Biarkan Ikhlas Menjadi Doa

Biarkan Ikhlas Menjadi Doa
MAKAN BERSAMA KELUARGA BESAR


__ADS_3

Benar saja tebakan Tiuga perjalanan mereka benar-benar memakan waktu, yang seharusnya bisa sampai 3.5 jam ini malah memakan waktu 7 jam, hingga pukul 3 sore mereka baru sampai Bandung, dan masih harus berjalan hingga 1.5 lagi untuk sampai ke kampung halaman Aisyah.


Tiuga tampak mulai kelelahan. mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah masjid. Hawa dingin pedesaan di Bandung mulai terasa. Aisyah mulai memakai kan Adifa jaket. Tiugapun kini juga mengenakan Sweater nya yang tampak membuatnya semakin tampan.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan. Aisyah menatap kagum pada suaminya. Sedangkan Tiuga hanya fokus kembali menyetir. Dia sangat menikmati perjalanan mereka kali ini. Mereka sekarang tengah melewati hutan belantara. Tiuga menyukai aroma bau kembang hutan liar yang semakin semerbak saat kaca mobil di buka apa lagi jalanan yang basah karena habis hujan menambah tajam aroma hutan.


" Wangi yaa... " Seru Tiuga.


" Cepetan ah mas... ngeri... Bentar lagi gelap lo... " jawab Aisyah mulai bergidik.


" Nggak papa, kan ada aku sayang... " ucap Tiuga lembut seraya mengusap lembut tangan istrinya.


Aisyah menatap Tiuga, dia selalu tenang jika bersama Tiuga, sifatnya yang lembut membuat Aisyah nyaman. Tiuga benar-benar Anugrah dalam hidupnya. Di tambah lagi dengan kehadiran Adifa menambah sempurna kebahagiaan Aisyah.


Adifa tertidur lelap dipelukan Aisyah. Dia tampak tidak begitu rewel sekarang, mungkin karena suasana yang mulai tenang membuat dia nyaman. Hanya di jalanan macet tadi membuat dia gelisah dan tidak nyaman.


sedangkan Tiuga masih menggenggam tangan Aisyah hingga mereka sampai di perkampungan, baru Tiuga melepas genggamannya. Dia selalu menjaga Aisyah dengan sepenuh hatinya.


Tidak lama Adifa pun bangun. Dia tampak cilingak-cilinguk bingung dengan keadaan sekitar lalu menangis.


"Difa bingung mas... " Seru Aisyah. Tiuga hanya menoleh sekilas dan kembali melanjutkan perjalanannya "Dimana ini yaaa... Difa bingung yah... Difa di bawak kemana ini.... " Seru Aisyah mengajak ngobrol Difa yang mulai ingin menangis. Dan sebentar kemudian dia mulai terisak. Aisyah berusaha membujuk bayi cantiknya itu. Dia memeluknya dengan sepenuh hati. sedangkan Tiuga terus menyetir berharap cepat sampai.


Sampai lah mereka di sebuah gapura besar dengan pemandangan perkebunan yang luas menandakan sebentar lagi mereka sampai. Aisyah sangat senang dan Adifa pun mulai tenang walau masih terlihat gelisah.


" Kita nyampek sayang, bentar lagi Difa ketemu nini yaa... ketemu bibi naisya, paman Abiyu sama firman. yaa... " Terang Aisyah pada Adifa.


" Eh mas Naisya sekarang udah kerja lo di RS. umum disini. Selesai wisuda dia honor disana. Ayubi sekarang udah SMA, Trus Firman udah kuliah di Medan di USU. banyak yang berubah sekarang mas... " Seru Aisyah. Tiuga hanya tersenyum mendengarkan. Dia sudah terlalu capek sekarang. "Capek banget ya mas...!? " Ucap Aisyah seraya mengusap wajah suaminya, di sambut dengan senyum kecut Tiuga. menyetir kurang lebih 9 jam membuat Tiuga kelelahan.

__ADS_1


Saat sampai depan rumah mereka di sambut bahagia oleh keluarga Aisyah. Mereka dengan tidak sabaran mendekati mobil yang belum berhenti betul itu. Bukan hanya keluarga tapi juga warga setempat yang memang kebetulan di sana padat penduduk. Sehingga semua tetangga ikutan keluar melihat.


Semua tetangga heboh apa lagi saat melihat sosok Tiuga, laki-laki tampan yang berpostur tinggi dan putih bersih itu membuat semua orang kagum. Semua memuji ketampanan suami Aisyah Tiuga Alzam dan kecantikan anak mereka Adifa Daania Alzam. Hingga butuh waktu mereka untuk bisa masuk rumah, padahal Tiuga sudah sangat lelah.


Sesampainya di rumah Tiuga langsung masuk kamar dan terbaring di ranjang sedangkan Adifa diluar bersama nininya ibu Aisyah. Karena merasa asing Adifa pun menangis, segera Aisyah keluar. Sedangkan Tiuga langsung tidur.


Saat Tiuga bangun hari sudah malam. Dia keluar kamar dan mendapati masih banyak orang dan sekarang ada banyak keluarga dan tetangga yang datang.


Saat menyadari ke hadiran Tiuga ibu Aisyah langsung memperkenalkannya dengan keluarga. Tiuga hanya tersenyum kagok. Apalagi bahasa sunda yang cukup kental membuat Tiuga tidak mengerti. Untung ada Ayubi di sebelahnya yang memperjemahkannya untuk Tiuga. Keluarga Aisyah banyak yang baru tau tentang Tiuga karena dulu saat mereka baru menikah Tiuga lebih banyak di kamar sehingga tidak begitu banyak yang menyadari ke hadirannya.


" Mas Tiu di bilang ganteng banget sama orang-orang sini. katanya mirip artis. Mas Tiu udah jadi seleb dadakan... " Lapor Ayubi. Tiuga hanya tersenyum mendengarnya. Tiuga melihat Adifa sedang bermain bersama keluarga barunya dengan tawa khasnya. Dan Aisyah sedang mengobrol dengan saudaranya.


Sekarang mereka akan makan malam bersama, karena ada banyak orang jadi mereka makan lesehan di tikar. Dengan masakan khas sunda, Aisyah pun melayani Tiuga untuk makanan, dia memasukkan nasi ke piring Tiuga beserta lauknya.


Ibu Aisyah sengaja masak banyak untuk menyambut kedatangan, cucu dan menantunya untuk makan bersama.


Adifa di jaga secara bergantian oleh Saudara Aisyah, oleh Naisya hingga sepupunya berebutan ingin bersama Adifa. Mereka sudah di pesan oleh Aisyah untuk tidak menggendong Adifa.


"inget ya jangan di gendong, nantik badannya sakit! " Ingat Aisyah lagi.


Tiuga tersenyum lega mendengarnya. Aisyah selalu bisa menjaga amanah Tiuga padanya, untuk menjaga Adifa agar tidak di bawa sembarang orang.


"Anak pertama yaaa... khawatirnya masih parah, liat aja nanti kalau sudah 2,3 anak udah ndak peduli lagi tu...! " Seru bibik Aisyah menggoda.


"Iya. Di Jakarta juga di gituin sama orang rumahnya. Itu udah kayak jaga harta karun mereka jagain Adifa..! " celetuk naisya yang tahu semua karena memang sering di ceritakan Aisyah.


Obrolan dengan keluarga Aisyah terasa sangat akrab bagi Tiuga karena memang keluarga Aisyah yang sangat menerima keberadaan nya di tengah-tengah keluarga mereka.

__ADS_1


Setelah selesai makan mereka pun lanjut mengobrol di teras depan rumah.


"Suka mancing ndak...! kamu, kalo mau ikut, kita pergi mancing besok! " Tanya Paman Aisyah pada Tiuga.


"Boleh, udah lama nggak pergi mancing! " Seru Tiuga antusias.


"yaudah, besok kita pergi, jam 8 kita jemput... " Ucap paman Aisyah yang lain.


"Biasa mas Tiu mancing dimana mas kalo di Jakarta!? " tanya salah satu sepupu Aisyah. yang terlihat masih mudah mungkin sekitar umur 21 atau 22 tahun.


"Biasa di laut bareng teman kantor mas, namanya Daniel. Tapi semenjak sibuk kerja sekarang udah lama nggak ada lagi... " Terang Tiuga.


" pakek kapal ya mas!? " tanya nya lagi.


"Iya, sewa... " Ucap Tiuga tidak ingin terlihat sok.


"Mahal pastinya itu! " Serunya kagum


"hhh... Nggak lah. Kan patungan nyewanya! " Tawa Tiuga tidak ingin terkesan sombong.


"Tapi kalo di sini jalan kaki kita pergi nya, waktu berangkat pakek motor terus lanjut jalan kaki... mau kamu! Item kayak Adi ini nanti kamu pulangnya..." Goda paman Aisyah pada anak muda yang tadi sambil tertawa. Tiugapun ikut tertawa.


Tiuga senang dengan keluarga Aisyah begitu pun keluarga Aisyah suka dengan pembawaan Tiuga yang rendah hati dan supel.


🍜🍜🍜


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2