
Ponsel milik Rosalinda sengaja di set menjadi loudspeaker oleh Antonio, ia sengaja melakukan itu agar wanita di depannya tidak menaruh curiga kepadanya.
"Halo! Acquolina Cafè disini, ada yang bisa kami bantu?" Terdengar suara Pedro dari speaker hp milik Rosalinda.
Antonio sengaja menghubungi nomor Acquolina Cafè seperti para pelanggan yang ingin memesan secara delivery, karena ia tahu jika nomor pribadi Pedro tidak mungkin menerima panggilan dari nomor yang tidak dikenal.
"Halo Pedro, ini aku!" Ujar Antonio.
"Iya, saya Pedro, pemilik cafe. Ada yang bisa saya bantu? Silahkan sebutkan pesanan anda! Kami menyediakan delivery order dengan cepat dan mudah," jawab Pedro seraya berpromosi.
Rosalinda yang mendengarkan hanya cekikikan menahan tawa, ia tak menyangka jika teman Pria di depannya adalah seorang customer service.
"Hmm," Antonio menghela napas panjang.
"Pedro, ini aku. Antonio," ujarnya tegas.
"Hah? Antonio? Kau kah itu?" Sahut Pedro dengan nada keheranan.
"Iya, ini aku, Antonio," balas Antonio yang mulai merasa jengkel pada Pedro.
Rosalinda tersenyum kecil melihat raut wajah Antonio yang terlihat lucu saat sedang kesal.
"Oooooh, hahahaha," Pedro tertawa mendengar ucapan Antonio.
"Aku kira pelanggan yang ingin memesan secara delivery. Mengapa aku menghubungi nomor ini? Tidak langsung saja ke nomor pribadiku?" Tanyanya.
"Ini nomor pinjaman, sampai kapanpun kau tak akan menerima telepon dari nomor yang tak kau kenal. Apa kau lupa?" Tanya Antonio tegas.
"Oh, pantas saja. Aku tak melihat nomor pemanggil, karena aku tak pernah mengingat nomor pelanggan. Hahaha," Pedro tertawa setelah berkata menjelaskan.
"Temui aku disini, cepat! Ada hal yang ingin ku bicarakan. Alamatnya akan ku kirim melalui pesan singkat, oke?" Ucap Antonio dengan tegas.
"Baiklah!" Pedro menjawab singkat.
"Oiya, bawa juga pil yang berwarna merah! Pil itu tersimpan di saku jaketku yang sebelah kanan. Jaket yang tergantung di ruanganmu," ucap Antonio.
"Apa? Kau yakin? Apa yang terjadi denganmu? Kau tau An..." ucapan Pedro tiba-tiba terpotong saat disela oleh Antonio.
"Ssstt.. Nanti ku jelaskan disini!" Ujar Antonio dengan nada penuh ketegasan, lalu memutuskan panggilan teleponnya.
__ADS_1
Kemudian ia mengotak-ngatik ponsel itu, berusaha untuk mengirim pesan singkat kepada Pedro.
"Dimana alamat kita sekarang?" Tanyanya pada Rosalinda.
Wanita itu pun memberitahukan secara rinci alamat rumahnya yang secara perlahan seraya diketik oleh Antonio.
"Sudah, terimakasih," ucapnya sembari mengembalikan ponsel kepada pemiliknya.
"Sudah?" Rosalinda bertanya sambil mengulurkan tangan meraih ponselnya.
"Iya, beritahu aku jika dia sudah datang," jawab Antonio.
"Baiklah, kau beristirahatlah dahulu! Aku akan membersihkan rumah," ujar Rosalinda.
Kemudian wanita itu keluar dari kamar Antonio untuk memulai menyapu dan membersihkan rumahnya.
***
Sementara itu Pedro tampak terkejut saat ia mendapati pil formula di dalam saku jaket milik Antonio.
"Ternyata benar, formula itu ada disini. Hmm, dasar ceroboh! Bagaimana jika benda ini jatuh ke tangan orang lain yang tak bertanggung jawab? Ckckckck," Pedro mengumpat kecil saat melihat pil dalam plastik kecil itu ada di tangannya.
Ia kemudian memasukan pil itu kedalam saku celananya dan bergegas memakai jaket, lalu pergi keluar berencana menemui Antonio.
"Siap bos!" Jawab Ferguso singkat.
Setelah itu Pedro berjalan keluar Cafè menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari pintu. Saat mulai duduk di dalam mobilnya tiba-tiba ponsel miliknya bergetar, ia lantas membukanya.
"Oh disana kau rupanya, apa yang ia lakukan di perkampungan seperti itu. Hmm, pantas saja ia tak mau pulang, mungkin ia menemukan wanita yang lebih cantik dari Anna," gumamnya sambil tersenyum, saat membaca pesan singkat yang ternyata dari Antonio.
Tanpa berlama-lama, ia lalu melajukan mobilnya menuju ke tempat yang dituju.
Pedro sama sekali tak mengetahui kondisi Antonio saat ini. Selain tidak ada yang memberi kabar kepadanya, ia juga tidak akan mengetahui bahwa Antonio telah pergi dari rumah jika Anna tak memberitahukannya.
Sebagai orang yang dekat dengan Antonio, Pedro telah mengetahui watak dari pria itu. Ia selalu berpikir positif bahwa Antonio sedang ingin mencari udara segar dan sedikit hiburan.
"Hmm... jalan selalu macet, entah mengapa ini membuatku bosan," Pedro bergumam seraya menghentikan mobilnya di tengah antrean kemacetan.
"Harusnya tadi aku mencari jalan pintas melalui aplikasi GPS di ponselku," ucapnya perlahan.
__ADS_1
Kemudian ia meraih ponselnya dan mengakses fitur GPS untuk melacak lokasi tujuan, agar bisa menemukan jalan pintas yang terdekat juga terhindar dari kemacetan.
"Ooooh, oke. Dari perempatan depan langsung belok kiri," ucapnya saat melihat rute yang ditampilkan oleh fitur itu di layar ponselnya.
Lalu saat lampu lalu lintas berubah menjadi hijau, ia mengarahkan mobilnya ke rute yang sesuai menurut petunjuk GPS.
Tak butuh waktu lama baginya untuk menemukan sebuah lokasi perkampungan yang menjadi tempat Antonio berada. Setelah melewati hamparan kebun-kebun dan jalan yang tidak terlalu besar seperti jalan raya, ia menemukan sebuah rumah dengan ciri persis seperti yang digambarkan Antonio dalam pesan singkatnya.
"Tak salah lagi, ini tempatnya," Pedro bergumam dan mengarahkan mobilnya ke depan rumah itu.
Tampak seorang wanita sedang menyapu di teras depan rumah, wanita itu adalah Rosalinda. Sesegera mungkin Rosalinda menyelesaikan pekerjaannya saat melihat sebuah mobil berhenti tepat di depan rumahnya.
"Mungkinkah ini Pedro yang dimaksud oleh Antonio?" Gumam Rosalinda saat melihat seorang pria paruh baya yang memakai jaket panjang seperti mantel dan memakai topi seperti topi khas pesulap namun berukuran lebih pendek.
"Permisi, apakah benar ini rumah Nona Rosalinda?" Pedro menyapa Rosalinda terlihat sedang memperhatikannya.
"Oh iya, saya sendiri yang bernama Rosalinda. Anda pasti tuan Pedro, benarkan?" Rosalinda menjawab dengan senyuman yang terlihat manis dan bertanya memastikan identitas tamunya.
Pedro hanya mengangguk kecil seraya tersenyum, mengiyakan pertanyaan Rosalinda.
"Mari, silahkan masuk!" Ujar Rosalinda mempersilahkan masuk Pedro.
Setelah mereka berada di dalam rumah, Rosalinda lalu mengantar Pedro ke ruangan tempat Antonio dirawat.
"Antonio!" Pedro tersentak kaget saat melihat kondisi partnernya sedang tidak baik, kemudian ia bergegas dengan cepat menghampiri Antonio.
"Apa yang terjadi? Kenapa?" Ia bertanya dengan raut penuh kecemasan.
Antonio hanya tersenyum kecil, kemudian melirik ke arah Rosalinda yang sedari tadi mematung di dekat pintu ruangan. Wanita itu memahami maksud Antonio, kemudian pergi meninggalkan 2 pria yang merupakan rekan kerja satu tim.
"Tenang saja Pedro, aku baik-baik saja. Wanita itu bernama Rosalinda, ia yang telah menolong dan merawatku," Antonio mulai menjelaskan.
"Siapa yang melakukan ini padamu? Beritahu aku!" Pedro bertanya seraya menatap tajam Antonio.
Antonio menghela napas sejenak, berusaha mencari cara untuk menjelaskan pada rekannya yang terlihat masih terkejut.
"Baiklah, tenangkan dirimu! Aku akan menceritakannya," jawab Antonio singkat.
***
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak Like dan Komen ya!!!
Bantu vote juga ya agar Author tambah semangat!!