Biarkan Ikhlas Menjadi Doa

Biarkan Ikhlas Menjadi Doa
PROFOKASI


__ADS_3

Di kantor Tiuga tidak dapat bekerja dengan tenang. Dia terus memikirkan Aisyah. Dia takut terjadi sesuatu pada Aisyah mengingat dia sedang hamil. Tidak biasanya dia menangis, dan semalam dia menangis.


Sedangkan Aisyah di rumah tidak keluar kamar seharian, biasanya dia akan sibuk mengobrol dengan siapapun di rumah, tapi ini dia hanya keluar tadi pagi lalu masuk kamar sampai jam makan siangpun dia tidak keluar.


Adel yang penasaran mengetuk pintu kamarnya dan mencoba membuka pintu dia mendapati Aisyah yang tengah terbaring di ranjang dengan keadaan tengah menangis.


"heyyy... Kenapa aik" Tanya Adel. Aisyah menggeleng.


"Kalo nggak papa. Kenapa kamu nangis? kamu lagi ribut dengan Tiu? " tanya Adel lagi.


Aisyah sekali lagi menggelengkan kepalanya.


"Terus kenapa aik? cerita donk? mungkin aku bisa bantu. Kamu sedih-sedih terus kayak gini emang nggak kasian dengan bayi kamu! " Ucap Adel seraya mengelus perut Aisyah. Aisyah masih sesegukan dan dia tidak tahan lagi dia langsung memeluk Adel. Adel berusaha menenangkan Aisyah.


"Kenapa aik? " Bisik Adel lagi.


Aisyah segera melepas pelukannya. lalu dia pun menceritakan perihal vidio tersebut. sekarang Adel mulai faham dengan pokok permasalahannya.


"Kenapa kamu musti nangis gini. buang-buang air mata." Ucap Adel seraya mengusap air mata Aisyah. "Sherin sengaja provokasi kamu, sebab kemaren dia ketemu Tiuga terus di cuekin sama Tiuga...Daniel yang cerita sama aku...Terus juga pamannya juga yang tadinya batalin kerja sama Tiuga malah sekarang balik lagi kerja sama dengan perusahaan Tiuga. Karena semua orang nggak bisa di pengaruhi nya makanya dia nyerang kamu. Kalo dia tau kamu terpengaruh, dia pasti seneng banget, dia nggak suka liat kamu sama Tiuga bahagia...!!Kamu sekarang jangan nangis lagi yaaa... Itu masa lalu Tiuga, sekarang Tiuga sangaaat...Sayang sama kamu. liat dia kerja keras buat menuhin impian kamu punya rumah sendiri, dia cerita kalo dia mau kerja keras buat ngabulin keinginan kamu itu. Apa itu belum cukup bukti kalo Tiuga benar-benar sayang sama kamu!? Tiuga itu orangnya kalo udah sayang pasti nggak akan berkhianat. Kamu jangan raguin dia terus gini donk... " Terang Adel panjang lebar.


"Aku cuman nggak tahan terus di ganggu kak... Dia selalu datang dalam kehidupan kami. Setiap permasalahan kami selalu bermuara dari dia... " Curhat Aisyah


"Kenapa kamu pusing mikirin dia, toh Tiuga juga udah nggak perduli lagi sama dia... jangan buat masalah yang nggak penting. Fokus aja sama rumah tangga kalian. ya... " Ucap Adel lembut. "Tiuga udah berubah kok, Tiuga nggak kayak gitu lagi. Dia kayak gitu itu dulu dia ribut sama papa, makanya dia bikin kesel papa dengan ngelakuin itu... " Terang Adel lagi. "Aslinya Tiuga anak baik, kalo nggak gimana mungkin abi kamu setuju nikahin Tiuga sama kamu... Abi kamu tau kok siapa Tiuga... " Ucap Adel lagi.


Adel sangat menyayangi adik iparnya yang lembut ini, sangking lembutnya dia mudah untuk di sakiti oleh orang lain. Aisyah berhenti menangis, dia mengusap air matanya dan mencoba untuk tersenyum lagi.


"Nah gitu donk... Sekarang kamu telpon Tiu gi... Dia pasti khawatir sama kamu... ! " Bujuk Adel. Aisyah pun mengangguk.


"Makasih ya kak... " ucap Aisyah seraya!!" memeluk Adel. "kakak baik banget sama aku... " tutur Aisyah. Adel hanya tersenyum.


"Ya iyalah, kamu itu istri dari anak kesayangan di rumah ini... apa lagi istrinya juga cantik gini, pasti semua orang akan sayang" Seru Adel dengan gemas mencubit pipi Aisyah, Aisyah hanya tersenyum di perlakukan begitu.


"Waaahhh aku udah telat niiihhh...aku pergi dulu yaaa.... jangan lupa telpon Tiuga. Dia pasti khawatir" Ucapnya sambil keluar lalu diapun pergi.


Aisyah pun segera menelpon Tiuga.


Tiuga kaget saat melihat Aisyah menelponnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum sayaang... " ucap Tiuga lembut.


"Wa'alaikumsalam mas... Gimana kantor kamu? Kamu lagi sibuk ya!? Aku ganggu yaaa!? " Tanya Aisyah lembut.


"Nggaaak, nggak kok... kamu lagi apa!? " tanya Tiuga balik.


"Aku lagi di kamar, Nggak lagi ngapa-ngapain... mas... maaf yaaa soal semalam...! " ucap Aisyah lagi.


Tiuga tersenyum mendengar pernyataan Aisyah, seperti oase di padang pasir, sangat melegakan. Dia yakin pasti Adel Atau ibunya sudah bicara dengan Aisyah.


"Iyaaa... nggak papa... kamu sudah makan!? " tanya tiuga lagi.


"Belum mas, ini aku lagi mau makan! " ucap aisyah.


"Yaudah kamu makan dulu yaaa... Nanti aku pulang agak cepat kalo nggak ada kerjaan"


"iya mas... " Jawab Aisyah sambil tersenyum bahagia.


"Assalamu'alaikum sayang... " Tutup Tiuga.


"Wa'alaikumsalam mas... " Jawab Aisyah lalu mematikan telponnya.


Saat kembali keruangannya Daniel melihat raut wajah Tiuga yang sudah kembali ceria.


"Udah gencat senjata!?" Tanya Daniel asal sambil duduk di kursinya. Tiuga hanya tersenyum mendengar pertanyaan Daniel tersebut. "Istri lagi hamil baek-baek lo, jaga kelakuan jangan diajak ribut mulu..." Nasehat Daniel sok bijak, padahal dia sendiri masih sendiri. Tiuga masih tidak menjawabnya, dia hanya tertawa mendengar nasehat sok bijak sahabatnya itu.


Tiuga kembali bersemangat untuk bekerja karena ingin pulang cepat seperti yang dia janjikan pada Aisyah tadi...


...***...


Saat malam tiba Adel segera menemui ayahnya di ruang kerjanya. Adel mengetuk pintu setelah mendapat izin Adel segera masuk secara berlahan. Walaupun ayah Tiuga adalah ayah sambungnya, tapi ayah sambungnya ini sangat menyayanginya sama dengan dia menyayangi Alfina dan Tiuga, tidak ada bedanya.


"Kenapa Adel...!?" tanya ayah Tiuga.


"Papa lagi sibuk nggak!? " Tanya Adel.


"Nggak... memangnya kenapa. Kalo ada yang mau di omongin, bilang saja... " Ucap ayahnya bersiap untuk mendengarkan.

__ADS_1


maka mulai lah Adel menceritakan semuanya tentang Aisyah yang menangis karena di provokasi oleh Sherin.


"Adel takutnya kalau sherin terus kayak gitu... nanti bisa terpengaruh dengan perkembangan janinnya Aisyah... coba deh papah urus si biang kerok itu. Dia udah sering bikin masalah" Usul Adel.


"Yaudah.... nantik papah coba bilangin sama pamannya Sutrisno itu... " ucap ayahnya.


Itu membuat Adel lega. karena jika ayahnya yang turun tangan biasanya akan beres.


"Yaudah... Adel keluar dulu yah pah.... " ucap Adel permisi keluar.


Keesokan harinya ayah Tiuga segera menemui paman Sherin untuk membicarakan masalah ini. Tampak pak Sutrisno tengah sibuk memeriksa barang-barang yang akan di kirimnya kepada pelanggannya. Saat seorang pekerja menemuinya ia segera menghentikan pejerjaannya dan menghampiri ayah Tiuga yang tengah menunggunya tidak jauh dari lokasi pengemasan barangnya.


"Yaaa... ada apa ya!? " Tanya pak Sutrisno yang memang belum pernah mengenal ayah Tiuga secara langsung.


"Perkenalkan... saya Haris ayah Tiuga...boleh kita bicara sebentar. Ada yang ingin saya bicarakan! " Ucap ayah Tiuga penuh sopan santun.


Pak Sutrisno sudah tahu, pasti Sherin berulah lagi, tapi masalah apa sehingga membuat ayah Tiuga yang turun langsung menemuinya.


"Mari ikut saya keruangan saya.. " Ajak pak Sutrisno.


Setibanya di ruangannya dengan sangat penasaran pak Sutrisno segera bertanya. perihal apa gerangan.


"Ada apa ya pak...!? apa ada hubungannya dengan keponakan saya sherin!? " tebak pak sutrisno.


"iya benar sekali... begini pak, beberapa hari yang lalu sherin mengirim vidionya saat bersama Tiuga dulu kepada menantu saya Aisyah, dan itu membuat menantu saya menjadi shock. Masalahnya adalah menantu saya tengah mengandung sekarang, saya khawatir jika Sherin terus mengganggunya begitu akan berpengaruh buruk untuk janinnya... saya harap pak Sutrisno dapat memahami maksud saya. Bisa pak Sutrisno memberi pengertian terhadap Sherin agar berhenti mengganggu Tiuga dan keluarganya. " terang ayah Tiugabpada paman Sherin, pak Sutrisno paham sekarang.


"Saya mengerti kekhawatiran bapak, nanti saya coba bicarakan dengan Sherin. Atas nama Sherin keponakan saya, saya sangat minta maaf, anak itu memang suka bersikap kekanak-kanakan ... " Terang pak Sutrisno tidak enak hati. "Sekali lagi saya mohon maaf pak... " ucap pak Sutrisno. saat ayah Tiuga akan permisi pulang.


Setelah selesai bicara ayah Tiuga pun izin untuk pulang.


"Baiklah pak, kelihatannya sudah sore. Saya permisi dulu... terimakasih banyak untuk pengertian bapak... " Ucap ayah Tiuga.


Lalu beliaupun pulang. sekarang tinggal paman Sherin yang di buatnya pusing dengan tingkah Sherin. dia bingung harus di apakan lagi keponakannya ini.


"Dari dulu sampai sekarang anak ini tidak pernah berhenti cari masalah. Perlu di kasih pelajaran kayaknya! " Umpat pak Sutrisno sangat geram dengan tingkah keponakannya ini.


Sedangkan Sherin sedang menikmati pestanya bersama teman-teman nya di sebuah kapal. Dia berdiri di pinggir kapal yang di tahan oleh besi pengaman.dia kembali teringat pada Tiuga. Saat dia dan Tiuga masih berpacaran, dia sangat bahagia saat itu. Tapi sekarang keadaannya sudah tidak sama lagi. Tiuga sudah pergi meninggalkannya, itu membuat hidupnya benar-benar hancur. Dia termenung menatap lautan lepas, sejenak fikirannya kembali tenang. Rambutnya yang panjang melayang-layang di tiup angin hingga menyibakkan wajahnya yang terlihat semakin cantik, ditambah lagi perawakannya yang tinggi semampai. Rio yang memang sejak dulu jatuh hati dengannya menatapnya dari ke jauhan. Sejak tidak ada Tiuga, Rio yang merangkap sebagai manejer nya kini yang selalu setia menjaganya.

__ADS_1


😤😤😤


BERSAMBUNG...


__ADS_2