
Saat Faridz sudah pulang. Ibu Aisyah memanggil Tiuga untuk bicara 4 mata di sebuah ruangan hanya berdua saja.
"Dia itu Faridz, dulu pernah ta'aruf dengan Aisyah... " kenang ibu Aisyah. Beliau memutuskan untuk menceritakan tentang Faridz karena takut Tiuga salah paham. "Mereka sudah saling kenal sejak kecil karena sering kemasjid sholat bareng dengan teman-teman nya juga. Sekitar 5 tahun lalu Faridz berniat Ta'aruf dengan Aisyah. Aisyah juga setuju, Karena Faridz itu anaknya baik, pintar, soleh juga dari keluarga yang cukup di segani di kampung ini. setelah ta'aruf sekitar 3 bulan tiba-tiba Faridz izin mau test KEPOLISIAN. Aisyah setuju menunggunya selesai dengan testnya.... Sekitar 1 tahun Aisyah menunggunya dengan sabar. Tidak ada hal aneh dari keluarga itu, memang ibuk Faridz kurang setuju dengan Aisyah, tapi kami pikir semua baik-baik saja karena ayah Faridz sangat baik pada Aisyah. Bahkan ayah Faridz lah yang mengurus semuanya. Tapi tiba-tiba saat Faridz pulang, Faridz sudah merencanakan pernikannya dengan Kanaya. Bahkan mereka sudah menyebarkan undangannya. Tapi bisa-bisa nya kami tidak tau apa-apa.... Kanaya juga kenal Aisyah walau tidak dekat.... Tapi mereka sempat satu kelas waktu SMA.... Aisyah benar-benar kecewa saat itu. Apa lagi saat keluarga Faridz seolah-olah tidak merasa bersalah. Mereka tidak pernah menemui keluarga kami mengenai kelanjutan hubungan Aisyah dan Faridz. Apa lagi minta maaf secara langsung kepada Aisyah...Lama Aisyah trauma, tidak mau bicara, tidak mau keluar rumah. Dia malu, juga merasa terhina. Dia bilang Faridz memperlakukannya seolah-olah seperti wanita yang tidak punya harga diri. Aisyah benar-benar kecewa saat itu. Saat keluarga kamu datang melamar, Aisyah sempat menolak dia takut kejadian dengan Faridz terulang lagi. Setelah kami sama-sama membujuknya akhirnya dia mau. Karena itu saat abi Aisyah sakit beliau ingin kalian segera menikah, karena dia takut kamu akan meninggalkan Aisyah seperti Faridz juga. Abi Aisyah tidak mau Aisyah terluka lagi. karena kejadian itu Keluarga kami benar-benar telah di permalukan oleh keluarga Faridz... Sekarang dia datang minta maaf. Umi lega...tapi juga masih kecewa!" Kenang ibu Aisyah. Tiuga terdiam, sekarang dia paham kenapa Aisyah begitu cemburu dengan Sherin. Bahkan sampai tidak mau bicara dengannya berhari-hari saat itu.
"Makasih umi, udah di ceritain. Saya janji nggak akan ninggalin Aisyah, Aisyah itu perempuan yang sempurna buat saya. Saya akan jaga dia sepenuh hati. Umi jangan khawatir... " Ucap Tiuga bersungguh-sungguh. Umi tersenyum bahagia mendengar jawaban Tiuga.
" Terima kasih yaaa... Umi sudah lihat bagaimana kamu menjaga Aisyah. Umi senang akhirnya Aisyah menikah dengan laki-laki yang tepat. Mungkin kalau sampai Aisyah menikah dengan Faridz, entah apa yang akan di lakukan ibu Faridz pada Aisyah. Karena dia tidak suka pada Aisyah, sebab adiknya Faridz sempat menjadi saingan Aisyah di MTQ tingkat provinsi. Aisyah yang lolos adik Faridz kalah, sejak saat itu ibu Faridz seperti membenci Aisyah... Umi sudah coba bicara dengan abi, tapi abi bilang kalau Aisyah baik, baik pula jodohnya, biarkan Allah dengan takdi Nya saja yang bekerja... Abi benar...akhirnya Aisyah bisa mendapatkan laki-laki yang cocok dengannya setelah itu... kamu seperti penolong putri kami..."
"Kita sama-sama belajar ikhlas umi... " ucap Tiuga lembut.
" Kamu benar, Allah yang lebih tau mana yang terbaik untuk kita...! " ucap ibu Aisyah seraya tersenyum. Tiuga pun tersenyum.
Umi benar. Semua berjalan dengan ajaib dalam hidup ini, Allah selalu tau apa yang terbaik. Jika kita ikhlas Allah akan senantiasa menolong kita dengan caranya.
...***...
Selesai bicara dengan umi Aisyah, Tiuga menemui Aisyah di kamar. Dia tengah membereskan tempat tidur yang penuh dengan barang Adifa.
"Kamu ngomongin apa sama umi!? " Tanya Aisyah pada Tiuga.
"Idiiihh... Kepo banget. Ada deh... rahasia mertua sama menantu... " Goda Tiuga.
"Ahh... maaas... serius... ngomongin apa!? " Tanya Aisyah lagi.
__ADS_1
"Nggak... umi cuman jelasin tentang kamu sama Faridz.... Kayaknya biar aku nggak salah paham aja... " Terang Tiuga.
"Umi ceritain apa aja!? " Tanya Aisyah masih penasaran.
"Apaan sih... Besok aja ceritanya. Aku udah ngantuk. Capek pergi mancing tadi... " Ucap Tiuga yang langsung naik keatas ranjang seraya memeluk Adifa yang sedang tertidur. Sedangkan Aisyah masih terpaku beberapa saat.
"Udaasah..., besok aku ceritain. Sekarang... sini... aku kangen kamu.... " Ajak Tiuga usil. Walau memasang expresi menolak Aisyah tetap saja mendekati Tiuga berlahan. Itu membuat gairah Tiuga bangkit. Dia menarik Aisyah hingga ke pelukannya. ✋✋
(Sudah... itu adegan yang sudah punya AKTA NIKAH... yang belum lanjut baca saja 👍😚 😆)
...***...
Pagi sudah menjelang, Tiuga masih tertidur. Dia bangun kesiangan. Saat dia terbangun dia mendapati Aisyah dan Adifa sudah tidak ada. Dia masih segan untuk bangun. Diapun membuka handphone nya dan beselancar di dunia maya. Dia melihat pesan Daniel di WA nya.
"idiiihhh... Lama-lama jijik gue sama nih anak... " gumam Tiuga. Apa lagi Daniel menambahkan Foto gokilnya yang menambah perasaan geli Tiuga.
"Beneran gila nih anak... "Tiuga tidak membalasnya.
Tiuga lebih memilih mengabaikannya, kalau di ladenin dia bisa lebih gila lagi nanti. Tidak lama ada telfon yang masuk. Tiuga melirik handphone nya tertulis " Daniel Cerewet" di sana. Tiuga sengaja tidak mau mengangkatnya. Membiarkan handphone nya berdering begitu saja. Hingga puluhan kali.
Tidak lama Aisyah pun datang.
"Itu handphone kamu bunyi dari tadi mas... angkat donk. Siapa tau penting! " seru Aisyah.
__ADS_1
" Itu Daniel... Biarin aja... " Ucap Tiuga. "Difa mana? " tanya nya pada Aisyah.
"Lagi di bawak umi jajan kedepan. " TerNg Aisyah. "Mas udah siang. Kamu bangun lagi... " perintah Aisyah. "Kita jalan-jalan kepasar lagi. Aku ada yang mau di beli mumpung lagi di Bandung. Aku pengen beli Karedok yang di pasar. Nanti kita kesana kamu musti cobain mas, enak banget... " ucap Aisyah antusias. Tiuga yang masih mengantuk kurang setuju dengan rencana Aisyah.
"Kamu sama Naisya aja. Aku capek... " Gumam Tiuga seraya menarik selimutnya untuk kembali tidur. Tapi belum lagi Tiuga tidur dia sudah di paksa Aisyah untuk bangun. Dengan malas Tiugapun bangkit dan segera mandi.
...***...
Selesai mandi Tiuga duduk santai di kursi sambil bermain handphone. Dengan pakaian rapi dan wangi, Tiuga tampak semakin tampan dengan stelan kasualnya. Baju kemeja abu-abu panjang dengan lengannya yang sudah di lipat hingga hampir ke siku dan kaos putih polos sebagai dalamannya dengan kancing kemeja yang tidak di kancingnya menambah kesan keren dengan tampilannya yang agak bad boy.
Naisya yang melihat tampilan keren Tiuga itu, segera mengambil handphone Aisyah lalu memotret Tiuga yang sedang duduk santai di sofa ruang tamu. Setelah selesai dengan potretannya dia Lalu mengganti wallpaper handphone Aisyah dengan foto Tiuga itu. Lalu dia memperlihatkannya pada Aisyah.
"Lihat teh... ganteng pisan euy...! " Seru Naisya.
Aisyah melihat hasil jepretan Naisya itu memang sangat tampan. Tapi tetap saja tingkah adiknya itu sangat konyol.
"Kamu ih... nggak sopan fotoin orang nggak izin gitu...! " Ingat Aisyah.
"Ah teteh... Kan Nai fotoin buat teteh juga. Bukan buat Nai... " Sanggah Naisya.
Aisyah hanya geleng-geleng kepala sambil terus menyuapi Adifa makan. Sedangkan Tiuga sepertinya sedang berbalas pesan dengan Daniel. Sesekali dia tertawa membaca pesan dari Daniel yang konyol.
😎😎😎
__ADS_1
BEESAMBUNG...