Between Guns & Roses

Between Guns & Roses
Pertemuan


__ADS_3

Pedro dan Antonio masih tampak berbincang berdua, sedangkan Rosalinda tidak berada disana. Wanita itu yang sebelumnya telah mendapat hadiah yang lumayan besar dari Pedro langsung saja bergegas ke dapur, untuk memasak menu yang akan disantap hari ini.


Perbincangan Pedro tidak melulu terfokus pada masalah misi dan musibah yang menimpa pada Antonio, namun ia terkadang membahas hal konyol yang bisa memancing gelak tawa. Namun tiba-tiba terlintas dalam pikirannya tentang suatu hal.


"Aku akan bertanya tentang suatu hal padamu," ucap Pedro.


"Apa?" balas Antonio singkat.


"Apa yang akan kau lakukan jika Anna mendadak datang kesini?" Pedro bertanya seraya menyeringai.


Sontak saja pertanyaan itu membuat Antonio terperanjat.


"Anna? Benarkah? Ia akan kesini?" ia bertanya dengan gusar.


"Hahahaha... Mengapa kau terkejut seperti itu?" tawa Pedro kemudian bertanya polos.


"Kau tau, dia itu pintar. Tidak akan sulit untuk mencari tempat ini," ujarnya menambahkan.


"Bukan apa-apa, tapi..." Antonio menghentikan ucapannya dan berpikir sejenak.


"Tapi apa? Tenang saja, kau tak perlu risau. Melihat kondisimu seperti ini, aku yakin dia tak apa-apa," Pedro berkata berusaha menenangkan.


"Hanya saja aku kurang memahami sikap wanita, apalagi ketika dia bertemu dengan Rosalinda. Hehehe," imbuhnya dengan tatapan mengejek.


Antonio hanya diam seraya menatap Pedro dengan tatapan tajam, ia merasa telah dipermainkan oleh partner-nya. Namun Pedro hanya tertawa mengejek merasa penuh kemenangan, karena telah berhasil mengerjai Antonio.


***


"Terimakasih informasinya Ferguso, aku akan segera menemui Pedro," ucap Anna.


"Baik Nona, silahkan!" jawab Ferguso sambil terlihat mengangguk-anggukan kepala ringan mengikuti alunan musik yang membahana mengisi ruangan cafe.


Anna kemudian bergegas keluar menuju ke tempat dimana mobilnya terparkir, kemudian masuk ke dalam dan menghidupkan mesin mobilnya. Tak lupa juga ia menempelkan ponselnya tepat disamping stir, untuk memudahkannya melihat rute pada layar ponselnya.


"Jalanan yang macet memaksaku harus menggunakan jalan pintas, hmm," gumamnya seraya melajukan mobilnya secara perlahan ke jalan raya.


Anna tak mengetahui jika Pedro saat ini sedang bersama dengan Antonio. Dan ia juga tak mengetahui bahwa Pedro dengan sengaja tak menonaktifkan fitur pemberi lokasinya. Tidak ada hal yang tak disengaja bagi orang seperti Pedro, semua itu sudah ia rencanakan dan persiapkan dengan matang.


"Pertigaan ini masih cukup jauh dari sini, tapi tak apalah. Aku akan menikmati perjalan ini," ucapnya santai.


Kemudian ia menyalakan pemutar musik yang berada di Head Unit mobilnya.


**Welcome to the jungle, we've got fun and games

__ADS_1


We got everything you want honey, we know the names


We are the people that can find whatever you may need


If you got the money, honey we got your disease


Jungle, welcome to the jungle


Watch it bring you to your shun n-n-n-n-n-n knees, knees


Uh I...


I wanna watch you bleed**


Terdengar alunan lagu Welcome to The Jungle milik band Guns N'Roses, lagu yang menjadi hits dan populer pada zamannya. Lagu yang kini di dengar oleh Anna dan menggema di dalam mobil yang sedang ia kendarai.


"Lumayan juga selera musiknya," ucap Anna sambil menggangguk-anggukan kepala mengiringi beat music yang tak terlalu cepat namun mampu membangkitkan semangat.


Anna tak mengetahui list lagu yang terpampang di monitor depannya. Selain pandangannya fokus ke jalan, ia juga tak begitu mempedulikan judul. Asal musiknya enak didengar ia langsung suka, dan yang pasti list lagu itu adalah list lagi favorit Antonio.


Tak butuh waktu lama baginya untuk sampai di jalan menuju perkampungan. Dengan menikmati perjalanan dan diiringi alunan musik, jarak yang jauh pun bisa ditempuh dengan cepat.


"Hmm... akses jalannya kurang begitu baik, huft," dengusnya sedikit kecewa saat ban mobilnya melewati jalan yang berlubang dan membuat banyak guncangan, sehingga harus menurunkan kecepatan untuk menjaga kestabilan.


Tiba-tiba pandangannya yang tajam melihat sebuah mobil yang tampak tak asing baginya, mobil itu sedang terparkir di halaman rumah yang tidak ia kenali.


Kemudian matanya melirik ke arah ponsel.


Dan benar saja, rumah itu adalah lokasi yang sesuai dengan petunjuk GPS miliknya.


"Sedang apa dia disana?" gumamnya pelan seraya melajukan mobilnya secara perlahan agar terhindar dari lubang-lubang besar yang menghiasi jalan.


Setelah sampai di tempat tujuan, ia lantas memarkirkan mobilnya di samping mobil milik Pedro. Kemudian turun dan berjalan perlahan ke arah pintu rumah yang sedang terbuka.


"Permisi!" ucapnya memberi salam.


Merasa tak mendengar jawaban dari penghuni rumah, Anna mengulang kembali salamnya.


"Permisi!" ucapnya lagi seraya mendongakan kepala dan melihat isi rumah.


Pedro yang mengenali suara Anna langsung keluar dari ruangan Antonio dan menghampiri Anna.


"Anna?" ucap Pedro sambil berpura-pura terkejut dengan kedatangan Anna.

__ADS_1


Padahal sebenarnya ia telah mengetahui bahwa Anna akan datang sesuai petunjuk sinyal yang ia berikan.


"Pedro, sedang apa kau disini? Ayo bantu aku mencari Antonio!" ucap Anna seraya menarik tangan Pedro keluar rumah.


"Tunggu!" sahut Pedro.


Anna langsung menghentikan langkah dan melepaskan tarikan tangannya, kemudian membalikan badan ke arah Pedro.


"Apalagi? Ayo!" ucap Anna setengah tergesa-gesa dan menatap Pedro tajam.


Pedro kemudian menghela napas panjang seraya menatap Anna yang sedang terlihat gusar.


"Kau akan mencarinya kemana?" tanya Pedro memastikan.


Anna pun terdiam, ia tak dapat menjawab pertanyaan Pedro. Perasaan rindunya pada Antonio membuatnya gelap mata dan tak dapat berpikir jernih.


"Hmmm," gumamnya seraya menundukan kepala.


"Jangan bodoh! Kau mengajakku mencari Antonio tanpa tahu dimana pria itu berada. Sungguh konyol!" bentak Pedro tegas.


Pedro sangat paham dengan sikap Anna saat ini, maka dari itu ia berkata dengan nada sedikit membentak. Agar bisa menahan ego yang saat ini menguasai wanita di hadapannya.


"Jawab! Kemana kau akan mencarinya?" tanya Pedro dengan tegas.


Anna tak menjawab, pikirannya menjadi bimbang. Perlahan-lahan sifatnya yang keras kepala berubah menjadi lunak. Ia tak mampu membantah ucapan Pedro, karena selain saat ini menjadi rekannya, Pedro juga salah satu senior yang harus ia hormati.


"Maafkan aku Pedro," ucap Anna lirih, kemudian mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan.


Pedro yang merasa senang karena telah melunakan sikap Anna, kini berbalik menarik tangan wanita itu dan membawanya secara perlahan masuk ke dalam rumah.


Seperti sedang menuntun anak kecil, Pedro membawa Anna berjalan perlahan memasuki rumah milik Rosalinda.


"Kau akan membawaku kemana?" tanya Anna setengah kebingungan.


Walaupun nalurinya tajam, namun saat ini ia tak merasakan akan ada bahaya yang mengancam.


"Sudah, ikuti saja aku!" jawab Pedro sambil tetap menarik tangan Anna untuk tetap mengikutinya.


Sesampainya disebuah ruangan, Anna langsung dikejutkan oleh seseorang yang tengah terbaring di ranjang lengkap dengan peralatan medis menempel di tubuhnya.


"Antonio!" ucapnya seraya berlari ke arah Antonio.


***

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak Like dan Komen ya!!!


Bantu Vote juga agar Author semakin bersemangat!


__ADS_2