Biarkan Ikhlas Menjadi Doa

Biarkan Ikhlas Menjadi Doa
PERNIKAHAN TIBA-TIBA


__ADS_3

Siang itu di sebuah perusahaan Tiuga Alzam tampak sibuk bekerja di ruangannya di kantor. Dia tampak berjibaku dengan kertas dan laptopnya. Sedangkan sahabat sekaligus rekan kerjanya Daniel Syahreza tampak santai dengan handphone nya. Dia asyik bermain game online dari tadi tanpa perduli dengan pekerjaannya, dan seakan lupa kenapa dia di gaji di sana. Tentu dia di gaji bukan untuk duduk dan bermain game seharian.


Dengan gaya konyol dan expresif dia asyik berpacu dengan gamenya. Sesekali dia terlihat kesal tatkala dia kalah atau mendapat serangan dari lawan gamenya.


Tiuga menatap tajam ke arah teman seprofesinya itu. Ini kesekian kalinya Tiuga yang harus menyelesaikan semua tugas seorang diri. Karena tingkah temannya yang tidak bertanggung jawab. Itu membuat rasa kesalnya mulai tidak tertahankan. Dengan kasar dia melempar gumpalan kertas pada rekannya tersebut.


"Ehh... Kampret, Ini apa kerjaan gue doank. Bantuiiin... " Teriaknya kesal sambil melempar kertas kearah temannya yang tidak tau diri itu.


"Gue nggak bisa... Dari pada lo repot revisi ulang terus di marahin bos...Mending lo sendiri yang ngerjain yakan. Itu jauh lebih efisien.... Laporan segitu mah gampang lah buat lo... " Ucapnya seenak jidatnya dengan masih fokus dengan gamenya. Sedang kan Tiuga Alzam rekan kerjanya cuman bisa mendengus kesal mendengarnya. "Lo di gaji bukan buat menang GTA, Lo disini buat kerja... Kampret... " Gerutu Tiuga. Tapi dia sudah kebal dengan umpatan Tiuga, baginya cukup sabar saja mendengar gerutuan Tiuga, nanti Tiuga juga akan menyelesaikannya untuknya. "Punya teman satu...Tapi bikin makan ati tiap hari... " Gumamnya kesal.


Mereka berdua sudah bersahabat dari kecil, walaupun terlihat kurang akur tapi sebenarnya mereka sangat akrab dan saling membantu satu sama lain. Mungkin karena itu mereka sudah seperti tidak ada batasan lagi.


Tiuga adalah laki-laki muda yang berusia 28 tahun Sedangkan Daniel 2 tahun lebih tua darinya. Tapi kelakuan Daniel yang konyol membuat dia terlihat lebih kekanak-kanakan dari Tiuga. Apa lagi dengan kelakuannya yang semberono, cara bicaranya yang lebih cerewet dari perempuan, membuat Tiuga selalu terhibur saat bersamanya walaupun dengan resiko dia selalu di repotkan dengan tingkahnya Daniel yang kurang bertanggung jawab itu.


Tiuga adalah laki-laki tampan lembut yang banyak di gilai wanita, berbeda dengan Daniel yang merupakan jomblo sejati, yang banyak di beri PHP oleh wanita yang di taksirnya. Sehingga ke gabutan waktunya sering dia habiskan mengikuti Tiuga. Karena sifat pengasih Tiuga membuat Daniel suka saat bersamanya. Tiuga juga cukup cuek dengan tingkah Daniel yang absurd itu. Walau kadang Tiuga juga sering tidak tahan, tapi itu tidak membuat persahabatan mereka renggang. Setelah puas marah Tiuga akan kembali memaafkan Daniel.


Mereka sahabat yang berbeda karakter, tapi saling melengkapi. Tiuga yang tidak tegaan akan sangat terbantu dengan sifat cerewet Daniel. Daniel yang semberono akan sangat terbantu dengan Tiuga yang rapi. Begitu lah gaya mereka bersahabat.


Tidak lama kemudian tiba-tiba Tiuga mendapat telfon dari ayahnya.


"Ya paa... " Sahutnya.


"Kamu pulang sekarang....! " Perintah Ayahnya.


"Kenapa? " Tanyanya heran. "Nggak bisa sekarang paa.. Aku lagi ada kerjaan. Nanti sore aja yaa... " Serunya sambil mengetik di laptopnya.


"Sekarang Tiu.. Ada masalah penting.... Kamu harus pulang sekarang.... " Tegas ayahnya di seberang telfon sana lalu telpon pun putus.


Daniel yang memperhatikannya dari tadi terlihat keheranan.


"Kenapa? Oma lo sakit lagi?" Tanya nya khawatir.


"Nggak tau... Gue di suruh pulang katanya ada urusan penting...! " Jawab Tiuga masih bingung.


"Eh gue pulang dulu, ini lo yang ngerjain yaaa...! " Ucap Tiuga sambil siap-siap akan pergi.


"Eh mpret.... Gue nggak bisa ngerjaiiiinnn... " Teriaknya. Tapi Tiuga tetap pergi.


...***...


Sesampainya di rumah dia melihat semua orang seperti sudah siap akan pergi. Ada beberapa koper yang sudah siap. Tiuga pun segera mencari ayahnya.


"Sekarang kamu kemasi barang-barang kamu... Kita berangkat ke Bandung sekarang... " Perintahnya. Tiuga masih bingung ada apa sebenarnya.


"Emangnya kenapa? " Tanya nya penasaran.


"Ayah Aisyah sakit, sekarang sedang kritis... kita di minta ke Bandung sekarang... " Terang ayahnya singkat. Itu masih belum menjelaskan apapun buat Tiuga. Aisyah adalah wanita yang rencananya akan di jodohkan dengan Tiuga, tapi Tiuga dan Aisyah belum memutuskan untuk menerima perjodohan itu. Mereka meminta waktu untuk saling mengenal.


Dengan tergesa-gesa mereka berangkat menuju Bandung. Untung bukan musim libur jadi dalam waktu 3,5 jam mereka sudah sampai di Bandung. Sesampainya di Bandung mereka segera menuju rumah sakit dan menemui Ayah Aisyah yang sedang sakit dan sudah sangat lemah keadaannya. Tampak Aisyah, wanita ayu berhijab panjang yang juga tengah berada di samping ayahnya yang sedang terbaring. Dia duduk disana bersama saudara dan ibunya.


Lalu datang paman Ginanjar adik ayah Aisyah menghampiri Tiuga dan kedua orang tuanya Tiuga. Dia mengajak mereka keluar sebentar, untuk membicarakan sesuatu. Tiuga dan kedua orang tuanya pun mengikuti nya ke suatu lorong di rumah sakit yang cukup lengang.


"Ayah Aisyah minta pernikahan Tiuga dan Aisyah di percepat... Dia sangat ingin melihat Aisyah menikah. Kami mohon pengertian kalian, Kami tidak tau harus berbuat apa, hanya itu yang beliau ucapkan sejak kemaren. Saya mohon kabulkan permintaan terakhir kakak saya ini. Saya tidak minta apapun... saya mohon sekali ini kesediaan nak Tiuga untuk menikahi Aisyah hari ini juga, karena kelihatannya kakak saya tidak punya banyak waktu lagi... " Pinta paman Ginanjar adik Ayah Aisyah. Tiuga sontak kaget, dia menatap bimbang kearah ayah dan ibunya. Tiuga dan Aisyah memang sudah di jodohkan, tapi perjanjiannya keluarga akan menyerahkan keputusannya kepada mereka setelah mereka saling mengenal. Ini sangat mendadak dan mengejutkan bagi Tiuga.


"Ayah mohon sama kamu nak... " Ucap ayahnya sangat berharap.

__ADS_1


"Ayo lah Tiuga...! " Ucap ibunya.


"Ini bisa jadi permintaan terakhirnya ayah Aisyah... " Tambah ayahnya lagi. Tiuga tampak berfikir sejenak. Dia bimbang, tapi juga tidak mungkin menolak. Setelah menarik nafas panjang Tiuga menatap ke dua orang tuanya, dia tidak mungkin mengecewakan kedua orang tua yang sangat ia sayangi.


"Baik lah. Saya akan nikahi Aisyah sekarang... " Ucap Tiuga setuju. Itu membuat semua orang bernafas lega dan mengucap syukur.


semua persiapan pernikahan di siapkan secara mendadak. Tiuga mengambil uang sebisanya di ATM untuk pernikahannya. Saat ayahnya menawarkan uangnya Tiuga menolak. Dia ingin memakai uangnya saja. Tidak banyak yang bisa di ambilnya di ATM. Dia pergi membeli cincin di toko perhiasan terdekat bersama Aisyah, setelah itu membeli seperangkat alat sholat sebagai mahar.


Setelah semua persiapan lengkap, malam itu juga mereka menikah di hadapan ayah Aisyah.


"SAH... " Jawab para saksi.


menandakan Tiuga dan Aisyah sah sebagai suami istri sekarang. Setelah memasang cincin di jari manis masing-masing Aisyah segera menyalami Tiuga yang sekarang suaminya.


Tampak Ayah Aisyah menangis terharu. Dia tampak bahagia, walaupun dalam keadaan sakit parah beliau masih bisa memperlihatkan senyum bahagianya.


...***...


Tiuga dan Aisyah mendadak menjadi suami istri malam itu, memutuskan untuk tidak tidur sekamar terlebih dahulu, dia takut Aisyah belum siap mengingat Aisyah adalah perempuan syar'i yang sangat menjaga jarak dengan laki-laki. Dan Tiuga adalah laki-laki metropolitan yg sangat bertolak belakang dengan Aisyah. Tiuga tidur di kamar adik laki-laki Aisyah. dan Aisyah di kamarnya.


Pagi menjelang. Jam 4 pagi Tiuga yang tidur di suasana baru kaget karena sepagi ini sudah terdengar sibuk sekali. Hiruk pikuk yg semakin ramai karena di huni 3 orang adik Aisyah, ibu, kakek, nenek dan ada 3 orang pembantu serta anggota keluarga yg semalam menghadiri akad nikah Tiuga dan Aisyah. Yang juga menginap di rumah Aisyah semalam.


Tiuga dengan mata yg masih berat pun ikut terbangun. Dia melihat ke sekelilingnya, beberapa saat baru dia sadar dimana dia berada. Diapun bangkit dan mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Dia berjalan keluar kamar.


Tiba-tiba ada perempuan paruh baya yang menyapanya.


"eh, sudah bangun? tidur aja kalau masih ngantuk, ini kita cuman sibuk buat siap-siap kerumah sakit nanti. Kamu tidur saja dulu. " Ucapnya sambil menenteng beberapa lembar pakaian yang sudah dilipat. Tiuga hanya tersenyum tipis. Dan wanita paruh baya itu pun berlalu. Tiuga belum hapal anggota keluarga Aisyah. Jadi dia bingung harus menyapanya bagaimana. dia kembali ke kamar membuka handphonenya. ada pesan dari seseorang.


"Kamu lagi dimana? "


dan masih banyak lagi wa nya yg masuk. dan ada 37 panggilan yg tidak terjawab. karena memang handphonenya Tiuga matikan semalam dan baru di bukanya sekarang. Tiuga bingung harus bagaimana menghadapinya. Tiba-tiba Ayubi yang tadinya tertidur pulas terbangun dan menggeliatkan tubuhnya yang masih belum sadar betul untuk beberapa saat. Tiuga memperhatikan tingkah anak itu dan segera meletakkan handphonenya di meja samping tempat tidur.


"Eh mas Tiuga, udah bangun duluan yaaa.... "


"Udah, kamu bangun pagi-pagi juga yaaa? "


"Iya mas buat shalat subuh, biasanya bangun. nanti lanjut tidur lagi. kan libur hehehe...." Ucapnya sambil tertawa kecil. Tiuga pun tersenyum mendengarnya.


"Jam berapa ini mas, sibuk banget yang di luar?"


" Jam 4.05.! " Jawab Tiuga seraya melihat jam di tangannya. " orang-orang lagi buat persiapan ke rumah sakit nanti katanya"


"oooo... yaudahh, nanti aja aku bangunnya. Ngantuk. " Ucapnya kembali lanjut tidur.


Tiuga yang sudah terlanjur bangun dan di tambah sudah sangat berisik dengan teriakan dan obrolan orang-orang di luar sana jadi tidak bisa melanjutkan tidurnya. Dia bangkit dari tempat tidurnya. Meninggalkan Ayubi tertidur bersama Firman.


Ayubi adalah adik Aisyah nomor 3 yang masih SMP dan firman adik Aisyah nomor 2 sudah SMA, ada Naisya yang 2 tahun lebih muda dari Aisyah sedang kuliah keperawatan dan sudah semester akhir.


Keluarga mereka terkenal juragan perkebunan. karena memang kebun mereka yang terkenal luas dan ada toko grosiran yang cukup besar juga yg keluarga mereka miliki. Aisyah sendiri lulus kuliah langsung bekerja di salah satu Bank. Dan sudah cukup lama bekerja di sana.


Di luar Tiuga merasa asing, karena saat pernikahannya semalam keluarganya menginap di hotel dan hanya dia yg ikut Aisyah pulang kerumahnya. Tidak lama datang nenek Aisyah...


"Sudah bangun kamu!? mau di bikinin kopi? teh? " tanya nya, blm sempat Tiuga menjawabnya, dia sudah teriak memanggil Aisyah.


"Aisyah suami mu sudah bangun, sini kamu. sini.... " Teriak neneknya seraya menarik tangan Aisyah mendekati Tiuga. Yang di sambut malu-malu oleh keduanya. Tapi kelihatannya Aisyah agak dingin terhadap Tiuga. Terlihat dari cara dia menyapa.

__ADS_1


"Kamu mau aku buatin kopi? " Tanya nya pelan. Dan menunduk tidak berani menatap Tiuga yg malah memperhatikan setiap tingkah Aisyah.


"Boleh. Tapi sedikit saja gulanya yaaa.... aku gak suka manis" Terang Tiuga.


" Tunggu disini... aaa... Duduk aja di sana! " Tunjuk Aisyah pada sebuah kursi.


Tiuga pun duduk di sana. Dingin pagi yg tenang membawa ketenangan tersendiri untuknya dan dia mulai memikirkan bagai mana caranya dia menghadapi orang-orang di Jakarta nanti. Apa yg akan di jelaskan nya. Terutama pada Sherin kekasihnya saat ini. Dia pasti marah besar, tadinya Tiuga berencana ingin mencari moments yg tepat untuk memutuskan hubungannya dengan Sherin, tapi kalau sudah begini apa yang bisa dia perbuat.


Tiuga masih melamun memikirkan nasibnya, bagaimanapun ini sangat mendadak baginya. tiba-tiba lamunannya buyar tatkala Aisyah datang membawa segelas kopi hangat. Aisyah pun duduk di kursi di samping Tiuga.


"Maaf yaaa... Pasti kamu bingung mau jelasinnya sama semua org tentang pernikahan kita" ucap Aisyah membuka pembicaraan. Seakan-akan tau isi fikiran Tiuga.


" Mau gimana lagi, sudah jodoh kita nikahnya kayak gini. Maaf juga maharnya ala kadar. " Ucap Tiuga.


"oh itu gak apa-apa, semakin sederhana mahar seorang wanita semakin baik. Itu artinya dia tidak ingin memberatkan. Itu saja udah lebih dari cukup. Seperangkat alat sholat sama uang 5 juta. Itu rencananya mau aku beli al Qur'an, tasbih sama kaligrafi. Biar jadi kenangan kita. " Ucap Aisyah sambil tersenyum.


Padahal tadi Tiuga berfikir Aisyah tidak setuju dengan pernikahannya. Tapi melihat senyum Aisyah itu menenangkan Tiuga. Tidak lama terdengar suara azan Subuh berkumandang. Aisyah langsung permisi meninggalkan Tiuga untuk shalat.


"Eh udah Azan. Aku shalat dulu yaaa... mau bareng? " Tanya Aisyah. Tiuga bingung harus jawab apa karena sudah lama dia tidak shalat. imannya turun naik, apa lagi semenjak kenal Sherin semakin jauh saja Tiuga dari tuhan.


"Oh ya... nanti aja aku nyusul" ucap Tiuga memberi alasan.


"yaudah, aku duluan mas" Ucapnya seraya pergi.


Tiuga menatap kepergian Aisyah. Perempuan cantik itu begitu sopan dan lembut. Membuat nyaman saat bicara dengannya. Tiba-tiba Tiuga ingat Sherin lagi. Dia menarik nafas panjang dan menghembuskan nya. dia meminum kopinya yang masih panas dan terasa lumayan pas untuk Tiuga kopi buatan Aisyah.


"Hemm... lumayan" Gumamnya pelan.


Tiba-tiba seorang paruh baya datang. dia paman Aisyah adik laki-laki ibunya yg memang sering bantu-bantu kerjaan ayah Aisyah di perkebunan.


"Yo tambah gorengan biar makin muantep ngopinya toooo.... " Ucapnya sambil membawa sepiring goreng pisang panas dan segelas kopi dii sambut senyum dari Tiuga.


"eh... iya, namamu sopo?" ucapnya dengan gaya khasnya, itu terdengar lucu bagi Tiuga dia berusaha menahan tawanya. karena tidak sopan jika menertawakan orang yang baru kita kenal.


" Tiuga... Tiuga Alzam " ucap Tiuga singkat sambil tersenyum.


"Namamu aneh... Dak pernah denger aku" Ucapnya. "Tora, Tomo, Tanu, yo pernah. Tapi kalo Tiuga... yo baru dengar aku tooo... " ucapnya lagi.


"Tiuga itu ada artinya " ucap Tiuga sambil tersenyum.


"opo artinya!? " tanya penasaran.


"titian ibuku untuk ke surga, karena ibu kandung saya meninggal waktu ngelahirin saya, makanya saya di kasih nama itu. Sebab waktu hamil mamah sakit. ini saja suatu mukjizat saya bisa lahir selamat! " Terang Tiuga agak sedih mengenang almarhum ibunya yang hanya dia kenal melalui foto.


"Bagus artinya. Itu Ibukmu mati Syahid. dak usah sedih...kalo sholat, doain saja. Sering sholat ndak!? " ucapnya. Membuat Tiuga malu sendiri karena di tanya shalat terus dari tadi.


"Sering bolong sih... " Aku Tiuga agak malu.


" Ibukmu mintak jadi jembatan syurga, kamu ndak rajin sholat, gimana tooohhh... " ucapnya sambil menyeruput kopi dan memakan gorengan.


"Ayok sholat dulu. Biar ati tenang, di beri petunjuk yg baik dari gusti Allah. yoookkk... " ajaknya.


Akhirnya Tiuga shalat pagi itu. Dan sepertinya keluarga ini membawa Tiuga kembali mengingat tuhannya yg sudah lama ia tinggalkan.


😇😇😇

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2