Biarkan Ikhlas Menjadi Doa

Biarkan Ikhlas Menjadi Doa
KEHAMILAN YANG TIDAK TERDUGA


__ADS_3

Siang itu Tiuga pulang lebih awal dari jadwal yang ia janjikan dengan Aisyah. Tiuga sengaja membereskan pekerjaannya lebih cepat karena ingin segera membawa Aisyah ke dokter untuk di periksa. Dia sangat berharap jika Aisyah hamil karena sudah 8 bulan pernikahan mereka dan Tiuga sudah mendambakan kehadiran seorang buah hati.


"Loh... Kok cepet, aku kan belum siap! " Ucap Aisyah kaget dengan kepulangan Tiuga yang mendadak.


"Yaudah siap-siap aja dulu. Aku juga belum makan siang, aku mau makan siang dulu".


Mereka berdua pun segera masuk rumah untuk siap-siap.


Setelah siap mereka segera menuju rumah sakit. Sepanjang perjalanan Tiuga terus mengenggam tangan Aisyah.


"Semoga beneran kamu hamil yaaa... " Harap Tiuga.


"Aku nggak suka kamu terlalu berharap gitu mas... Aku takut kamu kecewa nantinya... " Ucap Aisyah.


"Nggak juga....Nggak papa kok, aku senang aja akhir-akhir ini berita baik silih berganti dalam hidup kita, aku kadang berfikir apa tuhan sedang menyiapkan cobaan berat untuk kita!? " Ucap Tiuga yang langsung di sanggah Aisyah.


"Mas nggak boleh berburuk sangka terhadap Allah, semua yang Allah takdir kan untuk kita...Itu lah yang terbaik. Yang baik datangnya dari Allah, sedangkan yang buruk datangnya dari diri kita sendiri. Jadi untuk hal yang buruk kita yang harus mawas diri, dan untuk yang baik... bersyukurlah kepada Allah atas karunia nikmat NYA." Tiuga memandang Aisyah, dan tersenyum.


Tidak berapa lama merekapun sampai. mereka segera menemui dokter umum. dokter Friska.


"Sudah berapa lama kamu telat?" Tanya dokter.


"Sekitar 2 bulanan,dok" Jawab Aisyah.


Dokter segera mempersilahkan Aisyah berbaring, dia mencoba meraba perut Aisyah. Beberapa saat kemudian dia mulai paham.


"Ini kayaknya memang hamil, nanti coba di tespek yaaa... ada kemungkinan kamu hamil sudah lebih dari 2 bulan. Coba cek ke dokter kandungan. Sebab sudah gerak rasanya... " Ucap dokter Friska. Tidak menunggu lama. Setelah ke dokter umum dokter Friska, mereka segera menuju dokter kandungan dokter Titania di rumah sakit yang sama. Setelah antri cukup lama akhirnya sampai lah akhirnya giliran mereka.


"Silahkan masuk... " Sapa dokter ramah. "Gimana, gimana!? " Tanya dokter. "Sudah berapa lama kamu telat!? " Tanya nya lagi.


"Sudah lebih dari 2 bulan, dok"Ucap Aisyah.


" Oooww... Sudah lama juga yaaa... Kenapa nggak segera di tespek? " Tanya dokter lagi.


" Habis nggak ada gejala nya dok. Saya nggak mual. Nggak ada apa-apa... Saya pikir wajar saja, mungkin telat dapetnya... " Jawab Aisyah. Tiuga hanya menjadi penyimak yang baik, karena dia tidak paham dengan hal yang begitu.

__ADS_1


"Cobak kita periksa dulu ya!! " Seru dokter ramah sambil mengarahkan Aisyah ke ranjang periksanya. Dan di ikuti oleh suster dan Tiuga.


Di sana dia meminta perawat untuk mengoleskan berupa gel keperut Aisyah. Dan diapun mulai menekan perut Aisyah dengan alatnya. Tiuga memperhatikannya dengan wajah penuh harap.


"Waaahhhh ini sudah 17 minggu. Tuuuhhh sudah besar, sudah mulai gerak-gerak... sudah keliatan jenis kelaminnya.... mau tau? " Tanya dokter ramah.


"Perempuan atau laki-laki dok!? " Tanya Aisyah dengan wajah bahagia.


"Oke tunggu dulu... ini perempuan... panjangnya 14 cm... beratnya 150 gram... wah lumayan panjang ini... tapi masih wajar lah... Bapak sama ibuknya juga tinggi ya...!!!" Ucap dokter ramah dengan senyuman. "Cobak kita dengar detak jantungnya dulu... "


Dokter pun memperdengarkan suara detak jantungnya. Alangkah terharunya Aisyah dan Tiuga. Tiuga yang berdiri di samping Aisyah tersenyum bahagia tidak percaya kalau ini nyata.


"Alhamdulillah.... " gumam Aisyah sambil menggenggam erat tangan Tiuga.


Aura kebahagiaan tidak hentinya terpancar dari ke duanya.


"Bayinya sehat, tuuuhhh dengar detak jantungnya...ini sudah mulai tumbuh kukunya ini...kakinya juga aktif sekali... Alhamdulillah... sehat semua..." Terang dokter.


Setelah melakukan pemeriksaan, merekapun kembali ke meja dokter. Aisyah begitu terharu hingga ia ingin menangis. Tapi ia menahannya karena malu pada dokter.


" Sekarang lebih hati-hati yaaa...Makan di jaga, jangan banyak makan yang perpengawet, banyakin makan buah, daging, sayur... Biasanya kalau yang pertama kali periksa saya selalu saranin untuk hubungan suami isteri nya agak di kontrol untuk lebih hati-hati, tapi ini sudah semester kedua, yaaa... udah lumayan aman, tapi tetap hati-hati yaaa... " Terang dokter membuat Tiuga tersenyum mendengarnya.


" Ini resepnya, nanti bulan depan kita cek lagi...!" Ucap dokter,setelah mengambil obat merekapun pulang.


Tiuga yang biasanya jarang membukakan pintu mobil Aisyah, sekarang dia membukanya. Itu membuat Aisyah tersenyum melihatnya.


Sesampainya di rumah mereka segera memberi tau kabar bahagia itu. Semua senang mendengarnya. Mereka segera mengerubungi Aisyah.


"Waaahhh kita semua punya panggilan baru nih bentar lagi...!? " Seru Alfina.


"Iya... lo mau jadi ounty apa uncle!? " Ledek Adel pada Alfina yang memang tomboy itu. Diapun sontak kesal.


"Eeehhhh... Jangan ribut dekat mbak Aisyah dia kan lagi hamil. Nanti kena dia... sana... kalau mau ribut. yang jauh.... " Ucap ibu yang mulai keluar sikap protektifnya.


Adel dan Alfina pun segera tenang. walau masih saling ledek.

__ADS_1


" Ini cicit oma niiihhh... " Ucap oma seraya mengusap lembut perut Aisyah. "looohhh gerak dia... hhhhh.... " Tawa oma bahagia.


Semua orang dirumah bahagia menyambut calon anggota baru di keluarga mereka. Apa lagi ini adalah anak Tiuga, notabene nya adalah anak semata wayang alias kesayangan di rumah. Apa lagi ayah Tiuga dia sangat senang mendengar kabar bahagia tersebut, dia segera pulang dan tidak sabar ingin melihat hasil USG nya yang sempat Di kirim Alfina tadi Melalui WA.


Saat malam Tiuga dan Aisyah mulai masuk kamar untuk tidur. Setelah membersihkan wajahnya Aisyah lalu duduk bersama Tiuga diatas ranjang. Tiuga segera meletakkan tabletnya di atas meja di samping tempat tidurnya untuk segera memeluk istrinya yang tengah mengandung anaknya ini. Aisyah senang, hingga dia merasa seperti mimpi... bahwa sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu.


"Nggak nyangka ya mas...! " serunya pada Tiuga yang tengah memeluknya dan mengelus kepalanya.


"Hmmmm... sebentar lagi aku akan jadi seorang ayah! " Gumam Tiuga. Aisyah melirik padanya. dia melihat pancaran bahagia di wajah suaminya itu.


" Kalau dipikir-pikir rasanya nggak mungkin aku bisa kayak sekarang... Waktu sama Sherin aku sangat jauh dari keluarga. Aku sering nggak pulang ke rumah gara-gara Sherin, sampai berhari-hari. Terlibat masalah gara-gara dia. Bertengkar dengan papa. puncaknya aku tinggal sama Sherin sebagai bentuk protes aku, berbulan-bulan papa nggak mau nyapa aku. Sampai akhirnya oma sakit, dan dia nangis mintak aku pulang. Akupun luluh. Saat itu hubungan aku sama keluarga mulai membaik, aku mulai menjauhi Sherin... Tapi akhirnya papa mutusin jodohin aku sama kamu. Sebenarnya aku nggak begitu yakin dengan Sherin, hanya karena aku merasa di tantang aku jadi memberontak. waktu liat kamu, aku mulai goyah, waktu itu kamu baru pulang dari masjid shalat Magrib. kamu nggak mau salaman jabat tangan, cuma mau salaman jauhan... Entah kenapa hati aku bilang, kamu jodoh aku. Tapi aku merasa nggak pantas, apa kamu akan terima aku kalau kamu tahu gimana aku. Aku nggak mau kamu mau sama aku cuman karena desakan almarhum abi, aku mau karena kamu mau. Jadi karena itu aku nunggu waktu yang tepat saja dulu buat benar-benar jadiin kamu istri aku seutuhnya... "Cerita Tiuga.


" Kalau kamu tau Sherin sering buat masalah, kenapa kamu mau sama Sherin? " tanya Aisyah.


Mulai sangat tertarik dengan masa lalu suaminya.


"Awalnya karena aku kasian sama dia, dia seperti sosok yang rapuh tapi selalu menutupinya dengan cara menantang siapapun yang menghalanginya. Dia selalu membuat masalah cuman buat menarik perhatian. Dia berusaha terlihat kuat, padahal dia rapuh.Dia juga banyak bantu aku dalam urusan kerjaan, dia mendatangkan banyak klien buat perusahaan aku, hingga perusahaan aku bisa maju dengan pesat. Bayangkan dalam waktu 4 tahun perusahaan aku mampu bersaing dengan perusahaan besar lainnya. Apa lagi paman Sutrisno paman Sherin juga banyak membantu dalam hal penyediaan bahan. Sherin itu walaupun biang onar dia punya banyak kenalan orang penting, mungkin karena sosok nya yang ceria gampang membaur jadi di sukai juga. Masalahnya dia punya temperamental yang buruk, hal kecil bisa jadi besar...kadang dia juga suka meremehkan orang lain. Itu yang buat orang-orang kesal sama dia... Dia punya banyak teman, tapi hanya sekedar nongkrong, nggak ada yang bisa di jadikannya benar-benar sebagai pegangan hidup dia. Hmmm... jadi kalo dia ada masalah dia hanya mengandalkan dirinya dan aku " Kenang Tiuga.


"Pantas kalau dia takut kehilangan kamu...!! " Ungkap Aisyah yang mulai paham keadaan Sherin.


"Hmmm... itu juga kesalahan dia, kadang dia terlalu arogan buat menerima orang lain sebagai teman...! " Ucap Tiuga lagi sambil berfikir. Aisyah menangkap raut khawatir Tiuga terhadap Sherin. Mungkin di relung hatinya Tiuga masih punya perasaan untuk Sherin.


"Ahh... sudah lah, lebih baik kita fokus dengan hidup kita, aku mau beli rumah secepatnya buat kita, nggak mungkin kita mau tinggal di sini terus kan!? " Ungkap Tiuga mencoba menghalau pikirannya yang mulai kemana-mana.


"Aku mau rumah yang bernuansa putih Abu-Abu, konsepnya kamu yang pilih. kamu bisa buat...Nggak!? " Seru Aisyah manja.


"Hmmmh... kita usahain yaa...! " ucap Tiuga seraya tersenyum.


"Sekarang kita nabung dulu. Nanti kalau sudah cukup kita bangun rumah kita sendiri... " ucap Tiuga.


"Sudah malam, tidur lagi yuukkk... " Serunya.


Karena sudah terlalu larut akhirnya merekapun segera tidur. Aisyah pun tertidur di pelukan Tiuga.


👶👶👶

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2