebuah hidangan yang istimewa, oke?" pintanya.


"Tak mau, masaklah sendiri!" jawab Julia mencoba menolak.


"Ayolah! Kau 'kan koki, sedangkan aku hanya anggota biasa. Mana bisa aku memasak enak?" Dona mencoba merayu.


"Hmm ... baiklah. Tapi ... bawakan aku oleh-oleh setelah kaupulang dari misi," ucap Julia mencoba bernegosiasi.


"Tenang saja, doakan aku agar tak seperti Nona Benita," sahut Dona mengiyakan permintaan Julia.


"Aku selalu mendoakanmu agar selalu berhasil dalam misi," jawab Julia pendek.


Dona pun hanya tersenyum kecil seraya berjalan bersama Julia menuju ke dapur umum.


Jalan yang harus mereka lalui sangat gelap, karena lampu yang rusak belum mendapat perbaikan. Sehingga mereka berdua hanya mengandalkan insting agar tak tersandung atau pun menabrak dinding.


Antonio dan Anna yang menggunakan kacamata dengan mode night vision dapat melihat kedua penjaga itu saat baru saja berjalan di hadapan mereka. Dona dan Julia juga tampak tak merasakan keberadaan dua anggota asosiasi, sehingga mereka tampak fokus berjalan menuju dapur.


"Apa kita harus menghabisi mereka?" tanya Anna pada Antonio saat melihat jarak kedua penjaga sudah cukup jauh dari mereka.


"Tak perlu, kita bisa menggunakan dua orang itu untuk membuat gempar seluruh markas," jawab Antonio seraya menyeringai jahat.


***

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak Like dan Komen ya!!!


__ADS_2