Biarkan Ikhlas Menjadi Doa

Biarkan Ikhlas Menjadi Doa
TUNDUKKAN KEPALAMU


__ADS_3

Setelah kejadian di Mall tempo hari, ada perubahan signifikan dengan jumlah klien di kantor disain interior Tiuga, beberapa orang membatalkan kontrak kerjanya, dan ada beberapa yang masih bertahan.


Itu berdampak buruk bagi Tiuga karena dianggap pak Budi (direktur utama) sebagai ketidak becusan Tiuga dalam bekerja. Hingga dia mendapatkan peringatan keras dari pak Budi yang selama ini selalu puas dengan hasil kerja Tiuga. Tiuga cukup tertekan dengan keadaan tersebut, dia keluar dari ruangan pak Budi dengan wajah lesu.


"Sabar bro, kalo emang rejeki pasti nggak akan kemana. Yang penting kita udah kerja semaksimal mungkin, selama ini yang kita berikan pada klien adalah hasil kerja terbaik kita...ya kan...!? "Ucap Daniel mencoba menghibur. Tiuga hanya tersenyum mendengarnya.


Hari ini mereka makan siang bersama bertiga. Tiuga, Daniel, Roby. Mereka asyik mengobrol bersama sambil menikmati rokok dan minuman. Di tengah obrolan mereka, mereka membicarakan beberapa karyawan yang di pecat dari perusahaan tempat mereka bekerja.


"Udah dengar belum, minggu ini sudah 3 orang karyawan di pecat, karena akhir-akhir ini banyak klien yang batalin kontrak, terus katanya tadi pak Budi mau adain rapat sama klien, karena dia bingung sama klien yang mendadak mau batalin kontrak. Itu kan nggak baik buat perusahaan kita, makanya langkah awal beberapa karyawan di berhentikan sementara nanti kalau sudah stabil mereka di panggil lagi. " Tiuga hanya diam mendengar kabar itu, jauh di relung hatinya dia merasa bersalah, karena ini pasti ada hubungannya dengan Sherin. Mungkin dia masih dendam dengan kejadian di mall kemarin.


Setelah makan siang Tiuga menemui pak Budi di ruangannya.


"Besok kita adain rapat sama seluruh klien, katanya ada komplain, jadi besok kamu ikut juga... "Jelas pak Budi.


" Baik pak" Ucap Tiuga lalu pergi.


...***...


Tiuga pulang lebih awal. Dia tidak banyak bicara, berjam-jam dia di kamar mandi. Dari luar Aisyah mendengar gemericik air yang dari tadi tidak berhenti sejak Tiuga masuk kamar mandi. Memang tidak biasanya Tiuga mandi selama ini.


"Mas!!!? " panggil Aisyah mulai khawatir.


"Yaaa....!! " Sahut Tiuga dari dalam. Aisyah agak lega.


"Kamu nggak papa!? "


"Nggak!!! " jawab Tiuga sekenanya.


Tidak lama kemudian dia keluar dari kamar mandi. Dengan handuk yang melingkari pinggangnya hingga lutut. Tubuhnya yang jangkung dan atletis memberi kesan mempesona, tapi Aisyah sudah terbiasa. Jadi sudah tidak kaget lagi. Yang buat dia kaget adalah sikap Tiuga yang aneh sejak pulang kerja tadi.

__ADS_1


"Kamu kok tumben mandinya lama!?" Tanya Aisyah penasaran.


"Hmmm... Nggak papa kok" Jawab Tiuga sekenanya lagi. Sambil mengenakan pakaiannya. Membuat Aisyah semakin curiga. Dia melihat tangan Tiuga sudah mengkerut karena lama kena air. Aisyah yakin ada apa-apa nya, tapi dia tidak mau memaksa kalau memang Tiuga belum mau memberitahu nya.


Habis mandi Tiuga tidak lantas mengeringkan rambutnya, dia lantas mau tidur dengan rambut yang masih basah. Sontak saja Aisyah menahannya.


"Mas...Rambut kamu masih basah... Sini aku keringin dulu... " Seru Aisyah.


Tiuga pun menurut, dia duduk di depan meja rias Aisyah. Aisyah mengeringkannya dengan lembut. Tiuga hanya diam tidak banyak bicara. Setelah rambutnya kering dia kembali berbaring.


"Jangan tidur mas...sebentar lagi Magrib" Ingat Aisyah.


"Hmmm... " Gumam Tiuga. Capek melihat tingkah Tiuga, Aisyah pun beranjak, belum juga jalan tangannya sudah di tahan Tiuga.


"Duduk sini... " Bisik Tiuga hampir tidak terdengar oleh Aisyah.


"Mas... kadang kita hanya perlu ikhlas kepada Allah, percayakan masalah kita padanya. karena kadang kita sudah berjuang mati-matian tapi selalu gagal...itu artinya Allah sedang berkata, serahkan masalahmu padaku...jangan keras kepala...bentangkan sajadah mu, dan katakan dengan hati tulus, bantu hamba yaa Allah... "Nasehat Aisyah, yang membuat Tiuga Tercenung. Tiuga pun bangkit dan menatap mata istri nya " Jangan angkuh... merasa kita hebat tanpa Allah, serahkan semua kepadaNYA, mas... libatkan Allah dalam setiap permasalahan kita.... "Ucap Aisyah lembut seraya mengusap lembut wajah suaminya. Tiuga pun terharu, dia memeluk istrinya dengan erat.


" Terimakasih, sayang... !! "Bisik Tiuga di telinga Aisyah, dengan mempererat pelukannya.


Saat tengah malam Tiuga bangun dari tidurnya dia Berwudhu lalu shalat, Aisyah terbangun, dan dia melihat suaminya tengah shalat Tahajud, dia melirik jam menunjukkan pukul 12 malam, dia pura-pura tertidur. Saat selesai salat Tiuga termenung lalu menengadahkan tangannya seperti sedang berdoa. Dia memang sedang berdoa, Aisyah tersenyum melihatnya.


...***...


Keesokan harinya rapat pun diadakan. Di buka dengan keluhan kliennya. Kebanyakan diantara mereka mengeluhkan sikap kurang profesional perusahaannya dalam beberapa waktu ini. karena memang beberapa waktu belakangan mereka memang agak keteteran.


"Kalau itu keluhan bapak ibuk semua. Kami mohon maaf. Harus kami akui memang beberapa waktu belakangan kami memang agak keteteran. karena perusahaan kami yang baru ini, belum memiliki banyak karyawan. Kami hanya mengandalkan mereka-mereka ini di perusahaan, terutama Tiuga. Dia yang banyak berperan dalam menangani klien bersama Daniel. Tapi belakangan dia di sibukkan dengan urusan keluarga, dia baru menikah sekitar 4 bulan ini dan sekitar 2 bulan lalu dia baru mengadakan resepsi penikahan dan naasnya lagi saat cek lokasi dia mengalami kecelakaan kerja hingga membuat dia harus dirawat. ini yang jadi kelemahan kami...Hampir semua klien dia yang urus, jadi saat dia tidak ada semuanya berantakan. Sekali lagi kami mohon beri kami kesempatan, untuk memperbaikinya." Terang pak Budi panjang lebar.


"Sebenarnya kami cukup puas dengan kerja perusahaan anda, teliti, rapi dan cepat, cuman belakangan memang agak kurang profesional. Dan maaf ada yang bilang kalian tidak memakai bahan yang biasanya. Itu juga mempengaruhi hasilnya, tapi kalau memang kalian butuh kesempatan karena permasalahan tersebut, baik saya akan coba sekali lagi" Ucap salah seorang klien.

__ADS_1


"Memang pemasok bahan lama kami agak punya masalah, ini sedang kami urus! " Ucap Daniel mencoba menambahkan. "Kami usahakan untuk tetap bekerja sama dengan mereka" Janji Daniel lagi.


"Baik lah kalau begitu, kami akan coba lagi...."


Dan rapat pun selesai, tapi pak Budi dan pak Wiliardi masih di ruangan bersama mereka


"Terus terang ada selentingan kurang baik belakangan ini tentang perusahaan ini. Saya tidak mau Bersuuzon mungkin ada yang ingin menghancurkan perusahaan ini... " Peringat pak Wiliardi yang juga merupakan klien perusahaannya dalam pembangunan restorannya.


"Saran saya lebih baik kalian selesaikan persoalan itu juga, karena bukan tidak mungkin itu juga dapat mempengaruhi kemajuan perusahaan ini" Bisik pak Wiliardi pada pak Budi.


"Iya pak terima kasih"


"Oh ya kamu yang bernama Tiuga!? saya dengar banyak dari karyawan saya tentang kamu, kamu bekerja dengan baik... good job... " Ucap pak Wiliardi seraya menepuk bahu Tiuga.


Tiuga hanya tersenyum mendengar pujian itu, lalu dia permisi keluar bersama yang lain.


" Anak itu sangat menarik, dia bukan hanya tampan tapi gaya dan sikapnya itu sangat menarik. Pantas kalau ada yang sampai sakit hati dia menikah" Ujar pak Wiliardi kepada pak Budi.


"Dia anak yang ulet, juga pintar, diapun ujung tombak perusahaan ini" Puji pak Budi. seraya menatap kepergian Tiuga bersama rekan kerjanya.


...***...


Sejak pertemuan langsung dengan klien kemarin perusahaan tempat Tiuga bekerja pun pelan-pelan kembali normal, dan karyawan yang tadinya di berhentikan sementara sekarang sudah kembali bekerja.


Sekarang tinggal permasalahan dengan pak Sutrisno sebagai pemasok bahan. Tiuga berencana menemuinya langsung. Dia adalah paman Sherin yang sangat dekat dengan Sherin.


🙃🙃🙃


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2