Biarkan Ikhlas Menjadi Doa

Biarkan Ikhlas Menjadi Doa
PILIHAN YANG SALAH


__ADS_3

Daniel yang baru selesai dengan kliennya heran kenapa Tiuga tidak datang bahkan sampai meeting selesai pun dia tidak menampakkan batang hidungnya. Kemana perginya anak ini. Tidak lama Adel menelponnya.


"Iya kenapa Del!? " Jawab Daniel.


"Cepetan kesini. Aisyah nangis...Buruan..." Ucap Adel. Karena memang pertemuannya dengan klien sudah selesai diapun segera ke Bell Cake. Disana dia di sambut Adel yang terlihat panik.


"Gue bingung... Dia cuman nyebutin Tiuga doank. Gue nggak paham... " Adu Adel.


"Paling mereka ribut... " Ucap Daniel santai.


"Lo nggak sama Tiuga tadi!?


"Nggak tadi Tiuga ketumpahan cat sama pekerja di restoran bokap Sofi. Jadi dia bersihinnya ke tempat kos Sofi bareng Farhan, tapi dia nggak balik-balik sampai meeting selesai... " Terang Daniel.


Sampai lah mereka di kamar lantai atas ruko. Tampak Aisyah yang sudah sedikit tenang, tapi matanya masih sembab dan basah karena air mata. Dia duduk sambil menggendong Adifa.


"Ada apa Ai...!? " Tanya Daniel setelah mereka sama-sama duduk.


"Tadi aku nemuin Sofi bawak mobil Tiuga, trus aku ikutin mereka.... " Ucap Aisyah kembali menangis, Daniel masih belum menangkap benang merahnya. "Trus Sofi berhenti di depan rumah kayak kos... Aku ikutin lagi sampai masuk, sampai ke kamar... Waktu aku bukak pintu kamar Tiuga lagi pakek piyama berdua dengan Sofi di kamar... Aku kaget... Trus aku labrak mereka berdua... Tapi Tiuga marah dan nampar aku di depan perempuan itu... "Terang Aisyah sambil menangis.


" Seharusnya ada Farhan di situ, sebab mereka pergi bertiga... "Tambah Daniel.


" Apa!? Mereka mau bertiga kayak gitu!? " Ucap Aisyah kaget.


"Bukan, Bukan, bukan Aisyah... Kamu salah paham. gini ya aku ceritain dari awal biar kamu paham... " Ucap Daniel mulai menarik nafas panjang. "Kita berdua lagi ada proyek di restoran bokap Sofi... Jadi kita kesana buat cek progres kerjanya terus juga bikin konsepnya. Hari ini hari terakhir kita cek sebab udah selesai juga... Terus waktu kita balik... Pekerja di sana nggak sengaja numpahin cat ke baju Tiuga... Kan kita ada meeting lagi habis dari sana... Tiuga nggak mungkin donk pergi dalam keadaan kayak gitu... Makanya Sofi bilang lah, kalo kos Farhan dekat situ jadi Tiuga bisa bersihin di tempat Farhan. Makanya mereka bertiga ketempat Farhan.... "Terang Daniel. " Aisyah Tiuga itu nggak mungkin macem-macem, dia itu anak penurut plus setia, plus bertanggung jawab... Nggak mungkin dia ngelakuin hal aneh-aneh... Intinya kamu salah paham.... " Terang Daniel. Aisyah mulai tenang, dia berhenti menangis menyadari kecerobohannya. "Apa Tiuga marah banget waktu kamu tuduh gitu...!? " Tanya Daniel mulai khawatir. Aisyah mengangguk.


"Dia di tampar Tiuga... " Terang Adel.


"Terus Tiuga gimana? "Tanya Daniel.


" Aku nggak tau... Tadi aku langsung pergi"


"Yang aku khawatirin sekarang Tiuga. Dia kalo udah marah pasti aneh... " Ucap Daniel. Adel pun seperti tersadar.

__ADS_1


"Mending telfon dia sekarang... " Ucap Adel. "Feeling gue nggak enak... " Tambahnya.


Daniel pun mencoba menelpon Tiuga tapi tidak di angkat. "Nggak aktif...Coba gue telfon Sofi... " Ucap Daniel. Saat diangkat Sofi, wajah Daniel langsung pucat. "Kita kerumah sakit sekarang.. " Ucap Daniel panik.


"Kenapa!? " Tanya Aisyah.


"Tiuga kecelakaan, dia nabrak truk... " Ucap Daniel. Alangkah kagetnya Aisyah. Dia segera berlari keluar sambil menggendong Adifa tapi langkahnya terhenti saat, tiba-tiba kakinya terasa lemas. Adel langsung mengambil Adifa dari pelukan Aisyah. Daniel pun memapah Aisyah untuk duduk di salah satu kursi. Aisyah tiba-tiba kehilangan tenaganya saat mendengar Tiuga kecelakaan. Daniel paham Aisyah pasti shock.


"Yaudah kalian nyusul belakangan aja... Gue kesana duluan... " Ucap Daniel buru-buru.


Daniel pun segera menuju ke rumah sakit dimana Tiuga di rawat. Disana sudah ada Farhan bersama Sofi. Daniel segera menghampiri mereka. Tampak Farhan masih shock, wajahnya pucat dan tampak masih gemetar. Ada bercak darah di pakaiannya.


"Gimana keadaannya!? " Tanya Daniel.


"Mobilnya ancur... Dokter masih di dalam periksa dia... Gue udah ikutin dia Dan... Gue udah kejar... Tapi dia ngebut banget... Nggak kekejar sama gue...!? " Ujar Farhan yang masih terlihat shock."Yang jelas tangan kirinya kayaknya patah, Terus juga tadi kita ambil dia buru-buru, nggak tau deh dia cidera apa nggak... Airbag nya ngembang... Dia pasti nggak akan mati... Iya kan...!?"Ucap Farhan yang terlihat sangat shock sambil menatap Sofi seperti butuh penenangan.


"Udah sayang... Nggak papa... " Ucap Sofi menenangkan. Dia memeluk Farhan yang masih terlihat ketakutan. Daniel hanya bisa tertegun mendengar penjelasan Farhan.


Daniel masih terdiam. Dia khawatir, takut dan entah lah apa yang dia rasakan. sebentar kemudian Adel datang, bersama ibu nya dan Alfina.


"Gimana Tiuga" Tanya ibunya.


"Masih di tangani dokter, tante...! " Terang Daniel.


Mereka menunggu dengan perasaan khawatir diluar.


"Sebenarnya apa yang terjadi!? Kenapa sampe kayak gini!? " Tanya ibu khawatir. Tidak ada yang berani menjelaskan, karena takut ibu Tiuga akan marah. Mereka saling pandang. Dan akhirnya Adel buka suara untuk menengahi.


"Namanya juga musibah ma... " Ucap Adel.


"Tiuga itu hati-hati banget anaknya... Kenapa tiba-tiba dia ngebut? Ambil jalur orang lagi... " Ucap ibunya tidak habis fikir.


"Bokap lo mana!? " Tanya Daniel pada Adel, berusaha mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Dia lagi di kantor polisi ngurus masalah ini... " Ucap Adel. "Oma lagi sama Aisyah sama Adifa. Mereka biar di rumah dulu. Nanti kalo Tiuga udah sadar baru kesini... " Tambah Adel.


...***...


Di kantor polisi ayah Tiuga menemui si sopir truk. Dia mengurus semuanya. Karena Tiuga yang bersalah. Dia salah jalur dan berkendara dengan kecepatan tinggi jadi si sopir bebas dari semua tuntutan, dan ayah Tiuga pun bersedia mengganti rugi. Setelah selesai dengan kesepakatan damai ayah Tiuga pun menyusul ke rumah sakit.


***


Di rumah sakit ayah Tiuga mendapati semua orang tengah berkumpul.


"Bagai mana? Tiuga udah sadar? " Tanya ayah Tiuga.


"Belum pah... kayaknya Tiuga juga lagi sakit sebelum kecelakaan... sekarang badannya panas. Terus dia belum bangun juga...! " Terang Adel.


"Dari keterangan polisi, Tiuga nggak dalam pengaruh obat-obatan ataupun alkohol. Tapi kok bisa Tiuga pakek kendaraannya kayak gitu.... Emangnya ada apa ini...!? " Tanya ayah Tiuga yang masih belum paham.


Semua orang tampak saling pandang. Tepat saat Aisyah juga baru datang bersama Adifa dan oma. Mereka jadi semakin bingung harus bilang apa. Aisyah pun mengaku.


"Aku yang salah mah... Aku salah paham...Aku labrak mas Tiu di kosan Tunangan Sofi... Karena aku pikir mereka sedang melakukan sesuatu... Maaf mah... Seharusnya aku dengerin penjelasan mas Tiu terlebih dahulu... Tapi rasa cemburu lebih menguasai aku waktu itu... Maaf mah... " Ucap Aisyah dengan linangan air mata. Wajah ibu Tiuga langsung tegang, matanya tajam menatap Aisyah.


"Sebegitu bahayakah kamu buat anakku Aisyah... Dulu dia hampir mati karena Sherin yang cemburu pada kalian. Sekarang dia hampir mati karena kamu cemburu...! Apa menikahkan kalian berdua merupakan pilihan yang salah!? Kenapa kamu selalu bahayakan anak saya HAAA...!? Dia mikirin kamu lebih dari diri dia. kamu dan anaknya yang di prioritaskannya. Masih bisa kamu ragu terus dengannya. Masih bisa kamu percaya Tiuga bisa lakukan itu HAA... Ini yang bisa kamu lakukan buat membalas ketulusan dia..!? JAWAB AISYAH...!? " Itu pertama kali ibu Tiuga marah pada Aisyah... Aisyah dan semua orang hanya terdiam. Air mata Aisyah terus mengalir, Sofi coba menenangkan Aisyah dengan mengusap bahunya, Oma datang mendekati ibu Tiuga.


"Sudah Sonia.... Ini musibah... Jangan kamu meluahkan semua pada Aisyah... "Seru oma.


" Memang semenjak kehadiran dia... Tiuga sering celaka, buk... Nanti lama-lama Sonia bisa kehilangan putra Sonia buk... "Tangis ibu Tiuga pecah. Oma pun memeluknya.


" UDAH CUKUP... Ini rumah sakit. Kalian bisa kan jangan ribut disini... "Ucap ayah Tiuga yang juga ikutan kesal.


Aisyah segera pergi meninggalkan mereka semua. Dia tidak sanggup terus di sana, dia berlari bersama Adifa. Adelpun segera menyusul.


😫😫😫


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2