Biarkan Ikhlas Menjadi Doa

Biarkan Ikhlas Menjadi Doa
MULUT IBUK-IBUK KOMPLEK


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah Keluarga Aisyah nampak sibuk menyiapkan persiapan yasinan di rumahnya. Merekapun menyiapkan beberapa masakan buat di sajikan untuk anggota yasinan nanti. Tiuga menghampiri Aisyah ke dapur. Dengan tanpa segan dia memeluk istrinya dari belakang sontak membuat kaget seisi rumah. Bagi Tiuga itu biasa tapi ternyata bagi keluarga Aisyah itu tidak biasa, hingga mereka hanya tersenyum melihat tingkahnya. Sebenarnya mereka paham mungkin karena Tiuga biasa di besarkan di kehidupan kota jadi itu biasa untuk nya. Hanya Aisyah yang jadinya malu.


"Eh... Mas Tiu...! " Tegurnya kaget tersipu seraya memukul lengan Tiuga. Yang di sambut senyum manis Tiuga.


"Aku lapar... Bisik Tiuga ke telinga Aisyah masih belum melepaskan pelukannya. Aisyah segera mengalihkan tubuhnya berhadapan dengan Tiuga. Dia baru ingat kalau Tiuga sudah biasa sarapan di pagi hari, ini sudah jam 9 dan dia belum sarapan.


" astaghfirullah Mas... Aku lupa... Maaf mas... Tadi aku sibuk jadi aku lupa nyiapin sarapan buat kamu... " Ucapnya baru ingat. "Kamu beli gado-gado di depan tempat teh sri aja yaa... Kamu beli sendiri bisa kan, sebab aku lagi sibuk... " Ucapnya dengan expresi meminta pengertian Tiuga.


Tiuga pun mengangguk dengan expresi nya yang lucu membuat Aisyah gemas dan Aisyah mencubit bibir merah Tiuga. Ibu Aisyah tampak geleng-geleng sambil tersenyum melihatnya dan yang lain hanya tersenyum bahagia melihat kebahagiaan pasangan itu.


Memang tidak jauh dari rumah Aisyah ada yang jual gado-gado. Hanya perlu menyebrang jalan juga sudah sampai. Sesampainya disana dia mendapati si penjual sedang sibuk dengan beberapa pelanggannya. Tiugapun duduk di salah satu kursi seraya menunggu giliran. Di sampingnya ada seorang gadis kecil yang sedang memandang Tiuga yang sedang bersama seorang wanita paruh baya, entah ibunya entah teyangganya.


"Eh kenapa liatin omnya sampe kek gitu...? " Sapa perempuan paruh baya itu kepada si gadis kecil. Tiugapun menoleh.


"Ganteng ya nak yaaa suami teteh Aisyah... " Seru ibunya yang lagi sibuk membuat gado-gado untuk pelanggannya. Tiugapun tersenyum melihat nya.


"Wah... kamu telat kalo naksir om sekarang... om udah nikah...! " Goda Tiuga pada gadis kecil itu seraya memperlihatkan cincin di jari manisnya, membuat si gadis kecil tersipu dan di sambut tawa orang-orang yang ada disana.


"Ya Allah anak mu Sri... Tau dia mana laki-laki ganteng... " Seru salah satu pelanggan sambil tertawa.


Tiugapun ikut tertawa. Banyak orang yang disana kagum pada keramahan Tiuga hingga mereka semua menyapa Tiuga dan mengajak nya mengobrol. Tiuga yang tampak luwes pun membuat orang-orang betah mengobrol dengannya. Ada salah satu ibu yang dari tadi memperhatikan tingkah Tiuga. Dia menatap Tiuga dengan tatapan penuh arti.


Yaa dia adalah ibunya Faridz. Seorang yang ingin tau kehidupan Aisyah.Hingga rela mengintai di depan rumah Aisyah dengan pura-pura mengobrol di tempat penjual gado-gado, yang kebetulan berada tepat didepan rumah Aisyah. Dan nasib mujur dia dapat bertemu Tiuga secara langsung.


Dia menatap Tiuga dengan tatapan tajam. Tapi timbul hal menggelitik yang ingin dia tanyakan langsung. Tidak tahan rasanya dia buat kepo langsung.


"Kamu kerja dimana di Jakarta? " Tanya nya Tiba-tiba. Tiuga pun menoleh kearahnya.

__ADS_1


"Hmmm...Saya di perusahaan desain intetior... " Ucap Tiuga sekenanya.


"Ooo... Perusahaan besar yaa!? " Tanya nya lagi.


"Yaa... Lumayan lah... " Jawab Tiuga.


"Ayah kamu kerja dimana? " Tanya nya lagi.


"Kalo Ayah saya punya perusahaan sendiri...! " Jawab Tiuga agak risih karena pertanyaan si ibu terlalu mendetail untuk urusan pribadinya.


"Besar!? " Tanya nya lagi.


"Lumayan... itu perusahaan keluarga sih buk...! " Ucap Tiuga mulai tidak nyaman.


"Sudah punya rumah atau masih sama orang tua!? " Tanya nya lagi.


"alhamdulillah, sudah ada. Baru selesai di renovasi sih...! " Jawab Tiuga mulai merasa seperti di introgasi..


" Waaahhh Faridz udah sukses ya sekarang... "ucap salah satu ibuk disana.


"Aisyah sama Faridz sama-sama sukses ya sesudah batal nikah... Apalagi Aisyah... sekarang sudah punya Suami ganteng dan juga kaya... dengar-dengar sudah punya rumah besar di Jakarta ya... " Tambah Ibu- ibu di sana seolah-olah ada sindiran terselebung.


"Dengar-dengar Faridz sama Kanaya mau cere' apa benar buk? Sayang lo...mereka berdua itu sudah cocok... Jangan lah buk... " Sambung yang lain.


"Siapa bilang!? mereka baik kok... kemarin Kanaya pulang kerumah orang tuanya gara-gara ibunya sakit... Kalian ini jangan asal ngomong!!. " Sambung ibu Faridz mulai merasa tersudutkan.


"Yaa... kita cuman dengar dari orang-orang. katanya Faridz selingkuh... Apa benar itu buk...!? " Tanya yang lain secara frontal.

__ADS_1


"Idiiihh... Mana mungkin Faridz selingkuh, Faridz itu anak soleh... " Ucap yang lain mencoba membela. Biar tidak terjadi keributan.


Ibu Faridz pun sudah tidak tahan mendengarnya. Dia pun segera pergi. Sedangkan Tiuga sudah sejak tadi kabur diam-diam. Setelah pesanannya selesai dia langsung kabur pulang.


Setelah ibu Faridz pergi, ibu-ibu itu masih membicarakannya.


"Pasti dia kepo sama Aisyah, ngapain coba dari tadi duduk disini, nggak biasa-biasanya. Apalagi waktu liat suami Aisyah tadi dia langsung di tanyain sama ibu Farida...! " obrol salah satu ibu di sana.


"Dia pasti panas liat suami Aisyah yang jauh lebih sukses dan ganteng dari Faridz, Apa lagi ramahnya nggak sombong anak nya... "


"Kalah jauh lah si Faridz, gantengan suami Aisyah, kulitnya putiiiih... bersih... Wangi pisan euy... "


"Itu namanya karma... dulu dia di buat malu sama keluarga Faridz, sekarang dia dapat yang lebih dari segala-galanya dari Faridz... "


"Pelajaran tuh, jangan rendahin orang, kalo dia dapat lebih dari kita nanti kepanasan kayak ibuk Farida... " Seru yang lain, di sambut tawa oleh yang lain.


(Jangan di ambil hati, namanya juga ibuk-ibuk kalo ngumpul yaaa... mulutnya lebih lemes dari pada host Hirotada Radifan... 😅😅)


Tiuga di rumah sudah siap dengan sarapannya bersama Ayubi dan yang lain, tadi dia beli banyak, karena orang di rumah lagi rame. Dia tampak masih shock habis di Introgasi ibu Faridz. Dia termenung dan mengelus dadanya. Setelah itu dia segera menepis pikirannya kembali, dia lanjut memakan sarapannya. (Lebih seram dari sidang skripsi yaa... 😆😂).


Selesai sarapan Tiuga tampak senyum-senyum sendiri saat dia mengingat kejadian tadi. Aisyah melihatnya lalu duduk di sofa di samping Tiuga.


"Kenapa kamu senyum-senyum gitu...!? " Tanya Aisyah penasaran.


"Nggak... ini lagi liat artikel berita. Ada yang lucu... " Ucap Tiuga bohong sambil berselancar ria di berita online.


Dia sedang malas membahasnya. Aisyah melirik handphone Tiuga, ternyata dia sedang membaca berita olah raga, Aisyah bingung sejak kapan berita olah raga bisa jadi komedi. Aisyah melirik Tiuga yang masih asyik dengan handphone nya. Dia menarik nafas panjang lalu pergi untuk kembali mempersiapkan persiapan yasinan nanti. (Tiuga lagi nggak jelas kelakuannya 😌)

__ADS_1


😄😄😄


BERSAMBUNG...


__ADS_2