Biarkan Ikhlas Menjadi Doa

Biarkan Ikhlas Menjadi Doa
PENJAGA HATI


__ADS_3

Dirumah Tiuga membicarakan rencananya pada Aisyah untuk kuliah lagi ambil MBA di luar negeri Aisyah nampak keberatan.


"Aku janji nggak lama. Mungkin tahun depan aku kesana. Bukan sekarang juga... Kan kamu juga udah ada kesibukan di toko roti kamu. 2 tahun pasti nggak akan kerasa... Lagian libur aku balik kok... Aku juga mau kerja di sana biar aku bisa tetap nafkahin kamu sama Adifa. Kamu bisa tinggal disini kalo kamu kesepian di rumah kita... Aku janji nggak macem-macem disana... Aku nggak mungkin khianatin kamu... aku sayang sama kamu Aisyah... " Bujuk Tiuga seraya menggenggam tangan istrinya.


Aisyah masih terpaku. Dia tidak dapat bayangkan hari-hari nya tanpa Tiuga. Dia terbaring dan menangis. Tiuga berusaha memeluk dan menenangkannya. Aisyah tidak mau menoleh ke arah Tiuga. Dia membelakangi Tiuga, membiarkan Tiuga memeluknya dari belakang hingga pagi . Saat selesai shalat subuh Aisyah masih menangis. Dia tidak ingin Tiuga meninggalkannya. Tiuga memeluknya. Dan diapun menangis di pelukan Tiuga.


"Aku nggak bisa, mas... " Gumamnya.


***


Di kantor Tiuga menceritakan perihal Aisyah yang tidak berhenti menangis dari semalam karena tidak setuju dengan rencana Tiuga.


"Lo sih... Istri bucin gitu mau di tinggal... Jelas nggak mau lah dia... Lagian itu perusahaan lo yang punya. Kalo lo belum paham lo bisa pelan-pelan belajar. Nggak perlu keluar negri. Itu perusahaan besar, banyak orang yang sudah berpengalaman yang senior yang punya pengalaman segudang. Lo itu pinter, nyemplung bentar juga lo paham... "Ujar Daniel.


"Heeehhh... kalo lo mandang dunia selebar daun kelor emang gampang. Tapi dunia bisnis itu rumit. Kalo segampang itu udah banyak orang yang kaya karena bisnis... Lo nggak liat pengusaha yang udah malang melintang di dunia bisnis aja masih bisa bangkrut gara-gara salah ambil keputusan... "Terang Tiuga.


" Gue jamin dalam beberapa minggu ini bakal jadi minggu sensitif lo sama Aisyah... Kalo berantem jangan depresi lo.... Gue sibuk gak ada waktu buat jagain lo bunuh diri... "Ucap Daniel. Tiuga hanya tersenyum seraya geleng-geleng kepala sambil menatap layar laptopnya.


Lalu dia melanjutkan pekerjaannya dan Daniel sibuk dengan chating sekarang. Entah siapa teman chatnya Tiuga pun tidak tahu sampai sekarang. Dan dia tidak mau ambil pusing dengan tingkah tidak penting Daniel.


...***...


Sepulang dari kerja Tiuga sekarang punya tongkrongan baru, yaitu Bell Cake. Saat masuk Tiuga melihat cukup ramai pelanggan yang rata-rata ABG yang tengah asyik berswafoto Tiuga langsung menuju tempat Aisyah yang masih cemberut.


"Mana Difa? " Tanya Tiuga kepada Aisyah.


"Di atas sama Alfina, sama Dewi... " Ucap Aisyah tanpa menoleh ke arah Tiuga.


Tiuga melihat Aisyah. Timbul niat usilnya pada Aisyah. Dia melingkarkan tangannya di pinggang Aisyah. Dan berbisik di telinganya.


"I love you... " Bisik Tiuga. Aisyah menoleh ke arah Tiuga dengan tatapan Tajam.


"Norak...! " Ucap Aisyah tajam seraya berlalu ke dapur.


Diam-diam Aisyah tersenyum kegirangan mendengar bisikan itu di telinganya. Saat salah satu karyawan melihat Aisyah senyum-senyum sendiri, dia pun menghampiri Aisyah dan bertanya.


"Ada apa buk... " Tanya salah satu karyawannya yang ada di dapur.

__ADS_1


"Nggak ada apa-apa... " Jawab Aisyah masih dengan menahan senyum nya.


Sedangkan Tiuga pun ikut merasa geli dengan tindakkan konyolnya barusan. Tanpa Tiuga sadari ada segerombolan anak muda di sana yang memotret Tiuga tengah tersenyum manis.


"Buruan mampir ke BELL CAKE... pemiliknya ganteng banget... 😍😍 " isi captionnya beserta dengan deretan foto Tiuga. Segera itu menjadi tranding topic di media sosial. Tersebar dari jejaring berbagi. Wajah Tiuga yang manis membuat dia jadi cepat terkenal.


...***...


Tiuga yang tidak punya medsos pasti tidak akan tau perihal tersebut. Tapi Daniel yang om-om gabut pasti selalu up to date dengan yang lagi trending. Dia memilih untuk menyembunyikan perihal Tiuga yang lagi tranding dan di tambah lagi Adel sedang sibuk dengan Bell Cakenya hingga dia pun belum mengetahui tentang Tiuga yang viral di media sosial.


Dengan liciknya Daniel meramaikan berita tersebut dengan menambahkan berita tersebut dengan foto Tiuga yang di simpannya. Dari yang konyol sampai yang super keren. Otomatis itu mengundang banyak folowers untuknya. Dalam sehari followers nya bertambah 20 ribu orang.


Saat makan siang Tiuga heran dengan tatapan semua orang. Saat dia membayar makanannya di kasir.


"Waaahhh... Pak Tiu sudah jadi selebgram ya sekarang...!? " ucap kasir tersebut. Tiuga yang tidak tau apa-apa hanya bisa bingung.


"Selebgram apa!? " Tanya nya tidak mengerti.


"Itu... Tukang roti ganteng.... Kan sekarang lagi viral di medsos... Pak Daniel juga ikutan terkenal sekarang... followersnya naik puluhan ribu kayaknya... " Terang si kasir. Tiuga menatap Daniel yang memang dari tadi tidak lepas dari handphone nya. Tiuga segera menghampiri Daniel dan merebut handphone nya. Daniel panik dia langsung kabur. Tiuga mendapati beberapa fotonya yang di sebar Daniel Terutama foto dia berdua dengan Tiuga.


Tiuga yang tidak paham dengan medsos meminta salah seorang karyawannya menghapus fotonya di media sosial Daniel. Setelah selesai Tiuga pun berniat mengembalikan handphone Daniel.


Beberapa saat dia meyakini itu mimpi, tapi dia segera tersadar itu nyata. Daniel benar-benar sudah keterlaluan kali ini. Dia berlari menghampiri Daniel dan kali ini dia benar-benar akan menghajar Daniel. Tapi orang yang di cari pergi entah kemana.


Sudah pasti Daniel pergi menyelamatkan diri. jadi ini yang di maksud Daniel surat-surat restu.


'Lo mau gue restuiin...!? Setelah ulah lo ini...!? Nggak... gue nggak bakal retuin lo... Awas lo Dan... ' Batin Tiuga.


Nafasnya turun naik memburu. Matanya merah tajam menatap ke sekeliling mencari sosok Daniel, tapi dia tidak bisa menemukannya di sudut manapun. Tiuga kembali melihat foto yang ada di instagramnya Daniel. Bisa-bisanya dia manfaatin situasi tanpa sepengetahuan Tiuga. Tiuga geleng-geleng tidak percaya.


...***...


Setelah pulang kerja Tiuga langsung ke Bell Cake. Di sana sudah banyak pelanggan yang datang. Semakin heboh saat Tiuga datang. Karena sekarang mereka melihat langsung seperti apa sosok Tiuga itu.


Lebih sempurna dari pada sosok di foto. Tubuhnya yang jenjang, kulitnya yang putih mulus, dan perawakannya yang lembut, di tambah lagi gayanya yang simple tapi keren. Membuat dia lebih memukau di dunia nyata dari pada foto. Bahkan ada beberapa yang mulai mengambil vidio. Tiuga benar-benar merasa terganggu.


Dia memutuskan untuk menjaga kasir, Dia punya ide untuk menghentikan ketidak nyamanan ini. Setelah mempelajari beberapa sistem pembayarannya. Datang lah salah satu remaja mendekati Tiuga.

__ADS_1


"Kak... boleh mintak foto nggak!? " Tanyanya sopan.


"Saya bukan artis...!! " Ucap Tiuga tegas.


"Satu kali aja kak... kakak itu udah terkenal di instagram, viral itu susah lo kak... kakak bisa viral itu kan keberuntungan yang nggak datang 2 kali... " Seru salah satu remaja tersebut.


Setelah berfikir beberapa saat Tiuga pun bicara. Dia menarik nafas panjang.


"Baik... siapa yang folowersnya paling banyak. Tanya Tiuga tegas dengan wajah datar.


Tiuga mulai ambil kursi di salah satu kursi pelanggan. Merekapun berkumpul dan mulai membandingkan jumlah folowers mereka.


Di dapat lah salah satu remaja yang memiliki 100 ribu lebih folowersnya.


" Baik saya pinjam instagram kamu buat, live instagram boleh!? " Tanya Tiuga.


"Boleh, boleh kak.... " Seru nya senang. Itu membuat yang lain jadi cemburu. Tiuga mulai duduk dengan wajah datar. dan mulai bicara. Si remaja dan teman-temannya pun siap merekam live instagram.


"Nama saya Tiuga Alzam....Saya bukan artis, Saya tidak punya media sosial dalam bentuk apapun. Itu semata-mata karena saya ingin tenang. Lalu tiba-tiba ada orang yang mengambil foto saya diam-diam yang membuat saya jadi bahan perbincangan beberapa waktu ini...Saya tidak nyaman, dan dia juga tidak menghormati saya karena berani memotret saya tanpa izin saya. Saya merasa terhina... fisik saya di jabarkan, dan saya di khayalkan dalam imajinasi liar seseorang di luar sana. Saya sangat tidak nyaman. Saya mohon berhenti melihat saya seperti itu... saya merasa sangat terhina di perlakukan begitu. Saya sudah menikah, dan saya punya anak. Tiba-tiba datang banyak orang menghadapi saya hanya sekedar ingin foto... untuk menyimpan potret saya. dan menghayalkan saya dalam imajinasi mereka... Saya mohon setelah ini kalian berhenti menemui saya untuk meminta foto saya. Saya tidak ingin istri saya terluka karena hal ini. Dia akan cemburu kepada saya. Itu akan menyakiti dia, saya tidak mau hal itu terjadi. Jika kalian menyukai saya... Jangan khayalkan saya... "Pinta


Tiuga. Membuat para remaja itu tersadar. Dan live pun selesai.


" Maaf kak... kita nggak akan minta foto kakak lagi. kita janji ke sini buat beli roti aja..." Ucap salah seorang remaja dan di amini oleh yang lain. Aisyah datang dia menghampiri suaminya. Tiugapun mengelus tangan Aisyah yang menyentuh bahunya.


"Terima kasih ya udah datang. Apa ada yang kurang!? Nanti kita perbaiki lagi!? " Ucap Aisyah ramah.


"Nggak kak... rotinya enak. Tempat nya juga enak, bagus kalo buat foto... "Ucapnya.


" Maaf ya kak... Kita udah ganggu... Kita janji nggak gitu lagi... "Seru salah seorang remaja pada Aisyah.


" Iya nggak apa-apa... " Ucap Aisyah lembut.


"Kakak beruntung punya suami yang setia... " Ungkap yang lain... " Aisyah tersenyum seraya menatap Tiuga yang segera berlalu. Tiuga memang pelindungnya.


Tiuga akan tetap menjadi sosok penjaga buat Aisyah. Aisyah selalu menjadi pertimbangan utamanya. Seperti janjinya di ijab kabul pernikahan mereka. Menerima Aisyah dari orang tuanya sebagai kekasih yang menemani Tiuga sampai akhir hayat mereka.


😍😍😍

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2